Memayu

Memayu
Episode 82 Drama Roxy


__ADS_3

Beberapa orang suruhan Roxy sudah mengawasi mereka. Menunggu Kedatangan Reynan dan yang lain.


"Setelah ini urusan kita selesai" tukas Bimo kepada Reynan.


"Urusanku juga akan selesai" tegas Reynan dalam hati. Dia masih memegang ponsel sedari tadi, musuhnya masih kurang jenius. Benda pipih ini bahkan bisa merubah dunia, apalagi hanya untuk mengeluarkannya dari sebuah masalah seperti ini.


Mpv hitam mewah sudah terparkir dipintu lobi dengan pintu yang terbuka, memeperlihatkan luas ruang kabin dan beberapa fitur canggih didalamnya, sungguh penculikan yang sangat elegan.


Reynan menatap istrinya yang sedikit gugup, ia mengangguk mengisyaratkan semuanya akan baik-baik saja.


Bimo sudah masuk terlebih dahulu, dia sudah sangat bersemangat untuk menemui Kassandra.


"Rey, kamu yakin? ini Mama beneran ikut ditawan?"


"Mama percaya sama Reynan, anggap saja kita lagi shooting film"


"Ngawur aja kamu! lawan kamu bawa pistol Rey"


Reynan menghela nafas, betul juga kata Mama.


"Kenapa kamu diam?"


"Reynan bingung mau bilang apa, tadinya Rey nggak takut tapi Mama malah nakut-nakutin Reynan"


"Mama nggak bercanda Rey"


"Tenang Ma"


"Tenang-tenang, belum juga mama punya cucu, udah ditawan gini nyawa mama, Inget Rey, mereka bawa pistol"


"Mama tu kenapa si? Reynan bawa meriam Ma"


Mama memilih diam, anak laki-lakinya memang susah ditebak. Dalam hatinya benar-benar tak habis fikir akan mengalami hal seperti ini, bahkan seumur hidup baru pernah berada diposisi ini.

__ADS_1


Mayu berjalan menggandeng mama dan masuk kedalam mobil.


"pokoknya kalo nanti mama kenapa-napa, kamu harus janji ya May buat jagain Reynan"


"Mama apaan si, jangan mikir aneh-aneh Ma"


Dua orang berpakaian serba hitam dan bertubuh kekar itu sudah memberi isyarat untuk segera masuk kedalam mobil.


Reynan seketika berhenti, begitupun Mayu dan Mama.


Para penculik ini menyuruh mereka untuk duduk dikursi belakang.


"Bisa tidak kalau posisi duduknya dirubah?"


Bimo menyerngit,"Jangan membuang waktu, istriku sedang dalam masalah sekarang, dan itu karena kamu"


"Maaf tapi Mama saya tidak pernah duduk dikurai belakang"


Mama menatap Reynan, sejak kapan? sebenarnya duduk dibagian mana saja tak masalah untuk Mama.


"Hei, otak kamu dimana? ini penculikan!" Bimo tak mau kalah,"Jangan membuat masalah, nyawa istriku sedang dalam bahaya"


Reynan mendengus, bualannya tak digubris sama sekali, anak buah Roxy ini tidak main-main. Mereka sangat profesional,"Menjadi suami kassandra hanya membuang-buang waktumu saja"


"Apa katamu?!"


"Mas Reynan udah, cukup!"


"Saya hanya mau menyadarkan pria bodoh ini May"


"Apa katamu?!"


"Apakatamu apakatamu, tidak dengar tadi? hanya pria bodoh yang masih mau bertahan dengan Kassandra"

__ADS_1


Bimo tersulut amarahnya, kakinya melangkah keluar, memutuskan untuk menghujani Reynan dengan satu pukulan keras.


Reynan menghindar, kedua orang-orang Roxy ikut melerai.


Ternyata aksi Bimo mengundang beberapa pasang mata memperhatikan mereka.


"Baru seperti itu saja kamu marah Bim, harusnya kamu lebih membuka mata, kamu hanya dipermainkan!"


"Diam kamu kep*r*t!"


Satu pukulan lagi bisa ditepis oleh Reynan.


"Memukul musuh didepan mata saja tidak becus, bagaimana mungkin mau melepaskan tawanan"


Mayu tak mengerti, Suaminya tampak sengaja memancing amarah Bimo.


Mama hanya terdiam, biarkan anak muda ini yang menyelesaikan.


Bimo berusaha menarik kerah baju Reynan, tapi kedua orang Roxy benar-benar menghalanginya sekarang. Kedua Body guard itu menarik tubuh Bimo kedalam mobil bagian belakang dengan keduanya turut masuk, satu bodyguard yang duduk disamping kemudi kemudian keluar dan menyuruh Reynan, Mayu serta mama masuk kedalam.


Satu trik Reynan berhasil, mereka tak jadi duduk dikursi belakang.


............


Mpv mewah sudah melaju menuju tempat penyandraan. Suasana didalam mobil masih mencengangkan, tak ada yang bersuara, hanya tatapan sisnis dan amarah tampak masih terlihat diwajah Bimo.


Reynan santai saja menanggapai Bimo, ada yang lebih serius dari ini.


"Stop-stop!!"


Mobil seketika menepi menanggapi perintah teman sesama bodyguard disampingnya.


Reynan masih diam, sepertinya ada yang aneh.

__ADS_1


"Serahkan semua ponsel !!!"


__ADS_2