Memayu

Memayu
Episode 81


__ADS_3

Kassandra mendengus, tangannya boleh terikat, tapi otaknya tak boleh terikat juga. Untuk apa berusaha melindungi Reynan dan keluarganya, belum tentu mereka berinisiatif untuk melepaskannya dari sini.


"Kamu mencoba mengelabuhiku?" dengus Roxy.


"Apa gunanya jika aku mengelabuhimu? aku hanya akan dihukum bukan, untuk ini?"


"Lalu dimana mereka? cepat katakan!" sahur Roxy tak sabaran.


"Dasar penjahat bodoh! informasi didepan mata saja sangat tidak sabar untuk mendengarnya"


"Katakan!"


"Lepaskan dulu ikatanmu ini!"


"Kamu mencoba untuk kabur?"


"Lalu apa untungnya untukku setelah kau mendapatkan informasi itu jika aku tetap masih terikat seperti ini?"


"Rupanya kau pintar juga ya?"


"Delapan tahun aku menjadi istri Reynan Samodra, jika tidak pintar sudah dari dulu dia menceraikanku!"


"Sombong sekali, bisa jadi karna kamu sudah berubah menjadi bodoh sehingga Reynan menceraikanmu kan?"


Sialan. Penjahat Ulung.


"Kamu ingin informasi atau masih mau berdebat?" tawar Kassandra.


"Katakan!!!!!"


................


Brak!!!!!!


keributan terdengar dipintu masuk, dua penjaga mencoba mencegah Bimo yang memaksa masuk kedalam.


Reynan mendengar ada keributan disana, ia menengok dari door viewer Apartemennya, terlihat Bimo disana.


"Siapa Mas?" tanya Mayu.


Reynan tak menjawab, ia memberi isyarat kepada penjaganya lewat earphone untuk mengijinkan Bimo masuk.


Bimo membenarkan kerah kemejanya yang koyak akibat ulah orang-orang Reynan.


Reynan membuka pintu dari dalam.


Bimo terlihat tak sabar masuk dan mendorong pintu keras-keras. Gerakannya cepat ingin memukul Reynan.


Reynan berhasil menghindar.


Mayu dan Mama terlihat kaget melihat kedatangan Bimo yang penuh amarah.

__ADS_1


"Rupanya kalian sembunyi disini? ohh.... saya tidak menyangka ya, masih sempat-sempatnya kalian duduk sedangkan saya susah payah mencari cara untuk membebaskan istri saya dari kekejaman lawan bisnis mantan suaminya!" Dengus Bimo, "Kenapa kamu diam!? Saya bersumpah jika terjadi seauatu dengan Kassandra, kalian semua akan menanggung akibatnya, saya tidak takut apapun!"


"Bimo maaf, suami saya pasti akan membawa Kassandra kembali kepadamu, tapi kita masih mencari cara" Sahut Mayu disana, ia merasa harusnya memang bukan seperti ini kejadiannya.


Reynan menoleh kepada istrinya, menyuruhnya untuk diam.


"Ayo! fikirkan caranya sekarang! aku akan menunggu disini!" Tukas Bimo sembari berjalan dan turut duduk disofa tempat dimana Mayu dan Mama berdiri.


Ibran dan Reynan hanya saling menatap, mereka betul-betul bingung untuk satu hal ini.


Reynan membiarkan Bimo duduk disana, walau bagaimana memang Kassandra seharusnya tak diculik untuk urusan ini.


.....................


Suasana masih sunyi, Hanya Reynan yang sedari tadi masih memainkan ponselnya, tak ada yang tahu apa yang sedang dia lakukan dengan beberapa chat dikontaknya. Reynan memberi perintah kepada Ibranpun melalui chat ponselnya. Ia merasa keberadaan Bimo disana akan semakin memperumit masalahnya, Reynan hanya perlu memikirkan satu cara agar Kassandra bebas, entah apa itu caranya.


Ibran terlihat keluar dari ruangan tanpa sepatah katapun, ia keluar sesaat setelah membaca pesan Reynan diponselnya.


Mayu dan Mama masih duduk, melihat Bimo yang duduk menatapnya terus menerus sembari mengangkat kakinya dimeja.


Masih Reynan perhatikan ulah Bimo yang muak dilihatnya, untung Reynan masih bisa menahan. Biarkan laki-laki ini berulah untuk beberapa jam kedepan, semoga caranya kali ini berhasil.


Tak lama bunyi dering telepon menggema diponsel Bimo. Bimo segera melihat layar ponselnya yang berkedip-kedip, sederet nomor tanpa nama memanggilnya. Bimo segera mengangkat ponselnya.


"Halo? Hallo sayang kamu disana??? kamu baik-baik saja? Kassandra, aku mencemaskan kamu" Tukas Bimo saat mendengar istrinya berbicara.


Reynan yang tadinya tak begitu tertarik kemudian refleks berlari mendekati Bimo, jika benar itu Kassandra, mungkin ada jalan keluar.


"Kamu baru boleh kesini jika Roxy benar-benar sudah bisa memastikan jika Reynan dan keluarganya berada diApartement"


"Maksudmu?"


"Aku baru akan bebas jika Roxy mendapatkan apa yang dia mau, aku tidak banyak waktu Bimo, orang-orang Roxy sedang menuju ke Apartement, kamu dimana?"


"Aku bersama mereka sekarang"


"siapa?"


"Reynan dan keluarganya"


Reynan terdiam, menatap istri dan mamanya yang mulai panik.


kassandra membocorkan peraembunyiannya, bagaimana mungkin Reynan bisa secreroboh ini, Kassandra delapan tahun bersamanya, dia tahu semuanya.


Bimo menatap nanar ketiga pasang mata didepannya,"Jangan mencoba kabur atau kalian akan tanggung resikonya!"


.............


Tak butuh waktu lama untuk mencari keberadaan Reynan diApartement Xx yang terletak ditengah kota. Siasat Roxy memang licik, kali inj dia benar-benar menginginkan semua yang ada pada genggaman Reynan.


Sebenarnya mudah saja bagi Reynan menyerahkan apa yang lawan musuhnya mau, tapi Reynan tetaplah Reynan, tak akan menyerah begitu saja.

__ADS_1


.............


Roxy bukan penjahat yang bodoh, dia dan orang suruhannya tahu penjagaan apartement yang Reynan huni, mereka tak akan semudah itu masuk bahkan bertemu atau mengancam Reynan dan keluarganya disana. Roxy mulai menyusun rencananya, ia menggunakan Kassandra sebagai senjatanya.


"sialan!!!, telpon kembali suamimu dan suruh dia membawa Reynan dan keluarganya keluar dari apartement!" serunya kepada Kassandra, dia kali ini benar-benar sudah menodongkan pistol.


Roxy kembali meminta Kassandra menghubungi suaminya, kali ini lewat video call.


Bimo segera mengangkat telepon Kassandra, terlihat Roxy sudah menodongkan pistolnya tepat dikepala istrinya.


"Sandra! kamu baik-baik saja?! bedebah kalian semua! tidak ada untungnya mengancam istriku! dia tidak punya kaitan untuk ini!"


Reynan masih mendengarkan.


"Bimo! aku tidak punya waktu lagi, jangan bicarakan ini sekarang, jika tidak penjahat ini benar-benar akan membunuhku!" seru Kassandra.


"Aku tidak akan diam sayang, aku akan lakukan sesuatu"


"Kamu hanya perlu dengarkan aku Bim! Roxy memintamu untuk membawa Reynan dan keluarganya keluar dari apartement itu!"


Sialan! Reynan mulai kehabisan ide, Roxy benar-benar membuatnya terpojok sekarang. Reynan merebut ponsel Bimo, menatap lekat-lekat mantan istrinya yang terlihat jelas terikat dikursi dengan dandanan yang sudah koyak dan matanya yang sudah sembab, dia sedang berusaha menyelamatkan diri sekarang.


"Rey!!!! tolong aku!!!!"


Reynan tak tega menatap Kassandra, tapi dia juga tak mungkin menempatkan Mayu dan Mama dalam bahaya.


"Katakan kepada Roxy, dia berurusan denganku, bukan denganmu atau keluargaku sekalipun, saya akan turuti apa keinginanya"


Kassandra melihat wajah mantan suaminya yang berkata dengan tenang disana. Kassandra hanya bisa mengangguk. Tangisnya menggema disana, membuat Reynan semakin tak tega saja dibuatnya.


klik. panggilan itu berakhir.


"Pintar sekali ya aktingmu itu!" seru Roxy kepada Kassandra.


"Turunkan pistolmu! kamu sudah berhasil menakut-nakuti Bimo dan Reynan!" tukas Kassandra.


Roxy menurunkan pistolnya, "ck! sekalian saja kamu menangis memohon untuk kembali kepada mantan suamimu itu!"


"Jika hanya dengan memohon aku bisa kembali kepadanya, akan kufikirkan sekarang juga"


"Hahahaha dasar wanita keras kepala, masih saja berharap saat nyawa sudah diujung tanduk"


"Kamu lihat kan? bagaimana reaksinya saat melihatku menderita seperti itu?"


"Dia bereaksi seperti itu karena prihatin dengan keadaanmu sekarang, jangan berharap lebih!"


"Terserah aku!"


Roxy menggeleng-gelengkan kepalanya, berfikir jikanperempuan didepannya ini betul-betul tak waras, biarlah, dia masih berguna sebagai senjata untuk mengelabuhi Reynan yang lemah,.dengan Kassandra saja dia rela menuruti keinginannya, apalagi jika dia berhasil menculik istrinya sekarang, mungkin menjadi gembelpun dia mau agar tetap bisa bersama Mayu. Dengus Roxy yang sudah merasa kemenangan akan segera berada dipihaknya.


...........................

__ADS_1


__ADS_2