Memayu

Memayu
Episode 10 Sosok Ayah


__ADS_3

33 tahun dia hidup, 25 tahun menjadi seorang anak dan 8 tahun menjadi seorang suami, sungguh kelakuannya menampar wanita benar-benar tak terbayangkan sama sekali, lidahnya kelu, tak tau harus mengumpat wanita ini dengan kalimat apa,”keburukan, menjijikan, bahkan semua yang sudah kamu dapatkan dariku akan berubah menjadi karma”


Kassandra Terisak.


Tak disangka, Bimo datang dan segera menolong Kassandra.


”oh... bagus! rupanya laki-laki brengsek ini sudah berani kamu ajak kemari?!”


Kassandra hanya terdiam, melihat Reynan begitu terlihat sangat marah!


Bimo ingin segera berdiri dan membalas Reynan, tapi Kassandra menarik lengan bimo dan memberi isyarat.


Reynan segera mencengkeram baju Bimo dan menghujani dengan pukulan bertubi-tubi, melemparnya keluar ruangan, melakukan aksinya disana, tak peduli Semua orang berhamburan menuju koridor ruangan itu, kegaduhan terdengar hingga keluar, petugas keamanan datang dan mencoba melerai perkelahian mereka berdua.


Kassandra tak kuasa melerainya, Reynan terlihat sangat emosi, mengumpat kata-kata jahat sembari terus menghujani pukulan kepada pacar istrinya ini.


“Reynan plis, berhenti Rey” pinta Kassandra.


Bimo tak juga diam, ia juga memukul Reynan sebisanya, menerima pukulan itu emosi Reynan kembali naik, dengan sigap Reynan memukul Bimo hingga kembali tersungkur, tak peduli ada berapa pasang mata yang melihatnya. Reynan bangkit mencengkeram kerah kemeja Bimo.


“ini untuk kebusukanmu yang tak tau terimakasih” Reynan kembali menghantam perut Bimo.


“Ini untuk kelakuan menjijikanmu dan kelakuan liar wanita jalang itu” Reynan memukul Bimo dimukanya bertubi-tubi.

__ADS_1


Kassandra tak kuasa melihat Bimo yang sudah berlumur darah, tubuhnya seketika berlari dan berlutut dikaki Reynan,”sudah Rey plis, ini salah aku dan Bimo, aku minta maaf, sudah Rey ... sudahi”


Reynan meludah, melepaskan kakinya dari pelukan Kasandra dengan sekali hentakan, dan menjatuhkan tubuh Bimo yang melemas kepada Kassandra.


“kau benar Kassandra, harusnya aku sadar, setia kepadamu saja tidak cukup untuk bisa membuatmu cinta kepadaku, tapi kemandulannya sangat istimewa untuk mu”


“Rey cukup!!!”


“itu kan alasanmu?” Reynan mendengus kesal, seakan puas sudah memukuli Bimo.


Reynan benar-benar jijik melihat Kassandra yang terus membela Bimo,”menyedihkan sekali kalian ini!”


“Bos Rey” suara ibran terdengar tegas, entah kapan dia sudah berada disitu, berdiri tegak memegang Map, ya, surat perceraian milik Reynan.


“saya akan mengurus semuanya” tukas Ibran. Semuanya(kassandra Bimo dan segala yang berkaitan dengan perkelahiannya tadi).


Dokter memanggil Reynan dan mengabarkan jika ayahnya kembali drop, Reynan berlari menemui kembali ayahnya yang entah kapan sudah dipindah kembali keruang Icu. Secepat itu ayahnya kembali drop.


Hidupnya benar-benar hancur saat ini. Entah apa yang akan tuhan gantikan kepadanya, entah apa yang akan ia dengar, setelah gugatan perceraiannya dengan Kassandra, tubuhnya sudah melemas, dokter dan tim medis sudah mulai melepas alat-alat yang membantu papanya bertahan, kepanikan lima belas menit didalam terlihat sudah mulai mereda, Reynan hanya mematung, memandangi tubuh papa tercintanya yang mulai mereka tutup dengan selimut yang menempel ditubuh papanya.


Reynan berlari tanpa aba-aba, kakinya seakan melayang tak mampu lagi menggapai papanya, tak mampu lagi meraih tangan yang sudah membesarkannya. Tak mampu menahan butiran bening dari matanya, belum juga mewujudkan keinginan terakhir papanya.


“Papa....”

__ADS_1


Tangisnya pecah, menyentuh tubuh pucat yang sudah tak bernyawa disana. Disusul tangisan mamanya yang baru tiba, Reynan memeluk tubuh kecil mamanya, menatap wajah sendu mamanya, semuanya terasa sangat cepat, belum kering lukanya saat papa selalu mengungkapkan keinginannya memiliki cucu, sekarang melihat mamanya menangis kembali, hatinya benar_benar teriris, tidak ada perpisahan yang paling menyedihkan selain perpisahan karena kematian, jika benar maka lukanya tak sebanding dengan luka mama.


Reynan merengkuh mamanya dalam pelukan yang sangat dalam,”tolong jangan menangis ma, Reynan yang akan mencintai mama sekarang, Reynan yang akan selalu ada untuk mama sekarang” gelombang bening dimatanya entah sudah berapa kali keluar semaunya.


Kassandrapun turut melihat peristiwa mengharukan didepannya, tak bisa membayangkan perasaan suaminya, jahatnya balasan untuk cinta suaminya, ia mengumpat dirinya sendiri, tak berani mendekat walau sekedar ingin meminta maaf kepada sosok yang sudah terbujur kaku disana, pak samodra, mertua terbaik yang selalu menganggapnya sebagai anak perempuan. Kini bukan hanya Kepada Reynan, papa dan mama juga pasti sangat tersakiti atas apa yang sudah ia lakukan kepada anak semata wayang mereka. Jika bukan karna menjadi istri Reynan ia tak akan menjadi sangat istimewa dikeluarga Reynan, sungguh tidak terhormat caranya mengakhiri hubungan ini. Kassandra terisak dan memilih pergi, kehadirannya sudah tak penting lagi saat ini dan selamanya.


..........


Reynan sangat terpukul dengan kepergian papanya, terlihat dari pemakaman yang sudah selesai, ia masih saja berada disana, duduk disamping makam papanya, ditemani pak yudi dan Ibran yang setia berdiri dibelakang atasannya


Mulailah sekarang, jika kamu gagal Tuhan tidak akan semena-mena menghukum, kamu hanya perlu proses, tapi jika tidak kamu mulai sekarang, jangankan kegagalan, keberhasilanpun tidak akan pernah kamu peroleh. Jangan malas untuk berproses.


Masih jelas terngiang petuah-petuah papa, pribadinya yang gila kerja menurun juga kepada anak semata wayangnya. Reynan harus bangkit, kehidupannya tidak melulu memikirkan Kassandra, yang berlalu biarlah berlalu, tidak usah lagi mengingat wanita itu, dia berdiri bukan karna wanita itu, dia berdiri karna semangat orang tuanya, semua yang ia peroleh hasil dari kerja kerasnya dan kerja keras orang tuanya, sekarang bagaimana caranya Reynan mulai berkembang, membahagiakan keduanya didalam diri mama. Jika mama bahagia pasti papa akan bahagia.


Kassandra terlihat hadir dari kejauhan bersama Bimo yang masih tampak babak belur, surat cerai yang Reynan layangkan sudah pagi tadi ia tanda tangani, hari ini adalah waktunya untuk berkemas, pergi dari rumah cintanya dengan Reynan, mengemas semua mimpi dan cintanya dari sana, membuang jauh-jauh kenangan indah dan pedih, pedih? Ia bahkan tak pernah kenal kata pedih saat menjadi Nyonya Reynan Samodra. Reynan sudah banyak mengajarkan kepadanya apa arti ketulusan, kesetiaan dan kepercayaan. Tak bisa dipungkiri saat ini bahwa ternyata cintanya masih sangat dalam untuk Reynan.


“Semua untukku, juga untuk Reynan, semoga kamu bahagia sekarang. Untuk mama dan papa, terimakasih atas kasih sayang kalian hingga aku tidak bisa membedakan mana cinta seorang mertua dan mana cinta dari seorang ayah dan ibu, kalian sangat sempurna menjadi orang tua, semoga papa bahagia disana, dan mama bisa menjalankan hari-hari dengan indah meskipun tanpa papa”


Kassandra dan bimo memutuskan untuk meninggalkan jakarta dan hidup dibandung, mereka melanjutkan hidup mereka dan menghabiskan hari-hari mereka dikota kecil itu.


........


Suasana rumah sudah kembali seperti semula, meski kadang mama masih terlihat murung, Reynan selalu saja bisa membuat mamanya tersenyum. Reynan memutuskan untuk tinggal dirumah menemani mama dan menjual rumah yang sudah bertahun-tahun ia tempati bersama mantan istrinya. Reynan sudah mengubur dalam-dalam masa lalunya dan mulai menata hidupnya yang baru.

__ADS_1


__ADS_2