
Mama dan Mayu barusaja sampai didepan rumah.
Mereka mengeliarkan belanjaan mereka dari mobil yang dibantu pak Yudi.
"Ma, maaf ya Mayu nggak bantuin, mau masuk dulu, Mayu kaya capek banget Ma, nggak papa kan Ma?"
"ya..ya.. nggak papa May, it's Ok masuk aja"
Mayu mengangguk dan berjalan Masuk.
"May?" Panggil Mama.
Mayu menoleh,"Iya Ma?"
"Perlu Mama panggilin dokter?"
"mm dokter?" Mayu menyerngitkan keningnya, "Mmmm nggak deh Ma nanti Mayu pikir-pikir dulu"
"Pikir-pikir?? gimana sih kamu May, kalo sakit kedokter aja atau mama panggilin dokter, malah pikir-pikir"
"Nggak papa udah Ma, biarin aja dulu deh, Mayu ngantuk banget soalnya"
"Aneh banget sih kamu"
"Yaudah Ma Mayu masuk dulu ya, dada Mama.." Tukas Mayu sembari berjalan masuk.
Mama menatapnya bingung, ini fiks menantunya sedang badmood parah.
"Taro didalam semua ya pak" Tukas Mama memerintah pak Yudi.
"Baik bu"
...............
Dua jam semenjak pulang dari pusat belanja, Mama masih belum melihat Mayu keluar kamar," Ini anak tidur beneran apa gimana sih" niat hati ingin membuka pintu kamar, tapi kemudia urung, takut malah tidurnya kebangun.
Suara Klakson mobil Reynan terdengar nyaring didepan, ini pasti pak Yudi ketiduran tidak sigap membuka pintu gerbang. Kebetulan satpam rumah sedang cuti.
"en... eni!" seru Mama memanggil asisten rumahnya.,"Pada kemana sih ni orang" Mama mendekat kedapur tak ada suara sama sekali,"fitri... fit......"
"Iya Nyah...."
"Dari mana si? eni kemana? kok dipanggil nggak nyaut?"
"Lagi nyuci Bu nyonya.. di atas"
"Pantesan, itu Pak Rey pulang, kamu bukain gerbangnya"
"Baik bu"
Fitri segera menuju keluar, membuka gerbang depan rumah.
Klakson mobil Reynan masih berbunyi, sangat tidak sabaran, untung saja bosnya baik, kalo tidak sudah ngedumel sedari tadi si fitri.
"Pada kemana sih?" Suara Reynan lantang dari dalam mobil.
Yudi baru terlihat berlari kearahnya, membaca situasi tidak akan baik-baik saja setelah melihat fitri yang terhopoh-gopoh membukakan gerbang.
Mobil Reynan melaju hingga teras rumah, ia turun dan melemparkan kontak mobil kepada Yudi, menyuruhnya memarkirkannya di garasi seperti biasanya.
Yudi mengira bos mudanya akan marah, ternyata tidak.
Reynan keluar dan memberikan tas kantornya kepada Fitri.
__ADS_1
"Ibu Mana?" Tanya Reynan, biasanya Mayu sudah menyambutnya.
"Dikamar tuan Bos"
"Dikamar? ngapain ya?"
"Mungkin nulis novel"
Reynan terdiam,"Nulis novel? sok tau kamu"
"Ya kali aja tuan bos, saya kan nebak"
Reynan berjalan masuk kerumah, fitri masih mengekorinya.
"Udah pulang Rey..." Sapa Mama dari dalam.
"Sudah Ma, Mayu mana ma?"
"Dikamar tuan Bos" sahut fitri dibelakangnya.
Merasa fitri tak perlu menjawab pertanyaannya Reynan mendadak membuang raut sinis,"Saya nanya sama Mama"
"Ya kan tuan Bos udah nanya sama saya tadi"
"Terus saya nggak boleh tanya lagi sama Mama saya?"
"Maksudnya..."
"Udah-udah, ribet banget kamu"
Mama mesem saja dibuatnya.
Reynan berjalan menuju kamarnya, membuka gagang pintu pelan, sengaja agar jika Mayu sedangbtidur dia tak terbnagun.
Reynan menyerngit, asisten rumah tangganya ini tak biasanya berubha menjadi pengganggu,"Apalagi?"
"Ini tas kerjanya" Tukas Fitri memberikan Tas kerja tuannya, gayanya masih sopan dengan membungkuk.
hanya Reynan yang sudah terlanjur bad mood saja kemudian mengambil Tas kerjanya sedikit sinis,"hmmmm"
Merasa pekerjaannya sudah selesai, fitri berjalan memunggungi Tuannya.
"Buatkan Kopi no sugar ya"
Fitri menoleh, "Saya tuan?" memastikan perintah itu ditujukan unyuknya.
"Siapa lagi?"
"Oh.. baik tuan bos, saya pikir bukan saya yang disuruh"
"Emang kenapa kalo saya nyuruh kamu?"
"Maaf tuan soalnya biasanya kan Nyonya bos yang bikin kopinya"
"Kamu mau komentar terus atau mau buat sekarang!"
"Siap tuan!!"
Reynan mendengus kesal sembari menutup pintu kamar. Belum juga ia menoleh, satu guling melayang tepat dikepalanya,"Aww...." Suaranya mengaduh terdengar hingga luar ruangan.
Membuat fitri dan Mama kemudian menjadi penasaran.
"Suaranya dari dalam kamar ya bu?" tanya fitri menyelidik.
__ADS_1
Mama yang tadinya ikutnpenasaran mendadak sadar jika asisten rumahnya mulai kepo,"ih kamu, udah sana bikinin kopinya Rey, ntar salah-salah malah kena omel lagi"
"Baik Ibu nyonya"
Mama menggeleng, asistennya ini selalu menyebutnya dengan panggilan berbeda-beda.
kembali ke kamar.
Reynan terkejut mendapati istrinya yang sudah berbalik badan dan menutup tubuhnya dengan selimut setelah melemparinya dengan bantal guling tanpa ampun. Sebenarnya bisa saja dia menghindar tadi, tapi gerakannya kalah cepat, bantal mengenai keningnya hingga kepalanya terdorong menghantam pintu, tersisa nyeri yang terasa sekikit membekas.
Awalnya Reynan ingin segera membalas, tapi dia perhatikan Mayu sedang badmood juga. Reynan memutuskan untuk mandi dan mengganti pakaiannya terlebih dahulu.
Mayu masih terdiam dibalik selimut, entah kenapa suara suaminya dan Fitri tadi terdengar sangat mengganggu. Ia kembali memejamkan matanya yang teramat ngantuk tapi tak bisa lelap.
Tok...tok...tok.
matanya mengerjap! baru saja akan terlelap, sudah ada suara mengganggunya lagi.
tok...tok...tok...
Reynan yang masih sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk sedikit melongokkan kepalanya keluar tempat wardrobe.
tok...tok..tok..
bahkan ada suara ketukan pintu istrinya juga tak mau sekedar bangun untuk membukanya. Reynan memutuskan untuk membuka pintu.
lagi-lagi fitri.
"Maaf tuan bos, ini kopinya"
Reynan membuka pintu.
fitri meletakan kopinya dimeja dekat kamar.
"Terimakasih"
"Iya pak bos" Tukas fitri, nah... ini baru pak bosnya, yang selalu baik.
"Bawa keluar kopinya nggak?!" Suara Mayu mendadak mengagetkan Reynan dan fitri.
mama juga mendengar sedikit bising-bising dikamar.
"Kenapa si sayang? itu kopi saya" tukas Reynan.
Mayu mendadak duduk dan membuka selimutnya, rambutnya sudah tak karuan, ia juga tertidur tanpa mengganti pakaiannya,"Bawa kopinya keluar apa aku yang keluar!" nadanya mulai mengancam.
Reynan tampak bingung.
Fitri juga menunggu perintah Reynan.
"Cepet fitri!!!!"
fitri mengerjap setelah namanya dipanghil,"Baik-baik bu nyonya bos" Fitri segera membawa nampannya,"Maaf tuan bos, saya lebih baik dimarahi tuan bos, nyonya bos tak pernah semarah ini, permisi ya, kopinya saya sipakan dimeja saja"
Reynan masih terdiam, Mayu kenapa?.
Fitri sudah keluar dan menutup kembali pintunya.
Mayu bersiri menyibak selimutnya kasar, ia berjalan menuju kamar mandi.
"Are you oke?" tanya Reynan memastikan istrinya baik-baik saja.
"Aku ora popo" jawab Mayu dengan jawa khasnya dan beranjak pergi.
__ADS_1
Reynan menghela nafasnya, ada yang salah?