Memayu

Memayu
Epispde 72 Kembali ke Jakarta


__ADS_3

Mayu menurut saja,”Kita honeymoon”


Mayu mendengus, “Nggak ah Mas, aku nggak mau kemana-mana, kita honeymoonnya dirumah aja”


“Kenapa?"


“Aku nggak mau, takut nggak boleh pulang” tukas Mayu menunduk, ia membayangkan beberapa waktu lalu saat dia berada di New york. Matanya sedikit berkaca-kaca.


Reynan menarik nafasnya, menggapai kedua tangan istrinya, menciumnya dan memeluknya,”Hey... kok nangis sih, udah dong”


“Aku ingat zoe Mas”


“Sssstttttt, Zoe udah tenang, dia udah bahagia melihat kita udah bareng-bareng lagi”


Mayu menyeka ujung matanya yang sudah basah sedari tadi.


“Kita bisa konsultasi kedokter dulu, kamu juga baru pulih kan dari operasi, aku nggak mau kamu capek, perihal honeymoon kita lupakan saja dulu, maaafin aku ya sayang?” Jelas Reynan.


Mayu menangkupkan kedua bibirnya, menyadari Reynan sepereti sangat menyesal mengatakan keinginannya pergi berlibur.


Reynan kembali menatap istrinya, seakan tidak ada satupun yang terlewatkan dari dirinya dipandangan Reyhan, Mayu mulai merabahkan tubuhnya disamping Reynan, dengan hati-hati pula, dia tau apa yang akan terjadi dengan dipan kamarnya jika dia bergerak seenaknya sendiri.


Mayu terdiam memandang langit-langit kamar, Reynan masih saja memiringkan badannya dan memandangi istrinya.


“Aku nggak nyangka bisa sampai disini bersama kamu, meskipun perjalanan kita sudah terhitung lama” kata Mayu penuh haru, Mayu menoleh kearah suaminya.


Reynan tersenyum, dia tidak mengatakan apa-apa kepada istrinya, otaknya sudah dikuasai oleh jiwa kelelakiannya, tangannya mulai menggelayut memegang lengan Mayu yang dingin, menyusuri wajah istrinya, Mayu tampak sangat gugup, Reynan mencoba membuat istrinya nyaman, reynan mulai melayangkan kecupannya dikedua kelopak mata Mayu,membuat mayu merasa sangat dihargai, menyusuri kening, wajah dan berlabuh di bibir indah istrinya.


Reynan melakukannya dengan sangat lembut.


Mayu tersengal-sengal agak kasulitan mengatur nafasnya, Reynan benar-benar menguasai bibir indahnya, sesekali Reynan menghentikan ciumannya.


“Jangan memandangku seperti itu, aku istrimu, bukan bantal guling” mayu masih sempat saja membual.


Reynan tersenyum dan kembali melabuhkan ciumannya, tak puas jika hanya melihat, kini ciumannya berlabuh dileher Mayu dengan penuh semangat, tiba-tiba.


“buuuuiiiihhh!!!!!!! Kok pahit” Reynan terhenyak, merasa ada yang aneh dilidahnya,”Kamu....”


Mayu meringis terpaksa,”Maaf sayang itu tadi lotion anti nyamuk, aku nggak bisa tidur disini kan banyak nyamuk, nggak kaya dirumah kamu, jadi aku selalu pakai ini setiap tidur dirumah ibu, kamu mau pake juga nggak?”


“Dulu waktu malam pertama aku jebol kamu disini juga kamu nggak lotion anti nyamuk"

__ADS_1


Mayu meringis.


Reynan menghela nafas, dia tahu istrinya sedang berbohong, Mayu sengaja mau ngerjain dirinya,”Sini! kamu harus bayar semua ini, nggak peduli mau pahit juga”


Mayu kaget, Reynan tertawa kecil dan kembali bersemangat menjalankan aksinya, Mayu menolak dan menghalangi Reynan yang sudah terlanjur bucin, Mayu tertawa terpingkal-pingkal melihat suaminya yang benar-benar sudah berhasil ia kerjai dan kreeeeekkk.... kreeeeekkkk.... bruuuuugggg!!!!!!


“Ono opo nduk?!!!” teriak Ibu dari luar kamar, mendengar suara benda jatuh dari dalam kamar anaknya.


“Nggak papa bu, bisa diatasi kok” sahut Mayu dari balik kamar.


Mayu dan Reynan saling pandang, dan mereka terkikik berdua, menertawakan apa yang baru saja terjadi, mereka berada didalam lubang dipan yang sudah jeblos karna ulah mereka.


Reynan benar-benar tak membayangkan malam kerinduannya akan berakhir seperti ini, Mayu baru sadar bahwa kadang mereka benar-benar brisik, ha ha ha ha, mereka lelah menertawakan kejadian yang mereka alami hingga larut malam dan tertidur dengan sendirinya.


***


Harusnya dia dan Mayu masih satu hari menginap, tapi karna urusan pekerjaan lagi-lagi Reynan harus segera kembali, posisinya di Sam properti land sebagai Ceo sekaligus direktur untuk perusahaannya sendiri membuatnya kewalahan, ia harus segera berfikir untuk mengangkat direktur untuk perusahaannya dan perusahaan Papa yang ia pimpin pula.


Reynan merasa harus lebih fokus dan memutuskan untuk terbang kejakarta nanti sore, Ibran sudah memesankan tiket untukunya.


“Opo ndak nunggu ibu masak sayur asem dulu nduk, kamu udah buru-buru aja to” Tukas ibu memberi saran.


“Iya Bu, maaf ya, kasihan Reynan kerjaannya banyak” sahut Mayu.


“Oh ya Bu, nanti bilang mang jiman yang tukang kayu itu yah, benerin dipan kamar Mayu”


Reynan tersedak mendengar istrinya bicara, betapa sangat malunya dirinya itu, harusnya Mayu tak perlu bilang sekarang. Rasanya Reynan ingin menerkam Mayu sekarang juga, dipannya karna sudah tua makanya roboh, padahal belum juga dia melancarkan aksinya, dendam dan rasa gemas terhadap istrinya makin menguasainya sekarang.


Mayu terlihat santai dan melahap sarapannya.


***


“Hallo Rey, jadi pulang hari ini?”


“Iya Ma, sudah dipesakan tiket tadi”


“Jangan ke Apartemen ya, langsung kerumah aja, Mamah udah decor kamar kalian”


“Iya Ma, makasih ya, tapi kayaknya Rey keApartement dulu aja deh mah, soalnya sekalian ketemu sama Lawyer perusahaan Papa nanti malam, ada urusan sedikit”


“Pulang dulu aja lah Rey, seberapa lamanya sih pulang, kasian Mayu juga loh”

__ADS_1


“Iya Ma, Rey pulang”


"Gitu dong, gimana kamu? Emmm Mayu?”


Reynan terkikik membayangkan kejadian dipan roboh lagi.


“Kok tertawa?”


“Mama udah makan?” dia mengalihkan pembicaraan.


“Udah Rey, kamu kenapa si aneh banget, jangan lupa ya salamin buat Mayu dan ibu dirumah ya”


“Siap Ma”


.........................


Mereka sudah bersiap, Ibu, Arif, pakde dan Budhe Usman juga turut mengantar Mayu dan Reynan dari teras rumahnya.


“Sering-sering pulang yo nduk?” tukas budhe Usman kepada Mayu.


“Iua bude, insyaallah”


“Jangan lupa jaga kesehatan, itu kakinya masih luka jangan dulu kena air” tukas Ibu sudah bawel sedari pagi.


“Inggih Bu, Ibu baik-baik sam a Arif dirumah ya, jangan lupa telepon harus dicas bu, jadi kalo Mayu nelpon deringnya kedengeran”


“he he he, iyo nduk”


“Reynan pamit dulu ya semuanya” tukas reynan sembari melambaikan tangan.


Mayu memeluk ibunya sekali lagi, sebenarnya adegan peluk memeluk sudah berulang kali mereka praktikan disini sedari tadi.


Mayu melambaikan tangannya dan bergegas menuju taxi.


Arif masih sibuk bernegosiasi dengan Reynan, entah apa yang mereka diskusikan, tapi Mayu tak suka saja melihat Arif, karena dia lebih terbuka dengan Reynan ketimbang dengan kakaknya sendiri.


.........................................


.


.

__ADS_1


#Tidak bosan untuk selalu mengingatkan ya 🥰🥰🥰 like, comen, vote, favorit, dan beri hadiah ya, semoga para readers setia Memayu selalu sehat dan diberkahkan rezekinya,Amiiin


__ADS_2