
Acara tujuh bulanan baru saja selesai, kali ini tanpa Reynan. Reynan sudah berusaha untuk datang tapi pekerjaannya sama sekali tak bisa ditinggalkan.
Mayu berjalan menuju kamarnya, acara hari ini terlalu membuatnya lelah, ia memutuskan untuk beristirahat.
Mayu menyalakan ponsel, Reynan beberapa kali menelponnya.
Mayu memutuskan untuk menelpon balik.
"Hallo Daddy?" Sapa Mayu.
"Hallo juga, kok kayaknya lemes? gimana acaranya?" Tanya Reynan dari balik ponsel.
Mayu menghela nafas dan duduk dikamarnya,"Huh! acaranya alhamdulillah lancar, yang bikin lemes karena Daddy nggak ada disini"
"Maafin Daddy ya?" Sahut Reynan dengan nada penyesalannya.
"Iya deh, dimaafin" Jawab Mayu sedikit dengan nada Manja.
"Terus gimana? banyak yang dateng?"
"Iya banyak, keluarga besar Mama juga dateng semua"
"Nanyain aku nggak?" Tanya Reynan penasaran
"Nggak! hehe , Mereka nanyain Zoe, penasaran banget sama Zoe" Jawab Mayu dengan sedikit tawanya.
"Aduh... bener-bener udah kalah saing deh Daddy sama Zoe" Jawab Reynan mengutarakan isi hatinya.
"Lagian Daddy sih, maunya disamain terus sama Zoe, jelas lain lah... orang-orang udah bosen sama Daddy" Jawab Mayu.
"Sayang, sebentar telpon lagi ya, Daddy masih banyak kerjaan nih" Tukas Reynan yang tiba-tiba terdengar menjawab sapaan karyawannya.
"Iya Daddy, semangat ya kerjanya, padahal udah malem, masih kerja terus" Tukas Mayu sedikit protes.
"Semangatin dong, kan buat Zoe sama Mommy, semakin cepat selesai kerjaan Daddy, semakin cepat juga Daddy pulangnya" tambah Reynan.
"Iya, bener juga ya?"
"Iya, jadi Daddy bisa kangen-kangenan sama Mommy juga" Timpa Reynan.
"Ih Daddy Mah! malu tahu kalo Zoe denger"
Keduanya saling tertawa sebelum menutup kembali teleponnya.
Mayu menghela nafas, meletakkan ponselnya dimeja dekat lampu, memutuskan untuk mengganti pakaiannya dan mencuci muka.
“May....” sapa Mama dari balik pintu.
“Iya Ma?” Mayu urung masuk ke kamar mandi dan menoleh menjawab panggilan Mama.
__ADS_1
“Oh sudah dikamar, kirain masih diluar, yaudah kamu istirahat saja, tadi budhe titi sama keluarga yang lain mau pamit sama kamu” Jelas Mama.
“Oh yaudah Ma kalo gitu Mayu temuin mereka dulu aja ya?” Mayu bergegas untuk menemui keluarga Reynan.
“Sudah- sudah nggak usah, kamu istirahat aja May, pasti capek banget, mama perhatiin dari tadi kamu duduk lama-lama juga kaya udah nggak nyaman banget” Tukas Mama tak membiarkan Mayu berlalu.
Mayu tersenyum,”Beneran Ma nggak papa? Mayu jadi nggak enak, mereka kan nyempet-nyempetin dateng buat ikut acara ini, doain Mayu sama Zoe”
“Udah nggak papa, kamu istirahat aja ya? Mama bikinin susu, jangan lupa kalo amau tidur susunya diminum ya?” Tambah Mama.
"Terimakasih ya Ma?"
“Iya, lanjutin aja gih, tadi mau ngapain?”
"Mau kekamar mandi Ma"
"Yaudah, lanjutin aja, Mama tutup pintunya ya?"
"Iya Ma" Jawab mayu.
Mama segera menutup kembali pintunya.
Mayu bergegas kekamar mandi.
Mama memang selalu memberi perhatian lebih kepadanya, mungkin karena rasa cintanya yang lebih juga untuk cucunya, sepuluh menit Mayu dikamar mandi, Susu hangatnya sudah siap dimeja dekat lampu tidur.
Mayu duduk dan meminum susunya, sembari mengusap perut bulatnya, dia baru sadar saat dipertengahan menghabiskan susunya. Tumben sekali Zoe sedari sore tak menunjukan gerakannya, mungkin dia kelelahan juga. Mayu segera menghabiskan susu hangatnya dan memutuskan untuk istirahat, tak lupa mematikan lampu tidurnya.
Mama sudah terlihat menyiapkan sarapan dimeja makan.
Mayu keluar dari kamar, sudah rapih, memakai dres polos berwarna abu-abu.
Bukan hanya Mama, orang dirumah kerap memujinya terlihat lebih cantik saat kehamilannya kian membesar.
Sebenarnya perasaannya masih tak enak, Zoe hanya bergerak perlahan saat subuh tadi.
“Pagi Ma..” Sapa Mayu.
“Pagi... Mau sarapan apa?” Tanya Mama.
“Apa aja deh Ma, lagian kalo Mayu recuest nasi goreng juga nggak boleh kan Ma?” Tanya Mayu dengan tawa ringannya.
"Betul", Mama tersenyum menatap Mayu.
Memang Mama dan Ibu sudah melarang Mayu mengkonsumsi nasi goreng, kata orang tua jaman dulu jika masih hamil mengkonsumsi nasi goreng itu pamali, nanti kandungannya kering.
Mayu memilih menurut saja. Jika dia menolak hanya akan sia-sia, dua lawan satu.
Mayu menikmati sarapannya bersama Mama.
__ADS_1
.............
Siang ini dia tak ada kegiatan apapun, Chek upnya nanti sore, sebenarnya belum waktunya Chek Up tapi Mayu memutuskan untuk bertemu dr.Desi secepat mungkin.
Mayu hanya duduk dikamar Zoe, melihat-lihat berbagai mainan yang hampir setiap hari ia lihat, ada beberapa juga yang masih belum dibuka, seakan tak bosan memandangnya.
Dikamar Zoe dirinya kerap sekali mengajak Zoe ngobrol. Apapun akan ia ceritakan kepada Zoe, seperti siang ini.
“Sayang, Mommy suka mainan mobil-mobilan ini, lucu banget, warnanya blue, Mommy suka warnanya, pasti Zoe suka” Tukas Mayu sembari memegang mainan mobilan kecil, biasanya Zoe sudah bergerak berulang kali, termasuk saat Mayu mengajaknya mengobrol, tapi dari semalam gerakannya sangat lemah, Mayu menarik nafasnya, mengusap-usap perutnya lembut,”Zoe bosen ya? Mau telpon Daddy?” Tanya Mayu menghibur diri, sebenarnya perasaannya sudah tak enak.
Belum juga Mayu menyalakan ponselnya, Reynan sudah melakukan panggilan video kenomornya, seperti sudah direncanakan saja,”Daddy nelpon, tahu saja kalo kita kangen” Mayu mengusap tombol dilayar ponselnya.
“Hallo” Sapa Mayu.
“Hai... sayang, lagi ngapain?” tanya Reynan.
“Lagi duduk dikamar Zoe”
“Zoe rewel nggak? Nendang-nendang Mommy ya?” Tanya Reynan.
“Hmmm ini malah kayaknya ngambek, dari semalem Mommy tungguin nggak nendang-nendang, dikit-dikit doang” Jawab Mayu tak bisa menyembunyikan kehawatirannya.
“Kok bisa?” Tanya Reynan.
Mayu mengangkat bahunya, memberikan isyarat jika dirinya juga tak tahu.
“Sudah coba chek ke dokter?” Tanya Reynan mulai serius.
“Belum Mas, rencananya nanti sore, udah telpon Rumah sakitnya sih, buat daftar biar nanti nggak kelamaan” Jawab Mayu.
Reynan memegangi bibir dan berpindah ke dagunya, menelan salivanya, perasasaannya mendadak tidak enak,”Oh yaudah kalo gitu, nanti hati-hati ya kalo mau chek up, aku usahain sore ini biar bisa pulang”
Mayu mengangguk,”Iya Mas, makasih ya?”
Reynan mengangguk,”Coba deh deketin ponselnya, kali aja pas Daddy panggil Zoe mau gerak” Pinta Reynan.
Matu tersenyum mengarahkan ponselnya keperut bulatnya.
“Hallo Zoe, jagain Mommy ya? Nggak boleh bikin mommy khawatir, nanti Daddy pulang, tunggu Daddy ya??”
Mayu tersenyum mengarahkan ponselnya kewajahnya lagi.
“Gimana?” tanya Reynan penasaran.
Mayu mengusap-usap perutnya, ada sedikit gerakan halus, hampir tidak teraba oleh tangannya,”Sedikit”
Reynan menghela nafasnya,”Yaudah, nanti ketemu dokter aja, aku pulang siang ini juga” Tukas Reynan mendadak ingin segera menemui Mayu.
“Iya” Mayu mengangguk, sama sekali tak ada penolakan, karena sebenarnya dia yang lebih khawatir dengan Zoe, benar-benar tak seperti biasanya.
__ADS_1
“Oke, udah dulu ya sayang? Da...” Tukas Reynan, dia hanya tak mau membuang waktu, dia segera memerintahkan orang-orangnya untuk menyiapkan penerbangan singkatnya ke Jakarta, tak butuh waktu banyak, dia hanya ingin segera sampai tepat waktu. Entah kenapa perasaannya semakin menjadi.