Memayu

Memayu
Episode 79 Musuh lama


__ADS_3

Sepulangnya dari kantor Reynan, Mayu menyempatkan membeli kebutuhan dapur yang habis. Memilah-milah sederetan botol-botol minyak dengan berbagai merk yang berjejer. Beberapa orang juga berada ditempat yang sama.


"Ini bagus buat Mpasi bayi nggak ya?" Tukas salah seorang yang jaraknya berdekatan dengan Mayu.


Mayu hanya melirik, tak mau memberi komentar, sebenarnya ia tahu minyak itu sangat baik untuk campuran Mpasi bayi, tapi jangan bicara jika tidak ditanya. Mayu turut mengambil satu botol yang sama dirak yang sama. Ia juga sering memakainya untuk memasak.


"Mba, buat Mpasi bayi juga ya minyaknya?" tiba-tiba pertanyaan itu mengarah kepada Mayu.


Mayu tersenyum,"Saya memakai minyak ini disetiap masakan saya Bu, jadi tidak hanya untuk Mpasi saja, untuk kita minyak ini juga punya banyak manfaat"


"Oh, saya baru mau coba Mba, kemarin baca-baca artikel, saya belum begitu faham, maklum ini anak saya yang pertama jadi saya masih belum mengerti"


"Oh, Ibu bisa pakai ini kok buat si kecil"


"Iya mba, makasih ya mba, saya bingung sedari tadi, mba nya masih muda tapi sepertinya sudah banyak tahu ya tentang bayi, anaknya sudah umur berapa mba?"


Mayu yang tadinya tersenyum tiba-tiba sorot matanya menciut, wajahnya datar, iya, seharusnya sekarang dia juga sudah mulai sibuk menata Mpasi untuk Zoe, jika saja...


"Mba..."


Mayu tersadar,"oh ya? sory.. sory... saya jadi melamun"


"Hehehehe iya nggak papa mba, jadi anak mba juga sudah mulai Mpasi?" masih berlanjut dengan pertanyaan yang sama, hanya kalimatnya yang sedikit berbeda. Masih tentang anak.


"Anak saya....., saya ..."


"Bu Mayu maaf, teleponnya berdering sedari tadi, bapak menelpon" tukas Yudi dari balik punggung. Membuat percakapan dengan Ibu-ibu tadi berhenti.


"Sampai ketemu lagi ya bu.."


"Iya mba..." Sahut Ibu-ibu tadi melambaikan tangannya.


Mayu tersenyum.


Yudi menyodorkan Handpone kepada Mayu.


Mayu mengecek panggilan dari Reynan yang tak terjawab sebanyak 3 kali. Ia segera menelpon Balik suaminya.


"Hallo..."

__ADS_1


"Hallo, Mas? kenapa?"


"Kamu dimana?"


"Di super market"


"Kenapa nggak langsung pulang?"


"Sekalian aja belanja buat perlengkapan dapur, ada apa si?"


"kamu kan bisa pesan online"


"Iya, tadi aku pikir biar sekaliyan lewat saja, emang kenapa mas? are you ok?"


"Iya, kamu langsung pulang saja ya habis ini"


"Iya mas, nggak lama kok, kamu kenapa si?"


"kasih ponselnya sama Yudi, aku mau ngomong"


Mayu yang sedikit bingung akhirnya memutuskan menyerahkan ponselnya ke Yudi,"Bapak mau ngomong"


Mayu menarik nafas, "Mas Rey berlebihan" tukasnya dan melanjutkan berbelanja.


............................


"Kok lewat sini pak?" Tanya Mayu kepada Yudi, sopirnya juga mulai aneh, tak seperti biasanya.


"Iya bu, sesuai perintah Bapak, ibu tenang saja, nanti juga sampai"


"Kalian ini kenapa si?"


Mayu kembali membuka ponselnya, pesan masuk dari Reynan, kembali menanyakan Keberadaannya, Mayu mulai tak habis pikir dengan ulah orang-orang hari ini. Mayu merasa tak perlu menjawab pesan masuk dari suaminya, sebentar juga pak Yudi akan mengantarnya sampai rumah.


Baru saja ponselnya ia letakkan didalam tas, Reynan sudah menelpon lagi. Mayu mendengus dan mengangkat telepon suaminya.


"Hallo suamiku, sebentar lagi aku sampai rumah kok, nggak usah hawatir deh, lagian ada pak Yudi"


"Kok kerumah? aku suruh yudi antar kamu ke apartemen, bukan kerumah! kasih ponselnya ke Yudi!" Mayu menjauhkan ponselnya, Reynan terdengar marah sungguhan. Mayu segera memberikan ponselnya kepada Yudi yang duduk terpisah dikursi kemudi.

__ADS_1


terdengar suara Reynan yang mengoceh begitu keras kepada Yudi sesaat setelah Yudi mengangkat teleponnya.


"Baik pak"


"siap pak"


"Ini bu, bapak mau ngomong lagi"


Mayu meraih kembali ponselnya, menempelkan ditelinganya, Mayu mulai sadar ada sesuatu yang serius.


"Sayang, dengerin aku ya, kamu nurut sama Yudi sekarang, yudi bakal antar kamu dengan mobil yang lain, kamu nggak usah banyak tanya dulu, please.."


"i....iya Mas"


"Mama juga sudah diapartemnt, nanti kita ketemu disana ya" tukas Reynan, nada bicaranya mulai tenang.


Yudi menghentikan laju mobilnya disebuah bengkel mobil, ia memberi isyarat agar Mayu tetap diam ditempat, sedangkan ia akan mencari taksi untuk kembali membawa istri majikannya pulang ke apartement.


Mayu menurut saja, dia sudah berjanji tak akan banyak bertanya.


Tak lama Yudi membuka pintu dan mengawal Mayu menuju mobil yang lain, Yudi juga tampak sangat berjaga-jaga.


.........


Reynan sudah sampai dulu di Apartement, menunggu Mayu yang terasa sangat lama sampai ke sana, padahal Mayu dulu yang keluar terlebih dahulu.


Mama sudah duduk disofa, memperhatikan anak laki-lakinya yang cemas menunggu istrinya, bagaimana mungkin, bahaya bisa saja sedang mengancam Mayu diluar sana.


Kejadian ini juga sempat terjadi sekitar lima tahun yang lalu, masih sama urusannya, tentang tanah sengketa yang berhasil Reynan menangkan, tapi kali ini jauh lebih rumit, lawan bisnisnya selalu memakai cara apapun untuk ini. Bedanya sekarang lawan bisnisnya salah sasaran, ia sudah berhasil membawa kassandra terlebih dahulu kemarkas mereka, terang saja Kassandra menjelaskan jika dirinya sudah bukan istri Reynan.


Tapi tak semudah itu bagi mereka, mereka tetap harus mendapatkan apa yang mereka inginkan dulu baru bisa melepaskan Kassandra.


Dulu Kassandra juga seperti Mayu saat ini, menkadi incaran mereka. Mereka yakin Reynan hanya bisa lemah dengan cara-cara yang seperti ini.


Awalnya Reynan menganggap ini sudah selesai, bahkan berita diculiknya Kassandra juga tak ia pedulikan lagi, tapi kini mereka mengincar Mayu atas keterangan dari Kassandra. Tak mungkin juga Reynan berdiam melihat Kassandra menjadi korban atas resiko pekerjaannya ini, walau bagaimana Kassandra tidak bersalah atas kejadian ini.


Semuanya menjadi semakin rumit sekarang, ditambah Bimo yang berulang kali datang mengancam jika sampai terjadi apa-apa dengan istrinya, dia juga tak akan tinggal diam, mungkin bukan nyawanya, tapi nyawa Mayu yang akan menjadi taruhannya.


satu menit berasa satu tahun.

__ADS_1


jeglek....


__ADS_2