
Baru saja Mama menelan satu suapan terakhir nasi goreng dipiringnya, Mayu dan Reynan terlihat keluar dari kamar.
"Udah selesai Ma? kok nggak nunggu kita sih?" tanya Reynan sembari menarik satu kursi dimeja makan dan menarik satu kursi disisinya untuk Mayu.
"Bisa-bisa maag Mama kambuh kalo nungguin kalian"
"Maaf ya Ma.." kata Mayu sembari mengambil satu piring bagiannya.
"Tadi Kassandra nelpon Mama tau"
Reynan mendengus,"Reynan heran deh, dikamar bahas orang ini, dimeja makan juga bahas orang yang sama,bisa kan ganti topik yang lain?"
Mayu kembali mengunyah makanannya.
"Mama cuma bilang aja, lagian kalian juga dikamar sempet-sempetnya bahas dia"
"Bukan Reynan Ma"
Mayu melirik Mama, merasa Reynan melempar keksalan kepadanya,"Itu nggak sengaja Kok"
"Yaudah, makan dulu aja."
"Iya Ma"
"Lagian nih ya, Mama nggak habis pikir gitu..."
"Ini siapa lagi yang mau dibahas? orang yang tadi? kalo masih sama mending Reynan makan diluar aja deh, bikin nggak nafsu"
Mama mendadak bungkam, anak laki-lakinya benar-benar sudah anti dengan perihal mantan istrinya.
"Iya Ma, nanti ada yang alergi"
Mama terkikik pelan, disusul dengan juluran lidah Mayu.
"Seneng banget kayaknya liyat orang kesel"
.......................
Satu minggu berlalu, setelah peristiwa penculikan itu, Reynan sudah mendapat kabar baik untuk putusan sidang yang menyatakan Roxy bersalah sepenuhnya atas kasus ini.
"Bagus, Kembali bekerja" perintah Reynan kepada Ibran.
"Baik Bos"
Reynan manggut-manggut sendiri, asistennya banyak berubah, dari cara berjalan, penampilan, lebih cocok seperti model toxedo, hahaha. Dia tahu asistennya ini sudah sangat berusaha.
.....................
Satu minggu masakan dari katering yang Kassandra pesan setiap hari hanya ia habiskan sendiri, membuat tubuhnya semakin lama semakin terlihat berisi.
Semenjak Bimo tahu jika dirinya masih menghubungi orang-orang dimasa lalunya, Bimo benar-benar berubah, dia lebih banyak diam dan dingin. Awalnya Kassandra cuek, tapi sepertinya ada yang salah dengan kondisi harinya melihat perlakuan Bimo.
seperti pagi ini, Bimo berangkat kerja tanpa sepatah kata apapun.
"Kamu masih marah?" tanya Kassandra memberanikan diri.
__ADS_1
Bimo masih membenarkan dasinya sendiri.
"Bim, kita perlu bicara"
"Bicara soal apa?"
"Aku minta maaf"
"Sudahlah San, buat apa meminta maaf kemudian mengulanginya lagi?"
"Aku sudah berusaha Bim, tapi..."
"tapi usahamu kurang keras San"
"....???"
Bimo menyambar jas kerjanya dan berlalu tanpa sepatah kata apapun.
Kassandra tak mampu mencegahnya, serasa percuma, laki-laki terbucin saja bisa ia buat kecewa, rasanya dia harus melakukan sesuatu.
................
"Warnanya bagus ya May? Mama mau yang ini deh" tukas Mama saat memilih blus batik dipusat belanja.
"Iya bagus Ma, cocok sama Mama"
"Kamu yang mana?"
"Belum ada yang pas Ma"
"Coba deh kamu cari sebelah sana"Mama menunjuk kearah etalase dress yang lain.
"Loh, kenapa?"
"Mayu nggak mood aja Ma buat milih-milih baju"
"Kamu kenapa? kamu sakit?"
"Nggak Ma, Mayu baik-baik aja kok"
"Nggak,Nggak,nggk, kita kedokter aja ya, takutnya kenapa-napa loh"
"Nggak papa Ma, mungkin kaget aja kali Ma, udah seminggu kan nggak keluar-keluar"
"Iya sih, tapi Mama mood aja May"
"Hehehe Mama lanjut aja milih bajunya, Mayu tunggu dikursi itu ya" tukas Mayu menunjuk satu kursi sedang disekitar etalase sepatu-sepatu.
Mayu duduk sambil sesekali memainkan ponsel, melihat-lihat kenangan lamanya.
"Sebentar, aku nyobain sepatunya sambil duduk saja ya" Tukas seorang wanita yang baru saja duduk mencoba sepatu yang akan ia beli.
Mayu masih fokus dengan ponselnya, sedikit melirik aktifitas kedua pasangan disampingnya yang sibuk memilih sepatu.
"May Mama udahan" tukas Mama mengagetkan.
__ADS_1
"Kok cepet Ma, Lanjut aja Ma nggak papa, Mayu tungguin kok"
"Mama tuh pengennya belanja bareng, ditemenin, bukan ditungguin, kapan-kapan lagi aja kalo pas kamu moodnya bagus"
"Jadi karena Mayu nih mama sebentar aja belanjanya?"
"Menurut kamu? udahlah nggak papa, besok-besok kita balik lagi ya"
"Ya ampun Ma, nggak papa kok kalo masih mau belanja"
"Udah pulang aja yuk"
Mayu menghela nafas dan tersenyum datar,"Yaudah, Maafin Mayu ya Ma"
"Iya"
Keduanya bergegas meninggalkan pusat perbelanjaan, dimobil Mama sempat beberapa kali terlihat serius mengirim pesan kepada seseorang.
Mayu sempat sedikit melirik meskipun sama sekali tak terbaca pesan panjang Mama entah kepada siapa.
.........
From: Mama
"Mama ngajakin Mayu jalan-jalan buat belanja, tapi dia katanya nggak Mood, Kamu buatin surprise atau kasih hadiah apa kek Rey ke Mayu"
........
From: Mama
"Anak orang jangan kamu bikin bosen terus dirumah, Honeymoon Rey! Kasih Mama cucu!"
........
From: Mama
"Kamu cuti dulu aja deh Rey"
..........
Pesan Mama yang berderet baru saja Masuk, Reynan tersenyum, Mama selalu saja emosional kalo menyangkut Mayu.
"Bos, ada tamu yang memaksa masuk" Tukas Ibran dari balik pintu.
"Siapa?" Tanya Reynan.
"Saya" Jawab seseorang yang tak asing disana.
Ibran masih berdiri, menunggu perintah Bosnya.
Reynan tak mengira akan kedatangan tamu tak diharapkan seperti Kassandra. Entah mau apa.
"Boleh masuk?" Tanya Kassandra, sebenarnya tak usah minta izin, dia sudah nyelonong masuk.
Reynan memberi isyarat kepada Ibran untuk tetap berada diruangan.
__ADS_1
Kassandra menyadari hal itu, tak apalah, dia punya tujuan sehingga datang kemari.
"Kenapa?" Tanya Reynan tak mau basa basi"