Memayu

Memayu
Episode 66 Selektif


__ADS_3

Sore ini Arif pulang dengan temannya dan membawa sewaan PS kerumah, sebenarnya Reynan bisa saja membelikannya, tapi Mayu selalu melarangnya untuk memberikan fasilitas game kepada Arif, Mayu hafal tabiat Arif yang tidak rajin belajar, lalu bagaimana jika ada fasilitas Ps dirumah, dia akan semakin tidak mau belajar.


“Taro sini aja lah” tukas Arif kepada sahabatnya.


“Yaudah deh, kita langsung cabut aja ya” tukas sahabat arif sembari menaro Ps sewaan Arif.


“Kok cepet sih? Dolan sek...”


“Wes sore Rif, lanjut ngisuk yo?”


“Yo wes ati-ati mulihe”


“Siap”


Kedua teman Arif segera berlalu.


Reynan keluar dari balik pintu, mendapati Arif yang senyum-senyum sendiri membalas Chat setelah temannya pergi, Reynan mulai penasaran, mengintip isi chat dari arah belakang Arif yang belum menyadari keberadaannya.


“Gimana kalo besok Sya? Malam ini kakak iparku dirumah, nggak enak kalo aku tinggal-tinggal” Pesan Arif kepada seseorang.


“Hmmm rupanya anak ini sopan juga, menghormati kedatanganku” tukas Reynan dalam hati.


“Iya, santai aja, ambil aja kerumah” Jawan Risya dibalik chatnya.


“Iya sya, makasih ya”


“ Y“


Arif masih saja senyum-senyum sendiri, padahal Chat terakhirnya dari Risya hanya dibalas dengan huruf “Y”. Ia juga belum sadar jika dibelakangnya sudah ada yang mengintai. Arif mematikan layar ponselnya.


Reynan masih geleng-geleng kepala melihat tingkah ABG yang sedang jatuh cinta itu, apa istimewanya pesan seperti itu, mungkin Risya ini tipe cewek jutek.


Arif berbalik ingin menuju kamarnya, dia terkejut, badan tinggi kakak iparnya sudah berada dihadapannya.


“Mas Rey ngagetin aja” tukasnya salah tingkah.


Reynan menghela nafas,”Siapa Sya Sya itu?” tanya Reynan langsung saja.


“Siapa si Sya? Hhhmmmm mau tahu aja sih Kak” Jawab Arif.


Reynan berdecak,”Kasih tau dulu”


“Bukan siapa-siapa kak”


“Kamu suka ya sama dia?” pertanyaan Reynan seperti membombardir.


Arif mendadak waspada, takut-takut kalau kakak dan ibunya mendengar,”Sssttttttt” tukas Arif sembari menempelkan jari telunjuknya ke bibir,”Jangan kenceng-kenceng, nanti kedengeran Mba Mayu sama Ibu, bisa diomelin aku Mas”


“Ohhh... jadi kamu main curang?”


Afir mendengus,”kok curang sih?”


“Itu, apa namanya coba main sembunyi-sembunyi dari aturan ibu sama Mba Mayu” tukas Reynan mendadak menyebalkan.


Arif menghela nafas, mencoba merayu Reynan, kini Arif memberi isyarat supaya Reynan ikut duduk dengannya diteras, sudah mirip seperti Pak Rt yang datang minta bantuan sumbangan.

__ADS_1


“Mas Rey yang paling baik” tukas Arif.


“Cakep” sahut Reynan.


“Dih PeDe banget sih Mas”


“Memang baik Kan Mas mu ini?”


“Iya deh iya, jadi jangan bilang-bilang sama Ibu sama Mba Mayu ya mas? aku tu nggak pacaran, asli sumpah deh”


Reynan manggut-manggut.


“Jadi cewek yang aku deketin ini, cuek banget Mas, sampe aku bingung tau mas”


“kenapa?” Reynan mulai mendengarkan.


“Ya dia nggak kaya temen-temen cewekku yang lain, dia pinter, gampang bergaul sama temen, terus suka bantuin temen, tapi didekit buat jadi pacar tuh susah banget”


“Susahnya kenapa?”


“Dia selektif banget Mas milih pacar”


“Yaelah ribet banget, itu ciri-ciri calon prawan tua tau nggak”


“ih mas Rey... masa sih”


“Karena masih muda aja udah selektif, gimana kalo udah dewasa, kalo mau, mendingan nggak usah pacaran aja sekalian, kalo milih-milih cowo buat jadi pacar mah ujung-ujungnya tetap dipacarin juga kan? Serem lagi kalo seletikfnya ini nggak tepat” Jelas Reynan.


“maksudnya?”


“oh gitu ya mas?”


“iyalah, kamu nggak akan bisa jadi kamu yang apa adanya sampai kapanpun kalo sama dia”


Arif manggut-manggut.


Sangkin dicuekinnya sama Mayu, Reynan lebih memilih mendengarkan curhatan receh Arif.


“yaudahlah, Mas mau kedalem dulu, kamu rapihin Psnya dikamar, nanti Mas nyusul deh kalo udah siap”


“iya Mas, jadi aku sama Risya giaman dong?”


“lupain aja, nggak penting”


“Masa lupain sih Mas? Besok aku udah janjian sama dia”


“batalin aja”


“nggak bisa Mas, kalo dibatalin nggak enak”


“yaudah jalan aja biar enak”


“tapi jangan bilang-bilang Ibu ya”


“iya”

__ADS_1


“sama Mba Mayu juga ya?”


“Janjian sama siapa?” tiba-tiba suaran Mayu terdengar dari balik pintu, matanya menyelidik kearan Arif dan Reynan.


Rorotan Mata tulus itu terlihat unik saar melotot, sangat tidak pas dengan ekspresi wajahnya yang berubah menjadi detektif, Reynan tersenyum melihat Mayu yang tak pernah ia lihat menampilkan ekspresi akan menerkam Arif seperti itu.


“Jangan ketawa-tawa Mas, jangan ngajarin yang jelek-jelek sam aArif ya” Protes Mayu kepada Reynan.


Reynan menghela nafas, dia senyum saja salah, bagaimana kalo sampai keluar kata-kata.


“jangan galak-galak mba sama suami, dosa tau” tukas Arif.


“Diam kamu! sok tau” pekik Mayu kepada Arif.


“Memang sok tahu, Mba malah pengen tahu kan kita lagi mbahas apa?” tanya Arif.


Mayu merasa kesal, Reynan berani-beraninya tergugu pelan mendengar jawab arif atas pertanyaannya, Arif benar-benar cari gara-gara saja.


“kita lagi bahas PS, nanti mau main bareng dikamar Arif, udahlah Arif mau masuk dulu, gerah mau mandi” tukas Arif sembari ngeloyor masuk dan membawa kardus Ps sewaannya. Anak ABG ini mudah sekali mencari alibi.


Mayu mendengus, adik laki-lakinya memang sedikit tengil kalau dikasih tau, sebenarnya dia juga penasaran sih dengan obrolan dua laki-laki ini.


Reynan masih duduk disana, tak berani menatap Mayu, ia bukan takut, hanya gemas saja. Jiwa suami sejatinya sudah meronta-ronta, hahahha.


Mayu berbalik masuk kedalam.


Reynan meraih tangan istrinya.


Mayu terhenti, memejamkan matanya, rasanya ingin menoleh menatap Reynan, tapi dia urung,”Nanti kamu istirahat dikamar arif saja Mas” Tukas Mayu.


“Kok gitu?” tanya Reynan sembari berdiri dan memilih dia yang mendekati Mayu dan menatap istrinya sekarang.


“kakiku sakit, aku takut aja nanti kamu senggol-senggol luka aku, kamu tidur sama arif saja" tukas Mayu.


“Mas...........!!” tukas Arif dari dalam kamar mengganggu percakapan kedua pasang suami istri itu.


Keduanya menoleh.


“kayaknya main Psnya besok deh, aku banyak tugas tambahan, sama ini pak Yudi udah tidur dikamar Arif Mas”


“Iya Rif” jawab Reynan patas, kali ini dia sangat berterimakasih Yudi telah menyelamatkannya.


Mayu terdiam, dia harus punya alasan lain, tapi jika dia beralasan Reynan akan tidur dimana? Rasanya tidak tega.


“Nanti tidurnya agak jauhan deh” tukas Reynan.


“Yaudah nanti Mas Rey tidur dikamar deh” jawab Mayu.


Senyum Reynan mengembang.


Mayu segera beranjak pergi,”Aku biar tidur dikamar ibu” Mayu segera melanjutkan langkahnya.


Reynan yang tersenyum mendadak berubah ekspresinya. Mayu benar-benar masih marah, kenapa sama suami sendiri menjadi seselektif ini? Ternyata tidak semua wanita selektif harus dijauhi, Reynan mendengus dan menyusul istrinya.


.

__ADS_1


#Selalu mengingatkan untuk like, vote, dan komen ya readers................ mmmmwwuuuaahhh


__ADS_2