Memayu

Memayu
Episode 50 Ice Cream


__ADS_3

"Mas... Bangun, udah siang" Tukas Mayu.


"mmmmmm" gumam Reynan masih memeluk pinggang Mayu disampingnya.


"Nggak enak sama Mama"


Reynan melonggarkan pelukannya,"Mama bilang kita suruh lanjutin"


"Lanjutin apanya deh Mas, ngaco banget, aku malu tau sama Mama, ayo dong bangun kita siap-siap sarapan"


"Nggak mau"


"Mas Rey jangan kaya anak kecil dong, nggak enak tahu diluar ada Mama, fitri, Mba eni, banyak orang"


Reynan bangun dan duduk.


"ayo mandi.."


Reynan mendengus kesal, membuka selimutnya, berjalan melewati Mayu, dengan PDnya tak mengenakan sehelai bajupun.


Mayu hanya terdiam melihat tingkah suaminya, meskipun sudah puluhan kali melihatnya, tetap saja Reynan selalu berhasil membuat jantungnya hampir copot.


Reynan meraih handuk didekat pintu makan mandi, melingkarkan handuk dipinggang polosnya. Sembari melirik Mayu yang terlihat masih syok memejamkan matanya.


"ehmmm!" Reynan berdeham.


Mayu tak menoleh sedikitpun.


"ehmm!" Reynan berdeham lagi.


"Udah cepet mas!" tukas Mayu masih tak mau menoleh.


Reynan sebenarnya sudah sangat gemas, ia masuk kekamar mandi, menyalakan water heater dan menampungnya dibathup.


Mayu menghela nafasnya panjang, tak lama ia mendengar Reynan membuka pintu kamar mandinya lagi.


"Kenapa lagi Mas?"


"Ada yang tertinggal" Jawab Reynan datar.


"Apa?" Tanya Mayu penasaran.


Reynan berjalan mendekat, meraih tubuh Mayu dan menggendongnya,"Kamu"


"aww.." Mayu terkejut, Reynan benar-benar menggendongnya.


"Mau ngapain?"


"Jangan banyak tanya, kita selesaikan dibathup"


"Jangan gila mas!"


"Kalau aku gila, itu kamu penyebabnya."


"Mas!!!"


.......................


Mama sudah menyiapkan sarapan, sebenarnya sarapan pagi ini tergolong cukup terlambat, Mama menunggu Reynan dan Mayu yang belum juga keluar kamar.


"Aduh... bener-bener udah kaya pengantin baru, kalo begini bisa maag saya nunggunya" Tukas Mama sembari mengoles roti tawarnya dengan selai.

__ADS_1


"Pagi Ma....." Sapa Reynan sembari mencium Mama,"Lama ya nunggunya?"


Mama menghela nafas,"huuuuhh lama pake banget, oh ya Mayu mana?" tanya Mama sesaat saat Mayu tak bersama Reynan.


"Lagi bingung milih baju" Jawab Reynan.


"Kok bingung?" tanya Mama,"Mama samperin ya?"


"Ih! jangan Ma!"


"Kenapa?"


Reynan berdecak,"Udah ah Reynan aja yang nyamperin, Mama tuh nggak ngerti juga, Mayu itu bukan Rey!"


"Loh.. kok jadi Mama yang salah, itu karena kamu terlalu bersemangat"


Reynan sudah berlalu tak menjawab pertanyaan Mama, Mayu memang sudah ribet sedari tadi memilih baju untuk menyembunyikan stempel kepemilikan dari Reynan.


"Sayang..." Reynan membuka pintu. Mendapati Mayu masih memakai handuk dan belum mengganti bajunya,"Kok belum ganti baju?"Reynan mendekati Mayu.


Mayu menghela nafas panjang,"Mas! bantuin pilihin bajunya kek!" pekik Mayu.


Reynan menutup pintu kamarnya,"Pake aja yang biasa kamu pake sayang"


"Masalahnya nggak ada yang nyaman, takut keliatan sama Mama"


"Mama nggak bakal liat"


"Kok bisa?"


"Udah tenang aja, ayo pake baju yang nyaman menurut kamu"


Mayu segera mengganti bajunya.


"Kaya gini?" tanya Mayu meminta pendapat.


Reynan menoleh,"nah.. itu bagus" Reynan membelai Rambut Mayu yang setengah basah, mengambil jepitan rambut dan membiarkan rambut istrinya terurai.


Jemarinya tak serta merta pergi dari sana. Jemarinya mulai bermain, meraba sekitar leher, masuk diantara rambut dan leher, mendekatkan wajahnya, mencium halus bibir pink Mayu.


"Jangan menggodaku lagi! aku sudah kedinginan dari tadi Mas" Tukas Mayu dengan nada tegas.


"Jangan galak-galak dong, maaf ya sayang?"


"Mana es krim nya?" Tanya Mayu.


"Nggak sabaran banget sih.. Sayangku" Reynan meraih ponselnya.


Mayu berjalan meraih sisir,"Jangan sayang-sayang melulu, cepet!" Mayu mulai menyisir rambutnya, memastikan rambut panjangnya kali ini menolongnya.


"Iya..." Jawab Reynan.


..............


"May......." terdengar suara Mama memanggilnya.


Tak lama Mama mengetuk pintu.


"Rey..... Mayu biar sarapan, jangan sampe telat makan, udahan dulu kamunya Rey"


Mayu berjalan membuka pintu, setengah ingin tertawa, Mama seakan tahu saja kebiasaan Reynan yang suka mengganggunya.

__ADS_1


Reynan malah sibuk memencet ponsel.


"Pagi Ma....." Sapa Mayu sesaat setelah membuka pintu.


"Pagi juga... udah gih sarapan, jangan sampe telat makan May, cuekin aja Reynan, dia emang gitu suka ngeselin" Tukas Mama sembari merangkul Mayu mengisyaratkan untuk mengikuti langkahnya menuju ruang makan.


"Pokoknya Mama pesen, jangan biasain Reynan bikin kamu kerepotan terus, Mama nggak mau kamu capek-capek"


"Nggak kok Ma, Mas Rey nggak pernah kok bikin repot"


"Alah kamu itu nggak usah belain suami kamu" tukas Mama sembari menarik kursi untuk Mayu duduki.


Mayu duduk saja, sebenarnya agak tidak enak, Mama terlalu baik memperlakukannya, seharusnya Mama tak perlu sedetile ini.


Mama mulai menyiapkan piring dan mengoleskan roti untuknya,"Reynan itu dari kecil manjanya minta ampun, makanya kebawa sampe punya istri juga masih manja, kamu harus tegas sama dia"


Mayu tersenyum,"Nggak kok Ma, Mas Rey nggak manja, beneran"


"Udah nggak usah belain dia" Mama meletakan rotinya dipiring,"Fit! Fitri!! Ambilin susu, jangan terlalu panas!"


"Siap Nyahhh" Terdengar sahutan fitri dari dapur.


"Kamu makan ya? nanti kalo makannya belum selesai kok Reynan gangguin kamu, kamu bilang aja sama Mama, Mama yang bakal bikin dia sibuk" Tukas Mama masih saja menyalahkan Reynan.


Mayu tersenyum,"Iya Ma, makasih ya Ma"


"Iya, Mama kesamping dulu ya"


"Iya Ma"


................


Tang ting tung... tang tang ting ting tung...


"Sayang...... sayang....." Suara Reynan menggema mencari Mayu.


Mayu sedang asyik ngobrol didapur dengan Fitri dan Eni, sudah lama mereka tak bertemu.


"Iya Mas?" Jawab Mayu menimpali suaminya.


"Ohh disini rupanya, ayo ikut!" Ajak Reynan.


"Kemana?"


Eni dan fitri berbisik dan memutuskan untuk masuk kedalam.


Reynan menggandeng lengan Mayu dan mengajaknya keluar.


Rupanya Reynan yang menelpon Mobil eskrim box untuk datang kerumahnya, Mayu geleng-geleng kepala, setotal itu Reynan memenuhi janjinya.


"Gimana? suka nggak?"


"Bukannya nggak suka, tapi menurutku terlalu lebay" Tukas Mayu sembari berjalan ngeloyor menuju mobil eskrim Box.


Reynan tersenyum melihat tingakah Mayu, Lebay bagaimana? buktinya dia terlihat suka.


Mayu memesan satu eskrim dari pelayan eskrim wanita yang sudah stan by, kebetulan rumah Mama berada di komplek dimana banyak anak-anak yang sedang bermain, kebetulan juga ini weekend, Mayu tak sungkan memanggil anak-anak bahkan para Nany dan PRT rumahnya bahkan PRT tetangganya untuk menikmati es krim bersamanya di halaman. Buat apa dipesan jika hanya dia yang makan, menurut Mayu.


Reynan hanya melihatnya dari depan rumah, Istrinya terlihat sangat menikmati.


Ponselnya berdering, Reynan segera mengangkatnya.

__ADS_1


Mayu masih menikmati eskrim bersama anak-anak dan yang lainnya.


__ADS_2