
Sepanjang perjalanan Reynan menggandeng tangan mungil istrinya dengan lembut, seakan tidak mau terlepas.
Entah kenapa Mayu merasa bersalah setelah semalaman mengerjai suaminya.
......................
Mama sudah sibuk sedari pagi masak besar-besaran untuk menyambut menantunya, meskipun pesta kecilnya tergolong lebay, dengan nuansa ruangan serba putih dan tatanan bunga nggrek yang indah menghiasi ruang makan dan ruang tamu, Mama terlihat sangat antusias.
Perasaannya betul-betul lega setelah mendengar kabar keduanya saling memaafkan, rasanya seperti dia akan kembali didatangkan bombardir kebahagiaan.
Mobil Reynan sudah terdengar masuk ke gerbang.
Dari dalam ruangan Mama sudah melihat keduanya turun dari mobil, mama segera bersiap menyambut kedatangan putra semata wayangnya dengan menantunya pulang kerumah.
“Congratulation buat anak-anak Mama.........” tukas mama membuka lebar kedua tangannya dengan ekspresi penuh ceria disana.
Mayu dan Reynan terkejut dan memeluk Mama.
“Mama repot-repot bikin dekorasi segala” Mayu tertawa kecil, “Makasih ya Ma, Mama selalu bisa kasih Mayu kejutan”
“Iya dong, suka nggak?"
“Suka” Mayu berjalan masuk keruangan, memandangi setiap tangkai anggrek-anggrek putih yang melengkungkan tangkainya dengan keindahan tersendiri.
Reynan memandangi punggung istrinya yang sudah berlalu. Ia masih memeluk erat mama.
“Gimana misinya?” tanya Mama dengan tatapan misterius.
“Baru separo” Jawab Reynan datar sembari membanting bokongnya dikursi ruang tamu.
“Kok begitu?” tanya Mama dan menyusul duduk disamping Reynan.
“Katanya masih nifas”
“ha ha ha mesake nemen koe digoroi manut"
“Kok mama jadi kaya Ibu begitu si ngomongnya?"
“Oh ya? Ha ha ha, selain menjadi Ibu dan mertua yang totalitas, Mama juga pingin jadi besan yang totalitas”
“Apaan sih ma, nggak jelas banget”
“Gaje ya?”
“Gaje apaan?”
“Kamu nggak tahu?”
Reynan menggeleng.
__ADS_1
“Nggak jelas Rey..... makanya kamu itu update, jadi nggak kudet begitu”
“Ngomong apa sih Mama, pasti kebanyakan gaul sama ibu-ibu komplek jadi susah ngertinya Reynan”
“Ha ha ha, iya mungkin Mama terlalu sibuk sama mereka”
Reynan menghela nafasnya,”Masak apa Ma? Buat Reynan udah disiapin?”
“Semuanya udah, termasuk ini” tiba-tiba Mama menyodorkan dua buku kecil, tipis, berwarna hijau tua dan coklat, memiliki gambar sampul bermotif yang sama.
Reynan betul-betul bungkam, tak tahu harus berbicara apa kepada Mama. Ternyata surat nikahnya bukan Mayu yang membawa, tapi Mama.
Reynan masih terdiam.
Mama sudah berlalu dan menggenggamkan suratnya pada kedua tangan Reynan.
Reynan membayangkan pikirannya yang sempat menduga-duga hal-hal buruk akan menimpa pernikahannya dengan Mayu.
Dibandingkan Mayu, justru Mama yang lebih membuatnya semenderita itu untuk memikirkan Mayu dan pernikahannya. Reynan menarik nafas panjang, menertawai dirinya sendiri yang begitu mudahnya dibohongi oleh Mama.
Tapi reynan bersyukur, mungkin jika Mama tak melakukannya, kini dia masih jauh dari Mayu, dan dirinya masih terpuruk tanpa mau membuat energi positifnya bangkit.
.....................................................
Mayu sudah masuk kekamar setelah menyantap hidangan yang Mama siapkan bersama dengan semua orang termasuk asisten rumah tangga Mama sekalipun, Mama memang tak pernah membedakan apa yang dia atau yang asisten rumah tangganya makan, semuanya ia buat sama.
“Kamu mau mandi?” Reynan bertanya lirih.
Mayu mengangguk, ia segera bergegas mengambil handuk dan tak berlama-lama dikamar mandi, rasanya sangat tidak nyaman, ia merasa Reynan mengintipnya didalam kamar mandi, kenapa dia menjadi sekikuk ini, seperti kembali saat malam-malam pertamanya dulu, apa karena dua bulan lebih dia tak bersama suaminya.
padahal Reynan sedang merebahkan tubuhnya dikasur, pikiran Mayu sudah berlebihan, lagian untuk apa mengintip, kalau memang mau, Reynan pasti bersedia menemaninya mandi, tapi Reynan cukup pengertian.
Reynan seperti orang gila, begitu bodohnya dia dibohongi oleh Mama, hahahah, dia benar mirip anak tiri, sampai seniat itu Mama membuatnya mengejar Mayu. Sekali lagi dia bersyukur, orang tua memang banyak benarnya, meski berbohong sekalipun.
“Mas, bisa minta tolong dekatkan koperku?”
Reynan terkesiap,”sini”
Mayu terdiam, dia tiba-tiba malu jika harus keluar dengan hanya memakai selembar handuk ditubuhnya. Sebenarnya dia tidak Pd dengan luka sesar yang menyayat diperutnya, selama ini Reynan bahkan belum melihatnya.
Mayu berjalan lirih mengambil kopernya yang tergeletak tepat didepan meja rias besar dikamarnya, ia mencari baju yang akan ia kenakan.
Lagi-lagi Reynan sudah berada dibelakangnya,
Mayu merasa deru nafas Reyhan yang kembali menguasai telinga, dan mulai menciumi bahunya, dia merasa sekujur tubuhnya menghangat, kenapa suaminya sangat suka memeluknya dari belakang, apa memang setiap orang menyukai hal ini? Sempat-sempatnya Mayu berfikir tentang orang lain. Padahal Reynan memang suka melakukannya.
Mayu berdiri, menatap dirinya yang masih memakai handuk dikaca besar itu.
Reynan menatap istrinya disana pula, Reynan tersenyum, masih memeluk mayu erat. Rasanya ingin terus memluknya seperti ini. Dia kembali mencium pundak Mayu.
__ADS_1
“Mandi dulu Mas”
“Hmmm?” gumamnya masih menyandarkan dagunya dipundak mayu.
“Mandi dulu”
“Lanjutin yang semalam dulu yuk?”
“Yang mana?”
Tanpa menunggu jawaban Mayu, Reynan segera menggendong istrinya dan membaringkannya dikamar.
Mayu tersenyum menatap Reynan, mereka saling merindukan satu sama lain.
Reynan mencium istrinya, menusuri bibirnya dan saling membalas satu sama lain hingga berakhir “cup...” dibibir masing-masing.
“kamu sekarang sudah semakin pintar sayang” tukas Reynan.
“Apaan sih mas, jangan berkata seperti itu, aku malu” Jawab Mayu.
“Ha ha ha.. kenapa harus malu, aku suamimu, kita sudah sering melakukannya”
“Tetap saja, malu”
Reynan tersenyum, kembali menatap Mayu.
Mayu juga memainkan jemarinya, memegangi wajah Reynan dan sesekali menekan gemas wajah suaminya itu dengan ujung jemarinya.
Reynan menggeleng-geleng pelan, menelan salivanya dan kembali mencium istrinya. Tangannya juga gemas mulai menjamah apapun yang bisa dijamah dari tubuh istrinya yang sudah polos.
Mereka semakin dalam menyatukan rasa.
Reynan meneyntuh sesuatu yang tak biasa diperut istrinya, ia menggelinjat terkejut, sesuatu yang baru pernah ia sentuh, Reynan manatap tajam bekas luka sayatan itu, dia tiba-tiba membayangkan sesuatu dan kembali duduk.
Mayu sempat terkejut dengan reaksi suaminya. Mayu segera membetulkan handuknya yang sudah lama terlepas, menyentuh pundak suaminya yang sudah duduk membelakangainya.
Reynan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dia merasa sayatan itu bukan hanya menyayat Mayu, dia merobek dan melukai istrinya kala itu. Kenapa baru sekarang ia tahu, kenapa baru sekarang dia sadar, Reynan mendadak menjadimanusia terjahat didunia, dia sudah terisak, semakin membuat mayu kebingungan.
Mayu memeluk suaminya dari posisinya sekarang, menyenderkan tubuhnya dibahu suaminya,”Ada yang salah?”
“Aku yang salah” tukas reynan menoleh kearah istrinya dan memeluknya dalam.
Mayu semakin tidak mengerti, kenapa mood Reynan mudah sekali berubah, baru beberapa detik yang lalu ia seperti singa yang kelaparan saat Mencium istrinya. Kenapa mendadak sedih.
Mayu hanya bisa menenagkan dengan tetap menikmati pelukan Reynan.
“Bekas luka diperutmu akankah bisa hilang?” tanya Reynan kepada mayu.
# Tidak lupa mengingatkan untuk like, komen, vote dan hadiahnya untuk karya saya Ya ...muah muah muah....
__ADS_1