Memayu

Memayu
Episode 36 Seperti ini saja, lebih nyaman.


__ADS_3

*Saya minta tolong episode kali ini dilike ya teman-teman, supaya lebih semangat up*


Mayu menyerngitkan kening dan mulai membuka matanya perlahan, memandang sekeliling ruangan sembari memindahkan tubuh Reynan yang tengkurap setengah menimpanya.


"Mas, bangun, sudah pagi" Tukasnya sesaat sebelum menggeliat.


Pesta semalam membuat tenaganya terkuras habis, belum lagi suaminya yang masih saja tak membiarkannya istirahat tanpa harus melakukan aktivitas favorit mereka dahulu.


"hmmmm, masih pagi" gumam Reynan, masih memejamkan matanya.


"Udah siang mas, serius!!"


Reynan menyerngitkan kening, memaksa membuka matanya,"Aku masih ngantuk"


Mayu berdecak. Ia memutuskan untuk bangun dan membersihkan dirinya dikamar mandi.


Reynan sudah berdiri didepan pintu saat Mayu baru selesai mandi.


"Bikin kaget saja" Tukas Mayu sembari menguatkan kembali handuk yang dikenakannya dan berjalan meraih kopernya yang akhirnya kembali juga ketangannya.


Reynan segera masuk ke kamar mandi.


Mayu memilih baju santainya, mengeringkan rambut dan merapihkan bajunya kedalam wardrobe, Reynan sudah bilang akan tinggal sementara disini. Diapartemen yang besar seperti ini, dia sampai bingung harus ngapain lagi. Ia meraih ponsel ditas kecilnya dan duduk di kasur king sizenya.


Reynan baru selesai mandi, rambutnya masih setengah basah, ia remas-remas menggunakan handuk, mendapati Mayu yang masih duduk.


"Kamu bisa masak kan May?" Tanya Reynan sembari mengeringkan rambut dan mengecek ponselnya.


Mayu menoleh,"Bisa mas, Mas Rey mau aku masak?"


Reynan terdiam, dan baru menjawab setelah beberapa detik.


Mayu tampak sedikit kesal.


"Iya boleh, coba kamu cek ada apa saja dikulkas, dapurnya diruang depan, tahu kan?" Jawab Reynan.


"Iya mas" Mayu segera berjalan menuju dapur.


Yang pertama, Reynan tidak komen dengan pakaian santainya, itu artinya suaminya setuju dengan baju pilihannya. Yang kedua ini adalah tugas utama istri selain bisa muasin di kasur, juga harus bisa muasin didapur, maksudnya masak.


Mayu mulai menatap dapur minimalis yang sudah pasti letak barang-barangnya ia sama sekali tidak tahu. Pertama-tama Mayu mencari beras, ya dia akan memasak nasi di atas kompor, menggunakan rice cooker akan lebih lama.


Mayu mencuci beras dan menuangkan air dipanci secukupnya, kemudian meletakan panci isi beras itu diatas kompor.


"Apartement mewah kok kompornya masih pake gas begini sih" Gumam Mayu.


Karena Reynan jarang bahkan hampir tidak pernah memakai kompornya, dia sama sekali tak berfikir harus merubah interior dapurnya.


Mayu menyalakan api kompor, dicari penyebab kompornya tak menyala, rupanya selang gasnya belum terpasang.


"Yah.... belum kepasang" Mayu berlalu memanggil Reynan,"Mas...." Niatnya meminta Reynan memasangkan gas, Mayu tidak terbiasa melakukannya.


Terlihat Reynan dengan pakaian santai dan rambut yang masih dia keringkan sudah membuka laptop.


"Mas!!!" panggil Mayu dengan nada meninggi.


Reynan menoleh, menanggapi datar panggilan Mayu.


Disuruh bangun bilangnya masih ngantuk, giliran bangun yang dilihat laptop mulu. Decak Mayu dalam hati sembari ngeloyor ke dapur.

__ADS_1


Lebih baik ia menyiapkan sayurnya dulu sembari menunggu Reynan, dibukanya kulkas yang kosong tanpa satu helai sayuranpun,"Mau masak apa dong...", Matanya beralih ke freezer, banyak makanna siap saji tersimpan didalamnya.


Reynan melingkarkan lengannya kepinggang Mayu dari belakang, mengagetkan saja.


Reynan mencium puncak pundak Mayu.


Mayu masih sibuk memilih ingin memasak bungkusan makanan siap saji yang mana dulu.


Reynan mulai bertingkah aneh, ciumannya semakin menyebar.


"Mas.."


"hmm??" Reynan menghentikan aktivitasnya.


"ini dikulkas nggak ada sayurnya sama sekali, kamu makan makanan siap saji dulu aja ya, abis ini antar aku belanja, aku mau belanja kebutuhan kita"


Reynan mengangguk, istrinya benar-benar ingin sekali melanjutkan masak memasak, tak perdulikan bertubi-tubi ciumannya,"Aku nggak suka sayur"


"what?!!!"


"ya nggak suka aja"


"terus kamu tiyap hari makannya makanan kaya gini terus??" Mayu menatap Reynan dan melanjutkan bicaranya,"Ya ampun Mas Rey ini kan makanan nggak sehat banget kalo dikonsumsi setiap hari!" nada bicara Mayu yang bawel mulai meninggi.


"Iya tahu, mungkin nanti kalo kamu yang masak aku bisa coba, kali aja selera makanku jadi berubah"


Mayu menghela nafas,"yaudah, tolong dong pasangin gasnya, mas"


Reynan melirik kebawah, selang gas yang belum terpasang. Reynan memandang aneh benda itu.


Mayu merasa ada yang salah, ia melirik Reynan yang belum bergegas memasangkan gas, Mayu menyelidiki sesuatu.


Mayu mulai menyimpulkan, membiarkan suaminya yang mulai terlihat bingung.


"Jangan bilang mas Rey nggak bisa masangin gas" tukas Mayu.


Reynan beranjak,"Aku cari caranya lewat google dulu ya May"


Mayu sudah menebak,"Aduh mas!!!!! keluarga macam apa ini!! sayur nggak suka!! masang gas nggak bisa!! nanti anak-anak aku mau gimana coba!!" sikap bawel Mayu mulai tak ragu ia tunjukan.


"ini udah nemu May caranya" tukas Reynan santai sembari mengamati selangnya lagi.


Mayu melongo, Reynan benar-benar akan melakukan percobaannya memasang gas.


"Ditekan terus dikunci" tukas Reynan sembari menekan regulator ke katup gas.


Mayu mengamati dengan segudang kehawatirannya.


"Harus dicek dulu May, masih berdesis atau nggak"


"yaudah dicek coba mas"


Reynan mengecek gasnya yang kemudian mengeluarkan suara aneh dan bau menyengat.


Mayu mencium bau gas,"Mas itu bocor gasnya!!"


Reynan mulai panik.


"dicopot aja selangnya Mas!! cepet!!!"

__ADS_1


Reynan kembali bingung.


"Mas jangan diem aja!!!"


"Gimana cara nyopotnya May???"


"Astaga........!!!!Mas Reynan!!!!!"


.........................................


"Terimakasih ya mbak" tukas Reynan kepada petugas restoran.


Setelah kejadian memasang gas tadi, untung securiti segera datang dan membantu mereka.


Mayu masih syok dengan kejadiannya.


Mereka memutuskan makan direstoran.


"a..." Reynan memberi isyarat untuk Mayu membuka mulutnya, Istrinya ini tampak masih syok.


Mayu membuka mulutnya dan makan dari suapan Reynan. Rasanya enak, kenapa makanan yang ia makan dari suapan tangan Reynan rasanya berbeda.


Mayu tersadar disuapan kelima, tubuhnya mulai terasa memanas, "kok enak banget sih mas, ini nasi goreng apa?"


"udang"


Mayu terkaget,"apa mas? udang?"


Reynan sedikit menyerngit menanggapi reaksi Mayu, wajah istrinya memerah,"emang kenapa May?"


"Aku alergi udang Mas" tukas Mayu sembari mengusap-usap leher dan lengannya yang mulai tak nyaman.


Reynan terkejut, bisa-bisanya dia tak tahu jika istrinya punya riwayat alergi.


"kita kedokter ya May?"


"Nggak usah mas, pulang aja yuk, aku ada obat alerginya kok dikoper, badan aku nggak nyaman banget, rasanya panas"


Reynan mendadak panik mendengar keluhan Mayu, ia memutuskan membawa Mayu pulang dengan perasaan bersalahnya.


....................


"Sudah mendingan belum May?" tanya Reynan kepada Mayu yang masih meringkuk dikamar.


Badan Mayu akan memerah dan merasa panas saat memakan udang, ini terjadi dari dia masih berusia delapan tahun. sangat menyiksa memang, terakhir ia mengalami alergi ini sudah satu tahun lalu.


"Nanti sembuh kok Mas, kan udah minum obat" Jawab Mayu singkat dan masih meringkuk dikasur.


Reynan benar-benar merasa sangat bersalah atas ketidak tahuannya. Dulu segala tentang kassandra ia bisa paham semuanya, kenapa dengan Mayu rasanya dia belum juga mengerti.


"Aku harus gimana sayang?" Pertanyaan Reynan saat tubuhnya mulai berbaring dan memeluk Mayu yang meringkuk dari belakang.


"Begini saja"


"Seperti ini?" Memastikan jika Mayu nyaman dengan posisinya saat ini.


"Iya.." Jawab Mayu lirih.


.........................

__ADS_1


__ADS_2