Memayu

Memayu
Episode 21 Hampir setengah gila


__ADS_3

Dua bulan sudah perjalanan cinta Mayu dan Reynan, ada banyak hal yang harus mereka pelajari, saling mengerti satu sama lain, memaklumi segala kekurangan dan mengubah perbedaan menjadi keselarasan.


Mayu memang tidak ingin terburu-buru menikah, dia meminta Reynan untuk memberinya waktu, bukan masalah ragu atau belum siap, dia hanya ingin keluarga Reynan dan keluarganya saling mengenal. Reynan tidak pernah keberatan untuk apapun yang Mayu inginkan, lagipula permintaan Mayu selama ini hanya sebatas pendekatan keluarga yang memang sudah sepantasnya dilakukan setiap pasangan sebelum menikah.


Reynan juga bukan type orang kaya yang sombong dan enggan untuk menemui orang tua Mayu yang hanya tinggal seorang ibu, adik beserta kerabat ibunya didaerah. Bahkan Reynan yang menawarkan diri untuk mengajak Mayu mempertemukan Ia dan kerabatnya didaerah. Tapi karena belum ada waktu yang pas, mereka mengurungkan niatnya. hanya dari layar ponsel pintar saja sesekali Mayu menunjukan kepada Reynan tentang suasana dan kebersamaan keluarganya didaerah.


sejauh ini sudah dua kali Reynan mempertemukan Mayu dengan Mamanya. Mama tampak bahagia, tak sekalipun mempermasalahkan latar belakang Mayu yang berasal dari keluarga sederhana, yang Mama tahu Mayu adalah gadis baik-baik, sebelumnyapun ia memang sudah mengenal Mayu dengan baik sebagai perawat diklinik dr.Hanan, tak hanya sekali dua kali Mayu mendatangi rumahnya dengan dr.Hanan, mungkin jika dihitung ada lima kali sebelum suaminya meninggal Mayu kerap datang home visit bersama dr.Hanan.


Tapi diklinik memang suasananya menjadi agak berbeda, Mayu merasakan hal aneh akhir-akhir ini sangat nampak dari dr.Hanan, entah karena apa. Memang sejauh ini hanya dr.Dhemas yang tahu tentang perjalanannya dengan Reynan, itupun Reynan yang memberitahukan kepada dr.Dhemas, Mayu tak sedikitpun terbesit untuk membagi ceritanya dengan siapapun.


sudah dua minggu ini bahkan kegiatan nya benar-benar menumpuk, dr.Hanan memberi nya tugas yang tak seperti biasa nya, hingga weekend yang biasanya ia lakukan untuk istirahat atau bertemu dengan Reynan pun kini penuh dengan kerjaan. Pasien diklinik pun terlampau ramai tak seperti biasanya, Reynan kerap protes jika Mayu hanya memiliki waktu sebentar saja untuk sekedar menerima telpon darinya. Ingin rasanya ia membeli Klinik itu beserta keseluruhan nya, mengganggu perjalanan cintanya saja, jika bukan karena Mayu yang selalu membuatnya tenang, mungkin hal ini benar-benar akan terjadi.


Bukan hanya Mayu, Dewi merasakan perasaan yang sama seperti Mayu, dr.Hanan seperti sedang marah tapi tak berani berucap, itu terlihat di saat dirinya akan membantu Mayu memindahkan alat fisio, dr.Hanan melarangnya hanya untuk sekedar membantu. Dia dan temannya yang salah faham akan hubungan Mayu dan dr.Dhemas pun mulai menyimpulkan yang tidak-tidak. cinta tak di restui lah, cinta bertepuk sebelah tangan lah, menantu tak d iimpikan lah dan banyak ejekan lain bak judul sinetron azab.


Tak jarang dari mereka yang mulai mengumpat Mayu karena terlalu keGR.an untuk mendapatkan dr.Dhemas, bahkan ada diantara mereka yang terang-terangan menyindir Mayu didepan Dewi. sebagai sahabat Dewi tidak bisa berbuat banyak, kesalahpahaman ini juga membuat posisi Mayu menjadi sangat sulit.


.....................................................


23:01


"Hallo bu" tukas Mayu dari balik Ponsel nya yang baru sempat ia angkat sedari siang.


"Alhamdulillah akhirnya diangkat juga, kok tumben si nduk baru di angkat? ibu Khawatir lo" suara Ibu melunturkan rasa letihnya hari ini.

__ADS_1


Mayu menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan,"Maaf ya bu, Mayu banyak pasien tadi, ada kerjaan tambahan juga akhir-akhir ini, sampe nggak bisa cepet-cepet angkat telpon ibu, apalagi menghubungi ibu balik, Maaf ya bu"


"iya nggak apa-apa, tapi kamu jangan terlalu capek lo nduk, ibu takut nanti malah sakit"


"Nggak bu, ibu tenang aja, Mayu baik-baik aja kok, yang penting kan makan tepat waktu dan minum vitamin secukupnya, ya kan bu"


"kalo itu kamu lebih ngerti, tapi ibu belum tenang kalo disitu kamu belum ada yang jagain nduk"


"maksud ibu?"


"ya apa salahnya kalo kamu trima saja lamaran dari nak Rey, biar nanti kamu ada yang jagain disitu, lagian umur jalan 23 tahun itu tidak terlalu muda, ibu hanya pengen kamu bahagia nduk"


"Mas Rey telpon ibu ya?"


"hallo bu?"


"Iya nduk, la nggak salah to? Nak Rey itu sopan, baik, ngomong langsung sama Ibu, Ibu yakin seratus persen dia laki-laki yang baik nduk, walaupun ibu belum pernah ketemu"


Perbincangan ditelepon itu berlangsung selama setengah jam, Mayu dengan mata lelah nya itu masih tengkurap diatas bed kecil di Asrama, sambil memilin milin kembali nasehat ibu, apa memang sudah saatnya dia menyerahkan diri, hmmm menyerahkan diri, udah kaya maling yang ketangkep basah aja.


Mayu masih menopang dagu nya dengan bantal, sesekali membaca pesan masuk, Reynan seperti anak kecil yang merengek-rengek memanggil ibunya, pesan Whatsapp nya sudah penuh.


Mayu tersenyum geli, menertawakan dirinya yang terlampau bucin, tapi mungkin Reynan jauh lebih bucin dari nya, terlihat dari profil Whatsapp Reynan, lambang huruf "MH", siapa lagi jika bukan dirinya, "Memayu Hara". yang membuatnya tambah yakin adalah ketika Reynan menamai dirinya sendiri dikontak ponsel Mayu saat malam pertama kencan dengan sebutan, "Calon suami". Mayu tergelak sendiri, betapa bucin nya Kekasihnya itu.

__ADS_1


Malam singkat itu ia gunakan untuk membalas pesan Reynan yang sudah bertanya terus tanpa henti, hingga Mayu tertidur pulas dengan sendirinya.


...........................................


Reynan mendengus kesal disana, kamar yang luas, fasilitas yang lengkap dan Ac yang full non stop 24 jam masih saja membuatnya gerah. Ia ingin sekali marah, tapi tak mengerti harus marah kepada siapa, Dua minggu tak bertemu Mayu membuatnya hampir setengah gila, untung baru setengah. Berulang kali Reynan mengelus elus keningnya yang baik-baik saja, mencoba mencerna, berfikir lebih dalam, sudah seharusnya sebagai seorang laki-laki dia mengambil keputusan. Menunggu Mayu terus menerus membuatnya ingin marah, otaknya membayangkan dr.Hanan, Dhemas dan karyawan yang lain memohon-mohon saat dia mengirimkan alat berat untuk merobohkan Klinik Spesialis yang membuatnya susah berkomunikasi bahkan bertemu Mayu, tapi dalam lamunannya Mayu datang tiba-tiba dengan tatapan menyeringai. Reynan terperanjat, dia kaget dengan lamunan yang ia bayangkan sendiri.


"ya Tuhan!!!!!!!!" Reynan kali ini menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Ia mengambil ponsel, mencari sebuah nama dideretan kontak nya,"Hallo"


Entah siapa yang ia hubungi malam-malam begini. suara laki-laki menyahuti dibalik ponsel.


"Besok pagi, jangan lupa!"


Reynan menutup kembali ponselnya.


.


.


.


Maaf ya para pembaca yang budiman, baru sempet Up lagi, doain ya besok biar lebih bersemangat hehehehhe

__ADS_1


__ADS_2