
...**...
Kira on.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya. Kemarahan yang aku miliki adalah hasrat dari Sakurai senpai. Apa yang ia rasakan, ada kemungkinan akan tersalurkan padaku. Hasrat yang sangat besar yang aku rasakan pada saat ini. Tapi, aku harus segera membereskan lelaki tidak berguna itu. Apalagi hasrat Sakurai senpai saat ini sangat besar. Ia sangat ingin menghajar Daisuke Watanabe yang sangat kurang ajar ini. Dia yang gagal melakukan penyelidikan kasus sepuluh tahun yang lalu, tapi kenapa malah melampiaskan kemarahannya pada Sakurai senpai?. Benar-benar orang yang sangat tidak berguna.
"Maaf?. Apakah itu ungkapan orang yang gagal memecahkan kasus undangan berdarah tahun lalu?. Sehingga meragukan apa yang tuanku sakurai lakukan?." Santai, sangat santai ucapan Kira, namun menusuk hati Daisuke Watanabe juga yang lainnya.
"Kau!." Daisuke sakit hati mendengarkan ucapan itu. Sedangkan yang lainnya hanya menyimak saja. "Anjing sialan!. Bagaimana mungkin dia mengetahui jika aku pernah melakukan penyelidikan?." Dalam hatinya sangat mengutuk ucapan Kira yang merendahkan dirinya.
"Kira?." Sakurai terkejut mendengar ucapan Kira yang mengatakan tuanku Sakurai?.
Bagaimana tanggapan mereka semua?. Sepertinya mereka sangat merasa tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Kira.
"Aku tidak peduli bagaimana tanggapan mereka. Jika mereka berani menyinggung Nakamoto Sakurai, maka mereka akan berhadapan denganku." Dalam hati Kira menyungging senyuman manis. "Kalian boleh menghinaku, tapi kalian tidak akan aku biarkan tertawa diatas penderitaan yang dialami sakurai senpai. Akan aku buka kedok kalian semuanya. Pada saat itu kalian yang akan aku buat menggonggong padaku." Ia tidak peduli bagaimana tanggapan mereka. Kira telah membulatkan tekadnya saat ini untuk menemuka pelakunya, meskipun kekuatannya masih terbatas
Aku benar-benar harus menjatuhkan orang itu supaya dia diam. Dia saja memiliki catatan yang sangat buruk, tetapi dia berani berkata seperti itu padaku. Orang itu benar-benar tidak pandai berkaca. Sungguh Sangat menyebalkan sekali dia itu. Apakah kau tidak mengetahui siapa aku yang sebenarnya?. Sehingga dengan Lancangnya kau berani berkata seperti itu.
"Heh!. Informasi yang kau dapatkan, hanyalah karangan yang ditulis oleh nakamoto saja. Aku tidak melihat ada yang normal dari laporan ini." Daisuke Watanabe merasa kesal dengan sikap kurang ajar dari Kira. "Kau pikir laporan macam apa ini?. Bunyinya seperti dongeng sebelum tidur." Daisuke Watanabe mengejek laporan itu sambil melemparnya.
"Dia ini memang ingin aku perlihatkan kebusukannya." Dalam hati Kira sangat mengutuk apa yang telah dilakukan Daisuke Watanabe.
"Laporan ini sama sekali tidak menggambarkan pengakuan pelaku sama sekali. Kalian ini memangnya sedang mencoba melakukan pertunjukan apa, hah?!." Daisuke terlihat kesal karena tidak terima dengan hasil laporan itu?.
"Heh!." Kira mendengus kuat. "Setidaknya itu lebih baik, dari pada bersenang-senang dengan seorang wanita di saat jam kerja. Bukankah itu sangat melanggar aturan?. Daisuke watanabe san yo." Senyuman ramah Kira, juga ucapannya itu membuat Daisuke Watanabe terkejut. Reflek ia bangkit dari duduknya, ia menggebrak meja itu dengan kuat saking terkejutnya.
"Berani sekali kau berkata seperti itu, dasar anjing tidak tahu diri!." Daisuke Watanabe sangat marah. Ucapan Kira seperti membuka aib baginya. Ia bahkan sampai melempar Kira dengan laporan yang ada di hadapannya. Mereka semua terdiam melihat itu, apakah benar?. Apakah benar yang dikatakan oleh Kira?. "Bagaimana mungkin si anjing ini mengetahuinya?." Dalam hatinya mulai gelisah dan cemas. Apa yang akan ia lakukan jika Kira dapat mengetahui apa yang ia lakukan?.
"Harap tenang!. Jangan sampai membuat kekacauan saat sidang pertama ini. Ini masih belum melibatkan kepolisian yang lainnya." Yamamura Tani berusaha untuk menenangkan suasana sidang pertama itu. Ya, ini memang sidang yang sangat sensitif, karena masalah yang telah terjadi cukup lama. Maka tidak bisa sembarangan melibatkan semua Kepolisian yang berada di wilayah ini. Apalagi ini kejahatan yang sangat tidak manusiawi. Membunuh puluhan nyawa hanya dengan menggerakkan pisau raksasa untuk membinasakan mereka.
"Hemp!." Kira masih memperlihatkan senyumannya, senyuman mengejek. "Sudah aku katakan, bahwa mudah bagiku mencari informasi apapun yang tersembunyi." Kira sedikit menyombongkan dirinya dihadapan mereka semua. "Termasuk mencari informasi pribadi tentang kalian semua." Lanjutnya. Mereka semua hanya diam mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kira.
"Kegh!." Daisuke Watanabe sangat kesal mendengarkan ucapan Kira. Ingin rasanya ia mencincang Kira dengan pisau tajam.
"Jika hanya ingin mencari kesalahan dari apa yang kami lakukan, sebaiknya tidak usah diteruskan saja pertemuan ini." Kira mengeluarkan buku agenda kecil yang telah ia catat sebagai jadwal yang akan mereka lakukan setelah ini.
"Kau jangan terlalu sombong dulu inu chan." Daisuke Watanabe menatap tidak suka pada Kira. "Nanti kau digonggong tora, dan saat itu suaramu akan menciut." Lanjutnya lagi. Tatapannya sangat merendahkan Kira.
"Akan aku lawan harimau itu dengan suara leopard, tanpa ia ketahui." Kira juga tidak mau kalah. Benar-benar membuat Daisuke Watanabe naik darah. "Tapi maaf saja. Karena masih ada hal yang sangat penting yang harus kami lakukan saat ini. Kami telah menemukan dimana salah satu pelaku itu berada." Kira memantau android smartphone miliknya.
"Hooo secepat itukah?. Kau menemukan pelakunya?. Sangat luar biasa sekali." Sasaki Taka yang dari tadi mengamati perdebatan Kira dengan Daisuke Watanabe akhirnya bersuara.
"Apakah kalian tidak menyelesaikan rapat ini sejenak?. Rasanya memang sangat tidak berguna sama sekali." Begitu juga dengan Erika Toda, ia tidak tertarik dengan Kira. Apalagi baginya Kira hanyalah polisi baru yang kebetulan saja memiliki kemampuan untuk menemukan orang-orang yang terlibat di dalam kasus itu. "Aku yakin dia memiliki orang-orang yang ia percayai untuk menemukan lokasi keberadaan mereka. Sungguh rencana yang mudah ditebak. Jika tidak seperti itu, mana mungkin mereka menemukan keberadaan mereka semua." Dalam hati Erika Toda merasa heran dengan usaha mereka yang sia-sia.
"Aku rasa memang tidak perlu, karena tuanku tidak diperlukan lagi di sini." Kira masih tersenyum ramah, ia menatap ke arah Sakurai. "Karena tuanku sakurai tidak butuh kritikan kalian, yang hanya akan menekan semangatnya sebagai korban yang selamat dalam undangan berdarah itu. Namun yang dibutuhkan tuanku adalah bukti. Bukti yang akan membungkam mulut kalian semuanya." Kira menatap tajam mereka satu persatu, termasuk Yamamura Tani, yang dari tadi belum berkata sepatah katapun.
__ADS_1
Tentunya ucapan Kira cukup menyinggung perasaan mereka, karena mereka memang berpikiran seperti itu. Meragukan kebenaran yang dilakukan oleh Sakurai, sebab tidak ada yang mampu melakukannya selama ini.
"Si anjing sialan ini punya mata yang berbahaya" batin Sasaki Taka waspada pada Kira, ia tidak tahu informasi apa yang bisa didapatkan Kira tentang dirinya.
"Anjing bedebah ini ternyata tidak bisa diremehkan." Dalam hati Daisuke Watanabe juga merasakan ada yang berbeda dengan Kira. Justru ia lebih waspada terhadap Kira ketimbang Sakurai.
"Siapa dia sebenarnya, dia cukup jenius juga sebagai seorang polisi. Tapi aku harus waspada, mungkin ini hanyalah kebetulan saja." Dalam hati Erika Toda mengamati Kira dari sisi yang berbeda, seakan ia sedang bertatap dengan mata iblis yang telah mengincar mangsanya. "Sepertinya aku memang harus waspada dari tatapan matanya." Ia sedikit merasakan ada yang berbeda dari Kira.
"Ayo tuanku, target kita berikutnya lebih penting." Kira menarik tangan Sakurai, mereka pergi dari ruangan itu. Tidak peduli apa yang akan mereka katakan yang pasti mereka hanya tidak ingin pelaku itu melarikan diri.
"Sangat tidak sopan." Serutu Sasaki Taka merasa tersinggung dengan ucapan Kira tadi.
"Aku berjanji akan memberikan pelajaran pada anjing kurang ajar itu." Dalam hati Daisuke Watanabe merasa dendam pada Kira.
"Baiklah aku juga akan bertindak." Dalam Erika Toda, ia tidak mau semua yang ia rencanakan selama ini berakhir sia-sia.
"Kira, sakurai, mereka cukup menarik." Yamamura Tani merasakan ada perbedaan dari Kira, juga Sakurai. Ia ingin melihat bagaiman kedua orang itu menyelesaikan kasus ini?. Meskipun ia sempat merasa tidak dihargai sebagai kepala kepolisian, namun ia ingin melihat. Sejauh mana keduanya melakukan itu?.
Kita lihat saja kedepannya bagaimana?. Apakah semuanya akan berjalan lancar?. Titik terang dari kasus undangan berdarah bisa diselesaikan?. Entahlah, siapapun bisa membuat alur cerita sesuai imajinasinya, namun nasib telah berjalan sesuai takdir.
Aku tidak akan takut dengan mereka semua. Aku sangat yakin mereka memiliki rahasia besar, tapi sayangnya pada saat itu aku memiliki hal yang jauh lebih penting dari pada aku mengurus kalian. Kali ini aku maafkan kalian karena kalian telah berani menyinggung Perasaan Sakurai senpai. Namun tidak untuk Pertemuan berikutnya, akan aku pastikan kalian membayar atas apa yang telah kalian lakukan pada Sakurai senpai.
Matahari mulai menampakkan diri, pagi nampak bersahabat. Seorang lelaki bertampang sangar melenggang menuju sebuah pabrik besi. Akan tetapi langkahnya terhenti ketika dua orang berpakaian rapi menghadangnya. Ada urusan apa mereka menemuinya?. Apakah mereka menginginkan sesuatu darinya?. Tapi jika ia lihat sekali lagi, pakaian mereka sangat tidak asing.
"Yamahisa tatsuya, apakah itu nama anda?." Sakurai hanya sekedar basa-basi menanyakan nama orang itu. Tapi kemarahan yang ia miliki saat ini sedang memuncak luar biasa.
"Jadi mereka adalah satuan kepolisian?. Mereka ingin menangkap aku?. Apa kesalahan yang telah aku lakukan sehingga mereka mendatangiku?. Apakah mereka telah mengkhianati aku?." Dalam hatinya mengamati dua orang laki-laki muda yang berpakaian seragam polisi?. Sekaligus mencoba menebak mengapa mereka datang menemuinya hari ini.
"Bagus!. Ikut kami ke kantor polisi. Sebab kau adalah salah satu orang yang terlibat dalam kasus pembunuhan undangan berdarah." Sakurai menunjukkan surat izin penangkapan terhadap terduga pelaku atas nama Yamahisa Tatsuya.
Namun lelaki itu tidak bergeming sedikitpun dari tempat ia berdiri, malah ia memandang remeh pada Kira dan Sakurai. Seakan-akan tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Sakurai. Bahwa ia salah satu pelaku pembunuhan undangan berdarah.
"Jadi benar dugaan ku?. Bahwa mereka telah berani bermain-main denganku?." Hatinya terasa panas ketika mendengarkan ucapan Sakurai yang mengatakan akan menangkap dirinya karena ia salah satu pelaku yang terlibat dalam kasus pembunuhan itu?. "Mari kita lihat!. Apakah kalian sanggup membawaku atau tidak?!." Ia menyeringai lebar menatap Sakurai dan Kira yang berjalan ke arahnya?.
"Ayo Kira, kita tangkap saja orang itu!." Sakurai tidak mau berlama-lama, ia ingin segera menginterogasi orang ini. "Kita telah memiliki semua bukti-bukti kejahatan yang ia lakukan." Sakurai merasa kesal dengan apa yang telah ia dapatkan?.
"Ryoukai!." Kira mengerti, ia mengikuti langkah Sakurai mendekati lelaki itu. Tidak akan mereka biarkan Yamashita Tatsuya lari dari tanggungjawab atas perbuatannya.
"Jangan melawan!." Sakurai kesal karena lelaki itu mengeraskan tangannya ketika Sakurai dan Kira menangkap tangannya.
"Sebaiknya kau menyerah saja!." Kira juga merasa sangat kesal atas perlawanan Yamashita Tatsuya ketika ingin mereka tangkap.
Pada saat itu kami telah menemukan pelaku yang kedua. Dia yang ikut terlibat dalam masalah besar itu tidak akan aku maafkan begitu saja. Karena ia harus bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan. Dia harus bertanggung jawab terhadap apa yang telah ia perbuat pada Sakurai Senpai yang menderita selama ini. Aku tidak akan membiarkan dia lolos begitu saja dari tanggungjawabnya.
"Lemah!. Sangat lemah!." Yamahisa Tatsuya merendahkan kekuatan Sakurai dan Kira yang tak mampu menggeser tangannya. Tanpa diduga, lelaki itu membanting tubuh Sakurai dan Kira, membuat keduanya berteriak kesakitan.
__ADS_1
DUAKH!.
"Eeeaaaaaaaakhhhh!." Keduanya berteriak kesakitan. Sungguh mereka sama sekali tidak menduganya. Hanya sebelah tangan?. Tangan kiri Sakurai?. Tangan Kanan Kira?. Sekuat itukah lelaki dengan tubuh kekar itu? Sehingga dengan entengnya ia membanting tubuh Kira dan Sakurai hingga terdengar derak seperti tulang mereka patah?. Rasanya tubuh belakang mereka mau patah saking kuatnya bantingan yang dilakukan Yamahisa Tatsuya.
"Eaaaakhh!" Sakurai meringis kesakitan, tubuhnya tidak bisa digerakkan lagi, apalagi pinggang dan punggungnya terasa patah. Lelaki itu membanting tubuhnya tanpa perasaan?. Seperti membanting hewan?.
"Sa-sakhu-rhaii" Kira merasakan sakit yang luar biasa, namun hatinya lebih panas lagi melihat Sakurai kesakitan. Ia tidak akan pernah bisa melihat Sakurai kesakitan. Ia akan selalu merasa panas, jika ada orang yang berani menyakiti Sakurai.
"Orang lemah seperti kalian mana bisa menangkap ku!. Kalian pikir aku ini orang yang lemah?." Yamahisa Tatsuya merasa senang melihat ketidakberdayaan Kira dan Sakurai. Ada kepuasan tersendiri menggelitiki hatinya melihat pemandangan itu. Akan tetapi pada saat itu?.
Tap!
Kira menangkap kuat kaki Yamahisa Tatsuya, membuat lelaki itu terkejut. Apalagi melihat mata Kira memerah menyala seperti seorang iblis yang telah menargetkan mangsanya.
"Kegh!." Yamashita Tatsuya meringis kecil karena kakinya yang terasa sakit.
Akan tetapi pada saat ia Yamashita Tatsuya melakukan perlawanan. Kami benar-benar dibantingnya dengan tenaganya yang sangat kuat itu. Dengan sangat mudahnya dia membanting tubuh kami dengan sebelah tangan. Sungguh tenaga yang sangat kuat, hanya dengan satu tangan saja dia mampu melakukan itu?. Apakah dia masih bisa disebut Manusia normal?. Hingga rasanya tulangku remuk semua setelah dibanting keras. Saat itu aku melihat Sakurai Senpai yang sedang kesakitan. Amarahku meningkat sangat besar ketika melihat keadaan Sakurai Senpai yang seperti itu. Aku tidak bisa menerima itu dengan santainya. Amarahku benar-benar membuncah ketika melihat keadaan Sakurai Senpai.
"Kau pikir aku ini lemah?!." Suara Kira terdengar mengerikan, bulu kuduk merinding mendengar suara aneh itu. "Kau harus bertanggung jawab!. Dosa-dosa yang kau lakukan sungguh tidak bisa dimaafkan!." Kira menyeringai kejam, sangat mengerikan, dan hari itu Yamahisa Tatsuya bersumpah baru kali ini melihat iblis mengerikan telah memangsa dirinya.
DUAKH!.
Kira membanting kuat tubuh Yamashita Tatsuya, hingga laki-laki itu tak bergeming selain meringis kesakitan. Ia tidak menduga, dengan tubuh kecil itu?. "Bagaimana mungkin dia memiliki kekuatan sebesar itu untuk menjatuhkan aku?!." Dalam hati Yamashita Tatsuya ketakutan?. "Kekuatan macam apa yang dia miliki!." Saking terkejutnya dengan apa yang terjadi, ia bahkan tidak bisa bergerak.
Nafas Kira naik turun karena menahan kemarahannya, ia borgol kedua tangan Yamashita Tatsuya. "Kau harus bertanggungjawab atas apa yang telah kau perbuat." Matanya menatap lebar, dipenuhi kemarahan yang luar biasa. Ia seret kuat Yamashita Tatsuya menuju mobil, meskipun ada sedikit perlawanan darinya. Tapi ia tidak peduli dengan perlawanan itu.
"Kegh!." Yamashita Tatsuya meringis sakit begitu dipaksa masuk ke dalam mobil. "Kau memang tidak memiliki perasaan kemanusiaan." Ia meringis sakit.
"Diam!. Kau pikir saat kau melakukan kejahatan, pada saat itu kau memiliki perasaan manusia, hah?!." Emosinya benar-benar emosi membara. Setelah itu ia banting kuat pintu mobil itu. Karena ia masih ingat dengan Sakurai yang tadinya masih kesakitan?.
Tidak, ia tidak melihat ada pergerakan dari sakurai. Membuatnya panik, hingga ia segera mendekatinya. "Oi!. Oi!. Sakurai!. Bangun sakurai!." Kira berusaha untuk membangunkan Nakamoto Sakurai. Tapi tidak ada tanggapan dari Sakurai, membuat Kira semakin panik. "Sakurai!." Teriak Kira dengan suara putus asa. Apa yang akan terjadi, jika Sakurai terluka dalam masalah ini?.
Baiklah!. Jika kau ingin melihat bagaimana sifat Iblis yang aku miliki, maka akan aku perlihatkan Padamu bagaimana aku yang sebenarnya jika aku sedang marah. Kau telah berani melukai Sakurai Senpai di depan mataku. Maka kau harus siap-siap untuk menerima Pembalasan dariku lebih Pedih lagi.
Untuk sementara Yamahisa Tatsuya ditahan di kantor kepolisian dengan pengamanan yang ketat. Sementara Sakurai Nakamoto dirawat di Rumah Sakit karena kondisinya yang sedang tidak baik. Lalu bagaimana dengan kira?. Ia terlihat baik-baik saja, bahkan sangat baik meski ia juga dibanting keras oleh Yamahisa Tatsuya. Apakah dia bukan manusia?.
Sementara itu Kira berada di kediamannya, rumah yang tidak pernah diketahui oleh siapapun juga.
"Gwaaaah!" Kira melihat bayangan dirinya di depan kaca besar dihadapannya. Matanya memerah menyala, tatapan mata iblis mengerikan melekat pada dirinya, juga sepasang taring menyelip di antara giginya. "Sakurai senpai." Dalam hatinya mengingat masa lalunya. Senpai?. Apakah Kira adalah adik kelas Sakurai di masa lalu?. Apakah ada rahasia yang tidak bisa disebutkan oleh Kira pada Sakurai?. Kita lihat saja kedepannya bagaimana. Yang pasti Kira melakukan semua ini demi Sakurai, demi menyelamatkan Sakurai dari keterpurukannya di masa lalu, dan masa sekarang ia akan berusaha sekuat tenaga melindungi Sakurai dengan jiwa iblisnya yang abadi.
"Sakurai senpai. Aku tidak akan memaafkan mereka yang telah membuatmu menderita. Aku bersumpah akan menangkap mereka." Ada kobaran api membara yang ada di dalam dirinya. Ada alasan tertentu yang membuat ia selalu ingin membalas kebaikan yang diberikan oleh Sakurai padanya di masa lalu. "Akan aku buat mereka mengakui perbuatan yang telah mereka lakukan. Aku tidak akan membiarkan mereka menikmati kebebasan mereka di atas penderitaan yang telah kau rasakan selama ini." Rasanya sangat sakit mengingat bagaimana Sakurai menjadi gila setelah apa yang dialaminya. Sakurai menjadi gila setelah melihat banyak mayat bergelimpangan dalam keadaaan mengenaskan di ruangan itu. Sungguh tidak berperikemanusiaan sekali orang-orang yang telah melakukan itu
"Bertahan lah sebentar lagi sakurai senpai. Aku akan selalu bersamamu. Kau tidak usah khawatir, karena tujuan hidupku saat ini adalah untuk membantumu, dan juga meringankan semua beban yang kau rasakan selama sepuluh tahun ini." Kira tidak memiliki tujuan apapun selain membantu Sakurai yang masih dibayang-bayangi kejadian masa lalu. Kejadian yang tidak akan pernah dilupakan begitu saja. Antara hidup dan mati Sakurai terus berjalan. Itulah alasan Kira berada di sampingnya. Tidak akan ia biarkan rasa putus asa menghalangi langkah Sakurai untuk menyeret mereka semua yang telah membuatnya menderita.
Ya, bertahanlah untuk sementara waktu Sakurai Senpai, sampai aku benar-benar menghajar mereka semua. Baca terus ceritanya, jangan lupa dukungannya ya.
__ADS_1
Kira off.
...***...