
“Maaf pak Ibran bisa pindah posisi miring ke kanan? Biar saya bantu” tukas mayu.
“Sakit sus nggak bisa” tukas Ibran.
Emosi Reynan tiba-tiba tersulut mendengar kalimat Ibran, bisa-bisanya dia menolak perintah Mayu, calon Bosnya juga. Reynan hanya mendengus.
Benar sekali Mayu membantu keparat itu pindah posisi rebahannya. Ibran seketika berubah menjadi asisten keparat dimata Reynan.
Dr.Hanan masih sibuk memeriksa dan sesekali memberi tahu tugas Mayu. Mayu tampak mengerti.
“Hmm Rey, kita ngobrol di ruangan saya dulu yuk, sambil menunggu Ibran menyelesaikan fisioterapinya” tukas dr.Hanan.
“Gimana kalau ngobrolnya disini saja dok?” tukas Reynan masih sibuk menatap Mayu.
Dr.hanan tampak mulai heran, pertama tak biasanya bahkan tak pernah sebelumnya Reynan bersedia mengantar karyawannya berobat, Reynan datang hanya ketika mengantar Papanya saja. Tak biasanya pula dia bertingkah aneh, bahkan menolak ajakannya untuk sekedar mengobrol. Sebegitu khawatirkah dengan Ibran atau ada hal lain. dr.Hanan mulai mengamati tatapan Reynan dibalik kacamata. Tampak sekali Reynan sedang memperhatikan sesuatu. dr.Hanan kembali duduk.
Mana mungkin aku pergi meninggalkan asisten keparat disini hanya berdua dengan suster kecilku, yang ada Ibran mencuri kesempatan untuk menggoda Mayu.
Mayu terlihat tenang dan tak menampakan kegugupannya, ia merasa sedari tadi Reynan benar-benar memperhatikannya. Entah tebakannya benar atau salah, tapi gambarnya jelas sekali ada dikacamata hitam Reynan.
Mayu tak mau terkecoh dengan permainan hati, laki-laki berada sering kali hanya ingin mempermainkan wanita. Tapi mengingat penuturas Art dirumah Reynan mengadukan Reynan yang tampak sangat menyayangi seneakers malang itu cukup membuatnya GR.
“Rey, saya keluar sebentar ya” tukas dr.Hanan, Reynan mengangguk saja.
“Pak Ibran mohon maaf, bisa saya bantu membuka bajunya sampai pinggang ya”
Ibran yang kesakitan menurut saja.
Hanya Reynan yang sudah tampak berdiri sembari melepas kacamatanya,”hey... hey... apa-apaan harus buka baju segala”
Mayu terheran,”Karena saya mau mengarahkan alat fishio ini kepinggang Pakk Ibran, Pak”
“Iya , tapi tidak harus membuka bajunya”
“Maaf pak Rey tapi..”
Reynan sigap membuka Baju Ibran hingga pinggangnya terlihat.
__ADS_1
Ibran tampak mengaduh, Bosnya menarik bajunya tanpa ampun.
“Silahkan, jika ada yang perlu dibuka lagi biar saya saya yang membukanya” tukas Reynan.
Mayu terheran, memang tugasnya setiap ada pasien seperti itu, ini kenapa Pak Reynan yang ribet sendiri sih, Mayu membatin sembari mengarahkan alatnya kepinggang Ibran, mengatur timer dan suhu hangat alatnya.
Reynan masih berdiri didepan Mayu sembari melipat kedua tangannya , otaknya berfikir apa mungkin setiap hari yang Mayu lakukan membuka-buka baju pasiennya, kenapa hatinya mulai gundah dan merasa harus melakukan sesuatu, jika sama-sama perempuan tidak masalah, jika pasiennya laki-laki??? Aku harus cepat-cepat membawanya pergi dari sini. Kini tubuhnya mulai bersandar disamping bed tempat Ibran terbaring. Suara Ibran mengaduh sangat mengganggu konsentrasinya memperhatikan Mayu.
Mayu terlihat canggung sedari tadi, tapi Reynan sangat menyukai kecanggungan yang Mayu tunjukan.
“Ada yang salah dengan saya, Pak?”
“Iya kamu salah besar”
Mayu menyerngitkan kening,”Masalah malam itu saya benar-benar minta maaf Pak, saya tidak ada maksud ingin benar-benar melaporkan video bapak ke Media, saya hanya bercanda saja” jelas Mayu. Sepertinya Pak Reynan masih ingin memperpanjang urusan ini.
“Tapi kamu membuat saya terusik” jawab Reynan santai. Sebenarnya pembicaraannya tidak mengarah ke video yang akan dikirim ke Media, sebenarnya Reynan terusik dengan ingatannya yang melulu terfikirkan oleh Mayu.
“Maaf pak Reynan saya tidak bermaksud apa-apa, saya cuma berfikir untuk melindungi diri, eh.. apa ya bahasanya, intinya saya tidak bermaksud untuk melaporkan apapun, videonya saja masih ada, saya simpan baik-baik”
Reynan tergugu, tapi setelah mendengar kalimat terakhir Mayu air mukanya menjadi sedikit berubah,”kamu menyimpan videoku?”
“Mmmm maaf Pak, nanti akan saya hapus”
“Tidak perlu, putar saja setiap hari, dan ingat-ingat wajahku”
“Maksudnya?”
“Iya ingat terus wajahku sampai kamu benar-benar jatuh cinta kepadaku”
Mayu terdiam, apa yang sedang orang ini bicarakan, kalimatnya sangat sulit untuk dimengerti.
Ting.
Bunyi timer alat sudah berhenti, Mayu segera merapihkan alatnya dan bergegas keluar untuk mengambil alat yang lain.
Sepanjang Mayu melakukan fishio terapi menggunakan alat, Reynan selalu ada disana, mengamati geraknya dan tak membiarkan sedikitpun Mayu menyentuh Ibran.
__ADS_1
Mayu terkikik sendri melalui satu jam diruangan bersama Reynan yang tiba-tiba terlihat aneh, entah kenapa perasaan tak tahu dirinya itu muncul, tapi hatinya tak ingin berharap lebih, mungkin Pak Reynan selayaknya dr.Dhemas yang sampai mengajaknya makan malam dikeluarganya tapi tak mengungkapkan apapun, menyebabkan Mayu salah mengerti.
Menurut Mayu jatuh cinta itu bisa terjadi kapan saja, tidak perlu menunggu cinta yang berlebih untuk menerima seorang laki-laki, cukup rasa yakin dan nyaman saat disamping laki-laki itu pun bisa menjadi tanda bahwa Jodoh sudah dekat. Tapi dia hanya seorang wanita yang kodratnya menunggu, tidak mau mendahului dalam urusan ini. Mayu yakin tuhan tidak akan keliru saat memberinya Jodoh.
Pengobatan Ibran sudah selesai satu jam fishio terapi dengan Mayu dan tindakan medis yang dilakukan oleh dr.Hanan.
Ibran sudah lumayan tampak tak mengaduh seperti sebelumnya, dr.Hanan menyarankannya untuk kembali hari esok hingga rasa sakitnya benar-benar hilang. Reynan menurut saja.
Bukan hanya dr.Hanan, Ibran sendiri tampak heran, apa yang sebenarnya Bos besarnya ini rencanakan, hingga hal kecil mengantarnya ke klinikpun dia turut andil. Tapi Ibran mulai bisa menebak, mungkin karena suster itu.
“Mayu, antar pasien kemobil ya” tukas dr.Hanan.
Mayu bersiap, membantu memapah Ibran, lagi-lagi Reynan menghalanginya, tak membiarkan Mayu menyentuk Ibran, mungkin maksudnya menyentuh laki-laki lain.
Reynan yang kemudian memapah Ibran menuju mobilnya.
Ibran merasa bersalah, seharusnya bosnya saja yang sakit biar bisa dipegang-pegang sama suster itu,”jika Pak Bos mau kita tukeran posisi saja Bos, Bos yang sakit menggantikan saya”
Reynan refleks menepuk pinggang Ibran hingga ibran mengaduh.
“sakit Bos!”
“mulutmu!”
Ibran mengaduh sembari cekikikan, benar dugaannya.
“hati-hati ya Rey”
“iya dok, terimakasih ya” Reynan melambaikan tangannya ke dr.Hanan, tampak sekali memandang kepada Mayu dan melambaikan tangannya kepada suster kecil itu.
Mayu tersenyum, tapi entah kenapa dr.Hanan sudah memperhatikannya sedari tadi. Mayu segera masuk menyelesaikan pekerjaannya.
..........
Sepanjang perjalanan Reynan tampak menyunggingkan senyumnya, baru teringat ada sesuatu yang tertinggal, harusnya siang ini dia mengantarkan sepatu Mayu. Tapi apa yang tidak bisa Reynan lakukan, sesampainya dikantor Reynan segera memesan jasa pengiriman barang untuk mengantarkan sepatu Mayu disertai bucket bunga dengan pesan singkat didalamnya, Reynan merasa sangat yakin bahwa yang ia temui adalah wanita yang tepat. Mayu bukan wanita yang mudah terpancing saat dia rayu, meskipun tak tahu isi hati Mayu tapi Reynan melihat dari mata Mayu yang polos dan lugu selalu hanya membalas dengan senyum dan kegugupannya yang mudah sekali Reynan tebak, dia akan menyukaiku dalam waktu dekat ini, pasti.
Dari caranya membalas pesan orang yang baru dikenalpun tidak semudah asal membalas, buktinya pesannya dari pagipun belum Mayu balas. Reynan terkikik sendiri saat membayangkan Mayu.
__ADS_1
Menyadari ada beberapa urusan perusahaan yang ia tinggalkan, Reynan segera menyelesaikannya satu persatu.
...................