
Malam itu.
Mayu baru saja keluar dari mini market 24 jam dan akan pulang ke Asrama setelah seharian bekerja, akhir-akhir ini memang pekerjaannya tambah banyak, tak jarang ia harus pulang selarut ini. Jarak dari ATM menuju Asramanya lumayan jauh, sedari tadi Mayu mencoba memesan ojek online tapi belum juga dapat, Mayu memutuskan untuk jalan kaki, jalanan arah Asrama juga tampak sepi, tidak seperti biasanya, Mayu berjalan sambil sesekali bersenandung kecil. “You say I'm crazy...
'Cause you don't think I know what you've done,
But when you call me baby...."
Dari jauh Mayu melihat ada mobil mewah BMW SUV yang menyalakan lampu send kemudian berhenti di bahu jalan, pengemudinya tampak keluar dari mobil dan membuka pintu tengah mobil, postur tubuhnya seakan tidak asing, Mayu sedikit mengenalinya, ”itu kan sopir yang biasa nganterin pak samodra sama anaknya kalo lagi chek up" gumamnya.
“pak yudi? Ngapain bapak disini? Mobilnya mogok?” tanya Mayu, raut mukanya tampak berubah melihat seseorang yang tamapak pingsan dimobil.
Yakali mobil cakep gitu mogok,wkwkkw.
“mba Mayu, saya bisa minta tolong tidak? Pak Rey mabuk berat, tadinya saya langsung mau bawa pak Rey ke Apartemen tapi melihat kondisinya yang muntah-muntah seperti ini saya benar-benar takut terjadi apa-apa dengan pak Rey ”
“ya ampun” Mayu segera mendekat dibantu dengan pak Yudi membetulkan posisi Reynan.
“Pak Reynan sepertinya terlalu banyak minum semalaman, saya bingung harus bagaimana, beliau muntah-muntah didalam mobil tapi menolak saya untuk membawanya kerumah sakit, tapi nggak mau juga saya bawa pulang kerumah, dia minta saya antar keApartemen tapi saya bingung melihat keadaannya sekarang saya tidak bisa menjaga pak Reynan sambil menyetir”
Mayu segera berlari masuk ke mobil dan melihat keadaan Reynan, pintu mobil yang lainnya sudah kebuka dan kepala Reynan terlihat menyembul untuk mengeluarkan isi didalam perutnya.
Mayu mencoba membantu Reynan untuk kembali duduk, Mayu sedikit menahan bau menusuk minuman yang Reynan muntahkan.
”pak Reynan nggak papa?”
__ADS_1
Reynan menatap Mayu asing. Reynan kembali menyembulkan kepalanya keluar kaca mobil.
“yaudah pak yudi, saya ikut aja nganter pak Reynan”
“terimakasih mba Mayu”
Pak Yudi segera melaju menuju Apartement sesuai keinginan Reynan. Reynan masih tampak tak sadar, sesekali Mayu memberikan air mineral untuk Reynan yang masih lemas, tampaknya Reynan mengalami mabuk yang cukup parah setelah menenggak beberapa botol wine di club tadi.
Mayu sesekali menyeka keringat didahi Reynan, entah kenapa pria ini masih saja terlihat tampan khas dengan gaya maskulinnya, Mayu tersadar sempet-sempetnya dia punya fikiran mesum disaat seperti ini. Tiba-tiba sisi kepala Reynan jatuh tepat dibahu Mayu. Adegannya slowmotion gitu terus backsoundnya lagunya roulete “aku jatuh cinta” wkwkwkkw, baper....
“ya Tuhan, jangan izinkan saya menjadi seorang pelakor, plis!” jerit Mayu dalam hati.
Sesampainya di loby, pak Yudi membantu Mayu memapah pak Reynan keApartemen. Mereka hanya perlu menggunakan unit eksekutif yang memiliki akses privat lift menuju langsung ke kamar Reynan.
Apartemen Reynan tampak luas, furniturnya seperti hotel kelas president suit room. Apartemen ini selalu Reynan tempati saat sedang ingin sendiri, akhir-akhir ini memang Reynan jarang pulang kerumah, ia selalu beralasan kepada Istrinya, kadang Reynan merasa tempat ini menjadi tempat ternyamannya.
“mba Mayu, saya mau ambil tas kerja dan Hp pak reynan dulu ya” pak yudi segera keluar setelah membantu Mayu merebahkan tubuh Reynan diatas king size bed apartement.
Mayu menghela nafas, pandangannya mengedar kesemua sisi kamar, didepannya berdiri terdapat televisi ukuran 55 inci, kasur super besar nyaris dua kali lipat dari king size bed ukuran normal yang dibalut sprai berbahan sutera, serta bantal Nancy Corzine edisi terbatas, lokasinya yang berada dilantai atas juga menambah kesan mewah dan dapat melihat panorama kota yang tak pernah tidur itu.
Mayu seperti tak percaya, sesekali Mayu menikmati lampu-lampu kota yang terlihat sangat indah, hingga ia melupakan sesuatu.
Bau sisa-sisa minuman Reynan masih sangat menyengat, Reynan terus saja mengigau kata-kata yang tidak bisa Mayu mengerti, Mayu kembali membenarkan posisi Reynan, mengangkat kaki Reynan yang tergeletak semaunya, membantu melepas kaos kaki dan sepatu Reynan sembari bergumam,”seumur hidup, gue bersumpah nggak bakalan mabuk, malu-maluin saja, pria setampan dan sekaya ini menjadi sangat bodoh dan hilang wibawanya”
“hey kamu! Kemari!” gumam Reynan.
__ADS_1
Mayu sama sekali tidak memperdulikan.
Reynan yang ia kagumi karna ketampanan dan keberhasilannya diumur yang semuda itu seperti benar-benar bukan Reynan, dalam hatinya merasa sangat prihatin, entah apa yang terjadi, kenapa Reynan bisa tiba-tiba menjadi seburuk ini.
Mayu kembali membenarkan posisi kepala Reynan yang hampir jatuh, tiba-tiba tangan Reynan menarik lengan Mayu dan mencengkeram lengan kecil itu dengan keras.
“Berani-beraninya kamu menyembunyikan hal besar itu dariku! Kurang apa aku selama ini?! kamu benar-benar akan membunuh dirimu sendiri, bisakah kamu sadar sekarang dan kembali mencintaiku tanpa harus aku minta? Katakan!” Reynan berkata sangat keras dan penuh emosi, seperti sedang mengumpat seseorang yang berhianat dalam hidupnya.
Mayu mendengus kesakitan, tubuhnya bergetar, ia merasa Reynan yang sedang mabuk ini akan benar-benar membunuhnya saat ini,”maaf pak Rey, saya Mayu, saya...”
“Diam kamu! Sekarang kamu harus mempertanggungjawabkan kejahatanmu!”
Reynan menarik tangan dan menghempaskan tubuh mayu keatas Ranjang king sizenya, Mayu merasa harus melakukan sesuatu, tapi Reynan dengan cepat menimpa tubuh kecilnya itu, Mayu mengaduh, Reynan masih saja bergumam tidak jelas. Mayu mencoba untuk bangkit, tapi Reynan semakin keras mencegahnya pergi, Mayu ingin memaki, kenapa pak Yudi juga lama sekali tidak segera muncul, seberapa jauhnya loby ke kamar bosnya yang difasilitasi privat lift ini, percumah saja ada privat lift.
“Sudah berapa kali kamu bohong kepadaku? Aku hampir gila karna mencintaimu, dunia hampir tidak ada artinya kecuali kamu saja dihidupku”
Mayu terdiam, dia bingung harus bagaimana menghadapi manusia mabuk ini, dirasa cengkraman Reynan mulai berkurang.
“Jawab aku! Kassandra sayang, dia bukan laki-laki baik, kamu bukan segalanya untuknya, kamu adalah milikku, hanya aku yang bisa memiliki kamu, hanya aku yang boleh mencintai kamu!” Reynan masih berada disana.
Mayu mulai sedikit mengerti. Tatapan Reynan menjadi sangat sendu, Reynan terlihat sangat marah dan hancur, entah apa yang terjadi antara mereka, yang pasti saat ini posisi Reynan sudah sangat dekat dengan Mayu, masih sempat-sempatnya Mayu mencuri pandang atas ketampanan pria didekatnya itu, sedang bodoh saja ganteng, gimana kalo pas lagi sadar, astaghfirullahal’adzim Mayu tersadar, dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Reynan yang menimpanya.
“Ya Tuhan tolong, ada apa dengan otakku ini? sejak kapan mabuk bisa menular? Kenapa otakku menjadi mesum seperti ini, apa mungkin karna pengaruh kejombloan gue? Ya Tuhan, tolong hambaMu” tukas Mayu menyadarkan lamunannya.
...............
__ADS_1
#Terimakasih sudah membaca karya pertamaku, jangan lupa like, komen, vote ya 🥰🥰🥰
Terimakasih banyak.