Memayu

Memayu
Episode 23 Jika aku tak bisa memberimu....


__ADS_3

Mayu menghela nafasnya,"Mereka tahu kok!"


"Bohong, mana pernah Lo ngomong ke kita" celetuk Dewi.


"Iya tuh May, lo jahat banget si nggak cerita" sahut yang lain.


"Kok kalian nyalain gue si, kan kalian semua tahu pertama kali gue dapet bucket bunga, gue kencan, gue dikasih cincin" Mayu membela diri.


"Lo menerima keduanya? parah banget si lo May?!" tuka Dewi menambah otak Mayu bingung untuk mencerna.


"maksud lo? Kok lo jadi ikut nyinyir gitu sih, Wi!"


"Bukannya itu dari dr.Dhemas?" tukas Dewi mewakili teman-temannya.


"Apa?! Kamu trima itu juga dari Dhemas?" Kini Reynan ikut-ikutan memperburuk posisi Mayu.


"May mendingan lo jelasin deh biar kita semua tuhu..."


"Jadi selama ini kamu dikerjaan deket-deket terus dong sama si Dhemas?" tambah Reynan.


"Stooooooopppp!!!!!!! plis berhenti jadi hakim amatiran yang sok tau tentang gue! gue selama ini nggak ada apa-apa sama dr.Dhemas! hubungan kita sebatas rekan kerja, dia dokter dan gue perawat, nggak lebih. ini semua karena penafsiran kalian semua aja yang salah. Gue pikir kalian udah tahu"


"gimana kita tau, lo aja nggak ngomong"


Mayu merasa benar-benar ingin menelan Dewi mentah-mentah, sahabatnya itu benar-benar terlalu banyak protes,"Gue nggak ngomong karena kalian nggak nanya!"


Mayu menghela nafas panjang, kini mata lelahnya menatap Reynan dalam-dalam, kenapa saat situasi seperti ini pun tatapan Reynan selalu membuatnya ingin berhenti marah,"Udah ya mas, ini receh banget asli, lebay, kalian salah faham, kamu terlalu berlebihan nanggepin hal kaya begini, kamu kaya bukan mas Rey yang aku kenal tau nggak"


Reynan terdiam, ia baru menyadari suatu hal, kenapa ribet sekali, dia menyalahkan Mayu hanya untuk satu pengakuan dari orang-orang.


Ibran juga sebenarnya sudah ingin kabur dari sana sedari tadi, bosnya benar-benar menjadi aneh, saat berurusan dengan Mayu, wibawanya mendadak hilang.


Reynan tersenyum, menggapai tangan mungil Mayu, mengecup Mayu dibagian paling atas kepalanya. entah kenapa akhir-akhir ini mencium ujung kepala menjadi favorit Reynan saat bertemu Mayu , begitupun Mayu yang selalu nyaman saat Reynan melakukannya, ia merasa Reynan sedang mengisyaratkan jika dia benar-benar ingin melindunginya.


Teman-teman Asramanya berhamburan mengisyaratkan kecemburuan mereka, Mayu beruntung sekali.

__ADS_1


Suasana menjadi cair kembali saat Mayu dan Reynan memutuskan untuk berbicara dibalkon atas Asrama.


Imel masih saja mengendus kesal, dia bahagia melihat Mayu akhirnya menemukan pendamping hidupnya, tapi jujur hari ini menjadi hari patah hatinya sedunianya, bahkan mungkin bagi teman-temannya yang lain.


.............................................


"Aku mau ketemu ibu kamu, May"


Mayu menatap Reynan yang masih serius ingin melanjutkan pembicaraannya.


"Aku nggak bisa nunggu-nunggu terus, aku serius" Kali ini tatapan Reynan mengarah pada dua mata Mayu yang sudah menatapnya sedari tadi.


Mayu menoleh tak berani menatap Reynan.


"kamu mau aku gimana?" tanya Reynan.


Mayu kembali menatap Reynan, Mayu menemukan harapan besar dikedua mata itu, jahat sekali jika dia tak menyambut baik niat Reynan.


"kamu masih butuh waktu buat mikir? kasih tau aku aja deh bagaimana caranya supaya kamu percaya kalo aku serius sama kamu"


"Mas Reynan nggak perlu nglakuin apa-apa" tulas Mayu, hanya ini kalimat terbaik yang bisa dia ucapkan.


Mayu terdiam.


Reynan menghela nafas, kenapa susah sekali untuk meyakinkan wanita ini,"kamu nggak lagi dekat sama seseorang kan?"


Mayu terkaget, pertanyaan macam apa itu," Ya nggak lah mas, kita kan udah berkomitmen untuk saling menjaga perasaan satu sama lain"


"ya terus apa? kenapa? apalagi?"


Mayu mencoba menunjukan sesuatu yang ia takuti,"aku takut mas"


"Takut? takut apa?"


"Aku merasa semua yang ada pada diriku normal, tapi rencana Tuhan kan kita nggak tau, aku takut nggak bisa kasih kamu.."

__ADS_1


Reynan reflek menutup bibir mayu dengan tangannya, dia sudah bisa membaca kata-kata terakhir Mayu,"Please, don't talk like that anymore, I want to get married not only because I want to have a child, I want a life partner, dan itu bersama kamu, May"


"tapi mas.."


"anak itu anugrah, seperti datangnya kamu, itu anugrah buat aku May"


Mayu tidak menyangka dengan ungkapan Reynan yang penuh Kasih dikedua matanya, dia merasa sangat beruntung memiliki Reynan.


"But there is one more thing?"


"what?"


"When are you going to meet my mom?" Tanya mayu sembari mengembangkan senyumnya.


Reynan tidak bisa mengungkapkan kata-katanya, perasaannya sangat bahagia mendengar pertanyaan Mayu.


"as soon as possible i will meet your mother"


"oke" Mayu mengangguk dengan senyum mengembang disana,"kenapa ngomongnya jadi pake bahasa inggris gini ya?"


Reynan mengerutkan dahinya.


"Sebenarnya aku lebih ke degdegan nggak bisa jawab pertanyaan mas Rey yang pake bahasa inggris sih dari pada harus ngungkapin perasaan aku"


Keduanya tergelak, Reynan kembali mengecup bagian atas kepala Mayu. Membenamkan hidung mancungnya disana.


"Tapi kamu harus belajar,May"


"Belajar apa? bahasa inggris? biar kalo punya anak aku bisa gitu setiap hari ngajarin dia ngomong pake bahasa inggris?"


"Ya itu juga penting"


"Mas Rey kan uangnya banyak, cari guru les aja buat anak kita nanti, jangan nambah-nambahin saya pake harus bisa bahasa inggris segala, justru saya mau ngajarin bahasa jawa sama anak saya biar nanti nggak lupa sama budaya leluhur ibunya"


Reynan manggut-manggut dan mengembangkan senyumnya,"oke.."

__ADS_1


Reynan kembali tergelak, belum ada lima menit yang lalu Mayu mengatakan untuk tidak membahas anak, tapi Mayu sendiri yang membahasnya lagi.


........................................................


__ADS_2