
Setahun sudah semenjak kehidupan rumah tangganya membaik dengan Reynan, Mayu menjalani hari-harinya menjadi istri dan menantu yang baik dirumah besar itu. Meskipun Tuhan belum lagi menitipkan sosok bayi dalam kandungannya, ia tak merasa sedikitpun kesepian atau putus asa. Walaupun ia tahu suaminya sangat menginginkan kehadiran buah hati.
Entah sudah berapa kesempatan liburannya berdua keluar negeri dengan suami tak terlaksana, ternyata trauma masa lalunya masih saja membekas sampai sekarang. Untung Reynan selalu bisa memahami kondisinya, memang tak mudah.
Sudah satu minggu Reynan pergi keluar kota untuk urusan pekerjaan, rencananya malam nanti baru akan pulang. Sudah hal yang lumrah bagi Mayu dan keluarga yang lain, Reynan memang sudah cetakannya seperti itu, akan sangat sibuk jika sudah bekerja, asal jangan lupa waktu saja buat memberi kabar kepada Mayu atau Mama.
Mayu memang lebih memilih menyibukan diri dengan kegiatan-kegiatan yang ia ikuti diluar bersama dengan teman-temannya diklinik dulu, seperti membantu saat pengadaan acara sunatan masal, kunjungan sosial ke panti asuhan atau panti jompo sudah menjadi lesibukannya untuk mengisi kekosongan harinya.
Reynan dan keluarga sangat mendukung keputusan Mayu untuk selalu andil bersama teman-temannya melakukan kegiatan yang positif.
Seperti dipenghujung sore ini, Mayu masih bersama teman yang lain berada disalah satu panti asuhan daerah ibu kota yang baru pernah ia kunjungi, mereka selalu mengunjungi panti-panti yang berbeda setiap minggunya.
Melihat anak-anak kecil yang bebas, bahagia bahkan mereka tersenyum tanpa beban sedari tadi dari awal pertama kedatangan Mayu dan teman-teman yang lain. Kehidupan di panti asuhan tidak selamanya buruk, Mayu melihat banyaknya kebahagiaan terpancar disini, meskipun ada beberapa anak yang memilih diam dan seperti sukar mendengarkan cerita bahkan mengikuti acara yang di buat oleh tim. Rata-rata mereka adalah anak-anak yang berumur 10 tahun keatas, mereka yang mulai bisa memahami dan mencari tahu sebab dan kenapa mereka berada disini.
"May, sudah makan belum?" Tanya dr.Dhemas yang merupakan ketua dari kegiatan-kegiatan sosial ini.
"Udah dok barusan"
"Panggil Dhemas saja dong, kamu kan istri sahabatku" tukas Dhemas sembari duduk dibangku sebelah Mayu.
"hmm, biar kaya yang lain saja dok" Jawab Mayu ringan.
"Mereka kan masih karyawan di Klinik, May"
"Nggak papa dok, nggak ada bedanya kok"
"Oh ya?"
"Iyalah, dokter kan dulu atasan saya, sekarang jadi ketua dikegiatan sosial saya, lagian saya juga berterimakasih dokter sudah ngizinin saya bergabung di team" Jelas Mayu.
"Kamu yakin aku yang udah ngasih izin kamu buat gabung?"
"Maksud dokter?"
Dhemas terkikik, sudah pasti ini karena persetujuan dari Reynan. "Udah lah, lupain saja, saya juga berterimakasih kamu masih mau menyempatkan waktu untuk kegiatan seperti ini"
"Buat ngisi waktu luang dok" jawab Mayu masih khas dengan senyumnya.
"Rey juga hebat, ngizinin kamu disini"
Mayu manggut-manggut.
"Kamu udah kabarin Reynan kalo sekarang lagi dipanti?"
__ADS_1
"Mmm tadi pagi aku udah bilang si dok, tapi siang ini belum ngabarin lagi, handpon saya ditas, saya belum sempat buka"
"Pantas saja"
"Kenapa dok?"
"Reynan telpon aku"
"Serius dok?"
"Iya"
"mmm, maaf ya dok, jadi ngrepotin dokter deh"
"Santai saja, saya juga pasti begitu kok kalo sudah punya istri"
Mayu tersenyum,"o....ke"
"Tadi Rey pesen"
"iya?"
"saya disuruh jangan dekat-dekat kamu"
"oh nggak, nggak, nggak, dia emang kelewat sayang atau gimana ya, protektif banget sama kamu, kadang saya ngrasa lucu aja kalo dia lagi cemburu"
"dokter bisa saja"
"aku rasa kamu harus telpon dia sekarang"
"Buat?"
"Buat bilang kalo aku barusan deket-deketin kamu"
"Jangan mancing-mancing dok"
"Hahahahahaha, oke, saya masuk dulu ya, acara sudah hampir selese, aku yakin dia bakal jemput kamu sekarang"
"Dia sibuk dok, lagian saya bawa sopir"
"Mau taruhan?"
"Maksudnya?"
__ADS_1
Dhemas mengambil ponselnya, mengarahkan kamera depan ponselnya dan mengambil foto berdua bersama Mayu.
Mayu tak sempat menghindar, ia natural saja menengok saat dipanggil Dhemas.
Dhemas mengambil selfi dengan Mayu tanpa Mayu sadari.
"Dok..."
Dhemas terkikik dan mengetik sebuah pesan diponselnya,"Sebentar lagi akan ada perang dunia ke 3"
"Dokter jangan bercanda deh, dokter nggak lagi ngerjain suamiku kan?"
"hahahahhah, saya masuk dulu ya"
Mayu menghela nafas, dia menggelengkan kepalanya berulang, masih tak menyangka Dokter Dhemas yang ia kenal sebagai sosok yang pintar, bijaksana dan cool dalam setiap harinya kini berubah menyebalkan, apa maksudnya mngambil foto selfi untuk dikirim ke ponsel Reynan. Mayu sudah menebak apa yang akan terjadi setelah ini.
Huhh.... Dhemas menyebalkan kali ini! Mayu menjadi malas untuk mengambil ponselnya, sudah pasti Reynan akan bertanya apa yang sudah ia dan Dhemas lakukan. Memang apa? dasar Dhemas!!!!!!! awas saja jika karena ini ia tak lagi bisa ikut dikegiatan sosial berikutnya. Dasar dokter keparat!
..............
"Mas, masih mau diem?" Tukas Mayu sedari tadi melihat Reynan yang mematung sembari menyetir mobilnya dengan serius. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut suaminya semenjak mengajaknya pulang bersama dari panti.
Taruhannya kalah, kini Dhemas menang, sungguh menyulitkan sekali dokter ini, huh! besok-besok dia harus tanggung jawab atas diamnya Reynan kali ini. Bagaimana tidak? Reynan bela-belain nyusulin Mayu yang sudah jelas dateng bersama sopir ketempat sosial itu hanya karena foto sialan dari Dhemas.
"Kamu marah Mas?" Entah berapa pertanyaan yang berlalu begitu saja. Reynan tak menunjukan raut wajah apapun disana, datar saja, Mayu semakin frustasi melihat suaminya yang mematung.
"kamu yakin mau diem sampai rumah?"
tak ada jawaban.
"Mas, aku tanya dari tadi loh"
Tak ada jawaban lagi.
"Mas...."
Bungkam.
"Mas, aku nanya loh dari tadi, kamu kenapa?"
"Kamu yang kenapa!" Jawab Reynan sekali tapi membuat Mayu menciut seketika.
Mayu menghela nafas, ia sedikit menyungging bibirnya,"Ya Tuhan, suamiku cemburu sampai sebegitunya" tukasnya dalam hati. Mayu memutuskan untuk membiarkannya menyelesaikan misi cemburu butanya itu. Mayu memilih diam, cemburu bukan hal yang berbahaya kok. Justru memang cemburu itu penting disituasi tertentu. Seperti sekarang ini. Ada untungnya juga, setidaknya cemburu berhasil memperlihatkan kadar cinta seseorang. Meskipun Reynan jatuhnya terlihat sangat menderita. Heheheh. Biarlah cemburu butanya terperangkap sementara dihati lembutnya itu.
__ADS_1