
"Lany, apakah bayiku baik-baik saja?" Tanya Mayu memastikan, sebenarnya ia sudah sangat khawatir akan keselamatan bayinya, dia tahu jika pendarahan ditrimester pertama jarang sekali bayi akan bertahan hingga proses kelahiran nanti, ketakutannya semakin menjadi.
"Of course, you and your baby are fine" Jawab Lany menenangkan,"Kamu hanya perlu istirahat, ok?"
Mayu mengangguk. Seharusnya tidak ada yang perlu ia fikirkan, Reynan tak bersamanya saat ini bukan tanpa sebab, keberadaannya disini juga bukan tanpa sebab. Dia harus kuat, Mommy tidak boleh lemah.
"Kapan aku boleh pulang?"
"Jika keadaanmu sudah membaik. sekarang makan dulu ya? mau saya suapi?"
"Thank you Lany, saya makan sendiri saja ya"
"Ya, boleh" Lany menyodorkan piringnya.
Rasanya sudah ingin sekali makan sayur asam, ,mie ayam, rawon, soto dan makanan indonesia lainnya, walaupun di New York juga ada restoran Indonesia, tetap saja berbeda. Untung saja ngidamnya tak begitu parah.
"Lany.."
"Ya?"
"You have a best friend?" tanya Mayu, beberapa hari bersama Lany membuatnya sedikit ingin tahu.
"Me?"
"Ya" Mayu tersenyum dan manggut-manggut,"Itu hanya jika kamu mau cerita, kalo keberatan anggap saja pertanyaanku tadi hanyalah angin lalu"
Lany menatap Mayu, wanita didepannya ini seperti saudara, aura kasih sayangnya tiba-tiba muncul, wajah Indonesianya sangat ceria sekarang.
"No, saya tidak keberatan sama sekali, hanya saya malu untuk bercerita, karena selama ini saya hanya sekali punya sahabat dan saya tidak mau memilikinya lagi, maybe kalo hanya teman biasa ya... ada lah"
"why? Sahabat itu orang-orang yang bisa membangun mood baik kita, mereka akan selalu ada, aku punya dua sahabat dan mereka baik banget. Kenapa kamu sampai berfikiran untuk tidak ingin memiliki sahabat?"
Lany tersenyum, dia sedang menyeduh kopi saat Mayu mulai bertanya tentang sahabat,"Kamu ingin dengar ceritaku?"
Mayu mengangguk, menelan satu suap nasi dipiringnya,"Iya, aku ingin mendengarmu"
"Dulu aku punya sahabat, she's a woman, dia baik, selalu ada, selalu setia menemaniku. Hingga suatu hari I'm fall in love" Lany berhenti,"Dengan salah seorang teman priaku" tambahnya.
Mayu sedikit tertarik.
"And you know? my best friend tiba-tiba menghilang, ninggalin aku, dan bukan hanya itu, dia meninggalkan tanggungan kredit atas namaku sebesar 100 juta yang harus aku bayar, dan itu jawaban kenapa sekarang aku disini, memilih menemanimu, karena aku butuh untuk membayar utangku" Jelas Lany.
__ADS_1
Mayu mengangguk, masuk akal juga, larena Lany benar-benar menjaganya hingga tak pulang, "Kenapa dia pergi?" Tanya Mayu.
"Dia cemburu"
"Dia juga mencintai pacarmu?"
"Bukan"
"hmm?" Mayu membulatkan matanya, menanti jawaban Lany.
"Dia mencintaiku" Jawab Lany.
Mayu tersedak, Lany membantunya mengambil minum.
"Are you oke?"
"mmmm" Mayu meneruskan,"are You oke?" Mayu bertanya balik kepada Lany.
"Me???" Lany menunjuk dirinya,"of course, I'm ok"
"Kamu tidak mencintai sahabatmu juga kan?"
Lany terpingkal, Mayu terlalu terbawa dengan kisah sahabatnya,"No! i'm still normal"
...................................
Reynan sudah tiba dirumah Mama, bayangannya selalu mengarah pada Mayu dan anak laki-laki yang menemuinya, Ia harus meninggalkan anak itu ditengah pencarian ayahnya yang belum juga ditemukan, otaknya bercabang, Mayu juga sudah menunggunya kembali ke New York.
Entah sudah berapa malam dirinya tak tidur, dia memikirkan segala tanggung jawab yang menggunung dipundaknya.
Tak lama ponselnya berdering, ada panggilan masuk, rupanya panggilan video dari Mayu.
"Sayang.." Sapa Reynan, Mayu terlihat mengenakan baju rawat inapnya, selang infus yang masih menancap disisi tangannya, senyumnya mengembang, dia sedang mengisyaratkan jika keadaannya baik-baik saja. Tapi jujur, hati Reynan yang tak baik. Perasaannya semakin memburuk, suami macam apa yang meninggalkan istrinya dinegeri orang, bahkan sekarang dia sakit.
"Hallo Daddy" Sapa Mayu dengan senyumnya, "Daddy... kita kangen, Daddy masih sibuk ya?"
Reynan hanya tersenyum, dia tak tahu harus menjawab apa, istrinya yang sakit masih berusaha kuat untuk menghiburnya, sedangkan dirinya sendiri tak cukup mampu untuk menghibur hatinya.
"Daddy sabar ya, semoga urusan Daddy cepat selesai, kita baik-baik disini, semangat sayang.." Tambah Mayu sembari mencium bagian dalam tangannya dan meniupnya ke arah Reynan, simbol kiss jauh.
"Kalian baik-baik ya, Bos kecil, jagain Mommy ya?"
__ADS_1
"Iya Daddy...., Daddy juga jaga kesehatan disitu ya?"
"Iya sayang pasti. Aku nggak tau kalo nggak ada dr.Daniel dan Lany" Reynan terdiam, "Aku ngrasa menjadi suami paling jahat udah ninggalin kamu sendirian"
"Nggak sayang, aku nggak papa kok, awalnya juga mikir begitu, tapi semakin difikir bukannya semakin baik malah Bos kecil ikutan ngambek, alhasil aku tidurnya disini, padahal dari kemarin aku udah bedrest, udah nggak ngapa-ngapain di Appartement, ampe bosen banget marah sama kamu"
Reynan tersenyum,"Makasih ya May, kamu udah jadi ibu yang hebat buat Bos Kecil, aku tahu kamu udah memaksakan diri untuk menjadi kuat, aku sayang sama kamu"
"uuuuhhhh so sweet banget sih kamu Mas"
"Jadi, jangan marah lagi ya May? aku sedih dicuekin kamu kaya waktu itu"
"Tergantung Mas"
"Jangan digantung dong"
"apanya?"
"Nggak marah aja tergantung"
Mayu terkikik.
Reynan sedikit lega melihat istrinya sudah kembali ceria, dia sudah berjanji akan segera menyusul ke New York, tentunya menunggu masalah Perusahaannya beres.
...............
Ibran sudah sedari Pagi menunggu Reynan di ruangan. Tim penyelidik dari kepolisian juga di infokan sudah menemukan titik terang masalah, Tito dan Hendra sudah tertangkap dibandara saat akan melarikan diri.
Reynan memang datang agak telat, semalam ia menelpon Mayu hingga baterai ponselnya lowbet. Hanya dua jam saja ia terlelap.
"Selamat pagi Bos?" Sapa Ibran kepada Bosnya yang baru datang.
Reynan duduk dikursi kebanggaan Papa. Hari ini banyak info yang didapat, selain info tertangkapnya Hendra dan Tito, dia juga mendapatkan info tambahan, jika Hendra melakukan ini atas dasar masalah pribadinya yang tak terima karena Reynan telah meninggalkan keponakannya hingga tak memberinya kesempatan sekalipun.
Apalagi kini kehidupan Kassandra bersama Bimo jauh dari kata bahagia, semua karena Kassandra masih tak bisa melupakan Reynan. Hingga dia datang kepada pamannya.
Mereka berpikir setelah kejadian longsoran ini, citra dan nama baik Reynan akan rusak, perusahaan tak akan kembali seperti semula dan para pemilik saham diperusahaan properti juga akan berfikir ulang untuk tetap bekerja sama dengan Reynan.
Mereka salah, Reynan tak semudah itu mereka singkirkan.
Hal yang lebih penting ia dapat dari lapangan, seluruh korban yang tersisa telah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, itu artinya, anak laki-laki yang ia temui benar-benar menjadi yatim piatu. Mungkin bukan sekarang, tapi suatu hari nanti dia akan menemuinya lagi.
__ADS_1
Hari ini meeting untuk membahas pengawas operasional baru di industrinya. Beberapa calon-calon unggulan sudah mereka siapkan. Mereka sudah bekerja dengan cepat dan tepat dalam menangani peristiwa ini. Reynan berharap langkah majunya akan berdampak baik untuk perusahaan dan para pekerjanya, mengingat industri pertambangan merupakan kegiatan yang sangat beresiko.