
“ya Tuhan tolong, ada apa dengan otakku ini? sejak kapan mabuk bisa menular? Kenapa otakku menjadi mesum seperti ini, apa mungkin karna pengaruh kejombloan gue? Ya Tuhan, tolong hambaMu” tukas Mayu menyadarkan lamunannya.
Mayu segera berdiri, Reynan kembali memuntahkan isi perutnya kembali diatas kasur besarnya itu, Mayu merasa panik, merasa bingung apa yang harus ia lakukan.
Pak Yudi terlihat tergopoh-gopoh masuk kedalam Apartemen Reyhan.
“pak yudi kenapa lama banget si?” protes Mayu
“maaf Mba, tadi istri saya menelpon katanya anak saya masuk kerumah sakit, saya harus gimana ya Mba, saya telpon pak Ibran (Asisten pribadi Reynan) nomornya tidak aktif, sudah tiga hari ini izin liburan. Saya nggak mungkin meninggalkan Pak Rey disini, saya bingung”
“ya Tuhan cobaan apalagi ini?” keluh Mayu. Mayu memandangi pria yang tak berdaya menghawatirkan anaknya, disisi lain ia tak mungkin bisa menunggu Rey dan bermalam ditempat ini, dia takut sesuatu akan terjadi kepadanya, apalagi Reynan sedang mabuk, baut otaknya juga mulai kendur, tak bisa sedikit saja lengah dari ketampanan Reynan.
“gimana ya pak, apa kita bawa pak Rey pulang kerumah Istrinya saja?”
“maaf mba, istri pak Reynan sedang tidak dirumah”
“gimana kalau ditelfon saja, suaminya mabuk begini”
“sebaiknya jangan mba, pak reynan sudah biasa seperti ini, besok pagi juga sehat lagi”
“haduh ini kenapa jadi saya yang ribet ya pak posisinya? Orang mabuk begini dibilang sudah biasa? Inikan bahaya buat kesehatan jantung pak Rey”
__ADS_1
“saya juga tau mba, tapi akhir-akhir ini pak rey memang suka sendiri dan mabuk tanpa istrinya tau”
“ini suami istri pada nggak bisa jaga hubungan masing-masing apa gimana si? Kalo kaya gini nggak usah pada nikah aja tadinya! Nyusahin orang aja deh ah!” omel mayu sembari membanting bokongnya diatas sofa, untung sofanya empuk.
Mayu lanjut mengomel, “maksudnya mereka lagi ngambekan apa gimana gitu loh, saya niatnya nolong malah jadi yang kesusahan begini, aduuuuhhhh pusing deh bebs” Mayu nerocos nggak karuan, kenapa juga gaya bicaranya mendadak meniru gayanya Imel.
“aduh maaf ya mba Mayu, tapi bagaimana ya, saya juga serba salah, meninggalkan pak Rey yang begini, tapi anak saya juga..”
Reynan kembali bergumam tidak jelas.
“gimana mba Mayu, saya serba salah”
Mayu terdiam, dan menarik nafasnya panjang-panjang, “gini aja pak, ruangan ini ada cctvnya kan? Saya mau jagain pak Rey diruangan ini, dengan syarat jangan matiin cctvnya, saya nggak mau sampai terjadi apa-apa sama saya, bukan maksud apa-apaan tapi pak Yudi tau kan kalau orang mabuk tanpa sadar bisa seenaknya sendiri, saya nggak mau bertanggung jawab jika terjadi apa-apa, ini menyangkut pekerjaan saya dan maaf kehormatan saya pak, apa jadinya kalau orang tahu anak perawan berdua dengan laki-laki diapartemen, sama pak Reynan lagi, apa nggak viral nanti” Mayu mencoba menjelaskan.
Mayu melewati malam dengan sangat panjang, tanpa lengah pandangannya memperhatikan Reynan yang terus saja bergumam tidak jelas, entah fikiran dari mana, Mayu mengeluarkan ponselnya, mengambil gambar selfinya (jarang-jarang masuk keruangan Apartemen mirip hotel kelas suit room ini, mayan kan buat diposting dimedsos, kali aja followers instagramnya nambahn wkwkw) sesekali tangannya jahil mengarahkan kamera ponselnya kearah pria yang semalaman ia jaga, hati kecilnya mulai merasa prihatin, entah apa yang terjadi, kenapa kadang cinta menjelma begitu indah, tapi tidak jarang juga cinta mengubah orang menjadi sangat buruk.
Melihat pemandangan dikameranya itu hatinya ikut sakit, tatapan Reynan tidak bisa berbohong, ia seperti sangat marah dan kecewa dengan istrinya, Mayu mengambil beberapa gambar dan video singkat Reynan yang masih terdengar mengigau. Tanpa sengaja bibirnya sudah melengkung naik menyerupai bulan sabit,”terkadang semesta memang suka bercanda”
Mayu semakin penasaran sebenarnya apa yang terjadi, diruang tamu tempat ia duduk, pak Yudi meletakan tas kerja dan ponsel Reynan yang tidak berhenti bergetar, Mayu mencoba membaca.
My wife
__ADS_1
Tertera dilayar kaca ponsel pintar milik Reynan, ada beberapa pesan pula yang ikut memenuhi layar ponsel yang tergeletak semenjak sore.
Naluri keingin tahuannya muncul, entah kenapa ia sangat berambisi ingin mengetahui kejadian apa yang menyebabkan Reynan menjadi Semenyedihkan ini.
Jarinya mengusap layar Hp yang terkunci, mencari tahu, pasword yang Reynan gunakan untuk mengunci ponselnya itu, Mayu menghela nafas, memaki dirinya yang sangat buruk ingin mengetahui permasalahn orang lain.
“Kassandra, sadarlah sayang” Reynan bergumam, kata-katanya mulai jelas.
Mayu memutar sesuatu yang bergelayut diotaknya, iseng saja dia kembali memegang Hp Reynan dan menulisakan nama seseorang disana. "K-A-S-S-A-N-D-R-A"
klik.
Tidak disangka layar kunci Reynan terbuka, Mayu heran bukan main, Pria ini so sweetnya kebangetan, sangat mencintai istrinya, dia bergumam dalam hati ingin rasanya menjadi Kassandra untuk seorang Reynan. Lamunannya membayangkan Reynan tiba-tiba buyar, Entah darimana video dan foto-foto itu berasal, jelas Reynan baru saja membuka Video itu dan menutup ponselnya tanpa menekan tombol back.
Terlihat Kassandra berada disuatu tempat bersama seorang pria, mereka terlihat begitu mesra, tanggal video menunjukan tanggal sore ini, Mayu mulai bisa menyimpulkan dari perkataan pak Yudi yang mengatakan Kassandra pergi ke bandung.
“apa mungkin ini perselingkuhan yang terbongkar?” Naluri Netizen tak tau diri itu muncul begitu saja dihati Mayu, jari lincahnya mulai menggeser-geser foto yang tampak jelas disana, lagi-lagi Kassandra bersama orang yang sama, tanggal kejadiannyapun jelas sekali, sudah tiga bulan yang lalu bahkan satu tahun yang lalupun ada.
Mayu terbelalak sebenarnya apa yang Reynan rencanakan sampai-sampai dia harus diam saja melihat istrinya mendua? Apakah ini yang namanya bucin? Ya Tuhan, selemahkan itu hati para bucin yang tidak rela ditinggal kekasihnya?
Mayu merasa prihatin, hatinya bergetar melihat ketulusan pria yang sedang tak berdaya itu. Dan faktanya, selain memiliki efek samping menjadi budak, ternyata cinta juga memiliki banyak efek samping yang lebih serius seperti buta, bego, goblok, oon, gila bahkan bisa juga murtad yang ampe lari ke dukun gitu, kok serem ya?.
__ADS_1
Tapi kenapa semua itu terjadi oleh sebab ketulusan yang mendalam? Rasanya ingin menjomblo saja kalau begini. Eh.. awas nanti diaminin malaikat baru tau rasa deh, mau jadi prawan tua? Wkwkwkwk malah seremnya dobel.
Jam sudah menunjukan pukul 02:00,Mayu masih belum terpejam, Reynan belum juga menunjukan tanda-tanda akan bangun, entah sampai kapan malam ini akan berakhir, jam berputar terasa menjadi sangat lambat, Mayu harus bersiap untuk pekerjaannya besok pagi, posisinya menjadi serba salah. Tak disangka rasa kantuk mulai menguasai otaknya, Mayu tertidur disofa dengan posisi duduk.