
Reynan masih tersenyum membayangkan istrinya, bodoh sekali, cintanya masih tak mampu untuk membawa serta istrinya pulang dengannya. Tapi hatinya mulai sedikit lega, setidaknya apa yang semalam terjadi memang seharusnya sudah terjadi, dia suaminya, dia berhak apapun atas istrinya.
Bayangannya masih mengisahkan tentang Mayu, biarkan dia merasa tenang jika harus jauh, asal hubungannya sudah baik-baik saja, berjauhanpun tak mengapa.
Mobilnya sudah melaju membelah jalanan tol sedari subuh, semoga saja tidak macet, apa jadinya jika kedatangannya sampai telat,
Hari ini Perusahaan propertinya kedatangan kolega bisnis dari luar negri, ini pertanda baik untuk kemajuan perusahaannya. Reynan tak akan membuang kesempatan untuk hal ini.
..............................................
Mama menjadi orang yang paling cemas saat menelpon Reynan dan mengetahui jika Mayu tak ikut pulang bersama Reynan, Mama memang terlampau sangat memikirkan hubungan anak-anaknya, seperti ada yang mengganjal saja, belum juga ia menelpon Mayu, Mayu sudah terlebih dahulu menelpon Mama.
“Halo May” Sapa Mama.
“Iya Ma, Mama apa kabar?”
“Baik..., Kamu gimana May? Kok nggak ikut balik sama Rey sih May, aduh mama sepi sendirian tau dirumah” tukas Mama dibalik telepon.
Mayu terkikik pelan, Mama terlalu berlebihan saat membahas kesendiriannya, sebenarnya rumah Mama selalu ramai, karena Mama punya sahabat, keluarga dan tetangga-tetangga yang selalu berkunjung kerumah, seperti hari ini, dibalik telepon sudah terdengar tawa dari teman-teman Mama.
“Jangan diam saja dong May”
“Iya Ma, insyaAllah Mayu pulang”
“Ya kapan? Ini telepon juga tumben banget dari kemarin Mama coba telepon nggak aktif terus, segitunya marah sama Reynan sampai mertua kamu dicuekin begini”
“Ha ha ha ha Mama kenapa sih Ma? Pokoknya nnati nunggu Mas Rey selesai kerjaannya mungkin Mayu baru bisa balik”
“Emang begitu kalo istri udah pulang kerumah ibunya pasti lama, dan betah disana, sampai nggak inget sekarang rumahnya dimana”
“Mama marah ya ma? Jangan marah dong Ma”
“Mama marah, tapi mama nggak berani marah lama-lama juga, soalnya nanti susah sembuhnya kalo udah marah-marah”
“Ha ha ha Mama bisa aja deh Ma, Mayu jadi kangen”
“Sama Mama?”
“Ya iyalah sama Mama”
“Hmmmm sama Reynan kan kangennya?”
“Mmm Mama mulai deh, goda-godain anak sendiri”
“sengaja aja, daripada Mama goda-godain satpam koplek”
__ADS_1
“Bisa aja Mama nih”
“Ha ha ha... yasudah kamu cepet pulangnya ya May, Mama udah kesepian banget”
“Jeeeeeng............................” ada suara dari ruang tamu yang memnggil Mama. Mama segera menjauh gagang ponselnya,”Iya sebentar...... lagi ngomong sama mantu”
“Kenapa jeng? Mantunya minggat jeng?” tukas salah seorang dari mereka.
“Eh sembarangan aja kalo ngomong”
Mayu mendengar semua yang teman-teman Mama bicarakan, Mayu sudah terbiasa, mereka memang selalu begitu.
“Hallo May?” sapa Mama kembali.
“Iya Ma?”
“Jangan didengerin ya Budhe Titi ngecengin Mama terus, gara-gara kamu perginya kelamaan”
“hahaha, Budhe titi tau aja lagi kalo Mayu pulang”
“Dia kan bawel setiap hari nanyain kamu terus, katanya ikut stres liyat Reynan kaya nggak ada semangat-semangatnya pas tau kamu pergi, lagian Reynan sih sok sokan”
“Hmmm udah ma, nggak usah diperpanjang”
“Iya Ma, alhamdulillah”
“yaudah, Mama tunggu kabar baiknya kamu pulang ya?"
“Iya Ma”
“Salam buat Ibu ya May?”
“Iya Ma, assalamu’alaikum”
“Wa’alaikumussalam”
Klik.
................................
Perjalanan panjang yang Reynan lewati benar-benar menguras tenaga dan waktunya, sesampainya dijakarta ia hanya mampir pulang untuk berganti pakaian kemudia pergi kekantornya, Sam properti land.
................................
Pertemuan dengan kolega bisnisnya juga tergolong sangat rumit, banyak sekali berkas-berkas yang harus ia pelajari untuk melanjutkan kerja sama, dia harus bisa seprofesional mungkin menyelesaikan setiap detile pekerjaannya, selama ini hanya Ibran yang bekerja saat dia tak berada dikantornya, sejenak ia berfikir mungkin Ibran juga butuh waktu untuk istirahat.
__ADS_1
Asistennya yang cekatan itu memang sudah tampak seperti kelelahan berurusan dengan manager dan kolega, entah apa jadinya jika terus dipaksakan.
“Kapan mau ambil cuti?” tanya Reynan saat Ibran sedang berbaring dimeja panjang ruangannya.
Ibran mengerjap, menyadari ada suara bosnya dari balik pintu tempat sofa yang ia tiduri,ia segera bangun dan merapihkan kembali kemeja dan setelan jasnya ”Mmmm bos, sudah lama disitu?”
“lumayan”
“Ada yang harus saya kerjakan Bos?”
Reynan berjalan mendekati meja kerja Ibran dan duduk dikursi Ibran,”Kamu kapan mau ambil cuti?”
Ibran salah mengerti seketika dengan pertanyaan bosnya,”Bos mau berhentiin saya?”
Ibran segera mendekat, menarik kursi didepan meja Reynan dan mendudukinya,”Salah saya apa bos? Saya bisa perbaiki semuanya jika bos mau memberi saya kesempatan”
Reynan tertawa ringan, asistennya ini sangat takut jika dia memecatnya, Reynan tak akan mungkin memecat Ibran, bahkan mungkin jika berkenan perusaannya selamanya akan ia urus dengan asistennya ini, Reynan ceo, Ibran adalah direkturnya, direktur yang handal, mengurus perusahaan dan masalah pribadi bosnya,hahahha, poin plus. ”Aku bertanya kapan kamu mau ambil cuti?”
“Cuti?”
“Iya”
Ibran terdiam, dia masih belum mengerti.
“Jika karyawan wanita ada yang hamil dia akan mengambil cuti, jika ada karyawan yang menikah dia akan mengambil cuti, atau bahkan jika hanya ingin sekedar berlibur mereka juga mengambil cuti” Jelas Reynan.
“Saya belum memikirkannya Bos” Jawab Ibran seadanya.
Reynan manggut-manggut,”Kamu harus sayang sama dirimu sendiri Bran, aku masih bisa cari pengganti saat kamu mati kelelahan mengurus kantorku, tapi hidupmu hanya akan sia-sia jika hanya dihabiskan disini saja, liburanan lah, ke luar negi mungkin”
Ibran tersenyum, dia tak menyangka Bosnya akan sangat memikirkannya sedetile itu.
“Ambil cuti dulu, saya ACC” Tukas Reynan.
“Tidak Bos, terimakasih” Jawab Ibran tegas.
Reynan tak habis pikir, asistennya ini manusia atau robot, benar-benar tidak ada gairah untuk membuat dirinya sendiri bahagia dan menjalani kehidupan normal. Dasar manusia aneh, apa jangan-jangan dia sudah mati rasa.
.
.
#Para readers yang selalu setia membaca karyaku yang masih brantakan dan awut-awutan ini, semoga kalian sehat selalu, murah rizki, dan bahagia setiap hari, i love u.
Jangan lupa sematkan like, vote, hadiah, komennya disetiap episode ya readersku...
__ADS_1