Memayu

Memayu
Episode 80


__ADS_3

Jeglek. Suara gagang pintu sudah terdengar, Mayu baru saja sampai dengan pengawalan Yudi dan dua orang lain dari pintu lobi. Mayu merasa seperti ratu mahkota diperlakukan seperti ini.


Reynan bergegas, memeluk istrinya, dia baru merasa lega saat benar-benar bisa memeluknya. Sudah dua hari mereka saling bertengkar dan diam satu sama lain, tidak lucu jika di situasi seperti ini mereka akan tetap bertengkar. Reynan akan mengalah, akan berusaha selalu mengalah agar istrinya bahagia.


"Kamu baik-baik saja kan? mereka mengawal kamu dengan baik kan?" pertanyaan Reynan bergema tak seperti biasanya.


Yudi dan dua pengawal lain keluar dari ruangan dan kembali berjaga diluar.


Mayu yang masih bingung sudah mengangguk disana, membaca sorot mata Reynan yang tampak hawatir.


"Terimakasih ya mas"


"Untuk apa?"


"Untuk perhatian kamu ini, aku sama sekali tak faham dengan apa yang terjadi, tapi aku rasa kamu sudah sangat berbuat banyak hanya untuk membawaku kemari"


"Iya sayang, maafin aku ya, karna aku kamu jadi ikut-ikutan dalam bahaya"


Mayu mendongak,"Bahaya?"


Reynan menarik nafas panjangnya.


Mayu mencari tahu dari sudut bola matanya yang mengarah kepada Mama.


Mama hanya menatap Mayu datar, dia juga bingung harus menjawab apa. Urusan anak laki-lakinya ini sudah benar-benar rumit.


"Kamu sama Mama semantara tinggal disini dulu saja ya sayang, jika situasinya sudah aman, kita pulang lagi kerumah"


Memang sebahaya itu mas?"


"Iya May" tambah Mama.


"Kenapa? ada apa? jelasin ya, biar aku tahu apa yang harus aku lakuin"


Mama berdiri, mengambil air minum dan mengisyaratkan Mayu serta Reynan untuk duduk. Walau bagaimana ini juga penting untuk Mayu.


Mereka duduk disofa, Reynan mulai menjelaskan kronologi ceritanya kepada Mayu.


............


"Kamu harus bawa Kassandra pulang, Mas" tukas Mayu saat sudah mendengar penjelasan Reynan.


"Mereka meminta kamu gantiin Kas..."


"Ya apapun itu Mas"

__ADS_1


"nggak mungkin dong May! aku nggak sebodoh itu, ada cara lain"


"Udah nemu?"


Reynan menggeleng, memijat keningnya dengan jemari.


"Permisi Bos..." Ibran datang dari balik pintu Masuk.


Reynan bergegas, menanyakan info terbaru.


"Roxy meminta dokumen tanah itu secepatnya, dia mengancam beberapa karyawan kantor juga, diantara mereka ada yang dipukuli"


"Apa? ini pemaksaan! kita harus lapor polisi"


"Tapi mereka mengancam akan menyakiti atau bahkan jauh lebih buruk dari itu kepada Bu Kassandra Bos"


"Merepotkan sekali!" Reynan mendengus kesal,"Kamu tahu kan, itu memang tanah sengketa, tapi saya mendapatkannya bukan dengan cara yang kotor!"


"Iya Bos, saya mengerti"


"Lalu apa Roxy ini? bisanya hanya dengan kekerasan! tahu seperti ini, saya jebloskan saja dia kepenjara jauh-jauh hari" Tukas Reynan memukul meja didepannya.


"Kamu ada cara?"


Ibran terdiam, "masih belum Bos"


"Baik Bos"


Mayu merasa prihatin dengan suaminya, ternyata menjadi pengusaha tak serta merta membuat kehidupan seseorang menjadi sesempurna di bayangannya, ternyata semakin kaya justru semakin beresiko. Dia fikir hal ini hanya ada difilm-film saja.


"Mas" Mayu mencoba menenangkan suaminya.


Reynan menoleh.


"akan selalu ada penyelesaian disetiap masalah kan?"


Reynan menatap lekat sorot mata Mayu.


"Aku yakin, dengan cara kamu melindungi keluargamu ini, akan membuat semuanya menjadi mudah, nanti pasti ada jalan keluar"


"Aku nggak mungkin mengalah untuk orang seperti Roxy, May"


"Iya aku tahu, kita fikirkan jalan keluarnya bersama ya?"


.................

__ADS_1


Roxy sudah tertawa dipuncaknya, dia sudah berhasil membawa perempuan ini dihadapannya, meskipun kenyataan yang ia dapatkan lain. Jelas saja dia mudah ia bawa, ternyata sudah bukan istri dari musuh bebuyutannya itu, malang sekali nasip perempuan cantik dihadapannya ini.


"Kamu berharap apa? Mantan suamimu akan membawa istrinya kemari dan manukarnya denganmu?" Tukas Roxy kepada Kassandra.


Muak sekali, pria seusia mantan suaminya dengan wajah dingin dan penampilan yang tak cocok menjadi penjahat berdiri didepan Kassandra yang terikat dikursi. Ia berjanji tak akan memaafkan Reynan bahkan seluruh keluarganya jika sesuatu yang buruk terjadi kepadanya. Walau bagaimana harusnya Mayu yang berada di tempat terkutuk ini, bukan dirinya.


Jauh dari Reynan sudah membuatnya menderita, kenapa pula ia harus menanggung lagi derita yang harusnya bukan lagi deritanya, Mayu harus membayar semua ini. Aku janji. ungkap Kassandra disana.


"Lepaskan lakbannya!" Tukas Roxy menyuruh anak buahnya melepaskan lakban dimulut Kassandra.


"Pelan-pelan saja, walau bagaimana, bibir cantik ini pernah menjadi candu bagi Reynan" Tukas Roxy membuat semua orang tertawa disana.


Kassandra menahan emosinya, berbicarapun tak ada gunanya.


"Maafkan aku Kassandra, kamu harus berada disini, ya.... sampai mantan suamimu itu menebusmu dengan apa yang aku minta"


"hh, bangun Roxy! Kamu sedang bermimpi!"


"Diam!"


"Reynan tak akan semudah itu menyerah, dia nggak akan datang sekalipun kamu meminta atau mengancam! karna bukan aku! kamu salah orang!"


"ya aku tahu, tapi apa dia tidak akan datang? Meskipun aku membunuhmu?"


Sial, kenapa aku!


"Dia tak seburuk kamu Kassandra, yakinlah dia akan menolongmu kemari, dan kamu bisa menggunakan kesempatan untuk kembali kepadanya,ha ha ha"


Kassandra terdiam. apakah mungkin?


"Kamu nggak percaya kan? ha ha ha, mantan suamimu itu tak seperti dirimu! dia sangat bodoh untuk hal-hal seperti ini, hatinya terlalu lembut, ha ha ha"


Kassandra masih mendengus kesal, kesialan apa ini, berapa lama lagi ia harus berharap atas kedatangan Reynan yang tak mungkin menolongnya. Bimo, apa artinya dia? Dia berbeda dengan Reynan, seberapapun usahanya, dia hanya akan mati konyol jika berniat melepaskan Kasandra secara paksa.


"Kamu salah orang Roxy! percuma saja kamu cape menyiksaku seperti ini, sia-sia saja"


"Kamu ini tahananku Kassandra, kamu hanya perlu diam sampai mantan suamimu datang membawa apa yang aku mau"


Sampai kapan bodoh!


"Jangan kotori tangan kamu hanya untuk ini, jelas Reynan tak akan kemari, aku tahu dimana dia menywmbunyikan istri dan ibunya"


"Otakmu jernih sekali Kassandra, kamu berniat menukar nyawamu dengan nyawa mereka?"


Kassandra hanya mendengus kesal.

__ADS_1


"Cerdas sekali memang, Dimana mereka?! Katakan!"


.....................


__ADS_2