Memayu

Memayu
Episode 84 Drama Roxy 3


__ADS_3

Mereka Sudah sampai dilokasi tempat dimana kassandra ditawan. Penjahat memang selalu punya tempat persembunyian yang epic, jauh dari keramaian dan identik dengan bangunan tua tak terawat.


Reynan tampak sedikit resah setelah beberapa waktu terlihat baik-baik saja.


Para Bodyguard itu membuka pintu dan menyuruh tawanan mereka keluar.


Mayu mulai merasa dingin, ia tak tahu harus berbuat apa, keringatnya mulai menetes, dia mulai khawatir jika sesuatu akan terjadi dengan keluarganya.


"Rey ini, literly penculikan?" tukas Mama masih tidak percaya dengan posisinya sekarang,"Kamu harus tanggung jawab kalo ada apa-apa sama Mayu loh Rey, Mama nggak habis pikir kok beneran kamu tuh nempatin Mama sama Mayu disituasi yang seperti ini"


"Iya Ma, Maaf, Mama tenang dulu ya"


Mama menggelengkan kepala, masih tak habis pikir, benar-benar tidak lucu jika mereka mati konyol.


Semua tawanan sudah turun dari mobil, Bodyguard plontos itu tampak mengangkat ponselnya yang berdering.


"Angkat tangan dan letakan senjata!!!!"


Para Bodyguard yang gagah menjadi kocar kacir tak bisa lari kemana-mana setelah mendapat perintah dari sekelompok polisi yang sudah mengepung tempat penyanderaan.


Reynan melihat Ibran disebrang bersama anak buah komisaris kepolisian,"Baguslah, otaknya berfikir dengan baik"


Mayu dan Mama sama-sama terkejut, "Ma ..."


"Hp mama mana ya May?"


"Buat apa Ma?"


"Kayaknya bakal seru deh, polisinya datengbya cepet, biasanya kan belakangan May"

__ADS_1


"Mama, itukan difilm, pemeran utamanya biar berantem dulu, sayang kan udah dibayar mahal"


"Iya bener May, hihihi"


Mayu senyum datar, disituasi seperti ini malah dia bisa menimpali becandaan Mama, apakah kebiasaan Mama bisa menjadi sindrom yang menular?


Berbeda dengan Bimo yang tak menyangka akan ada polisi disini, dia benar-benar ingin marah sejadi-jadinya, "Kenapa harus ada polisi?!"


Reynan menoleh, pertanyaan Bimo ini Membuatnya tersenyum datar, "Lawan penjahat sesungguhnya cuma ada dibalik jeruji, dan yang memegang kunci jeruji hanya para polisi ini"


"Roxy mengancam akan membunuh Kassandra jika kamu memanggil polisi Rey!! brengsek kamu Rey!"


"Jika dia membunuh, masalahnya akan menjadi semakin rumit, tenang saja Bim, istrimu baik-baik saja"


"Kamu akan membayar semuanya jika terjadi sesuatu dengan Kassandra"


Reynan menghela nafas, menyaksikan komplotan penculik ini kocar-kacir. Jika selamat juga Reynan tetap harus membayarnya, minimal sebagai rasa prihatinnya menjadi tawanan yang salah.


"Terimakasih atas bantuan bapak dan anak buah ya, saya sangat berhutang budi"


"Siap pak! sudah menjadi tugas kami"


Semua orang tampak menghela nafas, Bimo berlari menyusul Kassandra yang dipapah oleh satu polisi dan Ibran disana.


"Lepasin!" Pekik Kassandra, kakinya yang tak pincang ia buat pincang sedari tadi, berharap Reynan yang berlari mendekatinya.


"Maaf bu, saya hanya bantu ibu berjalan saja"


"Kamu yang panggil polisi kesini?" Tanya Kassandra.

__ADS_1


"Iya" Jawab ibran bingung, Kassandra seakan menyalahkannya, sudah bagus ditolong.


"Sayang kamu baik-baik saja kan?" tanya Bimo penuh rasa khawatir kepada istrinya, cinta butanya sama membuat Bimo sama sekali tak menyadari gerak gerik Kassandra yang masih memikirkan Reynan.


Mayu berniat mendekat ke arah Kassandra, tapi tangan Reynan dengan cepat menarik lengan istrinya,"Biarkan"


"Tapi.."


"Biar saja, kamu bisa kirim ucapan maaf dengan sesuatu yang lebih dia butuhkan"


Mayu tak mengerti, tapi dia tak mau berdebat sekarang.


Roxy sudah keluar dengan pengawalan ketat dengan kedua tangan yang diborgol, emosinya meledak saat melihat Reynan disana.


Reynan menatapnya datar, memakai kembali kacamata hitam yang ia sematkan diantara kancing kemeja tertingginya. Membuat Roxy semakin memuncak, baru saja dia memulai permainan, sudah kalah telak.


"Jangan lama-lama kamu liatin musuh Rey!" Tukas Mama membuat Reynan terkejut.


"Kenapa ma?"


"Bilang amit-amit, biar anak keturunan kamu jadi orang yang baik-baik"


"Iya Ma"


"Udah yuk pulang" ajak Mama.


"Sebentar Ma"


"Kamu mau lihat apa lagi?"

__ADS_1


Merasa omongan Mama ada benarnya, Reynan memutuskan untuk pulang. Baru saja mereka membalikan punggung, suara lantang terdengar memanggil Mama.


__ADS_2