
Mayu menoleh, menatap wajah Reynan yang menunduk, mengerti? apa selama ini Reynan mengerti hatinya? menyimpan sembarangan kenangan itu. sebenarnya melihat Reynan, Mayu ingin memeluk, tapi Mayu tetap dalam pendiriannya, tak akan kembali jika yang lalu masih menetap.
Reynan megeluarkan ponselnya dari dalam saku, ia menoleh, menatap Mayu yang sedari tadi sudah menatapnya.
"Aku tidak tahu jika penyebabnya adalah ini" Tukas Reynan.
Mayu menghela nafas,"Bukan itu..."
Reynan menyela, "Iya, sesuatu didalamnya" Reynan tersenyum kecut, "Aku nggak sadar, ternyata kamu membuatku secepat itu melupakannya, hingga tak mengingat untuk sekedar menghapus nomornya"
Mayu tertegun, air mukanya berubah memerah, cintanya telah salah sudah menghakimi.
"Terimakasih sudah membantuku melupakan segala tentangnya" Tambah Reynan.
"Mas.." pekik Mayu lirik.
"Jangan bicara, saya ingin meminta tolong sekali lagi" Kata Reynan masih diposisi semula.
"Apa?" tanya Mayu penuh penasaran.
"Setelah kamu mendelet tentang orang yang tidak perlu disebut itu dari hati dan hidupku, maukah kamu mendeletnya lagi dari sini?" Reynan menyodorkan ponselnya.
Mayu melipat kedua bibirnya kedalam, kembali menghela nafasnya, dan untuk pertama kalinya menyungging senyumnya.
"Mau kan?" Reynan memastikan.
Mayu mengangguk, meraih ponsel Reynan dan dengan cepat membukanya.
Semudah itu memaafkan cintanya, karena cinta memang hanya perlu mendengar, mengerti, memberi kesempatan, dan saling terbuka. Mayu merasa Jatuh cintanya terulang lagi.
"Sudah" Tukas Mayu sembari menyodorkan ponsel Reynan.
Reynan menatap wanita yang sudah lama ingin dipeluknya, terpancar kebahagiaan disana. Dari senyumnya dan pipi merah yang tak bisa ia sembunyikan lagi.
"Jangan pernah marah sampai tidak mau bertemu denganku lagi ya? aku sedih" Tukas Reynan membuat Mayu semakin tak tahu harus berucap apa. Kata yang sederhana namun bermakna dalam. Semudah itu Reynan memaklumi kecemburuannya.
Mayu menghamburkan pelukannya kepada Reynan. Mendekap cintanya lebih dalam, memaafkan semuanya, sesekali Mayu menyesali dirinya yang terlalu rumit memikirkan kesalahfahamannya.
Ternyata cinta dan rindunya lebih besar, semua atas nama cinta dan ketulusannya mencintai Reynan hingga Reynan mengatakan sendiri sedikitpun tidak teringat masa lalunya.
Reynan terlalu bahagia hingga berucap syukur ternyata Tuhan terlalu baik, menyatukan kembali ia dan Mayu.
"Ternyata sesederhana ini" Tukas Reynan sembari mengecup puncak kepala Mayu.
"Apanya?" Tanya Mayu.
"Permasalahan kita" Jawab Reynan.
"Kamu mau ini terjadi lebih rumit lagi?" Tanya Mayu mengasal saja.
"Jangan" Tukas Reynan menimpali.
"Kenapa?"
"Kamu akan lebih tersakiti" Jawab Reynan serius.
"Memang kamu nggak?" Tanya Mayu memastikan.
__ADS_1
"Mungkin aku akan mengingat yang lain" Ledek Reynan.
"Mas Rey!" Mayu melayangkan pukulan kecil kepada Reynan.
Reynan tertawa melihat tingkah Mayu.
"Bisa nggak gaya pacaran kita, kita buat senormal mungkin?" pinta Reynan.
Mayu menyerngitkan kening, melihat Reynan yang mengajaknya berdiri. Mayu menebak saja, bola matanya berputar mencari tahu.
Reynan mulai menggapai pinggang Mayu hingga posisi mereka tak berjarak, Menyisir helai rambut Mayu dengan jarinya, entah kenapa Mayu terlihat lebih sexi dengan rambut terurai, baju joging dan sedikit keringat didahinya. Bayangan Reynan sudah bercabang, ingin segera menggapai bibir Mayu.
Mayu menghindar pelan, ada raut Kaget di air muka Reynan. Mayu menolaknya? satu ciuman dari bibir pangeran?
"Kamu kenapa?" Tanya Reynan meminta jawaban.
Mayu menarik bola matanya kepojok kiri dan kanan secara cepat, menyelidiki jika ada pasang mata lain yang melihat adegan Reynan menciumnya.
"Ini tempat umum Mas, sengaja mau bikin malu apa giamana sih?" protes Mayu melepas lengan Reynan dari pinggangnya.
Reynan tersenyum ringan,"Oh jadi kamu mau ditempat yang lebih privasi?"
"a...paaa..an.. sih???!!!" Jawab Mayu pelan sembari menggerutu.
"Boleh, tapi aku mau yang lebih dari ini" Jawab Reynan berani.
"Hidih ogah!" tukas Mayu spontan sembari membanting kedua kakinya bergantian.
Reynan merasa Mayu terlalu berlebihan menanggapi bualannya, Reynan gemas dan penoyor pelan kepala Mayu ,"Belagu banget sih!" Sembari berjalan meninggalkan Mayu.
Reynan berhenti, ingin sekali memaki kekasihnya ini, bukan karena mengolokinya sebagai pria sangean, tapi gaya rambut yang sudah ia rapihkan sedari pagi dari rumah, sekarang sudah tidak jelas bentuknya.
"Mayu!!! Saya mau meeting, kenapa kamu acak-acak rambut saya!?"
"Bodo amat!!" Mayu berjalan ngeloyor meninggalkan Reynan.
Reynan menghela nafas panjang, menyesali kenapa baru sekarang ia tahu jika Mayu anti sekali berciuman di bibir, selama ini pacaran mereka modelnya taaruf atau bagaimana sebenarnya? Reynan terkikik sendiri menertawai dirinya. Reynan segera menyusul Mayu yang sudah berdiri didepan mobilnya. Sembari merapihkan rambutnya sebisa dia.
"Aku anterin pulang ya?"
"Nggak usah! mas Rey duluan aja" Jawab Mayu ketus.
"Kamu kenapa sih? masalah ciuman tadi?" Tanya Reynan.
Mayu terdiam dan melipat tangannya.
"Aku belum jadi nyium kan?" Tanya Reynan semakin membuat Mayu kesal.
"Apaan sih mas Rey dibahas terus"
"Tau gitu mending aku cium aja sekaliyan, nggak jadi dicium juga sama aja ngambek" tukas Reynan santai.
"Mas Reynan stop!!!"
"Ya terus apa? Kenapa?" Tanya Reynan mendesak atas penolakan Mayu untuk pulang bersamanya.
"Aku malu, takut nanti Mas Rey kebablasan didepan umum cium-cium aku, kita kan belum nikah" Tukas Mayu dengan polosnya.
__ADS_1
Reynan berdecak,"Kalau itu terjadi bukan salah aku, tapi salah kamu"
"kok jadi aku?"
"salah siapa diajak nikah banyak alasan, aku nikahin kamu tujuannya biar bisa bahagiain kamu everytime"
"dan bisa cium-cium aku dimana aja gitu?" tambah Mayu.
"that't true, itu kamu tau" Jawab Reynan singkat.
Mayu melongo, Reynan tak ada malunya mengatakan ini.
"Jangan berdebat! aku antar pulang! tugasmu merapihkan lagi susunan rambutku yang acak-acakan!" Tukas Reynan sembari membukakan pintu mobil untuk Mayu.
Mayu menurut saja, Reynan sudah tak mau berdebat, mungkin meeting kali ini sangat penting.
Reynan menutup mobil dan memakaikan sitbelt untuk dirinya dan Mayu.
"Mau ngomong apa aku kalo ditanya klien" Gerutu Reynan.
"Maksudnya?" Tanya Mayu menanti jawaban Reynan serius.
Reynan menjalankan mobilnya perlahan.
"Tentang rambutku yang acak-acakan" Kata Reynan datar.
"Ya lagian bukannya dipotong rambutnya, udah panjang begitu" Tukas Mayu mengomentari Rambut Reynan.
"Gimana mau kefikiran potong rambut? mikirin orang hilang, dicari-cari sampe lupa sama diri sendiri" Jelas Reynan kembali menyalahkan Mayu.
Mayu memanyunkan bibirnya, memasang wajah penyesalannya,"Jangan marah".
Reynan fokus menyetir.
"Jangan marah, waktu terlahir kita telanjang dan tak tahu.." Tukas Mayu.
"Telanjang -telanjang, dikandungan nggak ada designer sama tukang jahit makanya setiap orang pas lahir dalam keadaan telanjang!" Timpa Reynan,"kebanyakan nonton filmnya Reza Rahadian ya sampe hafal sama dialognya?" tanya Reynan.
"Mas Rey juga suka kan?" Tanya Mayu.
"Apaan? authornya nih yang suka" Jawab Reynan.
"Author yang nulisin kisah kita?" tanya Mayu serius.
"Iya" Jawab Reynan santai.
"Kita semangatin author yuk Mas biar lebih rajin nyeritain kisah kita" Ajak Mayu.
"Semangat ya author!!!!!" Tukas Mayu dan Reynan bersamaan.
.
.
#Terimakasih sudah membaca karya pertamaku, jangan lupa like, komen, vote ya 🥰🥰🥰
Terimakasih banyak.
__ADS_1