Memayu

Memayu
Episode 14 Menyukai keduanya


__ADS_3

“dr.Dhemas tadi ngomongin suster” tukas Reynan membuat Mayu terkesiap memandang dr.Dhemas, begitupun dr.Dhemas.


“sapi,kampret,tukang tikung, benalu” maki dr.Dhemas dalam hati.


“ngomongin apa pak Rey” tiba-tiba bahasa Mayu menjadi sumbang didengar.


“untuk lebih mengoptimalakan kinerja perawat, perawat harus stand by tidak boleh meninggalakan pasiennya sendiri, dr.Dhemas mengatakan agar suster Mayu tetap disini, jaga-jaga kalau infus saya tiba-tiba habis, kebetulan saya merasa ngantuk” tukas Reynan panjang kali lebar.


Mayu menurut saja, padahal sebenarnya dia ingin menemui Ibran dan menanyakan sepatunya, tapi tidak apa-apa lah, dari pada penolakannya membuat Reynan berubah bengis lagi.


Dr.Dhemas merasa kesal, ia segera keluar.


Mayu kembali duduk dikursi kecil dekat Reynan, sembari ikut saja menonton acara Tv.


“maaf bos” Ibran memasuki ruangan.


“kenapa?”


Dr.dhemas kembali masuk,”Ibran kan asisten pribadi lo Rey, udah sepantasnya dong dia jagain lo juga” tukas dr.Dhemas sembari menepuk-nepuk bahu Ibran.


Reynan mendengus, rupanya dr.Dhemas masih belum mau kalah. Reynan manggut-manggut, sesekali tangan kirinya mengusap janggut maskulinnya itu,”Betul sekali, tapi Ibran harus menyiapkan berkas untuk meeting besok, besok saya mulai masuk kantor” kata Reynan santai.


“Baik bos”, Ibran segera bergegas menuruti perintah atasannya tanpa bertanya apapun.


Reynan melempar wajah bengis atas kemenangannya kepada dr.Dhemas yang emosinya sudah diujung tanduk.


“Kebo tetaplah menjadi kebo,hahaha”


“Baiklah, tapi jangan harap sapi akan selalu menang” tukas dr.Dhemas meninggalkan ruangan.


Mayu menyerngitkan kening, sapi, kebo, dua manusia ini sebenarnya sedang membicarakan apa, kalimatnya sungguh ambigu.


“Kamu lebih suka kebo atau sapi?” Tiba-tiba pertanyaan Reynan terlontar dengan keanehan yang luar biasa.


Mayu terkikik.


“Hey, saya bertanya kepadamu!”


“Pak Reynan mau bisnis kebo sama sapi juga?” Tanya Mayu asal.


“Hmmmm sedang berjalan” Jawab Reynan ringan.


“Sudah berapa lama?”


“Hampir seperempat jam yang lalu”


Mayu terkaget kecil,”Maksudnya?”


“Kamu belum jawab pertanyaan saya” protes Reynan.


“Yang mana?”


“Sukanya sama sapi apa kebo?”


Mayu terkikik,”Harus ya pak saya jawab?”


“Harus!” Jawab Reynan singkat, membuat Mayu terdiam.

__ADS_1


“Dua-duanya suka”


Reynan mengerjap, membuat Mayu kaget, ada yang salahkah dengan jawabanku?


Reynan menghela nafas dan kembali keposisi semulanya,”Kamu hanya perlu memilih salah satu”


“Ohhh” Mayu manggut-manggut,”mungkin sapi”


Reynan menaikan bibir sebelahnya, menemukan cahaya kemenangan disana.


“Memang kenapa pak?” Tanya Mayu menyelidik.


“Ha?” Reynan tersadar,”Kenapa kamu suka sapi?”


Mayu merasa laki-laki disampingnya ini mulai aneh, apakan semua laki-laki yang baru menduda menjadi aneh begini? Efek samping menduda?


“Kenapa kamu suka sapi?!” tanya Reynan menaikan nada suaranya.


“Ya mungkin karena saya lebih sering makan daging sapi, ketimbang makan daging kebo pak” jawab Mayu asal saja, dia benar-benar merasa aneh.


Reynan manggut-manggut.


“Tapi kalau ada yang masakin saya rendang daging kebo atau soto kudus yang pake daging kebo saya mau aja Pak, kalo gratis apa lagi” Tambah Mayu.


“Jangan!!! sekalipun itu gratis, tetaplah menyukai sapi” Tukas Reynan penuh semangat.


Mayu terheran, ini kenapa lagi?


Mayu memilih diam dan menikmati acara tv disamping pria tampan, maskulin, kaya dan pastinya sudah bukan milik orang. Hahahhaha Mayu otaknya mulai geser lagi, geser terus perasaan.


Mayu mencoba mengecek sebenarnya Reynan tertidur atau hanya pura-pura saja, gerakan jari telunjuknya secara hati-hati meraba bulu mata Reynan, Kelopak mata Reynan tampak tenang, artinya Reynan benar-benar pulas.


Mayu meninggalkan Reynan yang sudah benar-benar pulas disana, tak lupa menyambar selimut dari atas size king bed milik Reynan dan meletakannya menutupi badan Reynan.


"Selamat tidur ganteng" tukas Mayu sembari ingin menampar dirinya sendiri yang makin tak tau diri. Mayu segera keluar ruangan.


"Mana Bos Rey?" tukas Ibran mengagetkan.


Mayu terheran, ada apa dengan orang ini, berlebihan sekali saat menanyakan Bos nya yang baik-baik saja,"Bos anda sedang tidur"


Seakan tidak percaya, Ibran kembali mengecek Bosnya diruangan, dan kembali menutup pintu setelah menyaksikan sendiri Bosnya benar-benar pulas.


Memang seminggu terakhir ini Reynan menjadi susah tidur, mungkin karena belum terbiasa dengan kepergian pak Samodra.


"Bisakah aku bertanya sesuatu?" tukas Mayu kepada Ibran.


"Bertanya apa bu?"


Mayu menghela nafas, kenapa orang ini suka sekali memanggilnya Bu,"Sepatu yang tadi itu milik siapa?"


"Anda tidka perlu tahu" Ibran segera berlalu meninggalkan Mayu.


"Dasar tidak punya sopan santun" pekik Mayu dalam hati.


Kebetulan keluarga dr.Hanan masih berada dikamar bu Martha, Mayu memutuskan untuk turun ke lantai satu dan menemui para ART didapur.


"Sini mba Mayu, duduk" ajak Fitri sembari memonyongkan mulutnya akibat memakan camilan.

__ADS_1


Mayu menurut saja, beberapa ARt sudah terlihat menyelesaikan pekerjaannya dan mulai bergabung duduk bersama Mayu.


"Ini mba, minum dulu" Fitri menyodorkan Teh untuk Mayu.


"Makasih ya fit"


"Yang dipriksaIbu Nyonya sama Mas Aden ya mba?" tanya Eni, Art juga.


Mayu mengangguk sembari meminum Tehnya yang masih panas.


"Kasian Ibu Nyonya sama Mas Aden mba, saya belakangan ini ikut sedih melihat mereka" jelas Eni.


"Kenapa?"


"Semenjak Tuan pergi, Ibu Nyonya jadi banyak diam mba, makan saja jarang mba"


"Benarkah?"


"Iya mba, tapi Mas Aden selalu saja bisa menghibur Ibu Nyonya. Hanya terlihat sekali Mas Aden jauh lebih sedih, sudah ditinggal Tuan, melihat Mamanya murung, eh malah bercerai juga dari Istrinya" jelas Fitri.


Mayu setia mendengarkan.


"Padahal kurang apa Mas Aden ke Nona Kassandra, yah mungkin Tuhan baik menunjukan kalau mba Kassandra bukan jodohnya"


Mayu manggut-manggut, sepenting itukah kebahagiaan Reynan dan keluarganya bagi para ART ini.


"Tapi sepertinya Aden udah mulai Move on" tukas fitri.


"Iya bener, tadi pagi tiba-tiba nyuci sepatu, tumben kayaknya sepatu ceweknya deh" sahut Eni.


Mayu mendadak tersedak, mengulang kembali memorinya, salah dengarkan Ia tadi.


"Mba Mayu kenapa?" tanya Eni dan Fitri bersamaan.


"Nggak.. ko.. nggak papa"


"Pelan-pelan mba, tehnya masih panas" Sahut Eni.


Mayu mengangguk,"Jadi, siapa tadi yang nyuci sepatu?"


"Ohh... yang nyuci sepatu Mas Aden Reynan" Jawab Fitri.


"Sepatunya yang tadi dijemur diruang laundry bukan?" tanya Mayu memastikan.


"Iya mba betul banget, cuma satu, nggak ada pasangannya, saya saja sampe heran lo mba" Tukas fitri.


"Iya baru deh seumur-umur saya disini liyat Mas Aden nyuci sepatu" sahut Eni.


Mayu menelan ludahnya,"Masa iya saya salah sangka, itu sepatu gue kan" tukasnya dalam Hati.


.


.


Guys nih author mau bilang trimakasih yang sebesar-besarnya atas like dan komen kemarin2 itu ya, jnagan lupa baca dan ikuti terus novel ku ini, mohon maaf kalau banyak kata kalimat atau penulisan yang tidak tepat, itu semata2 karena author masih belajar.


jnagna lupa tinggalkan jejak saat membaca ya, like, komen follow dan vote author ya.... i love u

__ADS_1


__ADS_2