
Merasa omongan Mama ada benarnya, Reynan memutuskan untuk pulang. Baru saja mereka membalikan punggung, suara lantang terdengar memanggil Mama.
"Ma..."
Mereka kembali menoleh.
Kassandra berjalan cepat dengan terseok-seok kearah mereka.
Mau apa sih dia. Mama sudah tidak enak duluan. Begitupun Reynan. Tapi mereka memilih menunggu, biarkan dulu saja Kassandra mendekat.
"Ma..." Kassandra memeluk Mama, membuat Mama terkejut.
Reynan menghela nafasnya pelan dan menurunkan kacamatanya sedikit kemudian mengembalikan lagi di posisi semula.
Bimo tampak bingung diujung jalan sana, dia merasa Istrinya tak perlu mendekati keluarga Reynan lagi. Memang tak perlu, lagian siapa yang mau? heheh kok autor yang gemes ya hahaha.
"Ma... mama nggak papa kan?" Pertanyaan Kassandra kali ini mungkin pertanyaan paling susah yang harus mama jawab.
"Oh.. tante nggak papa kok, harusnya tante yang nanya kamu baik-baik saja kan?" Jawab Mama yang terlihat sangat risih dan enggan untuk terlalu menanggapi mantan menantunya ini. Lebih memilih dipanggil tante saja.
"Sandra baik Kok Ma, Sandra senang melihat Mama baik-baik saja"
"Memang tante harusnya baik-baik saja, maaf ya kamu jadi ikut kebawa-bawa, oh ya kamu kelihatan sangat capek dan..."
__ADS_1
"Nggak papa kok Ma, nanti Kassandra obatin luka-lukanya, lagian kan memang masa lalu terkadang susah untuk segera hilang, butuh waktu..."
"Oh ada yang luka?" Tanya Mama memilih menyela, ia tahu Kassandra mencoba untuk semakin dekat,"Rey... Rey... Kamu telpon dr.Anwar atau Dhemas atau siapalah dokter buat ngobatin ini"
"Makasih ya Ma, Mama memang selalu perhatian"
Reynan sedikit mendengus, ini Mama kenapa juga lagi, yang ada Kassandra malah besar kepala.
Mama tersenyum datar menyadari bicaranya mungkin terlalu berlebihan, sebenarnya Mama hanya kasihan saja melihat Kassandra. Dia dulu sangat disayangi, baik, cantik, tapi setelah apa yang sudah dia lakukan, rasa sayang, kebaikan dan kecantikan tak berpengaruh apa-apa.
"Sayang kita pulang saja yuk" Ajak Bimo yang sudah menggenggam kedua bahu Kassandra dari belakang. Masih beruntung dia punya Bimo.
"Sebentar Bim" Tolak Kassandra.
"Iya bener kata Bimo, kalian pulang saja dulu, nanti Reynan kirim dokter kerumah ya" tambah Mama.
"Dokternya sudah menuju kerumah bu" Sahut Ibran seakan mengerti saja jika Bosnya anti sekali dengan kedua pasangan ini.
Kassandra sedikit kecewa, ia merasa asisten Reynan terlalu ikut campur. ia hanya ingin Reynan yang menelpon dokter untuknya.
"Ayo ..." Ajak Bimo.
Kassandra masih terdiam, Entah kenapa hatinya menjadi sangat lemah, airmata pojoknya sudah mengembang dan akan terjatuh, laki-laki yang pernah meratukannya bahkan tak mau lagi menatapnya barang sebentar saja, ia merasa hidupun sudah mati rasa. Cintanya benar-benar tak membekas sama sekali.
__ADS_1
Mama berdiri disana. Mayu yang sedikit terbawa tatapan Kassandra yang masih sama kepada suaminya, kenapa hatinya kemudian terasa perih, ia melihat ada ketulusan yang tak terjawab disana. Tapi Reynan sekarang suaminya, tak ada yang boleh mengganggu pernikahannya. Mayu melingkarkan lengannya disela lengan Reynan, menyadari Kassandra menatapnya tak suka, Mayu memilih membuang pandangannya jauh. Ini adalah bahasa tubuh yang menyatakan kepemilikan.
Reynan mengelus tangan istrinya dan memilih berlalu meninggalkan Mama dan Kassandra disana.
Melihat ini semakin membuat Kassandra sesak.
Mobil polisi sudah berlalu dari tempat kejadian.
Bimo memapah istrinya dan berlalu.
Begitupun Mama, Reynan, Mayu.
Tinggal ibran yang masih berdiri disana, tampang seriusnya kini terlihat lebih sangar, memang selain menjadi asisten, dia sekarang harus banyak belajar menjadi detektif dan Bodyguard. Meloloskan Bos dari situasi berbahaya seperti ini bukan hal yang mudah, menghubungi komisaris, melacak keberadaan musuh, datang kelokasi tepat waktu, ia merasa pekerjaannya kali ini sangat terlihat keren.
ponselnya berbunyi, Satu pesan masuk.
Layar kacanya menyibak mata hati dan fikirannya, transferan 100 juta masuk kerekeningnya, langsung dari Bosnya.
Ada rasa haru dan bangga disana, ia harus merubah sesuatu, mulai dari sekarang.
pertama-tama ia harus ke tempat gym, melatih kekuatan otot dan sedikit menambah berat badannya agar terlihat lebih gagah.
hahahahah Ibran akan berubah menjadi asisten sispack.
__ADS_1