
Mayu terbangun, melirik pelan jam dinding.
03:10.
Mayu memutuskan untuk kembali terlelap, bergerak sedikit saja Reynan akan terbangun dan memintanya mengulang lagi.
........................
Reynan kembali mengecek ponselnya setelah mandi, ada dua pesan masuk, Reynan segera membalasnya, urusan kantor lagi.
Reynan melirik istrinya yang masih terlelap, jam sudah menunjukan pukul 08:00, Reynan baru menyadari tak ada satu helaipun bajunya di hotel, saat membuka wardrobe hanya ada baju-baju linggeri milik Mayu. Reynan menggeleng, Ibran benar-benar total saat diminta menyiapkan baju linggeri untuk Mayu. Tapi kenapa tak ada satupun helai baju untuknya berganti pakaian, dasar asisten bodoh.
Reynan segera menelpon Ibran untuk membawakan baju untuknya. Tak selang berapa lama bajunya datang.
Sarapan pagipun sudah dihidangkan oleh petugas hotel diruang depan, Reynan memutuskan untuk mengisi perutnya, Mayu masih belum terbangun.
...................................................
Reynan masih berkutik dengan laptopnya. Mama sudah menelponnya untuk bersiap ke acara resepsi malam nanti, tapi Reynan masih tak tega membangunkan istrinya.
"Mas..." Mayu memanggilnya dibalik pintu.
Reynan menatap istrinya, yang berdiri diterpa sinar senja, dengan wajah Mayu yang lebih berisi dibandingkan saat awal kencannya dulu, bentuk matanya yang bulat kini menciut karena silau, dagunya yang runcing dan rambut ikalnya yang bergelombang membuatnya merasa jatuh cinta kembali.
Mayu berdiri dengan usaha yang besar, ia merasa lelah dan bingung, sudah berapa lama dia tidur, seingatnya saat dia terbangun jam menunjukan pukul 03:10, kenapa jam kini juga pukul 03:20, apa dia hanya terlelap kembali 10 menit saja.
"Mas! kok bengong!"
Reynan mengerjap, masih menatap istrinya yang teramat cantik mengenakan selimut kamarnya yang tebal untuk menutupi tubuh polosnya,"akhirnya bangun juga"
"maksudnya? bukannya mas Rey tadi masih tidur?"
Reynan menutup laptopnya dan berjalan mendekat.
"Mandi dulu, kamu tidur seperti orang mati, sekarang sudah sore!"
"Maksudnya?"Mayu melirik jam dinding, itu berarti ia tidur hingga 18 jam, senyumnya mengembang kegirangan,"Yeeeeeeyyyy merdeka!!! aku tidur selama itu tanpa ada yang mengganggu" tukasnya sembari berjingkrak-jingkrak.
Reynan keheranan memperhatikan Mayu, "Jangan seperti itu, perbuatanmu ini menunjukan kamu masih anak-anak"
"Menurutmu? 22 tahun masih anak-anak? kalo aku anak-anak sudah pasti kamu om om Mas"
"Jaga bicaramu! Aku memang om om, om om yang memiliki pesona kuat untuk membuat muda mudi seperti kamu jatuh cinta, hahahhah"
Mayu memanyunkan bibir,"Dasar pedofil"
"Apa katamu???!! sejak kapan kamu jatuh cinta dengan pedofil?"
__ADS_1
"Makanya jangan lagi panggil aku anak kecil, kamu bisa mendadak tua kalo menyebutku kecil, kecil, kecil"
Mayu terbahak, ia mengerti, pernikahan berbeda usia ini tak sedikitpun merubah kebahagiaannya.
Reynan mengacak-acak rambut Mayu, memeluknya dan mendorongnya pelan menuju kamar mandi.
"Mandi dulu, kita makan setelah ini, Nanti malam acara resepsi kita, Mama sudah berulang kali menelpon" tukas Reynan memberikan perintah.
Mayu membulatkan matanya,"kenapa aku bisa kelupaan begini ya Mas?"
"Itu adalah efek samping karena terlalu sibuk mencintaiku" Tukas Reynan sambil berlalu memunggungi Mayu.
Mayu mencubit suaminya dan berbalik menyambar handuk dan melepas selimutnya begitu saja dilantai.
Reynan menoleh, mendapati tubuh polos Mayu berjalan lurus ke arah kamar mandi.
Mayu sengaja saja menggoda suaminya.
Mayu tertawa melihat ekspresi Reynan yang tidak biasa, ia segera menutup kamar mandinya. Ia mulai tak malu-malu didepan suaminya.
Reynan menggeleng terheran, menutup wajahnya atas sikap Mayu, dia merasa Mayu tak bisa dibiarkan lolos begitu saja, Ia segera menyusul ke kamar mandi.
Terdengar suara Mayu yang terkejut dengan kehadiran Reynan.
..............................................................
Mayu masih duduk dimeja rias, masih ditemani Reynan. Dia sangat canggung, lehernya yang penuh tanda kepemilikan itu akan menjadi perbincangan para make over yang membantunya berdandan, makanya Mayu meminta Reynan untuk tidak kemana-mana.
"Bu Mayu cantik sekali, pantas saja Pak Reynan jatuh cinta, betul kan pak Rey?" tukas salah seorang pemake up.
"Iya" Jawab Reynan singkat sembari memainkan ponselnya.
Mayu merasa kecewa dengan jawaban Reynan yang sangat datar. Untung para make over ini bekerja sangat provesional, tak banyak tanya dan membuatnya benar-benar berbeda. Kali ini Mayu mengenakan Gaun serba putih, sepatu hak warna Putih, senada dengan gaun dan bucket bunga mawar merah ditangannya.
Mama baru masuk keruangan, menjemput Mayu untuk segera ke aula.
"Wah...anak perempuan Mama cantik sekali" puji Mama.
"Terimakasih Ma,terimakasih untuk semuanya ya Ma, Mayu nggak tahu harus ngucapin apa"
"Kamu nggak perlu ngucapin apa-apa May, dengan hadirnya kamu saja Mama sudah sangat bahagia, Mama merasa lengkap, setelah kepergian Papa, baru kali ini Mama merasa benar-benar penuh..."
"Ma... " Mayu memeluk Mama. Seakan bisa merasakan perasaan Mama yang dalam. Ia bersyukur telah diterima dengan indah dikeluarga Samodra. Semoga pernikahannya langgeng hingga akhir nanti.
.....................................
Reynan tak henti mencuri pandang terhadap istrinya saat resepsi, kenapa Mayu begitu berbeda malam ini, polesan Make up yang terlihat natural dengan senyum yang mengembang menyapa para tamu, menambah kecantikannya semakin bersinar.
__ADS_1
Keluarga dr.Hanan datang dan memberikan ucapan selamat kepada pengantin, tak terkecuali dr.Dhemas yang turut hadir memberikan ucapan selamat kepada mempelai.
Begitupun teman klinik Mayu yang ramai berdatangan memberikan kado dan ucapan selamat.
Yang membuat banyak pasang mata memandang adalah kehadiran Kassandra dan Bimo, entah bagaimana mereka masuk, tapi Mama merasa tak mengundang mereka, biarlah, secara tidak langsung pesta ini menjelaskan jika Reynan sudah berhasil melupakan Kassandra.
........................................................
Malam ini sangat melelahkan, Reynan mengajak Mayu pulang ke Apartemennya, ia sudah menyiapkan untuk beberapa hari tinggal diapartemen kesayangannya, Mayu hanya menurut saja, mau bertanyapun tak ada gunanya. baru 3 malam menjadi pengantin baru, tempat tinggalnya masih berpindah-pindah, melelahkan saja.
"Ayo May, kamu cepat sedikit!" Tukas Reynan saat sampai di loby Apartement.
Mayu bukannya bergegas malah berhenti, membuat Reynan mendengus kesal.
"Apa maumu May?! ini sudah tengah malam, jangan membuat ulah!"
Mayu membulatkan matanya, apa maksudnya membuat ulah, "Mas Rey lupa ya, aku buat jalan saja susah, gaunku berat, belum lagi hi hils ini, menjadi pengantin tak seindah yang aku bayangkan" tukas Mayu mengumpat.
Reynan menghela nafas, mendekati Mayu dan meraih tangannya, mencoba untuk mengerti.
"Ayo...!" Ajak Reynan.
"Nggak Mau" Mayu mendadak merajuk.
"May...!"Pekik Reynan.
Mayu masih saja diam.
"Ayo May..... aku nggak tahan lagi...!"
Mayu menyerngit mengartikan kalimat Reynan.
Reynan yang tak sabar segera menggendong Mayu tanpa memperdulikan beberapa pasang mata melihatnya menuju lift.
Mayu terkejut dengan tingkah Reynan yang menurutnya berlebihan, Wajahnya memerah. Reynan benar-benar membawanya hingga didepan apartement. Iya, Apartement yang dulu sempat didatanginya.
Reynan ngeloyor masuk, tanpa mempersilahkan Mayu, Mayu tampak sedikit kesal, tapi biarlah dia tahu suaminya mungkin lelah.
Mayu masih berdiri melihat-lihat kembali tatanan ruangan yang furniturenya berubah sedikit.
Reynan sudah membuka toxedo dan melonggarkan dasinya kemudian mendekati Mayu, meminta istrinya untuk membukakan kemejanya.
Mayu menurut saja, memang sudah kewajibannya. Untung tingginya bisa sedikit menyamai Reynan saat mengenakan hils, jika tidak, tubuhnya hanya sebatas dagu Reynan saja.
Mayu sedikit menelan salivanya, kenapa sekarang dia mudah berfikiran mesum saat melihat suaminya ini.
Reynan segera membuka kemejanya dan berlalu kekamar mandi meninggalkan Mayu disana, Mayu kecewa untuk yang ke dua kalinya.
__ADS_1