
Mayu terkikik, Reynan terlihat serius tapi entah kenapa kalimat Reynan membuatnya tertawa.
“diam! Jangan tertawa”
“kenapa mas? Takut juga orang akan mendengar aku tertawa? Karna hanya kamu yang boleh mendengar aku tertawa"
Reynan mengangguk setuju.
Mayu kembali tergelak.
Reynan tersenyum, setidaknya Mayu sudah bisa tertawa saat didepannya,”sudah tertawanya?”
Mayu mengangguk.
“baguslah”
“kenapa Mas Rey ingin supaya akau menyukai mas Rey?”
Reynan menatap Mayu, tak menyangka jika Mayu yang memulai pembicaraan ini,”karna aku merasa kamu baik dan cocok untukku”
“Mas Rey yakin?”
“Iya aku yakin, aku mohon supaya kamu mengerti dan bersiap untuk menerima cintaku, itu saja”
“Maksud Mas Rey?”
“kita akan menikah”
Mayu terperanjat,”secepat itu? Aku nggak mau”
“kenapa?” Reynan terkaget mendengar penolakan Mayu.
“kita baru kenal”
“kita sudah lama kenal, tapi baru kali ini kita bertemu dalam situasi seperti ini”
“tapi aku mengenal mas Rey bukan sebagi teman dekat, aku mengenal mas Re...”
“saat aku masih menjadi suami orang?”
Mayu mengangguk, tak sangka Reynan dengan cepat akan membaca fikirannya.
“May, banyak wanita diluar sana, jika aku mau, aku bisa bebas memilih yang manapun, tapi entah itu naluri dari Tuhan atau dari mana hatiku selalu mengatakan kamu yang paling pantas mengisi ruang dihatiku”
Tangan Reynan sudah berpindah dijemari lentik milik Mayu.
“tapi tidak secepat ini Mas”
“bukankah yang dibutuhkan oleh semua wanita itu sebuah kepastian? Baiklah Mayu aku tidak akan memaksamu, tapi aku minta jika kamu bersedia jadikanlah aku yang pertama ada dihatimu untuk saat ini”
“maaf mas, aku tidak bisa”
“kau menolakku?”
__ADS_1
“karna dihatiku sekarang yang pertama sudah ditempati ibu dan adik, bolehlah kalau mas Rey mau jadi yang nomer dua setelah mereka”
Reynan menatap mayu dalam, melihat garis senyum tulus dari bibir Mayu. Reynan menggenggam erat tangan halus itu, menghiasinya dengan sesuatu yang baru saja ia keluarkan dari dalam kotak kecil.
Mayu melihat bentuk cincin dengan mutiara lazuli didepannya, Reynan benar-benar serius akan melamarnya,”tunggu mas!”
“jangan menggangguku!”
“tapi tunggu dulu” Rengek Mayu
“kenapa?” Reynan mendongak, kembali menatap Mayu.
“Aku sering mendengar jika laki-laki kaya selalu memepermainkan wanitanya”
Reynan mendengus kesal, "bahkan kau tau ceritanya jika aku adalah laki-laki kaya yang baru saja sembuh setelah dipermainkan wanitanya, kamu lupa?”
Mayu terkaget, “kenapa kata-kata dan kenyataannya lain?” Mayu mendengus,”dari mana aku dapatkan kata-kata itu? Sangat buruk sekali presepsi orang terhadap laki-laki kaya”
Reynan sudah selesai melingkarkan cincin dijari Mayu, ternyata pas, sangat cocok, fillingnya memang tidak pernah meleset.
Mayu tertegun, benar-benar seperti mimpi, yang datang kepadanya adalah benar seorang pangeran. Mayu tersenyum, memandang Reynan yang tak luput selalu memandangnya kembali.
“kamu suka?”
Mayu mengangguk,”terimakasih”
“kalau suka aku pesankan sembilan lagi untuk menghias semua jarimu”
“nggak.. perlu! Bukannya cantik malah dikira tukang berlian Kw meskipun asli, parah lagi kalau ada yang bilang orang kaya baru”
“ada”
“siapa?”
“netizen”
“orang mana?”
“ihhhhh Mas Reynan plis deh, udahan bercandanya”
“tapi kamu juga harus banyak belajar sekarang”
“ada pelajaran lain selain belajar mencintaimu? Prku banyak sekali”
“selain belajar mencintaiku kamu juga harus belajar menjadi orang kaya dengan natural?”
“memang perlu?”
“supaya nanti nggak dibilang orang kaya baru”
“mas Rey!!!!!!”
Reynan tergelak, Mayu benar-benar mulai nyaman menunjukan sikap aslinya kepada Reynan.
__ADS_1
Setelah dua jam bercanda didalam restoran, mereka mamutuskan untuk berjalan ketaman kota, menikmati keindahan kota ditengah keramaian yang semakin malam justru menjadi semakin ramai, Reynan mengekori Mayu yang bolak-balik membeli makanan pinggiran, Reynan yang tak terbiasa itupun tidak berani protes, walau bagaimanapun dunianya harus tetap menyatu dengan dunia Mayu. Cinta memang begitu, menyatukan perbedaan dengan caranya sendiri.
Mayu benar-benar hanyut dalam pelukan reynan saat ini, rasa tidak percaya itu berubah menjadi kenyataan yang indah. Hati keduanya mulai bermunajat semoga Tuhan memberikan waktu kepada mereka untuk tetap saling cinta selama jiwa masih menyatu dengan raga.
.........................................................................
Dewi dan imel tampak berbisik saat dr.Dhemas tiba diklinik pagi ini, tidak ada yang berubah dari wajah ganteng dr.Dhemas, kedua perawat itu masih asik saja membahas Mayu sebagai tranding utama di klinik.
“ngimpi apa tuh anak bisa dapet dr.Dhemas” tukas Imel.
“iya mel, makanya lo tuh kudu pinter , cantik, kaya Mayu jadi nasibnya mujur”
“kalau udah nasib mah nggak perlu pinter sama cantik”
“yakali dr.Dhemas mau sama cewek yang minus otak sama parasnya”
Mereka terkikik dengan pembahasan mereka sendiri, masih saja mengira dr.Dhemaslah yang memberikan bucket bunga kepada Mayu.
“dr.Dhemas udah dateng ya?” suara Mayu mengagetkan dari belakang kedua sahabatnya.
Dewi dan imel saling menatap,”cie.....”
Mayu terheran,”apaan si?" Mayu segera menuju ruang praktik dr.Dhemas membawa beberapa status rekam medis milik pasien.
“selamat pagi” sapa Mayu.
“pagi” dr.Dhemas menoleh,”May” reflek saja dengan tak sengaja melihat benda kecil yang melingkar dijari Manis Mayu. Mutiara lapis lazuli itu sudah melingkar dijari lentik itu.
Reynan sudah memberitahukan sebelumnya jika sapi sudah menang, dan meminta kebo untuk segera mundur supaya memuluskan perjalanannya. Entah kenapa dr.Dhemas merasa sangat berat, disamping bahagia melihat Reynan sudah menemukan pilihan hidupnya, disamping itu dr.Dhemas merasa hancur, pilihan hidupnya yang menjadi pilihan hidup Reynan.
Dr.Dhemas tidak bisa juga menyalahkan Reynan, ia terlalu bodoh terus saja mengulur waktu untuk menyatakan perasaannya, hingga sekarang sudah tidak ada lagi waktu untuknya menyatakan perasaan dan cintanya, ia mencoba menerima dengan lapang, hanya bisa mendoakan segala yang terbaik untuk Mayu dan Reynan.
“ini status rekam medis yang dokter minta”
Mayu menyodorkan Map keatas meja kerja dr.Dhemas.
“terimakasih”
“saya permisi dok”
“mmm May...”
Mayu kembali menoleh,”iya?”
“selamat ya”
“atas?” Mayu mencoba meminta penjelasan atas ucapan selamat dari dr.Dhemas.
“atas dilantiknya kamu menjadi nomor satu di hati Reynan”
Kata-kata dr.dhemas membuat Mayu tak tau harus menjawab apa.
“Reynan yang menelfonku semalam, dia memintaku untuk memantau kamu supaya tidak ada laki-laki yang mencoba memegang bahkan mencuri pandang terhadapmu, hahaha Reynan dari dulu memang selalu seperti itu” jelas dr.Dhemas, sebenarnya kata-kata Reynan itu ditunjukan untuk dirinya, hanya dr.Dhemas ingin Mayu tahu bahwa dia baik-baik saja bahkan mendukung hubungannya saat ini, meskipun realitanya lain.
__ADS_1
Mayu tersenyum, Reynan selalu membuatnya tergugu sendiri, bahkan hanya dari cerita seseorang Mayu bisa merasakan kehadiran Reynan.