
Reynan spontan melepas lengan Kassandra, membalikan badannya cepat, mendorong tubuh istrinya kekasur king sizenya.
”Aw.... Rey!”
“Kau bertanya? Tanyakan sendiri pada dirimu yang menjijikan! Kau sangat menjijikan Kassandra! pergi kau dari kehidupanku! Jangan nodai mataku dengan kehadiranmu itu!”
Kassandra terdiam, jantungnya berdetak sangat cepat. Apakah secepat ini suaminya akan mengetahui kedekatannya dengan Bimo? Apakah Andra benar-benar memberitahukan tentang hubungannya?. Kepalanya terasa sangat pusing, merasa ada yang hancur dihatinya, merasa tidak siap.
Reynan kembali melanjutkan aktifitasnya dan meninggalkan Kassandra sendirian dikamarnya. Dia terlihat sibuk, mencari sebuah nama diponsel. Menelfon Asisten pribadinya, Ibran.
“Urus rencanaku sekarang, aku muak ingin menendangnya jauh dari hidupku” Reynan menutup telfonnya. Dan segera berlalu kekantor.
Jiwanya tampak tenang, tapi otaknya tak pernah diam, sudah setahun ini Reynan benar-benar menyuruh orang untuk mengikuti istrinya, menyelidiki kegiatannya, awalnya karna ia khawatir akan ada seseorang yang membahayakan nyawa istrinya mengingat persaingan diperusahaannya banyak membuat perusahaan yang kalah tender menjadi iri, tapi rencananya itu berubah menjadi awal terbongkarnya perselingkuhan Kassandra.
Kassandra terlihat panik, ia tahu jika semuanya akan segera terbongkar, ia segera menghubungi Bimo, dan memutuskan untuk bertemu di salah satu cafe.
“Hey, kamu udah lama nunggu?” sapa Bimo.
Kassandra mendongak, terlihat sekali dimatanya ia terlihat bingung,”Bim.. aku...”
Bimo membungkam bibir Kassandra dengan jarinya,”kamu sudah memutuskan ini, kamu harus ikuti apa kataku san, orang tuanya bahkan dia bisa saja melalakukan apa saja yang lebih kejam dari menendangmu jauh dari rumah mereka”
“Tapi harusnya bukan dengan cara ini, Bim, Reynan terlihat sangat marah dan membenciku”
“Bukankah ini yang kamu mau? Membuatnya benci dan menceraikanmu?”
Kassandra terisak, menutupi wajahnya,”Itu terjadi setelah aku menjalin hubungan dengan kamu Bim, aku jahat Bim, caraku salah, aku terlalu membuatnya sakit !”
Bimo mencoba menenagkan Kassandra, meyakinkan bahwa Reynan dan dirinya sama, bahkan dirinya lebih mencintai Kassandra. Ya Bimo memang sahabat SMA Kassandra yang sudah lama menduda, pernikahannya hanya bertahan tiga tahun saja, istrinya meninggalkannya karna mengetahui ia tidak bisa memberikan keturunan, nasib mereka sama, itulah yang membuat Kassandra yakin untuk memantapkan hatinya menjalain cintanya dengan bimo dan bercerai dari Reynan.
Bukan hal yang mudah, Kassandra tahu benar posisinya, tahu benar apa yang suami dan keluarganya minta. Diam tidak merengek cucu kepadanya bukan hal yang justru membuatnya tenang, hari-harinya selalu dihantui dan merasa bersalah sudah menjadi benalu, andaikan bukan ia wanita yang Reynan nikahi, pasti kehidupan Reynan sudah bahagia.
__ADS_1
Bimo selalu memberinya semangat dan pengertian, Kassandra merasa ada sesuatu yang aneh yang tiba-tiba rasa nyaman itu menjadi rasa cinta, ia merasa dengan kondisi yang sama maka setidaknya kehidupannya akan berubah tenang jika menjalaninya bersama Bimo, dan Reynan bisa bahagia dengan keinginan terbesarnya mempunyai seorang anak dengan wanita pilihannya yang lain.
Rasa cintanya yang besar itu membuatnya berani mengambil keputusan untuk memilih meninggalkan Reynan.
“Andra..” Kassandra mengingat sahabatnya itu.
“Kenapa Andra?” tanya Bimo.
“Aku yakin Andra sudah ngomong sesuatu sama Reynan, ayo Bim! kita harus ketemu Andra! aku nggak bisa berpisah dengan cara begini! aku nggak bisa ningglin Reynan Bim, aku.. maafkan aku Bim” dirinya kembali terisak. Entah cinta macam apa, disamping ia mencintai Bimo, disampingnya lagi ia tidak mau kehilangan Reynan saat ini.
Kebetulan Andra sedang ada dijakarta, rencananya ia akan memboyong semua keluarganya untuk tinggal ditempat kelahirannya di Bandung, Andra menyempatkan diri untuk bertemu dengan kedua sahabatnya itu, meskipun malam lalu sempat terjadi perbedaan pendapat antara mereka.
“Jelasin ke gue ndra!!” pinta Kassandra.
“Jelasin apa sih San? Gue nggak tahu masalah apapun antara kalian, gue cukup syok dan bahkan gue bingung mau ngomong apaan, mau mulai dari mana?”
“Jadi lo kan yang bocorin semuanya?” tanya Bimo mendengus kesal.
“Tentang hubungan gue sama kassandra!”
“Oh, ternyata Reynan sudah tahu, baguslah, setidaknya gue sudah tidak perlu repot-repot untuk mengatakannya kepada Reynan”
“br*sek!” Bimo Reflek memukul Andra, Kassandra segera melerai mereka.
“Cukup! gue nggak mau ada ribut-ribut!" Kassandra terisak.
“San,dengerin gue! Reynan itu nggak bisa semudah itu lo tipu, dia bisa dengan mudah melakukan apa saja, jangankan hanya untuk membongkar hubungan menjijikan ini! kalau dia mau saat ini juga dia bisa nenggelemin kalian berdua dari muka bumi! Ingat san, lo sedang berhadapan dengan siapa.” Tukas andra.
Entah kenapa semakin mendengarkan Andra hatinya menjadi semakin hancur. Kali ini dirinya akan benar-benar kehilangan Reynan.
.........
__ADS_1
Reynan seharian berkutat dikantornya, menyelesaikan pekerjaan yang tak kunjung selesai. Papanya masih terbaring dirumah sakit, ia memutuskan untuk pulang agak cepat dan menyelesaikan pekerjaannya besok.
Mobilnya melaju membelah kota sore itu, langkahnya menuju Rumah sakit, sesekali ia membalas pesan dari asisten pribadinya, seperti sesuatu yang serius, tampak dari raut wajahnya.
Papanya sudah dipindahkan diruang HCU setelah semalaman kemarin terbaring di ICU, kondisinya lebih stabil menurut dokter. Reynan bergegas mempercepat langkahnya berjalan membelah koridor rumah sakit.
Masih lengkap menggunakan pakaian kantornya dengan setelan jas silver dan kemeja putih, lengkap dengan dasi dan sepatu kantornya.
Hatinya tertegun setelah membuka pintu ruangan dimana papanya dirawat, tampak sepi, mungkin mama pulang dan belum sampai diruangan, hanya ada dua suster yang berjaga, kemudia mereka keluar setelah Reynan masuk dan duduk disamping bed Papanya.
Reynan meraih tangan lemah itu, menariknya perlahan,”Reynan janji, apapun untuk papa, papa cepet sembuh ya, papa akan dapatkan apa yang papa mau, Reynan janji, Reynan akan ikhlaskan semuanya pa” tukasnya lirih, hatinya terasa sangat hancur, tapi ini jalan yang harus ia ambil, Kasandra sudah sangat pantas menerima ini.
“Rey..”
Reynan terkesiap, Kassandra sudah berdiri disana, Matanya sengaja tak memandang bola mata hitam itu, entah rasa apa yang Tuhan berikan kepadanya untuk wanita ini, susah sekali untuk mempertahankan kebencian itu. Reynan kembali keposisi semula.
“Mama menelfonku dan aku segera kesini” Kassandra menghela nafasnya, kata-katanya seakan tercekat tak sanggup lagi berkata-kata, hatinya ingin menangis, membayangkan suaminya yang pasti sudah hancur,”maaf...” terdengar sekali suara Kassandra yang menahan isakannya.
Reynan masih terdiam.
“Aku tidak meminta kamu memaafkanku bahkan memberiku kesempatan, aku ingin berterimakasih untuk cintamu selama ini”
Reynan masih terdiam,”terimakasih? Ucapan perpisahan macam apa itu” hatinya bergemuruh, seribu pertanyaan menghampiri, tapi Reynan tak berniat untuk menanyakan apapun.
“Maaf rey, aku mencintainya”
Reynan berdiri membanting kursinya tak peduli dimana ia berada, mendekati Kassandra dan menamparnya, Kassandra tersungkur.
“Rey!”
33 tahun dia hidup, 25 tahun menjadi seorang anak dan 8 tahun menjadi seorang suami, sungguh kelakuannya menampar wanita benar-benar tak terbayangkan sama sekali, lidahnya kelu, tak tau harus mengumpat wanita ini dengan kalimat apa,”Keburukan! menjijikan! bahkan semua yang sudah kamu dapatkan dariku akan berubah menjadi karma!!"
__ADS_1