
Reynan sudah bersiap untuk berangkat ke kantor.
Mayu selayaknya istri-isti lainnya, sepagi mungkin sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk suaminya. Meskipun alerginya kemarin lalu belum sepenuhnya sembuh.
Reynan sempat melarangnya untuk bangun, tapi Mayu berfikir istirahat terlalu banyak juga hanya akan membuatnya semakin lelah, itu faktanya.
"Sayang, aku berangkat dulu ya, hari ini aku pastikan nggak bakal pulang telat" Tukas Reynan sembari menyisir rambut Mayu dengan jemarinya.
"Iya, aku tunggu dirumah. Aku mau masak, oh ya,aku ijin ya mas, nanti mau belanja kebutuhan dapur didekat sini"
"oke" Reynan manggut-manggut. Dan mencium puncak kepala Mayu. Reynan kemudian mengeluarkan dompetnya dan memberikan satu cip kartu kredit no limit kepunyaannya,"kamu pake ini untuk beli apapun yang kamu ingin beli"
"Nggak usah Mas, aku masih ada simpanan kok"
Reynan mendadak merubah ekspresinya mendengar jawaban Mayu,"May? kamu apaan sih? saya suami kamu sekarang, saya minta apapun keperluan kamu jangan kamu beli jika tidak menggunakan uang ku!"
Mayu merasa tidak ingin berdebat, dia menurut saja, toh memang benar apa kata suaminya,"makasih ya Mas"
"Tidak perlu berterima kasih untuk hal ini, aku tidak bisa membayar dengan harga berapapun atas apa yang sudah kamu jaga dan kamu berikan hanya untukku" Tukas Reynan.
Mayu mengangguk seakan mengerti hal apa yang sudah iya jaga hingga hanya seorang Suami saja yang berhak mendapatkannya.
"Yaudah saya jalan ya" Tukas Reynan, Yudi sudah menunggunya sejak tadi.
"iya Mas, da..."
"da..."
"Kalo kangen telpon ya Mas?" Tukas Mayu, sekarang dia lebih berani mengungkapkan rasa cintanya.
Reynan tertawa ringan, istrinya menjadi semenggemaskan ini.
Mayu segera merapihkan piring dan gelas kotor, Mayu menghendel semua pekerjaan rumah. Sebenarnya Reynan sudah menyuruh satu asisten rumahnya datang untuk membereskan pekerjaan diapartemennya.
Tapi Mayu menolak, menurutnya jika hanya untuk membereskan ruangan mereka menyuruh asisten, lalu apa yang akan ia kerjakan seharian saat Reynan ke kantor. Baru beberapa menit Reynan pergi, ponsel Mayu sudah berdering.
Suami memanggil..
Mayu segera mengangkat teleponnya,"Hallo mas, ada yang tertinggal?"
"Iya" Jawab Reynan dibalik telepon dengan nada datar.
"Aku kan bilang dipersiapkan semuanya, apa yang tertinggal nanti aku susulin ke kantor"
"kamu yang tertinggal"
"maksudnya? aku serius mas"
"Katanya kalo kangen suruh telpon?"
Mayu menghela nafas, tersenyum sembari mengusap lirih keningnya.
"Aku kangen.." Tukas Reynan.
"Baru berapa menit, Mas"
"Ya karna aku nggak bisa sedetikpun jauh dari kamu"
"Oke..oke..oke... disitu ada pak Yudi kan Mas? nggak enak deh"
__ADS_1
"Kenapa? Yudi biasa aja, iya nggak Yud?" Pertanyaan Reynan beralih kepada pak Yudi.
"oh iya nggak papa Bu Mayu, sudah biasa" Jawab Yudi terdengar jelas.
"ooouugh... udah biasa ya?" Jawab Mayu dengan penekanan nada.
Reynan merasa ada yang salah dengan jawaban Yudi, mendengar nada bicara Mayu yang berbeda.
"Yaudah sayang, nanti tunggu aku dirumah ya?"
"iya" Jawab Mayu datar.
"Sampai nanti, I love you"
"Oke"
klik, Mayu matikan teleponnya. Perasaannya menjadi tak sesemangat tadi, "sudah biasa? sudahlah, memang begitu kenyataannya, dari dulu juga dia selalu sweet sama Kassandra" Tukasnya lirih sembari berlalu kedapur.
Reynan gusar, rasanya ingin mencekik Yudi, "Goblok banget sih!" Tukas Reynan.
"Kenapa Pak?"
"kenapa-kenapa, kamu tuh kalo ngomong dijaga"
"kok saya si pak?"
"Mayu jadi nggak mood kan jawab pertanyaan saya, pake bilang apalah tadi kamu! sudah biasa, sudah biasa. Aku baru melakukan ini kepadanya!! kamu malah bilang sudah biasa" omel Reynan menyalahkan Yudi.
"Maaf pak" Tukas Yudi merasa bersalah, betul juga kata bosnya, kenapa dia ceroboh sekali,"dikasih hadiah juga pasti sembuh moodnya pak" saran yudi.
Reynan menatap yudi dari spion depan,"Dia itu tidak seperti.."Reynan tidak meneruskan kata-katanya, rasanya sangat malas menyebutkan nama Kassandra,"dia itu berbeda"
Mayu memang berbeda, dia bukan tipikal wanita yang terlalu agresif bahkan hanya untuk mengatakan jika dia mencintainya, wanita yang tahu bagaimana perannya menjadi wanita, pagi tadi saat meminta izin untuk sekedar pergi belanja, membuat Reynan merasa sangat dihargai, keputusan Mayu untuk mengurus rumah sendiri, bahkan sangat antusias saat Reynan memintanya memasak. Dia berbeda. Berbeda dari wanita yang hidup dengannya selama delapan tahun lalu.
..............
"Hallo ma" Jawab Mayu saat mengangkat telepon dari Mama, kebetulan Mayu sedang berbelanja bahan makanan disupermarket.
"Kamu dimana?"
"lagi belanja Ma disupermarket deket Apartement"
"Ohh, kamu masak sendiri May? Mau dibantuin sama Eni atau fitri gitu?"
"Oh nggak usah Ma, Mayu masak sedikit kok buat berdua aja"
"yaudah deh, kamu baik-baik sam Rey yah? Reynan sedikit nyebelin, tapi anaknya baik banget sebenernya May"
Mayu tersenyum,"Iya Ma, Mas Rey baik banget kok, Mama tenang aja"
"Yaudah kamu hati-hati ya May?"
"Iya Ma, makasih ya Ma?"
"iya"
Percakapan mereka berakhir, Mayu selalu merasa Mama tak pernah menganggapnya sebagai menantu, tapi sebagai anak perempuannya. Perhatiannya sama seperti Ibu.
Mayu sudah selesai belanja dan bergegas menuju kasir.
__ADS_1
..........
Reynan menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu, rasanya ingin segera pulang dan bertemu istrinya, wajah Mayu benar-benar menari dimata Reynan sedari tadi. Istrinya benar-benar membuatnya bersemangat.
"Maaf bos, besok pagi meeting dengan GCO corp, ada beberapa hal yang harus kita bahas" Tukas Ibran menyampaikan pekerjaannya.
"Kamu atur saja waktunya, hari ini aku mau langsung pulang"
"oh iya, Boss" Jawab Ibran sembari melirik jam tangannya, memang benar sudah waktunya pulang, tapi biasanya Bosnya tak se bersemangat seperti saat ini saat akan pulang.
..........................
Reynan bergegas masuk ke Apartemennya, diciumnya bau masakan yang menggoda seleranya, sudah pasti yang masak juga lebih menggoda, Reynan meletakan tas kerjanya.
Mayu baru selesai keramas, ia keluar dengan baju handuk dan rambut yang terbungkus pula oleh handuk,"Sudah pulang Mas?"
Reynan menatap istrinya, wanita ini kenapa semakin hari menjadi semakin cantik saja.
"Makan dulu kan? kamu juga belum mandi" Tukas Mayu saat suaminya sudah memeluk dan menciumnya sedari tadi.
Reynan susah sekali untuk sekedar berucap, nanti saja, langkah majunya membuat Mayu mundur, hingga kini posisi Mayu sudah berakhir di king size bednya. Reynan menjatuhkan tubuh istrinya pelan.
Mayu hanya bisa pasrah, dirinya baru selesai keramas, benar-benar waktu yang salah menurutnya, tapi sebagai istri pantang untuk menolaknya.
Reynan seakan menggilainya, menciumnya bertubi-tubi, aroma sabun yang wangi menambah suaminya kini semakin dalam saja.
Ting.......tong.......
Mereka mengerjap, saling menatap dan tekikik, sebenarnya sangat kesal, disaat krusial seperti ini ada orang datang mengetuk pintu.
Reynan segera bangkit dari atas tubuh kecil Mayu, dan bergegas membukakan pintu, siapa si sih mengganggu saja.
Mayu terkikik pelan melihat ekspresi siaminya yang sangat kecewa.
"Hay... sayang" Suara Mama menyembul dari balik pintu saat Reynan baru membukakan pintu.
"Mama... menggangggu saja" Tukas Reynan menampakkan kekecewaannya.
"Yah... mama gangguin ya? lagi apa emang?" tanya Mama menyesal.
"Pake nanya, lagi main bola Ma"
"udah gol belum?"
"dikit lagi, malah Mama dateng"
"Yaudah lanjutin dulu, nanti kalo udah selesai Mama baru dibukain pintu" Jawab Mama antusias.
Reynan dan Mamanya terkikik berdua, Reynan segera memeluk Mamanya, kedekatan anak dan ibu ini memang terbilang sangat dekat, bahkan Reynan saat berbicara dengan Mama seperti sedang ngobrol dengan temannya sendiri, Mama adalah sosok ibu yang sangat mengerti ketika dia harus menjadi Mama dan kapan harus menjadi sahabat.
Reynan tahu Mama akan memintanya pulang kerumah, tapi Reynan masih ingin berdua dulu dengan Mayu.
"Siapa yang datang Mas?" Tukas Mayu dengan dres simpelnya dan rambut yang masih digulung handuk.
"Mama"
Mayu segera menyapa ibu Mertuanya. Mereka makan malam bersama dirumah, untung Mayu masak agak banyak, dia fikir jika tengah malam tiba-tiba dia lapar, akan ada makanan tanpa harus order tengah malam.
........................................
__ADS_1