Memayu

Memayu
Episode 25 Ada yang menghilang


__ADS_3

"Sudah ka.." Reynan membuka pintu ruangan. Mata Reynan mendapati Mayu yang berdiri mematung, dr.Dhemas dan yang paling membuatnya terkaget ada wanita masalalunya disana. Reynan merasa ada yang salah disini, dia merasa Mayu tidak sedang baik-baik saja disana.


dr.Dhemas dan Kassandra terkaget, kenapa Reynan bisa ada disini.


Mayu berlari menghambur dari ruangan, bahkan melewati Reynan yang sudah berdiri memohon penjelasan disana, Mayu mengembalikan ponsel Reynan dengan cepat meninggalakan ruangan.


Reynan terkejut, mata bengisnya kini memandang ke arah dr.Dhemas dan Kassandra, "jika terjadi sesuatu, saya pastikan kalian tidak akan baik-baik saja" tukas Reynan dan segera mengejar Mayu.


dr.Dhemas mendadak bingung dan gelisah disana, sahabatnya itu pasti sangat kecewa, tapi rasa cintanya kepada Mayu sungguh sangat mengganggunya.


Berbeda dengan Kassandra, ia merasa berhasil memanfaatkan cinta dr.Dhemas untuk membantu mengembalikan Reynan kepadanya, walaupun hasilnya tidak sesuai, setidaknya dia bisa memastikan Mayu berhasil terpengaruh. Entah kenapa Bimo menjadi tak berarti apa-apa saat ini, mungkin Reynan juga masih mau memaafkannya, setidaknya, namanya masih tersimpan rapi dibenda pipih yang selalu Reynan bawa itu.


......................................................................


Semenjak kejadian yang Reynan pun tak tahu menau asal mulanya, dia sulit sekali untuk menemui Mayu, bahkan beberapa kali dia datang ke klinik dan arama hasilnya nihil, semua mengatakan jika Mayu mengambil cuti.


Tak hanya Mayu, berulang kali Reynan menemui dr.Hanan untuk menemui dr.Dhemas, tapi sehari setelah kejadian itu dr.Dhemas pergi kebandung. Reynan mencari penjelasan mungkin saja dr.Hanan tahu sesuatu, tapi tak sepatah katapun keluar dari mulut dr.Hanan. Semuanya seakan menghindar. Reynan tak tahu menahu apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Reynan merasa Mayu tak pernah benar-benar berada jauh darinya, tetapi kenapa? tak ada satu penjelasan apapun, seburuk itukah atau setidak penting itukah dirinya dimata Mayu? sekecil inikah rasa yang Mayu bangun untuknya?


Wajah Mayu saat berdiri mematung dan reaksi spontan Mayu saat berlari menjauhi Reynan dan meninggalkannya dengan taxi masih terbayang di hati Reynan. satu minggu cukup membuat Reynan hancur.


"kita kemana lagi bos?" Tukas Ibran menanyakan tujuan mobilnya.


Reynan tersadar, dia masih duduk terdiam di mobilnya dengan kemeja yang ia gulung hingga siku dan kaca mata hitamnya.


"Apartement" tukas Reynan singkat.


Ibran dan pak yudi menurut saja, tapi Ibran memutuskan untuk kembali ke kantor, ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan, biarkan bos nya yang sedang patah itu tenang.


Reynan menyalakan lampu Apartemennya, memandang sofa besar disana, membayangkan pertemuannya dengan Mayu saat Mayu menemaninya pingsan tak sadarkan diri, ada wajah polos Mayu yang tergambar jelas disana.


Mayu, Mayu, Mayu, lihat saja, aku tak akan menyerah sedikitpun.


................................

__ADS_1


Ditempat ini, masih di Asrama, Mayu terdiam, bahkan teman-temannya tak satupun berani menanyakan dan memintanya untuk bercerita, lima kali dalam satu minggu ini Reynan tampak berdiri di pagar depan Asrama, Mayu selalu melihatnya dari balik jendela kamarnya, tidak mungkin dia datang berulang-ulang jika tak mencintainya, tapi fakta yang ada Reynan masih belum melupakan Kassandra. Semua akan baik-baik saja, bahkan mungkin jika Mayu tak mengetahui sekalipun.


Dewi dan Imel selalu menemani Mayu, sesekali memberi saran, diam saja tak akan berpengaruh apa-apa, justru akan semakin memperburuk keadaan, sikap Mayu yang diam semakin lama bukan hanya melukai Reynan, tapi melukai perasaannya sendiri. Dewi dan Imel selalu menjelaskan bahwa semuanya hanya butuh penjelasan, tentang apa yang sudah terjadi biarlah, Cara Reynan mencarinya, terus mencoba mencari hingga berulang-ulang mendatangi tempat yang sama adalah bukti ia sangat mencintai, apalagi laki-laki seperti Reynan, mudah saja menemukan ribuan gadis saat ditinggal Mayu, tapi Reynan berbeda.


"Nggak papa kalo sekarang lo nggak dengerin nasehat kita, kita sebagai sahabat selalu support semua keputusan lo, asal lo bahagia" Tukas Dewi.


"tapi ingat May, waktu terus berjalan, dunia terus berputar, kita masih harus melanjutkan hidup, nggak mungkin kan lo bakal selamanya disini nangis di pojokan seumur hidup lo" Tambah Imel.


"gue kok jadi bayangin kalo selamanya lo disini pasti bakal ada kabar momok Asrama angker, hantu nenek-nenek yang meninggal menangisi nasib percintaannya waktu muda, serem nggak si?" Tambah Imel dengan gaya tengilnya.


Ketiga sahabat itu kini berpelukan, Mayu sedikit menyungging senyumnya mendengar celoteh Imel.


"jadi kapan lo mau ngomong sama Mas Rey kamu itu?" tanya dewi.


"gue masih belum mau ngomong sama dia wi, pleace ya, jangan tanya-tanya Reynan dulu"


Dewi dan Imel hanya bisa mengiyakan jawaban Mayu.

__ADS_1


...................................


__ADS_2