Memayu

Memayu
Episode 24 Pertemuan tak diinginkan


__ADS_3

Reynan memutuskan untuk mengantar Mayu bertemu dr.Dhemas, setelah perdebatannya yang sengit kepada Mayu. Jelas saja Reynan marah, hari ini dr.Hanan tidak praktik karena dia yang menyuruh Mama untuk mengundang dr.Hanan home visit kerumah sekedar mengecek keadaan Mama dan budhenya yang sudah pasti sangat baik-baik saja. Ini semata-mata Reynan lakukan agar dapat seharian menghabiskan waktu dengan Mayu. Tapi tak mungkin Reynan memberitahukan kepada Mayu, bisa gagal semua rencananya.


Mayu sudah bersiap, Reynan sudah menunggunya dimobil.


Reynan terheran dan memprotes pakaian Mayu yang mengenakan seragam,"Kamu mau pergi pake baju ini?"


"iya, aku kan kerja mas"


"kamu masih kepikiran buat kerja setelah dari pagi aku nungguin kamu?"


"Ya aku kan nggak libur Mas"


"astaga Mayu" Reynan menepuk jidatnya, "aku nggak mau tau hari ini setelah kamu bertemu Dhemas, kamu jalan sama aku"


"nggak bisa gitu dong mas, aku kerja,Mas Rey bukannya mau ke kantor juga?"


"Ya Tuhan, memangnya nggak cukup ya alasan libur karena dr.Hanan nggak praktik?"


"Kok Mas Rey tau kalo dr.Hanan nggak praktik?"


"bisa nggak hari ini aja, pleace!" Tukas Reynan memohon, hampir saja terbongkar.


"saya ijin dulu sama dr.Dhemas"


Reynan menghela nafas dan mengangguk dengan terpaksa, Awas saja jika Dhemas tak memberinya izin.


Mobil berjalan menuju klinik, Mayu meminta Reynan untuk tidak mengganggunya bertemu dr.Dhemas, bukan karena apa, ia hanya tidak ingin dr.Dhemas tidak leluasa berbicara kepadanya, meskipun dia tidak tahu apa yang dibicarakan. Mayu juga menyita ponsel Reynan, otaknya sudah menduga Reynan tidak akan sabar jika menunggu, untuk antisipasi saja jikalau Reynan akan menelponnya ditengah pembicaraannya.


Reynan hanya bisa pasrah, jika bukan Mayu yang meminta, tak akan rela ia menurutinya.


Mayu bergegas masuk dan menemui dr.Dhemas, Perasaannya lain kali ini, mungkin saja hanya masalah pekerjaan, tapi entahlah, harusnya hatinya baik-baik saja.


"Permisi" Sapa Mayu.


Dua pasang mata kini sedang menatap Mayu diruangan, rupanya dr.Dhemas sudah menunggunya dengan seseorang disana. Jelas Mayu mengenalnya, perempuan berparas cantik dengan tubuh yang jenjang mengenakan dres dengan dipadukan blezer terlihat sangat matcing dan anggun, rambutnya dibiarkan bergelombang, senyumnya masih sama seperti yang pernah ia lihat. Bukan pacar dr.Dhemas. Bukan pula sahabatnya. Dia Kassandra, mantan istri Reynan.


Jantungnya berdetak, entah ini detakan terakhir atau bukan, tubuhnya seakan kebas, harusnya ini tak perlu terjadi kepadanya, tapi entahlah, Kassandra memang sangat cantik, bahkan senyumnya mengembang begitu menawan.


"May, maaf ya saya nggak bilang dulu kalau akan ada Kassandra " tukas dr.Dhemas, harusnya dia memberitahunya.


Mayu menyapa kembali dengan senyum.

__ADS_1


Kassandra mempersilahkannya untuk duduk.


Ini maksudnya apa coba, dr.Dhemas sengaja, pasti sangat sengaja mempertemukannya dengan Kassandra.


Mayu menurut saja duduk disamping Kassandra.


"dr.Dhemas mau ngomong apa ya?" tanya mayu cepat, sengaja saja bertanya cepat, ia seakan ingin lari.


"Kamu nggak perlu gugup, aku itu mantannya Reynan, bukan istrinya, walaupun ya mungkin saja Reynan belum bisa melupakanku" Tukas Kassandra, entah kenapa kata-katanya malah membuat ia terlihat buruk, tidak seperti parasnya.


Emosi Mayu hampir tersulut, tapi Mayu mencoba mengatur emosinya, ia menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan, seakan tidak mendengar apa-apa.


Kassandra mulai sedikit kesal, melihat Mayu yang tidak terpengaruh.


"May" tukas dr.Dhemas.


Mayu menatap dua mata dr.Dhemas yang tampak aneh.


"saya salah, saya tahu kamu pernah menaruh rasa kepadaku, tapi semuanya berubah saat Reynan datang dan terlalu berani untuk mengatakannya kepadamu, Saya hanya perlu waktu yang cocok saat itu, tapi.."


"Tapi kamu mudah sekali berubah dan berpaling dari dr.Dhemas" tukas Kassandra kepada Mayu, memotong pembicaraan dr.Dhemas.


Mayu sedikit tersulut amarahnya, yang pertama kenapa Kassandra ini kian tajam saja bicaranya, kedua apa maksud dr.Dhemas mengatakan ini bahkan didepan Kassandra.


"tapi saya sangat merasa bersalah,May. Bahkan Papi juga merasakan ini, dia sangat ingin aku bersama kamu"


Apakah ini sebab kenapa dr.Hanan berubah.


"dokter tidak perlu merasa bersalah, saya sudah memilih. untuk dr.Hanan, dia juga sudah baik selama ini, saya sudah menganggapnya seperti orang tua saya tanpa saya harus menjadi anaknya sekalipun"


"May, kamu baru memilih dan dipilih, tapi belum sepenuhnya dimiliki" Tukas dr.Dhemas terlampau berani.


"Maksud dokter?"


"kamu itu dipilih Reynan bukan tanpa sebab, dia hanya butuh pelarian saja" tambah Kassandra tanpa aba-aba.


"anda itu siapa?" Kini Mayu benar-benar terpancing, Bicara Kassandra semakin melantur,"saya heran, saya rasa, saya hanya ingin tau satu hal saja, apa tujuan dokter bicara hal ini, didepan wanita ini!"


"apa?! kamu bilang aku wanita ini?!" Protes Kassandra saat namanya tidak disebut.


"lalu apa?! bahkan mungkin kata-kata wanita sudah tidak pantas untuk wanita seperti kamu" jawab Mayu memberanikan diri.

__ADS_1


"kamu!.." dr.Dhemas menepis Kassandra untuk tidak berbicara,"sudah San, tujuan kita disini bukan untuk ini, San, plis kamu tahan emosi kamu" tambah dr.Dhemas.


Mayu semakin tak mengerti, tujuan? mereka punya tujuan? ia merasa salah sudah meninggalkan Reynan dimobil, harusnya ia biarkan saja Reynan mengganggunya kali ini.


"May, saya cinta sama kamu makanya saya mau ngomong sesuatu, Reynan tidak akan semudah itu melupakan Kassandra "


Mayu tertegun, ternyata dr.Dhemas berada dipihak Kassandra.


"oh, jadi ini tujuannya?" Jawab Mayu.


"Saya minta maaf, tapi tolong, mungkin sekarang dia bisa menyembunyikan ini dari kamu, tapi aku nggak yakin, aku tahu bagaimana cintanya terhadap kassandra" tambah dr.Dhemas seakan mengerti segalanya.


Mayu menghela nafasnya dan tetap mencoba untuk tenang "Saya tahu, suatu hari nanti saya akan dihadapi dengan situasi seperti yang terjadi pada hari ini, tapi maaf, saya percaya dengan Reynan dok, cintanya dulu sudah berakhir diselembar kertas dan sudah ia kubur rapat-rapat dalam masalalunya"


"itu hanya selembar kertas, dia bisa melakukan semuanya dengan mudah tanpa kesulitan" tukas Kassandra memprotes.


"itu hanya jika Reynan mau, tapi hatinya sudah tertutup untuk kamu, lebih tepatnya untuk wanita macam kamu!" Sela Mayu kepada Kassandra.


"kenapa kamu bisa seyakin itu? kamu nggak pernah berfikir kalo kamu itu hanya pelarian baginya?" Tambah Kassandra.


Mayu mencoba tenang, tapi menurutnya Kassandra sudah sangat mengganggu.


"may, Saya cinta sama kamu makanya saya berfikir biarlah jika bersama Reynan kamu lebih bahagia, tapi jika kamu hanya sebatas pelarian untuknya saja aku nggak bisa diam, May" dr.Dhemas menambahkan.


Mayu tertegun, kata-kata dr.Dhemas benar-benar membuat hatinya gusar, Mayu melirik Kassandra dengan mata pojoknya, Mayu yakin kedua orang ini hanya sedang mempengaruhinya.


Jangan terpengaruh May, jangan sampai, perempuan ini diceraikan Reynan bukan karena suatu alasan klise, dia ini berselingkuh, Reynan tidak akan semudah itu memaafkan, dah hubunganmu ini bukan sebuah kebetulan May.


Ponsel Reynan berdering. Mayu terkaget,ia menatap layar ponselnya


wife memanggil


Mayu tertegun, Kassandra sudah memasang senyum sombongnya disana, apa-apaan ini, Reynan belum menghapus kontak Kassandra, bahkan belum merubah nama kontaknya.


Kassandra sengaja saja melakukan panggilan saat ia dapati ponsel yang Mayu pegang merupakan ponsel Reynan, Kassandra mengarang saja, tak bisa ia percayai Reynan masih menyimpan nomornya dengan baik.


Mayu tak mengerti harus berkata apa, ia merasa dunianya runtuh, lalu apa yang selama ini? Rencana besar Reynan ingin menikahinya?


dr.Dhemas menatap Mayu cemas, ia juga tidak menyangka, ceroboh sekali Reynan.


"Sudah ka.." Reynan membuka pintu ruangan. Mata Reynan mendapati Mayu yang berdiri mematung, dr.Dhemas dan yang paling membuatnya terkaget ada wanita masalalunya disana. Reynan merasa ada yang salah disini, dia merasa Mayu tidak sedang baik-baik saja.

__ADS_1


......................


__ADS_2