
Reynan sudah membuat janji dengan dokter Daisy sore ini. Sementara dia menyelesaikan pekerjaan dikantor sedangkan Mayu menunggu dirumah.
"Bos, saya sudah menggeser pertemuan kita dengan perusahaan XX tentang kerjasama yang tertunda"
Reynan mengangguk.
"Untuk nanti sore.."
"Kosongkan jadwal saya nanti sore"
"Tapi ini..."
"Saya ada urusan yang jauh lebih penting dari apapun"
Jika sudah begini, artinya perintah Bos tak lagi bisa dibantah walau dengan alasan yang logis sekalipun.
............
"Bagaimana dok?"
Reynan sudah tak sabar menunggu dokter menjelaskan.
Alat ultrasonografi masih memperlihatkan ruangan dengan titik kecil diperut istrinya.
Mayu masih terdiam. Tangannya dan suaminya saling berpegang erat satu sama lain.
Dokter Daisy masih memastikan lagi hasil priksanya.
"Sudah tidak sabar ya pak Rey?" goda dr Daisy.
Membuat kesal saja, tak tahu kita menunggu mati-matian. Reynan.
"Pak Reynan bisa lihat ya pak, ini " Dr Daisy menunjukan sesuatu dilayarnya.
Reynan hanya mengangguk, percayalah dia tak tahu apa-apa.
"Ini sudah ada kantungnya, tapi masih kecil sekali, sekitar dua mingguan, semoga berkembang dengan baik, selamat ya Pak Rey dan Bu Mayu"
"Kesimpulannya dok?"
"Selamat anda akan menjadi seorang Ayah, dan ibu selamat juga ya, sebentar lagi akan menjadi seorang Ibu"
__ADS_1
..........
Reynan sudah melajukan mobilnya, kali ini kecepatannya sedang, dia membawa tiga nyawa sekarang, dia, istrinya dan calon buah hatinya.
"Kamu senang Mas?"
"Nggak ada alasan buat nggak senang sayang"
"Tapi kamu tegang banget pas diruangan tadi"
"Oh ya?"
Mayu mengangguk membayangkan suaminya yang tak sabaran.
"Untung dia dokter, kalo tidak, mungkin sudah kuuleg-uleg wajahnnya pake alat yang dipegangnya saat memeriksa kamu"
"hahaha"
"Percuma saja dijelaskan panjang kali lebar, aku tak tahu apapun tentang alatnya itu"
"Kamu lucu banget sih Mas"
"Beda kalo nanti jagoanku ini sudah agak besar, aku bisa melihatnya dengan anggota tubuhnya yang lain, bukan hanya titik titik kecil"
"Iya, tapi sebentar lagi kamu akan menjadi besar, semakin pintar, semakin sehat dan ketemu sama Mom dan Dad.."
"Semoga saja..." tukas Mayu, tak terasa pojok netranya bergeming.
Reynan terlalu sensitif, ia memilih meminggirkan laju mobilnya, berhenti sejenak saat melihat Mayu menangis.
"Kok berhenti Mas?" tanya Mayu sembari mengusap air matanya yang sudah ketahuan.
Reynan menatap istrinya lekat-lekat,"Kamu nanya???? kamu bertanya-tanya???" cakapnya sembari meniru yang lagi viral sekarang ini.
"amit-amit jabang bayi ya tuhan" tukas Mayu Memalingkan wajahnya.
Reynan sudah tergelak, bagaimana mungkin dia menjadi alay begini,"Sayang.."
"hmmm" sahut Mayu.
"Kamu sedih?"
__ADS_1
"Jujur ya Mas, emang aku tuh tadi lagi sedih, pas kamu malah bilang kamu nanya?? bertanya-tanya??? rasanya jadi marah, pengen aku uwes-uwes aja muka kamu, aku tarik aja dasinya biat kecekik biar puas !!"
"kok serem?"
"Lagian denger dari siapa sih itu?"
"Kata-kata viral tadi?"
"Nggak tau ah! kenapa jadi bahas itu sih"
"heheheh"
"ketawa lagi!"
"Yaudah, aku minta maaf ya sayang" sahut Reynan sembari memelas.
Mayu terisak, kali ini suaranya semakin keras, membuat Reynan kebingungan.
"Sayang, nggak papa kalo mau nangis tapi jangan keras-keras"
"Nggak boleh?"
"Ya bukannya nggak boleh, tapi nggak baik aja buat kamu"
"Kenapa emang?"
"Ya harusnya kan kita seneng, bahagia, masa malah nangis"
"Aku terlalu bahagia Mas" tukas Mayu, kembali tenang seperti semula. Bisa ya begitu? habis nangis tiba-tiba tenang, ini autornya lagi oleng gara-gara gak pernah update lama banget, sibuk mulu ngurus dua anak, bayi sama abangnya yang sekolah SD, yah jadi curhat wkwkkw.
"Kalau kamu terlalu bahagia, berati sama, aku juga bahagia banget, sangat bahagia, sangat bersyukur berada dititik ini sama kamu May, apapun yang sudah kita lewati, harusnya kita belajar"
Mayu mengangguk,"Nggak salah juga kan Mas kalau aku tiba-tiba ingat Zoe?"
"Dia anak kamu, anak kita, kenapa nggak boleh? tapi tolong, berhenti mengingat hingga menjadikanmu sedih terlalu dalam, dia sudah menemukan kebahagiaannya, dan kita juga akan bertemu dengan kebahagiaan kita. Zoe memang bagian dari kita, tapi dia sudah tak ada disini, jangan lagi merasa kecewa atau menyalahkan diri sendiri bahkan siapapun atas kejadian apapun. Ini kuasa Tuhan sayang, kita hanya seorang hamba"
Mayu berhambur memeluk suaminya, menghabiskan tangis yang ditahannya sedari tadi.
.............
Hanya kebahagiaan sahaja yang kini dirasakan keluarga Reynan dan Mayu, terlepas dari gangguan siapapun itu sudah tak lagi menjadi penghalang keharmonisan keluarga mereka, karena sejatinya cinta adalah tentang kepercayaan dan rasa cinta itu sendiri.
__ADS_1
Semoga apapun yang pernah terjadi antara Reynan dan Mayu dapat menjadi pelajaran untuk kita.
Terimakasih sudah membaca novel ini sampai selesai, semoga kalian sehat selalu, jumpa lagi dinovel-novel selanjutnya.