Memayu

Memayu
Episode 69 Ceo gaptek


__ADS_3

Mayu sudah menunggu telepon dari Reynan sejak tadi, perasaannya mendadak gundah, seharusnya jika dia mau tinggal telepon saja suaminya itu, masih saja berfikir harus Reynan dulu yang memberi kabar, seperti kepada siapa saja.


Tak lama ponselnya berdering, Reynan betul menelponnya, Mayu segera mengangkat telepon suaminya dengan antusias.


“Hallo?” Sapa Mayu.


Reynan menjauhkan sedikit ponselnya, dia tersenyum, dia sudah bisa menebak jika Mayu sudah menunggu telepon darinya, kenapa Mayu masih saja malu-malu, Reynan menjadi semakin gemas saja,”Hallo juga, kamu lagi ngapain sayang?”


“Mmmm lagi duduk nih di teras, gimana kerjaannya hari ini?”


Reynan manggut-manggut, ”Lancar kok udah beres semuanya”


“Ohhh” Mayu mendadak bingung ingin ngobrol apa lagi, Ya tuhan.... kenapa dia menjadi sekikuk ini sama suami sendiri?


“Sayang...” panggil Reynan.


“Iya”


“Kok nggak ada sayangnya?”


“Maksudnya?” tanya Mayu. meminta penjelasan.


“Maksudnya jawabnya Iya saya...ng” Jawab Reynan penuh antusias.


Mayu terkiki,”Apaan deh, gombal”


“Kok gombal si? Orang seriusan”


“Yaudah”


“Apa? Gimana coba?”


“Iya sayang” Jawab Mayu sembari menekan nadanya.


“Nah gitu dong he he he"


Mayu terkikik, sumpah ini percakapan macam apa, hubungannya betul-betul seperti baru dimulai. Hahahha.


“Sayang, menurut kamu aku harus bikin rencana apa supaya Ibran mau cuti?” Tanya Reynan.


Mayu menyerngitkan kening, ada angin apa Reynan bertanya tentang Ibran kepadanya, seperti pertanyaan tidak penting saja, ”Hmmmm mungkin beliin tiket liburan dulu, baru mau cuti”


Reynan manggut-manggut, “Boleh juga idenya”

__ADS_1


“Memang kenapa si?” tanya Mayu penuh rasa penasaran.


“Tidak apa-apa, aku kasian aja, dia seperti orang yang nggak punya tujuan hidup untuk dirinya sendiri" Tukas Reynan, ia melanjutkan "Kamu bayangin, keluarga nggak ada, istri nggak punya, pacar nggak ada, liburan nggak pernah, mungkin kalo nggak terpaksa banget buat pulang, dia bakal tinggal dikantorku ini May” Reynan berdecak,”Mati rasa kali ya?”


“Husssss sembarangan aja Mas kalo ngomong deh, dia kan asisten terbaiknya Kamu, Kamu harus dukung dong” tambah Mayu.


“Maka itu aku tuh heran, gimana caranya ya?”


Tiba-tiba Mayu teringat seseorang,”Mas aku tahu”


“Apa?!”


“Kenapa kita nggak suruh dia ke new york aja?” Saran Mayu.


“Liburan ke new york begitu?” Tanya Reynan ragu.


“Iya, sekaligus kenalin dia ke lany” tukas Mayu penuh antisias.


“Lany?” Tanya Reynan mencoba mengingat.


“Masa lupa sih Mas sama Lany, asisten rumah tangga dadakan kita loh, aku aja masih sering kok ngobrol sama dia lewat sosial media”


“Memang mereka cocok?”


Reynan nmenggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal,”Maksudnya bagaimana mungkin Ibran akan semudah itu mau, apalagi dia belum mengenal lany” Reynan terdiam lalu kenapa dia baru ntahu kalau istrinya punya sosial media,”kamu punya sosial media?” tambahn Reynan.


“Punya lah, aku kan mahluk sosial” Jawab Mayu.


“Aku juga mahluk sosial” timpa Reynan.


“Tapi aku mahluk sosial didunia nyata dan didunia maya, kalo Kamu lebih tepatnya mahluk sosial dirumah sama dikerjaan doang"


"Kok begitu?"


"Buktinya,teman kamu juga cuma Dhemas aja kan?”


Reynan terdiam, dia manggut-manggut, “Kamu suka ngapain aja disosial media?”


Mayu mendadak menyerngitkan kening, kenapa pembahasannya jadi berubah tema,”Nggak ngapa-ngapain”


“Kalo nggak ngapa-ngapain buat apa punya sosial media?”


“Biar nggak gaptek lah, kantor kamu juga punya kan? Ceonya malah nggak ha ha ha dasar Ceo gaptek”

__ADS_1


“Hati-hati kalo ngomong, nanti aku cium loh” goda Reynan kepada istrinya.


Mayu mendadak terdiam, air mukanya berubah merah.


“Kok diem?” Tanya Reynan.


“Bingung nolaknya” Jawab Mayu apa adanya.


“ha ha ha” gantian Reynan terbahak mendengar jawaban Mayu,”Tunggu aku ya”


“Aku mau kabur”


“Kabur kemana? Tempat persembunyian paling aman kan udah aku temuin?”


“Aku bakal jauh sampai kamu nggak bisa nemuin”


“Sssttttttt, please, jangan ngomong kaya gitu ya, meskipun kamu bercanda. Aku takut May” Nada suara Reynan berubah menjadi berat.


Mayu tersenyum,”Iya Mas, Maaf ya”


“Iya, oh ya, berati jangan protes kalo pas ketemu langsung aku ajak main bola sepuluh kali ya?


Kamu harus tanggung jawab”


“Maaf mas” suara Mayu memelan.


“Kenapa?” tanya Reynan penasaran.


“Masa nifas” Jawab mayu singkat.


Reynan menghitung dengan jarinya, setahu dia masa nifas hanya berlaku sampau 40 hari, kenapa menjadi lama seperti ini, membuat otaknya malas berfikir.


Mayu sudah tergelak dibalik ponsel, dia sebenarnya sangat ingin melihat ekspresi Reynan kala itu.


Reynan tahu saja istrinya sedang mempermainkannya, semaikn tak sabar memboyong istrinya pulang. Gemas.


..........................................


.


.


#Jangan lupa like komen dan hadiahnya ya readers he he he, terimakasih banyak, i love u

__ADS_1


__ADS_2