Memayu

Memayu
Episode 71 Mengingat Zoe


__ADS_3

Reynan masih berbincang dengan keluarga Mayu, banyak keluarga yang datang, sekedar menengok, ada yang masih memberikan ucapan bela sungkawa, Mereka semua datang karena Reynan memang selalu sebentar-sebentar saat datang ke kampung ibu, setelah makan-makan mereka duduk diruang tengah, banyak pertanyaan seputar bisnis Reynan bahkan ada beberapa yang meminta Reynan untuk membantunya mencari kerja dan bahkan menjadi karyawan dikantor Reynan, mengingat sekarang mencari pekerjaan bukan hal mudah, bahkan Mayu adalah satu-satunya anggota keluarga yang bisa menyelesaikan kuliah hingga sarjana, itupun dengan kerja keras yang ia lalui, belajar sambil bekerja. Mendengar ini, Reynan merasa dirinya bukanlah apa-apa dibanding Mayu, sekalipun dia membangun perusahaannya sendiri tapi sejak kecil dia selalu hidup enak.


Dia tidak salah memilih Mayu, wanitanya bukanlah wanita biasa, dia berjanji dengan dirinya sendiri untuk selalu membahagiakan wanitanya kini, Mayu sudah tidak perlu berjuang untuk keluarganya, Mayu punya Reynan, Reynan yang akan selalu ada untuknya dan keluarganya. Senyumnya mengembang.


Hingga tak terasa malam sudah menghampiri kebersamaan mereka, Pakde Usman yang datang membawa cucu dan anaknya pun akhirnya pamit.


Satu persatu dari keluarga yang lain juga pulang.


Reynan berdiri dan mulai mencari keberadaan Mayu.


“Mandi dulu aja Mas” Mayu berkata mengagetkan dari balik pintu sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk.


“Mandi? Malam-malam begini?” tanya Reynan heran.


“Bau rokok kamu” protes Mayu.


“Aku nggak ngerokok” Tukas Reynan membela dirinya.


“Tetap saja tadi kena asep rokoknya orang-orang, bau tau"


Reynan menarik kaosnya dan menciumnya,”Iya bau, nanti ganti baju aja deh”


“Ih! mandi aja mas, rambut kamu juga bau!” Mayu semakin protes. “Aku aja mandi” tambah Mayu.


“Kamu mandi?” tanya Reynan memastikan.


“Iya” jawab Mayu singkat.


“Kok nggak nungguin aku?”


“Maksudnya?”


“Pake nanya” Reynan segera masuk kekamar dan mencari handuknya.


Mayu mematung.


Mayu membuntuti suaminya,”Mama dirumah nggak sendirian kan mas?”


“Nggak kok, emang kenapa?”

__ADS_1


“Nanya aja sih, kasian Mama kelamaan ditinggal”


Reynan tersenyum,”Harusnya memang kita juga udah dijakarta waktu itu tau”


Mayu terdiam, “Nggak mau, kakiku masih sakit, nanti kamu ngajak kramas mulu, cape ganti perbannya”


Reynan tergelak, tawanya membuncah.


Mayu segera memberi isyarat kepada Reynan untuk diam,”Jangan keras-keras ketawanya, kamarku kecil, orang-orang akan mendengar kamu tertawa”


“Memang kenapa?” Reynan mulai mendekati istrinya, Mayu menahan nafas, entah kenapa jantungnya berdebar-debar, kini tubuh Reynan sudah berada tepat dihadapnnya, Mayu masih mematung menebak-nebak apa yang akan suaminya lakukan.


Reynan melayangkan kedua tangannya dipinggang Mayu, mulai mendekatkan wajahnya, tangannya mulai bergerak meraba punggung Mayu.


“Emmm Rey.... Masss...” Tukas Mayu menyadarkan Reynan.


“Ya?”


“Nggak sekarang kan? Masih sore Mas”


Reynan melonggarkan pelukannya,”Ini sudah malam, jangan beralasan, bukannya menolak ajakan suami itu dosa besar?”


“Bukan nolak, Cuma kan masih ada beberapa orang dirumah, aku nggak enak, entar pada denger loh”


“Iya, kadang kita suka brisik”


Reynan terdiam, tak lama tawanya tergelak memenuhi seluruh ruangan, bahkan orang-orang yang berada diluarpun turut mendengar tawanya yang lepas. Reynan baru sadar jika wanitanya sangat khawatir.


Mayu menghela nafas, yang terpenting dia berhasil menggagalkan Reynan menjalankan aksinya, Mayu mulai menyiapkan handuk dan pakaian ganti untuk Reynan.


***


Hari sudah larut malam, suasana rumah sudah tampak sepi, tapi Ibu dan Mayu masih duduk diruang tengah.


“May, kamu temenin Reynan saja sana nduk, sudah Malam, Ibu juga ngantuk” tukas Ibu menasehari Mayu.


Sedari tadi Mayu memang sengaja sok sibuk, entah kenapa rasanya masih tegang saja berhadapan dengan cintanya itu.


Mayu menyusul Reynan yang masih berdiri di pintu depan,”Belum ngantuk Mas?”

__ADS_1


Reynan membalikan badannya,”Sudah sih, tapi bantal gulingku masih sibuk”


“Bantal guling? Maksudnya aku? Romantisnya dimana juga, aku malah disamain sama bantal guling” Mayu ngeloyor masuk rumah dan berlalu kekamarnya.


Reynan hanya tersenyum, dia rupanya punya kegemaran baru, menggoda istrinya, suatu kebahagiaan tersendiri melihat Mayu yang benar-benar manunjukan sikapnya yang apa adanya tanpa dibuat-buat, merasa malam memang sudah semakin larut, Reynanpun menyusul bantal guling eh! Istrinya kekamar.


Terlihat mayu sedang sibuk mengoleskan lotion kekaki dan tangannya, bukan hanya Kassandra yang super model, Mayupun melakukan hal yang sama, merawat diri saat akan tidur. Setidaknya Mayu tahu akan hal itu.


Reynan merebahkan tubuhnya dikamar dengan hati-hati, karena sebelumnya kamar mayu terdengar bunyi “krek” saat Reynan seenaknya sendiri melempar tubuhnya yang kelelahan.


Mayu masih saja memakai lotion dan merapihkan rambut.


Reynan masih saja menatap istrinya itu dengan tatapan mengagumkan, Mayu merasa aneh dengan tatapan itu, meskipun ia sering menerimanya.


Reynan malah berganti senyum-senyum sendiri.


“Kenapa sih Mas ketawa-tawa nggak jelas banget”


Reynan menoleh kearah suara, Mayu mulai protes, Reynan tersenyum,”kamu lucu banget sih sayang”


“Lucu? Aku lucu? Yaudah ketawa terus aja”


“Kamu kok ngambekan banget sih sekarang?”


“Memang kenapa kalo aku ngambekan?”


“Kita liburan aja yuk May?”


“Liburan?”


“Sini deh sini” Reynan kembali duduk, mengisyaratkan istrinya untuk ikut duduk disampingnya.


Mayu menurut saja,”Kita honeymoon”


Mayu mendengus, “Nggak ah mas, aku nggak mau kemana-mana, kita honeymoonnya dirumah aja”


“kenapa?"


“Aku nggak mau, takut nggak boleh pulang” tukas Mayu menunduk, ia membayangkan beberapa waktu lalu saat dia berada di New york. Matanya sedikit berkaca-kaca.

__ADS_1


Reynan menarik nafasnya, menggapai kedua tangan istrinya, menciumnya dan memeluknya,”Hey... kok nangis sih, udah dong”


“Aku ingat zoe Mas”


__ADS_2