
Sepuluh menit lalu Imel dan Dewi berpamitan, ketiga sahabat ini saling berpelukan seperti tak akan pernah berjumpa lagi, padahal setelah menikah Mayu akan menetap dijakarta, itu artinya mereka bisa bertemu kapanpun.
Mama juga sudah bersiap untuk pulang, Reynan mengantar Mamanya sampai depan pintu. Rencananya lusa Reynan baru akan kembali ke Jakarta sekaliyan memboyong Mayu.
"Sekali lagi selamat ya sayang, Papa pasti bahagia liyat kamu sama Mayu bersama" Tukas Mama yang matanya mulai berkaca-kaca.
Reynan memeluk Mamanya, "Makasih ya Ma, doain Reynan"
"Iya, pasti. Jadi suami yang baik, pengertiyan dan paling penting jangan nyebelin" Tukas Mama sembari melempar tatapan mengintimidasi.
"Iya Ma..."
"Mama tunggu dijakarta, pokoknya Mama siapin semua keperluan kamu dan Mayu. Sama satu lagi...."
"Apa Ma?" tanya Reynan.
"Mama mau adain resepsi dijakarta buat menyambut mantu Mama yang paling cantik" Jawab Mama antusias.
"Yaudah terserah Mama aja, tapi Mayu masih dikamar Ma, ganti baju, ribet banget dari tadi Reynan perhatiin"
"Yaudahlah... nggak papa, Mama tau banget ribetnya, Mama pulang ya? Kamu baik-baik ya sama Mayu"
"iya Ma"
Mayu baru selesai mengganti bajunya dengan kaos oblong dan celana pendek selutut. Bergegas keluar dari kamar dan berlari keteras menemui Mama.
"Mama mana?" Tanya Mayu.
Reynan menoleh, menatap tajam Mayu yang terlihat berbeda.
"Mama mana mas?" ulang Mayu.
"sudah pergi tadi"
"Kok kamu nggak panggil aku sih?"
"kamunya saja yang kelamaan, ganti baju kirain mau pake baju apaan, taunya kaos oblong doang" Tukas Reynan sembari ngeloyor masuk "Siapin anduk gih, mau mandi".
Mayu terdiam, menatap pakaiannya, memang sebelumnya tak pernah secuek ini saat ada Reynan, tapi rasa lelahnya benar-benar membuat Mayu lupa dengan penampilannya. Mayu mengekori Reynan yang masuk kekamarnya.
"Kok kesini? Katanya mau mandi?" tanya Mayu.
"Mana anduknya? siapin" tukas Reynan.
"ya mana aku tahu Mas, mau pake anduk aku?"
Reynan berdecak, "Itu didalem koperku ada semua, kamu ambilin"
"kok jadi aku si?"
"lupa apa gimana si? kamu kan istri aku sekarang, layanin dong suami kamu ini"
Mayu menatap jengkel Reynan, mendengus kesal dan segera membuka koper milik Reynan. Segala mandi minta disiapin, gimana kehidupan pernikahannya nanti, pasti hari-harinya bakal repot banget, Bisik Mayu.
__ADS_1
Reynan terkikik sendiri melihat istrinya yang terlihat tak mampu untuk protes.
"Ini" Tukas Mayu menyodorkan anduk.
"CD nya mana?"
"apa??"
"CD, celana dalem, ambilin sekaliyan dong"
"what?!!!! Kamu ngerjain ya Mas? nggak ada CD-CD an"
"Ya masa aku nggak pake nanti kalo..."
"Stop!! Kamu ambil sendiri aja deh Mas"
"Kenapa? ambilin dong sekaliyan" pinta Reynan.
"Maaaaas!!! Apa kata orang? ada anak perawan ambil-ambilin CD pria dewasa?? aduh!!! nggak bisa deh aku!!!" Tukas Mayu sembari mengacak-acak rambutnya.
"Yaudah deh langsung mau aku kebol aja nanti, biar nggak ada tuh siapa yang boleh sama siapa yang nggak boleh ambilin CD suaminya sendiri" Tukas Reynan.
Mayu mengerjap memahami kalimat Reynan.
"Ayo cepet ambilin!" perintah Reynan.
Mayu masih terdiam. Reynan semakin kesulitan menahan tawanya.
Reynan mendekati Mayu yang masih terdiam, membelai wajah istrinya yang semakin menjadi candu baginya, wajahnya kian mendekat dan berbisik "Apa mau saya jebol sekarang aja? supaya kamu mau ambilin...??"
"Dibagian pojok" Tambah Reynan memberi isyarat.
Mayu menemukannya, dan segera mengambilnya,"Kalo udah tahu kenapa harus aku banget yang disuruh ngambilin" Gerutu Mayu sambil menyodorkan benda keramat Yang seumur-umur baru ia pegang.
"Aku nggak mau yang itu, aku maunya yang warna abu-abu"
Mayu melongo seketika, sumpah, Reynan fix suami nyebelin. Apa bedanya juga CD abu-abu sama CD navy???? dipake juga fungsinya sama kan???Mayu tambah menggerutu.
"Kenapa bibir kamu dimonyong-monyongin begitu?" Tanya Reynan melihat Mayu yang masih menggerutu tak Jelas.
"Astaga.... aku salah lagi ya Mas???" Mayu sudah menemukan yang dia cari dan menyodorkannya kepada Reynan.
Alih-alih mengambil Cdnya, Reynan malah menarik lengan Mayu hingga posisinya sudah tak berjarak lagi.
Fikiran Mayu entah sudah melayang kemana, ekspresinya masih terkaget dengan tingkah Reynan yang tak pernah seperti ini sebelumnya, Mayu merasakan kedua tangan Reynan menyentuh pinggang hingga punggungnya. Kali ini Mayu memilih memejamkan matanya, tak mau melihat Reynan secara dekat.
"Siapa saja yang sudah mencium bibirmu?"
Pertanyaan macam apa ini. Mayu benar-benar ingin mendengus, membuka kelopak matanya, mungkin jarak wajahnya dengan Reynan kini tinggal 1 cm lagi, Jantungnya berdebar kencang, berusaha menjawab pertanyaan Reynan dengan tenang,"Bahkan aku nggak tau gimana caranya" Jawab Mayu datar.
"Serius??" Reynan mengerjab menjauhkan tubuh Mayu beberapa senti dari pandangannya sembari memegangi tangannya.
Mayu terkaget, mengelus dadanya, menebak wajah Reynan yang nampak tidak percaya,"Kenapa?"
__ADS_1
Reynan geleng-geleng.
"Nggak usah heran Mas, biasa aja"
"Aku ajarin ya?"
Mayu membulatkan matanya,"Sumpah nggak ada romantis-romantisnya jadi suami, nyesel aku" Tukas Mayu sembari berlalu membelakangi Reynan.
"Kalo ngomong dijaga!"
"Iya ntar aku jagain pake palang pintu" Mayu bergegas merapihkan kembali koper Reynan yang terlupakan.
"May.." Panggil Reynan sembari mengalungkan handuknya.
"apa?"
"galak banget sih, dosa tahu marah-marah sama suami"
"Nggih Mas Reynan suamiku yang paling ganteng, kenapa?" jawab Mayu dengan menirukan logat putri keraton.
"Mandi yuk?"
"Ya ampun!!!! banyak orang dirumah, Mas! Malu! Ada Arif juga, kalo dia kepo gimana??"
Reynan mendengus dan menahan tawanya melihat ekspresi Mayu,"Malam pertamaku bakal seru nih, ada first kiss from miss lugu, Jadi penasaran" Tukas Reynan sembari berlalu keluar kamar.
Mayu tersulut emosinya ingin segera memaki suaminya yang sudah keluar. Mayu mendengus, kembali merapihkan koper Reynan, entah kenapa tiba-tiba perasaannya berubah, senyumnya mengembang, tak menyangka semua akan secepat itu ia lalui. Reynan tak seserius yang dibayangkan. Kini Kisahnya baru akan dimulai.
"Sayang...."
Mayu mengerjap, tersadar dari lamunannya,suaminya ini maunya apa sebenarnya? Mayu menoleh, Reynan menyembulkan wajahnya dipintu.
"Apa lagi Mas?"
"Nggak papa" Jawab Reynan patas sembari menutup pintu.
Mayu berdiri mematung, Reynan benar-benar berbeda dari yang ia kenal sebelumnya. Mayu tersenyum sendiri, menyambar handuk dan keluar dari kamarnya.
...........................................
Reynan baru keluar dari kamar mandi, dengan handuk dan kaos oblong yang setengah basah, Reynan sengaja memakai kaos oblong, tidak enak jika keluar kamar mandi bertelanjang dada, masih banyak orang dirumah.
Mayu yang berdiri didepan pintu sembari mamakan kue, tiba-tiba salah tingkah, Reynan terlihat semakin tampan saat rambutnya setengah basah begitu.
"Yah.... aku udah selesai" tukas Reynan dengan nada penyesalan.
Mayu melirik dengan tatapan menyelidik mengartikan kalimat Reynan.
"Airnya dingin, kamu sih kelamaan"
Apa hubungannya coba.
Reynan berlalu meninggalkan Mayu.
__ADS_1
Mayu nyengir sendiri sambil terus menelan kue terakhirnya dan segera masuk ke kamar mandi. Kalo bayangin pesona suaminya auto bisa gila beneran.