Memayu

Memayu
Episode 83 Drama Roxy 2


__ADS_3

"Serahkan semua ponsel!!"


Reynan sedikit mengerjap, diam mematung.


"Kalian disuruh ngerampok juga?" Mama natural saja bertanya kepada penjahat kepala plontos disamping supir itu.


"Jangan banyak tanya! Serahkan semua ponsel!" hardik Bodyguard plontos.


"Kalian ini, sama orang tua tidak ada sopan santunnya sama sekali ya, nggak pernah diajarin sama orang tua kamu ya?!" Sahut Mama penuh amarah.


"Cepat serahkan ponsel!"


"Mau buat apa? main game online ya?" Sahut Mama sembari mencari ponsel didalam tasnya, tumben juga ponselnya susah ia temukan. "Pantes abang-abang sayur dikomplek ngeluh anaknya main game online terus, jangankan anak kecil, orang-orang gede aja nggak punya malu, main game online, udah itu maksa-maksa minta hp nya"


Mayu melirik ibu mertuanya, disituasi seperti ini Mama benar-benar tak berubah.


"Di mana sih Hp Mama" dengus Mama sembari terus mencari ponselnya.


"Kemarikan ponselnnya!" hardik bodyguard plontos sembari menarik tas Mama.


"Hey!!! jangan pegang-pegang!! nggak sopan!! Kamu dilahirkan dari seorang ibu bukan sih? punya keluarga tidak?!" Reynan ingin membela tapi Mama jauh lebih cepat membela dirinya sendiri.

__ADS_1


"Anda jangan ikut campur dengan masalah saya, saya tidak punya ibu, kemarikan ponselnya!"


"Tidak punya ibu? hmm pantas sombong, kalo kamu punya ibu, saya yakin kamu sudah dikutuk menjadi batu! sudah kelihatan wajah-wajah kedurhakaan"


Entah kenapa kata-kata Mama kali ini membuat Reynan tertawa.


Disusul pula tawa dari sopir Mpv yang juga bodyguard Roxy.


Sontak dengan enteng bodyguard plontos itu memukul kepala teman disampingnya.


"Aduh! sory bos, habis ada benernya juga sih"


"Sejak kapan preman punya martabat?! kalian itu ditakuti karna bertubuh besar! sayangnya orang-orang seperti kalian ini tidak cerdas"


"Berhenti mengoceh! nenek tua!"


"Mulutmu! boleh saja kalian panggil saya nenek tua, tapi asal kalian tahu ya, bayaran kalian itu bisa saya ganti tiga kali lipat dari yang bos kalian berikan!"


"Tante saya mohon cukup! istri saya dalam bahaya!" Bimo menimpali, mencemaskan Kassandra.


"Kamu juga goblok banget sih Bim! ini ya pada dengerin, si Roxy ini bukan orang berduit, kalo dia berduit, gak mungkin dia paksa-paksa Reynan buat apa tu.. tanda tangan gak jelas, sampe harus repot jadi penculik, ngrampok, mana salah nyulik orang lagi! payah banget si Roxy!"

__ADS_1


"Jalan!"


Mobil kembali melaju.


"Kamu dibayar berapa sama Roxy?" Tanya Mama kepada Bodyguard plontos yang mulai terpancing.


"Cukup tante!" Seru Bimo.


"Kenapa sih kamu Bim? saya nanya sama orang-orang ini, kamu diem aja! saya kan sudah tua, kalo saya meninggal semua kekayaan saya akan jatuh pada Reynan, bisa kalian bayangkan kan berapa jumlah aset kekayaan anak saya ini, nyawa kalian juga bisa dibeli sama dia, sekarang kalo kalian mau, kita bayar lebih dari bayaran Roxy ke kalian" celoteh Mama panjang lebar, Reynan hanya manggut-manggut.


"Jadi gimana? pikir-pikir dulu aja deh, kalo dapet duit dari kita sudah pasti halal karena kalian menggagalkan sebuah tindakan kriminal, kalo kalian tetap menjadi anak buah Roxy, dijamin hidup kalian nggak akan tenang setelah ini!"


"Pertimbangkan saja Bos!" Tukas Bodiguard sopir.


"kerja saja yang benar!!" Perintah bodyguard plontos sembari menjitak anak buahnya.


Mama reflek mencolek bodyguard plontos itu, entah kenapa Mama lebih memilih menyingkirkan ketakutannya dengan mengelabuhi preman-preman itu,"Coba pikirkan baik-baik, tiga kali lipat bisa didepositokan, jangan lupa habis ini tobat, kalo kalian seorang muslim, patokan umur kita hanya 63 tahun saja sesuai dengan umur rosulullah, jangan jahat-jahat sama orang, alam kubur lebih besar dari dunia, alam akhirat lebih besar lagi dari alam kubur, rugi kalo hidup kalian cuma bisa jadi penjahat biar bisa punya duit. Hmmm kalo saya sih mending ambil kesempatan dan mulai mengatur masadepan, tawaran baik sudah ada didepan mata"


Reynan tersenyum geli, Mama semakin lincah saja menghafalkan materi kultum pak ustadz dipengajian rutin ibu-ibu komplek.


Mayu tak berkomentar, dia bingung harus bersikap seperti apa, tapi melihat suami dan mertuanya mereka seakan tak ada takutnya sama sekali, tapi apapun itu ia harus berjaga-jaga.

__ADS_1


__ADS_2