Memayu

Memayu
Episode 18 Sudah siap menerima cintaku, suster kecil?


__ADS_3

Menyadari ada beberapa urusan perusahaan yang ia tinggalkan, Reynan segera menyelesaikannya satu persatu.


...................


dr.Dhemas baru selesai berjaga dipoli umum, pagi tadi tak bertemu Reynan diklinik saat Reynan datang, langkahnya panjang, senyumnya selalu ramah kepada pasien dan karyawannya, terlihat dari posisinya berdiri, Mayu sedang menerima paket dari jasa kurir yang baru datang.


Mayu penasaran siapa yang mengirimkan paket dan buket bunga untuknya, Mayu tersenyum sumringah, baru kali pertama ini dia mendapatkan bucket bunga mawar merah, Mayu menemukan kertas kecil yang menyelip diantara tatanan bunga.


“Bersiaplah untuk menerima cintaku, suster kecil” Air muka Mayu mendadak berubah, setelah membaca nama yang tertera dibucket bunganya.


“Reynan Samodra”


Lidahnya masih kelu, entah perasaan apa yang tiba-tiba menyusup sampai kehati terdalamnya, tak lama ponsel disakunya berbunyi


Nomor tidak dikenal memanggil


“Hallo?”


“jangan lupa, detik ini juga mulailah belajar mencintai ku. Nanti sore aku jemput selepas jam kerja, semoga suka bunganya, pangeran kembalikan sneaker kesayangan tuan putri” Jelas sekali suara Reynan dari balik ponsel.


“Maaf, bisakan anda menyebutkan nama?”


“Pangeran Reynan Samodra, sudah jelaskan putri Memayu hara?”


Mayu mengembangkan senyumannya, sesekali menampakan raut muka tak percaya, apakan ini yang namanya jatuh cinta dengan tepat? Mayu sangat merasa dihargai, ada seorang laki-laki datang dalam sekejap dihidupnya dan tanpa ragu mengatakan jika ingin mencintainya, meskipun usianya 22 tahun dan Reynan 33 tahun, Mayu merasa Reynan sangat berusaha untuk memperlakukan dirinya seperti gadis-gadis seusianya.


“Hallo..” suara Reynan terdengar kembali.


“Iya, saya hmmm aku, maaf pak Rey, siapapun kamu yang ada dibalik telfon saya sangat berterimakasih”


“Jadi bisa kan nanti saya jemput?”


Mayu menjawab dengan canggung,”saya usahakan”


Terdengar suara Reynan mengungkapkan kebahagiaannya lewat ponsel.

__ADS_1


Mereka mematikan ponselnya masing-masing.


Mayu tersenyum aneh menatap bucket bungan dan kotak yang sudah ia ketahuai isinya, ada berjuta perasaan dihatinya, tapi tiba-tiba hatinya mendung, senymnya pudar,”Mayu, lo baru aja jatuh cinta, tapi ingat, Reynan itu siapa, bersikaplah senormal mungkin, jangan terlalu berharap sebelum benar-benar bertemu. Kepada dr.Dhemas sebelumnya juga perasaan lo sama” tukas Mayu dalam hati,”tapi kan setidaknya Reynan lebih berani mengekspresikan, setidaknya Lo nggak salah jika berharap” tambahnya dalam hati.


Mayu tetap saja masih bimbang, apa yang harus ia lakukan, langkahnya berjalan menyusuri lorong menuju arah ruang loker.


“May...”


Suara dr.Dhemas muncul dari belakang.


Mayu menoleh, masih menggenggam bucket bunga dan kotak sepatunya.


“itu dari siapa?”


Mayu terdiam, terlihat dr.Dhemas mulai menyelidik.


Mayu melupakan posisinya sebagai Karyawan, hatinya terlampau bimbang, kembali meneruskan tujuannya menuju Loker.


dr.Dhemas hanya terdiam melihat tingkah Mayu, dr.Dhemas mengendus pelan, Reynan memang terlampau berani untuk secepat ini menyatakan perasaannya, kenapa sulit sekali untuknya mengakui. Bukan suatu hal yang lucu jika Mayu benar-benar lebih memilih Reynan, perasaan yang sudah lama ia pendam untuk Mayu kalah cepat dengan Reynan yang baru saja hadir dikehidupan Mayu.


dr.Hanan selalu saja tak sengaja melihat pemandangan Mayu yang berlalu meninggalkan dr.Dhemas. posisinya juga serba salah, Reynan adalah anak sahabat dan pemilik separuh saham klinik, sedangkan dr.Dhemas adalah darah dagingnya sendiri. Apa perlu dia melakukan sesuatu untuk anaknya. Memang sudah sering dr.Dhemas mengungkapkan keinginannya meminang Mayu tapi ia dan istrinya selalu saja meminta dr.Dhemas untuk menyelesaikan pendidikan spesialisnya terlebih dahulu, tak disangka justru Reynan datang dan menginginkan Mayu.


Reynan tampak sangat bersemangat, sudah waktunya ia menjemput Mayu diKlinik. Reynan bergegas melancarkan aksinya, yang selalu ia ingat adalah Mayu masih sangat muda, bagaimanapun harus dirinya yang bisa masuk ke dunia Mayu.


Berbeda dengan Mayu yang sedari tadi tampak bingung,”gue harus ngomong apa dong kalo ketemu Pak Rey” tukasnya dalam hati,”mungkin kalo habis mandi otak gue langsung encer kali yah, mendingan gue balik ke asrama dulu kali ya, masih satu jam lagi” tukasny sambil melirik jam tangan.


Mayu bergegas pulang ke asrama yang berjarak 10 menit dari Klinik dengan dibonceng motor oleh pak Andi tak lupa membawa bucket bunga pertamanya. Langkahnya gugupnya bergegas menuju Kamarnya.


“mba Mayu kenapa ya, sampai lupa nggak bilang terimakasih” Tukas Pak andi melihat Mayu yang ngeloyor masuk tanpa sepatah katapun.


Untung saja hari ini dr.Hanan sedang ada undangan acara keluarga, jadi Mayu bisa Free.


Mayu memang bukan pribadi yang tenang saat sedang gugup, Dewi teman satu kamarnyapun merasa heran, lebih heran lagi saat melihat Bucket bunga tergeletak dikamar Mayu.


Dewi menjerit histeris seperti baru dapat arisan.

__ADS_1


”Guys!!!!!!!! Mayu habis jadian sma dr.Dhemas!!!!!!!” suaranya menggema memenuhu ruang asrama, teman-teman yang lain ikut keluar menuju ke sumber suara.


“kan ... kan berati selama ini yang selalu kita anggap bualan itu bener-bener salah, buktinya dr.dhemas nembak Mayu” Jelas Dewi.


“serius lo?” tukas imel.


“siapa lagi coba yang bakal ngasih bucket bunga bagus kaya begini, pasti harganya mahal, udah pasti kan dari dr.Dhemas”


“Aaaa so sweet banget” teriakan para penghuni asrama benar-benar terdengar hingga rumah tetangga.


Banyak dari mereka, Dewi, imel dan teman yang lain selfi menggunakan bucket bungan Milik Mayu itu.


Mayu merasa acaranya mengencerkan otak sudah cukup, kini mandinya tidak bisa kilat, ia harus memastikan benar-benar cantik saat bertemu Reynan, perasaannya makin menjadi, Mayu melangkah dan duduk dikursi, memandangi wajahnyua dicermin, terlihat sekali wajah pucatnya, mungkin karena belum make up, rambutnya yang brantakan, mungkin karena belum disisir, dan balutan handuk yang masih menempel, tidak akan terlihat pornografi kalu sudah pakai baju.


Mayu terkikik merasa otaknya bener-benar sudah gila membayangkan kencan pertamanya dengan Reynan.


Mayu segera bergegas, memakai dres selututnya, sneakers kesayangan yang sudah lama terpisah malam ini akan ia kenakan, Rambutnya masih terlihat basah, mencari-cari hair dryernya keseluruh ruangan, belum juga menemukannya, lidahnya berdecak, pasti ulah imel meminjam hair dyernya.


“Imel....!!!! mana hairdryer gue!!!!” teriak Mayu sembari menuju kamar imel.


“selamat Memayu sayang! sahabat terkampret sepanjang masa yang sudah mengakhiri masa jomblonya!!!!we love you!!!”


Mayu terkaget.


Sejak kapan teman-teman seasramanya berkumpul disatu tempat dan menghafalkan ucapan kalimat senada secara bersamaan, Mayu sampai tidak percaya, jangankan untuk menghafalkan kalimat secara bersama, menghafalkan tempat penyimpanan obat di apotek saja kadang lupa.


Teman-teman berhambur memeluknya.


Mayu terheran, tapi keherannnya terjawab saat melihat Dewi dan imel sudah berdiri disana memegangi bucket bunganya, Mayu tersenyum.


“Selamat ya”


“Apaan si kalian ini, baru dikasih bunga, belum resmi juga” tukas Mayu mencoba untuk membuat teman-temannya mengerti.


“pokoknya kita semua berdoa semoga kalian berjodoh” tukas Imel.

__ADS_1


“Iya so sweet banget, kita baper setengah mati tau nggak” tambah temannya yang lain.


“terimakasih ya teman-teman, semoga kalian juga mendapatkan jodoh yang baik, sesuai dengan yang kalian harapkan” tambah Mayu memeluk teman-temannya,”tapi bantuin aku dong, dari tadi nyari hair dryer nggak ketemu-ketemu nih”


__ADS_2