
Entah kenapa kata-kata perawat menyebalkan itu tiba-tiba mengusik alam bawah sadarnya, apakah aku terlalu diperdaya sehingga mataku terlalu buta untuk melihat penghianatan didepan mataku sendiri atau mungkin hatiku yang terlalu kuat untuk terus diinjak-injak.
Ponselnya berdering, satu pesan masuk.
“Sayang, sudah makan malam? Aku rindu”
Reynan tersenyum, hatinya sama sekali tak menyangka akan menjadi sebahagia ini menerima pesan dari Istrinya, kenapa Kassandra sangat tahu hatinya dan selalu bisa bersandiwara dengan sangat indah. Reynan benar-benar hampir gila. Istrinya sangat berharga untuk ia sakiti, bahkan saat didepan istrinya, Reynan tidak merasa dihianati sama sekali, Kassandra terlanjur sempurna dihatinya. Itulah rasa aneh yang membuatnya bertahan, menutup rapat-rapat kekurangan istrinya.
“Bisa kirim foto?” entah ide dari mana, Reynan berfikir untuk meminta Istrinya mengirim foto.
“Nanti ya sayang, aku masih ribet, kamu istirahat, jangan lupa minum vitamin, love you more”
“Bisa kirim fotomu sekarang?"
Tak lama Kassandra benar-benar mengirim foto ia sedang berada ditoilet sebuah Mall dan kembali mengirim pesan,”Tunggu aku dirumah ya, selamat malam sayang”
“Kamu sibuk?”
Kassandra tiba-tiba menelfon, seperti tahu saja kalau suaminya sedang curiga.
Reynan mengangkat telfon istrinya,”hallo”.
“Sayang, aku tahu kamu kangen, hari-hari juga aku menunggumu dengan cemas dirumah, percaya sama cinta kita ya, aku baik-baik saja, dan masih milikmu sampai kapanpun”
“Apa kamu bohong?”
“Rey, kamu kenapa? Aku pulang sekarang ya?”
Reynan mendengus, Kassandra selalu bisa menggeser posisinya yang sudah disudut.
“Rey, pliss, aku pulang ya, tunggu aku dirumah”
Tut..tut.
Kassandra mematikan telfonnya, Reynan tahu istrinya akan datang dan benar-benar pulang, kassandra tidak akan pernah ingkar janji untuk menemuinya, tapi dia seringkali berbohong hanya untuk meninggalkannya dan bertemu dengan seseorang diluar sana. Entah bagaimana selanjutnya, Reynan masih mudah menjalani ini.
Reynan kembali menenggak gelas ketujuh minumannya.
__ADS_1
“Pak Rey” Yudi mendekat menjauhkan tangan Reynan dari gelas ketujuhnya, dan menyingkirkan gelas minuman itu dari meja Reynan. Yudi merasa sangat perih melihat majikan yang sudah sedari kecil ia jaga hingga menjadi sedewasa sekarang. Kisahnya ia tahu, tapi yudi hanya bisa diam.
Reynan hanya terdiam, masih saja memikirkan perjalanan cintanya yang Rumit. Seharusnya diumurnya sekarang cinta sudah bukan lagi menjadi hal ynag sulit, tapi nyatanya pernikahan yang ia bangun selama 8 tahun sama sekali bukan acuan untuk terus bahagia, jika memang ini cobaan pernikahannya, apa tidak cukup dengan tuhan tidak memberikannya keturunan? Sehingga tuhan menciptakan Kassandra hanya untuk menjadi kebahagiaan sesaatnya. Dosa apa yang pernah ia lakukan sampai harus semenderita ini.
Ponselnya kembali berdering.
Mama
“Hallo ma”
“Rey”
Reynan terperanjat, mamanya terdengar terisak dibalik ponsel,”Mama kenapa?”
“Papah drop,Rey. Mama udah dirumah sakit, kamu kesini ya”
“Iya Ma, mamah tungguin Reynan ya?”
Klik.
Jalanan malam itu memang masih terlihat padat, sesekali Reynan membuka ponsel dan mencari nama seseorang disana, siapa lagi jika bukan Kassandra, Reynan berdengus kesal, kenapa harus Kassandra, Kassandra dan Kassandra yang ada diotaknya, kenapa perasaannya begitu sulit untuk mulai membenci istrinya. Reynan terlihat tak karuan, fikirannya tertuju antara papanya atau Kassandra.
Kaki jenjangnya terburu-buru menyusuri koridor, melihat mamanya dari kejauhan sudah terisak dukursi tunggu ruang ICU. Reynan segera berlari memeluk mamanya,”Ma..!!”
“Rey, gimana papa Rey”
“Iya ma, Mama sabar ya, Papa pasti sembuh” Reynan menghela nafas merasakan sakit yang begitu mendalam, melihat Papanya yang kritis, Mamanya yang menangis, dan hatinya yang sudah hancur.
Setelah satu jam lebih menunggu, dokter baru keluar Ruangan dan mengizinkan anak dan ibu itu masuk.
Pak samodra masih belum sadar, dengan selang dimana-mana dan monitor sign masih terus menyala. Mamanya kembali terisak, tubuhnya melemas dan hampir terjatuh.
”Ma...” Seru Reynan menggapai Mamanya.
Mereka mendekat ke arah pria yang terbujur lemas diatas ranjang.
”Mama datang pa, papa cepat sadar ya, kita pulang. Reynan sudah janji sama mama akan segera memberi kita cucu, Reynan akan membawa kabar itu secepatnya, Papa kuat, Papa semangat ya, kita akan main sama cucu-cucu kita nanti Pa, dihalaman rumah kita,” Tukas Mama sembari terisak.
__ADS_1
Reynan hanya terdiam, hantinya sudah beku, tidak punya harapan apa-apa, dia merasa menjadi pengecut saat ini. Ia tahu, papanya tidak butuh impian apa-apa lagi selain cucu, cucu dan cucu. Reynan merasa ada sesuatu yang harus dia benarkan dihidupnya.
Reynan meraih bahu Mamanya dan mendekapnya lagi. Tubuh Mama yang kian kurus memikirkan dan merawat Papanya, membiarkannya benar-benar terisak sejadi-jadinya, Reynan merasa Mamanya tidak pernah sehancur ini.
....................................……………………………
Reynan sudah membelah jalanan jakarta sepagi ini, semalaman ia dirumah sakit menjaga Papanya, hari ini ada pertemuan penting dengan kolega bisnisnya, ia harus bersiap lebih pagi.
Terlihat sopirnya sudah menunggu dan membukakan gerbang pintu rumahnya. Mobil Kassandra sudar terparkir disana.
Reynan bergegas masuk, membersihkan tubuh kekamar mandi dan tak memperdulikan istrinya yang masih tertidur pulas dengan lingeri yang sangat menggoda, hatinya sudah beku, bukannya tergoda malah matanya seakan ternodai melihat istrinya, fikirannya menciptakan emosi yang sangat besar.
Reynan menghela nafas memaki dirinya yang bodoh, mudahnya tertipu oleh Kassandra selama ini. Ia mulai membersihkan tubuhnya, membiarkan tubuhnya lebih lama dibawah guyuran shower, matanya tajam seperti sedang menyusun sesuatu yang besar untuk menghancurkan seseorang.
Kassandra menyadari suaminya sudah pulang, ia segera bergegas menunggu dengan setia suaminya dikamar mandi, tak biasanya Reynan mengunci rapat pintu kamar mandinya.
Reynna keluar dengan hanya memakai sehelai anduk putih dipinggangnya.
Kassandra memang tidak pernah terlihat tidak cantik, ia segera memeluk suaminya, mencium aroma tubuh suaminya itu.
Reynan terdiam, membiarkan istrinya menggodanya, dalam hatinya bergerutu, terserahlah, mungkin ini yang terakhir yang bisa kamu lakukan saat bersamaku.
Kassandra menyadari suaminya tidak merespon, Reynan berlalu mengambil bajunya dilemari, sengaja tidak memakai baju kerja yang istrinya siapkan.
Kassandra mulai cemas, ia merasa sesuatu sudah terjadi,”Rey, bisa kamu jelaskan sesuatu? kamu kenapa?”
Reynan terdiam dan fokus memakai kemeja putihnya dengan gagah.
“Sayang tolong, jangan biarkan aku bertanya-tanya!!” Kassandra memeluknya dari belakang.
Reynan spontan melepas lengan Kassandra, membalikan badannya cepat, mendorong tubuh istrinya kekasur king sizenya.
"aw.... Rey!” Pekik Kassandra.
“Kau bertanya?! Tanyakan sendiri pada dirimu yang menjijikan! Kau sangat menjijikan Kassandra! pergi kau dari kehidupanku! Jangan nodai mataku dengan kehadiranmu itu!”
Kassandra terdiam, jantungnya berdetak sangat cepat. Apakah secepat ini suaminya akan mengetahui tiga bulan kedekatannya dengan Bimo mulai berubah cinta? Apakah Andra benar-benar memberitahukan tentang hubungannya?. Kepalanya terlihat sangat pusing, merasa ada yang hancur dihatinya, merasa tidak siap.
__ADS_1