Memayu

Memayu
Episode 67 Menerimamu Kembali


__ADS_3

Mayu terdiam dibawah selimut tipis yang menyelimutinya, hembusan nafas dari orang dibaliknya membuat suasana malam terasa menjadi semakin sunyi saja, tidak ada kehangatan disana, sudah lama tidak tidur bersama ibu, tapi entah kenapa tidur dengannya membuat hatinya gundah, dia terbayang sosok wanita yang terpejam didepannya, rasanya sangat ingin memeluknya erat, tapi takut membangunkannya.


Hatinya gundah, tiba-tiba teringat Reynan yang sendiri dikamarnya, apa yang sedang dia lakukan? apakah bisa tidur atau tidak, kenapa hatinya mendadak tak tenang sama sekali.


Mayu melirik arah pintu, ada derap langkah disana, tak lama terdengar seseorang menuang air didapur, siapa? Sedang apa?


Mayu bangkit dan memutuskan untuk keluar, didapatinya Reynan sedang duduk sendiri dimeja makan, matanya tajam menatap Mayu, wajahnya seperti letih sekali, Mayu menjadi semakin tak tega saja.


“Kok belum tidur?” tanya mereka bersamaan.


Keduanya mendengus.


Mayu mendekat, langkahnya satu-satu, mengingat kakinya yang masih terasa sedikit ngilu. Ia menarik kursi disana dan duduk berhadapan dengan suaminya.


Beberapa menit suasana menjadi hening.


Reynan menunduk, air putih digelasnya sudah habis ia minum.


Mayu masih terdiam.


“Maafin aku, aku nggak bisa kalo kita kaya begini terus, aku bisa gila May” Tukas Reynan masih menunduk,”Semakin kamu jauh, semakin aku merasa zoe menyalahkanku terus menerus” tambahnya.


Mayu menunduk, sesekali menyeka air mata yang datang begitu saja.


Reynan menyadari istrinya terisak, ia mendongakan kepalanya, menatap Mayu dalam-dalam, bagaimana mungkin dia pernah setega itu dengan wanitanya.


“Kamu tahu kesalahanmu mas?” tanya Mayu.


Reynan mengangguk,"Aku tidak sekedar tahu, aku hafal May"


“Jangan kamu fikir ini air mata untukmu, ini air mata untuk ibunya Zoe yang terlupakan” jawab Mayu.

__ADS_1


“May......., aku nyesel, nggak seharusnya aku ninggalin kamu” tukas Reynan.


Mayu mengangguk,”Nggak seharusnya juga aku pergi dari kamu, Mas”


Reynan terdiam, menelaah perkataan Mayu.


“Aku cinta sama kamu Mas, kalo ingat tentang kamu aku bisa nangis, aku nggak punya kakuatan apapun untuk merubah kamu, aku cuma punya hati” Jawab Mayu.


Reynan meraih tangan Mayu. Menggenggamnya erat, seharian dia ingin melakukannya, menggenggam tangan Mayu dan mendekapnya,”Terimakasih May, kamu sudah menjadi istri yang sangat tulus untukku tanpa berfikir untuk betul-betul meninggalkanku, sudah bersedia menerimaku, menjadi ibu yang luar biasa untuk Zoe, aku nggak punya apapun yang sebanding untuk semua yang sudah kamu lakukan, kamu tahu? Aku tidak bisa tidur, aku takut, aku takut menghadapi kenyataan kalo kamu terus saja menghindar dariku, cukup May, jangan lagi, aku nggak sanggup May”


Mayu terdiam.


“Aku menyesal, aku mau kamu May, jangan lagi seperti orang asing yang tak menginginkanku” tukas Reynan, kini dia sudah terisak, menangis menciumi punggung tangan istrinya.


Mayu turut menangis, mengerti betapa tersiksanya Reynan menghadapinnya seperti ini.


“Aku nggak akan maksa kamu May, aku tahu kamu butuh proses untuk menyesuaikan semuanya, aku sadar, ini hukuman buat aku”


Mayu terdiam.


Mayu mengehala nafas, dia mengangguk, mengiyakan untuk tidak menghindar, ”Terimakasih Mas”


“Tapi aku mohon” tukas Reynan.


“Jangan terlalu banyak memohon” jawab Mayu.


“kenapa? Untuk cinta aku hanya seorang hamba”


Mayu tersenyum, menyeka air matanya.


“jangan lama-lama” tukas Reynan.

__ADS_1


Mayu mengangguk.


“aku takut May” Pekik Reynan lirih.


“takut apa Mas?”


“takut kamu akan terbiasa tanpa aku, aku nggak bisa” ungkap Reynan.


.........................................


Setelah percakapannya semalam dengan Reynan, hati Mayu mulai terbuka, cinta memang kadang harus bisa menjadi penyejuk sekaligus penghukum agar pelakunya menyadari betapa bergarganya cinta untuk selalu dijaga, tapi melihat Reynan dia seperti benar-benar menyesal.


Ia masih terbayang tubuh Reynan yang baru saja pergi meninggalkan rumah ibu, malam yang sudah mereka lalui begitu panjang.


Reynan menemukan kerinduannya.


Mayupun sama, rasanya balas dendam terhadap suami sendiri bukanlah hal yang dibenarkan, semakin dia membalas, hatinya juga kian hancur.


Mayu masih memejamkan mata teringat sentuhan lembut dari hati ke hati, jiwa ke jiwa hingga raga ke raga dari suaminya. Entah kenapa cinta membuatnya mudah bertekuk lutut, tidak ada alasan yang lebih logis untuk tidak menerima cintanya. Buktinya jika mereka bersama, hatinya akan terpaut saling bahagia.


“Kapan Reynan berangkat May?” tukas ibu menyadarkannya dari lamunan panjang tentang semalam.


Mayu mengerjap, menyadari kehadiran ibu,”Sebelum subuh Bu, nitip salam buat ibu, nggak bisa pamit, takut ganggu tidur Ibu katanya” tukas Mayu menjelaskan.


Reynan memang sudah kembali setelah permintaan maafnya diterima, tapi tiba-tiba Ibran menelfon jika ada hal yang harus ia selesaikan dikantornya siang ini, akhirnya Reynan memutuskan untuk berangkat ke Jakarta tanpa Mayu, dan berjanji akan menjemputnya.


“Harusnya kamu bangunin Ibu May”


“Nggak papa kok bu, lagian itu juga buru-buru bu, urusan kantor katanya, sudah lama kan dia selama ini sibuk dikalimantan”


Ibu tersenyum, melihat putrinya yang sudah kembali tersenyum, cinta memang rumit saat kita mencoba bermain dengannya, tapi cinta menjadi indah saat kita mengalirkan rasa dengan mengimbangi iramanya.

__ADS_1


Jika sepasang cinta mulai malu-malu, bahkan tak lagi ingin menunjukan cintanya, justru membuatnya semakin menjadi.


Mayu menelan salivanya, berjalan menuju kamarnya, senyumnya mengembang, ternyata dia sangat bucin terhadap Reynan, tak sampai satu hari suaminya disini, hatinya sudah luluh, dasar lemah, hahahha. Jika cinta sudah terpaut, hati tak bisa berbohong.


__ADS_2