Memayu

Memayu
Episode 70 Kangen


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu, urusan dikantor tentang pengembangan bisnis dan perencanaan kerjasama luar negeri perusahaan SAM PROPERTI LAND miliknya sudah ditangani, kini saatnya Reynan bergegas menjemput istrinya yang sudah menyiksa pandangan dan perasaannya selama ini, semoga kerinduan ini berujung indah.


Kali ini Reynan memutuskan untuk pergi dengan pesawat, karena perjalanan darat terlampau lama dan sangat melelahkan untuknya. Dia pergi sendiri saja, persis seperti saat mencari Mayu kerumah Ibu.


.......................


Meskipun besok baru akan kembali kejakarta, Mayu memilih berkemas sekarang, karena pasti nanti saat sampai Reynan tak mau ia cuekin, dia masih menata pakaiannya satu persatu, perasaannya lega karena rumah tangganya telah kembali membaik, tapi dia sedih karena harus berpisah dengan Ibu dan Arif, tapi berlama-lama disini juga tidak mungkin.


“Nanti ini dibawa ya nduk, oleh-oleh untuk Mama” tukas Ibu sembari menata bungkusan putih diatas meja yang dirapihkan satu-satu kedalam kardus makanan, sepertinya lumayan berat. Kardusnya juga lumayan besar, itu sih bukan hanya untuk Mama, tapi untuk semua orang dirumah, Ibu memang kerap membawa makanan ringan khas daerahnya saat Mayu pulang ataupun saat Ibu datang ke jakarta.


“Makasih banyak ya Bu, nggak perlu repot-repot bu, Mayu kan pulang naik pesawat”


“Nanti ibu yang bilang sama Reynan, dia suruh bawakan, pasti mau” tukas Ibu.


Mayu tersenyum, jelas Reynan mau, sejauh ini hanya perintah dari ibu yang belum pernah Reynan tolak, padahal ibu bukan type mertua yang galak, hahahah tapi ada baiknya juga.


..............................


Reynan sudah sampai sore ini didepan rumah Ibu, diantar taksi dari bandara.


Arif sudah terlihat menyapa kakak iparnya itu didepan rumah,”Mba!! Mas Rey udah datang nih”


“Iya...!” terdengar suara Mayu dari dalam.


Reynan sengaja memesan taksi untuk satu hari kedepan supaya nanti saat akan kembali kebandara dia bisa menggunakan taksi yang sama.


“Sendirian Mas?” Sapa Arif mencium punggung tangan Reynan sesaat setelah Reynan sampai diteras rumah.


“Iya, sendirian, Mba Mayu mana?”


“Sabar Mas sabar, itu didalem” tukas Arif meggoda Reynan.


“Ha ha ha” Reynan menoyor kepala Arif ringan.


Arif sigap menghindar dan membenarkan rambutnya kearah belakang sembari berkata dengan nada khas,”Slepet....”


Reynan semakin tergugu saja melihat tingkah Arif yang sangat berbeda dengan Mayu. Reynan segera menuju kedalam.


“Mas! Tunggu dulu, Ps gimana urusannya?”


“Kenapa lagi si?”


“Ps gimana Ps”


“Memang gimana?” tanya Reynan.


“Haduh... masa harus dijelasin, kemaren Arif kan nyewa, sampe sekarang sudah seminggu belum dibayar” Jelas Arif.

__ADS_1


Reynan tertawa, Arif mencoba memintanya untuk membayar sewa PS,”Ohh itu...." Reynan membuka dompetnya ditas slempang kecil yang melingkar didadanya,”Aku nggak punya cash Rif”


“Katanya orang kaya, masa nggak punya cash, kalo makan dimall gimana?”


“Kalo makan di mall kan bisa pake kartu kredit”


“Loh kok aneh, katanya orang kaya Mas, masa bayar makanan aja dikredit”


Reynan menggeleng-geleng, ini Arif memang lagi ngelawak atau emang nggak tau, Reynan menyodorkan ATM kepada Arif, “Kamu minta dianter sama sopir taksi itu didepan, kamu ambil uang diATM deket sini, terserah mau ambil berapa, tapi jangan banyak-banyak, nanti Mas dimarahin sama Mba Mayu”


“Iya Mas iya, berapa dong ngambilnya?”


“Kamu butuhnya berapa?”


“Banyak Mas kalo butuh mah”


“Buat bayar Ps nya” Jelas Reynan.


“Sehari tiga puluh ribu berati seminggu tujuh hari kali tiga puluh jadi 210 Mas”


“PS apaan sih sehari 30 ribu? Hahahahah”


“Mahal itu mas, padahal Arif udah korupsi lima ribu, tau gitu bilang aja lima puluh ribu ya”


“Ha ha ha ha” Reynan semakin terbahak dan kembali menoyor kepala adiknya, meremas rambutnya, kali ini berhasil.


“Jadi Arif ambilnya berapa Mas?”


“Lima ratus boleh mas”


“Boleh”


“Sejuta Mas?”


“Boleh”


Arif berlari kegirangan sembari berteriak tak jelas,”Ngimpi apa gue kaya disorga hahahahaha” tukasnya.


Reynan hanya geleng-geleng.


Mayu sudah berdiri disana,”Arif kenapa Mas?”


Reynan menoleh, istrinya sangat cantik disana, ia segera mendekat dan memeluk Mayu.


“Mas ih... lepasin”


“Kenapa si? Kan kangen”

__ADS_1


“Malu, dilihatin tetangga”


“Biar mereka pingin”


“Ih Mas, nggak enak, ada ibu didalem”


Reynan segera mengendurkan pelukannya, merasa jika ibu benar-benar ada didalam, tidak enak saja, padahal saat didepan Mama dia bisa bebas mencium-cium istrinya, hanya Mayu yang kerap protes.


Mayu tersenyum, Reynan type orang yang tergolong sangat menjaga image didepan mertuanya. Ha ha ha ada gunanya juga menakut-nakutinya.


“Wh si Arif kenapa?” tanya Mayu mengulang.


“Nggak papa” Jawab Reynan.


“Kok dia triak-triak?”


“Sudahlah nggak penting, yuk masuk” ajak Reynan kedalam.


Mayu mengikut saja, suaminya sudah menarik lengannya terlebih dulu.


..........................................


Reynan segera menutup pintu saat tiba dikamar Mayu. Kembali memeluk istrinya dengan kerinduan yang mendalam.


Mayu hanya pasrah dihujani berpuluh-puluh ciuman, dia hanya diam tak merespon, karena jika merespon pasti kelanjutannya akan panjang.


“Sayang” Tukas Reynan.


“Hmmm”


“Kok hmmmm ?” Protesnya.


“Ya Apa?” jawab Mayu sembari merapihkan alat-alat make upnya.


“Kamu nggak kangen sama aku?"


Mayu berjalan meletakkan tas make upnya kedalam tas sholdernya,”Ya kangen juga sih, tapi nggak sekarang”


“Oh nanti aja ya?” tanya Reynan dengan senyum misterius.


Mayu menatap Reynan, tersenyum meledek.


“Jangan seperti itu, aku semakin gemas” protes Reynan melihat ekspresi Mayu.


“Sengaja”


“Awas ya nanti” ancam Reynan.

__ADS_1


“Ha ha ha” Mayu tertawa lepas.


Reynan merebahkan tubuhnya dikasur, memandangi langit-langit kamar, kembali teringat malam pertamanya yang lucu.


__ADS_2