
“Terimakasih ya teman-teman, semoga kalian juga mendapat jodoh yang baik, sesuai dengan yang kalian harapkan” tambah Mayu sembari memeluk teman-temannya,”Tapi bantuin aku dong, dari tadi nyari hair dryer nggak ketemu-ketemu nih”
“Emang lo mau kemana?”
Mayu menampilkan bulan sabit dibibir mungilnya.
“kencan.....!!!1” seruan haru teman-temannya membuat suasana tambah ramai.
Sebenarnya hal ini biasa terjadi di asrama saat ada yang ulang tahun ataupun barusaja ditembak pacarnya bahkan dilamar. Tapi rata-rata yang sudah dilamar kemudian menikah mereka akan resign dari klinik, ada beberapa juga yang masih bertahan tapi tidak tinggal diasrama.
Mayu kembali bersiap-siap, mengenakan jam tangannya dan merapihkan rambutnya. Mencari-cari tali rambut dimeja riasnya yang mungil, seketika fikirannya teringat suwaktu Reynan memintanya untuk tetap membuat rambutnya teruarai, seketika itu Mayu membatalkan niatnya memakai tali rambut.
Mayu sudah bersiap, dandanannya tampak casual dengan make up yang natural. Langkahnya keluar dari asrama diiringi dengan kicauan taman-teman asramanya seperti ayam yang mencari induknya, memanggil-manggil tak karuan hingga Mayu benar-benar sudah berbelok keluar gang barulah teman-temannya itu diam.
Mayu sengaja meminta supaya Reynan menjemputnya diklinik saja, ia tahu teman-teman akan lebih berekspresi lebih saat Reynan yang menjemputnya tepat didepan asrama.
Ada satu hal yang menarik, teman-teman Mayu mengira bucket bunga itu pemberian dari dr.Dhemas dan tak mengetahui sama sekali bahwa sebenarnya bucket bunga itu dari Reynan. Begitupun sebaliknya, yang Mayu tahu teman-temannya sudah mengerti bucket bunga itu pemberian dari Reynan.
“sepuluh menit lagi saya sampai”
From: nomor tak dikenal
Mayu membuka ponsel dan membaca pesan yang tertera. Senyumnya mengembang, tangan lincahnya menyalin kontak dan menyimpan nomor masih belum memiliki nama disana.
Save : “pak Re....”
Jarinya berhenti, menghapus kembali nama yang sudah ia ketik.
Save: “My Hu...”
Mayu kembali menghapusnya, baru pernah ia menjadi sebodoh ini, memberi nama untuk nomor dikontaknya saja mikirnya lama.
Tiba-tiba ponselnya bergetar.
Nomor tak dikenal memanggil.
Mayu menyerngitkan kening, menebak-nebak nomor siapa yang memanggil, otaknya baru tersadar setelah mengamati ternyata nomor Reynan yang melakukan panggilan. Mayu segera mengangkatnya.
“hallo pak, Rey, eh mas... aduh maaf”
Reynan mendadak tertawa dibalik ponsel, dasar gadis kecil yang lugu, tetap saja masih terlihat gugup,”menolehlah kebelakang”
Mayu terdiam, kebelakang? Mayu segera menoleh sembari tetap menempelkan ponselnya ditelinga.
__ADS_1
Terlihat Reynan sudah berada dibelakangnya dengan Mobil BMw suv yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi.
Mayu benar-benar salah tingkah. Tapi Reynan tahu bagaimana cara memperlakukan wanita dengan baik, Reynan keluar dari mobil tanpa melepas kacamatanya, masih mengenakan kemeja kantornya pula, rupanya Reynan sengaja tidak pulang kerumah dulu, khawatir akan terlambat menjemput wanita didepannya kini.
Reynan berjalan mendekat dan menggapai tangan Mayu dengan lembut. Ini ceritanya pakai adegan slow motion ya, lagunya pake lagu ku menangis, eh salah, lagu surat cinta untuk starla ya guys, wkwkkw,lanjut.
Reynan membukakan pintu mobilnya untuk Mayu. Segera Reynan kembali ke kursi kemudi dan melaju dengan mobilnya dengan kecepatan sedang, Reynan sengaja tak memberitahu Mayu akan mengajaknya kemana, tapi Reynan tahu betul tempat yang cocok untuk dinner ala selebgram jaman now.
Reynan mengajak Mayu kerestoran mewah dibilangan jakarta pusat.
“kKmarikan ponselmu” pinta Reynan sesaat setelah waiters menyuguhkan minuman pesanannya.
Mayu tampak bingung, kencan macam apa ini, belum apa-apa sudah mulai maksa ingin melihat ponsel.
“kenapa lama? Kemarikan aku ingin melihatnya”
Mayu menggeleng.
“kamu menyimpan video dan foto tak senonoh diponselmu ya? Sampai aku tidak boleh melihat poselmu sebentar sja”
Mayu terkejut, kalimat macam apa ini? hatinya benar-benar jengkel, Mayu mendadak ingin segera pulang, tapi karena tak ingin berdebat akhirnya Mayu memberikan benda pribadi pertamanya itu kepada Reynan.
“bagus” Reynan segera menyambar ponselnya dan membuka ponsel Mayu sesuka hati.
Mayu tergelak, meletakan kembali gelas minuman yang baru saja akan dia minum. Tidak mungkin juga ia akan memberitahukan kepada Reynan jika ia bingung menyimpan nomor Reynan menggunakan nama apa.
Reynan menyodorkan ponselnya,”simpan ponselmu, nomorku sudah aku simpan”. Tukas Reynan singkat.
Mayu mengambil ponselnya, rupanya laki-laki didepannya ini hanya ingin memastikan dirinya ada didalam benda pribadi Mayu atau tidak.
Mayu tersenyum datar, ada untungnya juga dia lupa menyimpan nomor Reynan diponselnya, setidaknya Reynan tahu kalau saat ini namanya bukan yang paling terpenting, justru sebenarnya Reynan sudah sangat mengusik hati dan ingatannya.
Petugas waiters datang dengan membawa makanna yang rupanya sudah Reynan pesan sebelum berkunjung.
Mayu mulai menyendokan makanannya.
“kamu suka bunganya?”
Mayu mengangguk, sengaja hanya mengangguk, Mayu merasa tidak enak jika akan mngeluarkan suaranya, rasanya suara yang akan keluar akan terdengar buruk malam ini, grogi atau karna apa, entahlah yang nulis novel aja bingung, intinya Mayu nerves aja gitu dideket Reynan. Lanjut.
“ka..”
Mayu dan Reynan mendengus bersama, giliran mau ngomong malah barengngan gitu ngomongnya, auto jadi pada diem semua.
__ADS_1
“kamu dulu ngomong...”
“mas Rey dulu aja yang ngomong” Mayu mulai mudah menemukan panggilan yang tepat untuk Reynan. Reynan tampak tidak protes, itu artinya Reynan suka dengan panggilan itu.
“kamu kan suka bunganya, sekarang kamu udah suka belum sama yang ngirim bunganya?"
Mayu sedikit tersedak,”Saya, mmm aku”
Reynan merasa Mayu masih sangat gugup, Reynan membiarkan Mayu melanjutkan makan mlamnya dulu. Satu jam mereka makan dalam keheningan, Mayu benar-benar mendadak bisu.
“kamu suka makannannya?” Reynan terlihat ingin membuat suasana menjadi cair, karena dari awal memang niatnya ingin sekali lebih dekat dari Mayu, tapi tak disangka Mayu sangat polos dan mendadak menjadi sangat diam saat berada didepannya.
“iya, suka kok mas tapi kok orang-orang duduknya kaya menjauh dari kita sih?”
“itu karena aku udah boking semua meja didekat tempat kita duduk”
terlihat Reynan memesan meja khusus untuk dinner bersama Mayu, Reynan hanya ingin membuat suasana lebih tenang dan membuat Mayu merasa nyaman berdua dengan Reynan tanpa ada pasang mata yang memperhatikannya secara dekat.
“kenapa harus diboking semua?”
“supaya nggak ada orang yang ngliyatin kamu”
“memang kenapa kalau ngliyatin aku?”
“aku nggak suka ada orang ngliyatin kamu apalagi itu laki-laki, aku maunya cukup aku aja yang ngliyatin kamu sekarang”
Mayu terkikik, Reynan terlihat serius tapi entah kenapa kalimat Reynan membuatnya tertawa.
“diam! Jangan tertawa”
“kenapa mas? Takut juga orang akan mendengar aku tertawa? Karna hanya kamu yang boleh mendengar aku tertawa’
Reynan mengangguk setuju.
Mayu kembali tergelak.
Reynan tersenyum, setidaknya Mayu sudah bisa tertawa saat didepannya,”sudah tertawanya?”
Mayu mengangguk.
“baguslah”
“kenapa Mas Rey ingin supaya aku menyukai mas Rey?”
__ADS_1