Memayu

Memayu
Episode 65 Jatuh cinta berulang kali


__ADS_3

Beberapa kali ibu mengetuk pintu kamar, tapi tak ada jawaban apapun, Mayu sempat berusaha memanggil Reynan yang sudah lelap memeluknya.


"Mas... bangun, Ibu ngetuk pintu" Tukas Mayu kepada suaminya yang masih terlelap.


"Hmmmm" gumam Reynan.


"Bangun! jangan hmmm hmmm aja!" Tukas mayu menambahkan, sebenarnya dia kasihan melihat Reynan yang terlampau ngantuk.


Reynan tak menghiraukan, tak melepaskan pula pelukannya.


Mayu sesekali mendengus, kenapa pula kakinya harus sakit,jika tak sakit mungkin ia memilih duduk diluar saja sekarang. Kenapa posisinya menjadi semakin sulit begini.


Ibu juga hanya sekali mengetuk, kenapa tidak digedor-gedor aja ya sekaliyan biar bangun, Pekik Mayu dalam hati.


***


Setelah dua jam terkurung dikamarnya akhirnya Mayu bisa keluar dari kamar dan lolos dari dekapan suaminya, ia memutuskan untuk sarapan, mandi serta mengganti perban dikakinya.


“Sudah kering nduk?” tanya ibu saat melihat Mayu mengganti perban diruang tamu.


Reynan memang tidak ikut bangun dengannya, ia masih terlelap dikamar.


“Belum bu, ini tadi agak kena air pas mandi makanya Mayu ganti” kata Mayu.


“Ohhhh” respon ibu mengangguk,”Reynan nggak kamu bangunin? Kasian loh May belum sarapan”


“Iya Bu, nanti Mayu bangunin kalo sudah selesai ganti perbannya”


“Ya sudah” tukas Ibu sembari berjalan masuk kedapur.


.................................


Reynan meraba-raba mencari keberadaan Mayu ditengah tidurnya yang lelap, ia sadar istrinya sudah tak membersamainya lagi, Reynan memaksa matanya yang masih sulit untuk terbuka, memandang sudah tak ada Mayu disampingnya bahkan dikamarnya, bagaimana mungkin istrinya bisa lolos dari dekapannya, padahal Reynan sudah setengah mati memeluk istrinya supaya tak meninggalkannya.

__ADS_1


Reynan mendengus, duduk dari baringannya, sesekali mengusap kedua matanya yang jujur saja masih merindukan bantal, ia menengok jam didinding kamar Mayu, sudah sore, ternyata dia lama juga tertidur dikamar ini, ia mengingat disini juga tempat pertama kebersamaannya dengan Mayu.


Reynan terkikik pelan, membayangkan masa pernikahannya dengan Mayu, membayangkan betapa polosnya Mayu. Ia juga mengingat-ingat saat pertama kali Mayu protes hanya karna diminta mengambilkan handuk dan ****** ********, Mayu memang sudah sedari dulu menggemaskan.


Akhirnya dia memutuskan untuk keluar, mencari sosok yang membuatnya gemas sampai saat ini.


Baru saja membuka pintu, Mayu sudah berdiri disana, rupanya istrinya juga akan masuk, tahu seperti itu lebih baik Reynan tak usah berfikir untuk keluar tadinya.


Mayu terlihat canggung, bingung akan mengatakan apa,”Mmm Makan Mas”


Reynan mendengus pelan, Mayu masih terlihat enggan untuk akrab dengannya lagi, tidak apa-apa, Reynan akan ikuti permainan Mayu,”kamu sudah Makan?” tanya Reynan, tak lupa tangan kanan usilnya menyisir lembut rambut mayu dengan jemarinya.


Mayu menjadi salah tingkah sendiri, Reynan benar-benar tak ada malunya sama sekali, sudah tahu dia sedang marah, malah percaya diri sekali menyentuhnya, Mayu mendengus pelan,”Sudah tadi” Jawab Mayu patas.


“Kok nggak bareng sama aku?” tukas Reynan kini tangan kanannya memegang pundak Mayu.


Mayu berusaha untuk menunjukan ekspresinya sebiasa mungkin,”Aku sudah terlanjur lapar, kamu dari tadi aku bangunin nggak bangun-bangun”


“Kamu bangunin aku?” tanya Reynan.


Reynan berdecak,”Kamu masih marah ya?”


“Sudah Mas, sana makan, aku mau istirahat, kamu nanti malam tidurnya dikamar Arif saja ya, aku takut kaki kamu nanti nyenggol luka dikakiku lagi” tukas Mayu sembari berlalu memasuki kamar.


Reynan tak serta merta membiarkan Mayu berlalu begitu saja, saat mayu melewatinya, ia segera menarik lengan mayu dan memeluknya dari belakang.


Kini Mayu sudah terdiam, menyerngitkan keninggnya, ia merasa hangatnya tubuh Reynan saat mendekapnya seperti itu.


Reynan tak peduli jika Mayu akan marah sekalipun, ia sudah mendekap Mayu dari belakang, meletakkan dagunya persisi diatas kepala Mayu.


“Mas...” pekik Mayu.


“Please, biarkan seperti ini dulu” tukas Reynan.

__ADS_1


Mayu mendengus, ia merasakan Reynan sangat merindukannya dan merasakan naluri penyesalan yang dalam dalam diri Reynan.


Mayu tak munafik untuk mengakui pada dirinya sendiri jika dia juga sangat merindukan suaminya.


“Mas....” pekiknya pelan saat kakinya sudah mulai terasa pegal.


“Diam! biarkan dulu” tukas Reynan.


“Kakiku pegel Mas”


Reynan menyadari sesuatu, ia segera melonggarkan pelukannya, Mayu terdengar sedikit mengaduh,”Sakit ya?”


Mayu berjalan lurus menuju kamarnya, duduk ditepi kamarnya, memegangi kakinya yang terluka.


Reynan merasa bersalah, ia melupakan sesuatu saat memeluk istrinya. Reynan mendekat. Kini ia duduk berjongkok didepan Mayu yang duduk dikamar, Reyann memegangi kaki Mayu yang sakit,”Maaf ya?” tukas Reynan.


Mayu mengatupkan kedua bibirnya, entah dia harus menjawab apa, semakin dia cuek dengan Reynan, hatinya menjadi semakin sakit.


“Kamu istirahat ya? aku nggak bakal ganggu kamu, nanti malam nggak papa kok aku bisa tidur sama Arif” tukas Reynan dan berlalu meninggalkan Mayu, ia menyambar handuk Mayu dan keluar dari kamar.


Mayu menatap punggung suaminya yang bidang berjalan keluar kamar,”Aduh May, tahan dulu, sedikit lagi saja, biar dia tahu” Tukas Mayu pada diriny sendiri, sembari mendengus kesal, ternyata membiarkan Reynan begitu saja membuatnya tak nyaman dan merasa membohongi dirinya sendiri.


Reynan tersenyum dibalik pintu, mendapati Mayu mengatakan isi hatinya terlalu keras, Reynan tahu cinta mereka yang teramat besar akan menghancurkan segala kegelishan mereka masing-masing. Ia segera berlalu kekamar mandi.


Reynan tahu jika cinta bukan hanya untuk dirasakan, tapi cinta adalah sesuatu yang ia lakukan, setelah kejadian Mayu pergi dari rumah, ia begitu sadar jika yang ia cintai suatu saat akan hilang, karena sekarang dia menemukannya lagi, ia akan kembali mencintai dengan cara apapun supaya cintanya tidak akan hilang.


"Jika selamanya adalah waktu yang lama, aku tak akan keberatan menghabiskannya disisimu, karena ternyata hanya kamu yang dapat membebaskanku dari semua beban dan penderitaan hidup, dan saat melihatmu, entahlah, aku hanya melihat sisa hidupku didepan mataku, aku memberi cinta, dan menurutku, kamu yang berhak mendapatkannya, Mayu" Hati Reynan sedang bergumam, dibawah guyuran air yang mengalir membasahi tubuhnya.


.


.


#like, komen, vote dan beri hadiah ya readerku yang setia hehehh

__ADS_1


Maaf saya updatenya lama, ikutin terus kisah Mayu dan Reynan yah, mmmmwuuuuuuuuah


__ADS_2