
Jam sudah menunjukan pukul 02:00,Mayu masih belum terpejam, Reynan belum juga menunjukan tanda-tanda akan bangun, entah sampai kapan malam ini akan berakhir, jam berputar terasa menjadi sangat lambat, Mayu harus bersiap untuk pekerjaannya besok pagi, posisinya menjadi serba salah.
Tak disangka rasa kantuk mulai menguasai otaknya, Mayu tertidur disofa dengan posisi duduk.
“hey, sedang apa kamu disini?”
Suara seseorang mengagetkan Mayu dari tidur singkatnya, Mayu terbelalak kaget, Reynan sudah berada didepannya, Mayu menyerngitkan dahi, mulai mengumpulkan memorinya yang berantakan.
Reynan terlihat santai duduk disofa sembari membersihkan air diwajahnya dengan handuk.
“manusia aneh, tiba-tiba menjadi sangat cool begini, rupanya dia sudah sadar, mencuci muka bahkan ingat juga untuk mengganti kemejanya” gerutu Mayu.
“pak Rey sudah bangun?”
Reynan mendongak, mata sipitnya terlihat dipaksakan melotot setelah melihat sesuatu digenggaman Mayu. Mayu tak sadar, ponsel Reynan masih ia pegangi sedari malam. Reynan refleks mengambil paksa ponselnya, mengecek apa yang mungkin sudah mayu Buka dari ponselnya. Reynan menghela nafas panjang.
Mayu merasa sesuatu akan terjadi padanya, sial sekali nasibnya, berpatroli menjaga manusia mabuk, tidur satu jam dan kemudian ketahuan lancang mengecek ponsel orang tanpa izin, ia merasa tidak akan mendapat pahala apapun dari niatnya menolong kali ini.
“lancang sekali kamu?”
“maafkan saya pak, saya nggak sengaja, saya nggak bisa tidur terus...”
Reynan mendekat dan memperlihatkan wajah bengisnya. Entah kenapa tatapannya seperti akan membunuh.
“saya berjanji tidak akan memberitahukan kepada siapapun termasuk dr.hanan” entah kata-kata apa yang ia lontarkan, tapi saat itu pula Reynan sudah berbalik dan terlihat masuk kekamarnya yang terbuka, melemparkan ponselnya sembarangan dan membuka baju yang menempel ditubuhnya.
Mayu menutup matanya, entah ia harus bagaimana, dari meja kaca kamar reynan yang mengarah kepadanya sangat jelas memperlihatkan bentuk kotak-kotak diperut Reynan, Mayu refleks berbalik dan menutup matanya, ”kenapa dia tidak sopan sekali, bahkan gue bukan istrinya” tukasnya.
”saya antar kamu pulang” tukas Reynan sembari meraih kontak dimeja, Reynan mengganti kaos pendeknya dengan kaos panjang sekarang. apapun bajunya tetap saja tidak mengurangi pesona maskulinnya.
Mayu menyerngitkan dahi, ada sesuatu yang menimbulkan bunyi diperutnya.
“kamu kenapa?” tanya Reynan.
“nggak papa kok pak”
“laper?”
Mayu meringis, tak lama ia mengangguk.
__ADS_1
Reynan menghela nafas, berjalan kearah dapur yang tak jauh dari ruang tamunya, ”kamu ada alergi makanan?”
Mayu kembali mengernyitkan keningnya, kepalanya menggeleng. Dalam hatinya terbesit kok ada ya laki-laki yang sedetile itu sampai harus nanyain alergi makanan segala, udah kaya dokter aja deh, wkwkkww.
Reynan datang membawa salad buah dari dalam lemari pendingin,”hanya ada ini, nggak papa kan?”
Mayu mengangguk dan meraih kotak salad dari tangan Reynan.
Reynan berjalan, melewati Mayu dan bergerak mencari sesuatu.
Mayu tersenyum, hatinya bergetar, jantungnya terasa berdetak kencang, ”plis mayu, bersikaplah normal, ya tuhan kasihanilah hamba supaya hamba tidak terlihat norak, Pak Rey asli gantengnya nggak habis-habis”.
Reynan menyalakan televisi dan kembali berjalan kemudian duduk disamping Mayu, melipat satu kakinya, menyenderkan tubuhnya disofa empuk itu.
“terus ngapain nyalain tv kalau duduknya tetap disini, aduh bikin canggung aja deh”
“kamu ada ngomong sesuatu?”
“ng...nggak kok pak”
Reynan melirik kotak salad yang sudah berkurang setengahnya,”kamu berapa hari nggak makan?”
Reynan menggeleng,”itu hanya sisa satu saja, makanan favorit aku dan yudi, kalau masih lapar nanti biar saya belikan makanan diluar”
“udah cukup kok pak, pak yudi sering makan disini? Bareng sama Pak Rey?”
“iya, oh ya kamu harus banyak makan, badan kamu terlihat terlalu kurus”
Mayu mendelik menyelidiki tatapan Reynan yang mendadak horor.
“itu menurutku, besok-besok rajin olahraga dan makan makanan yang seimbang”
“Pantes saja bu Kassandra cantik banget, pak Reynan pasti cerewetin Bu Kassandra terus ya?”
Reynan terkikik, ”justru saya mengerti karna dia yang selalu cerewetin penampilannya sendiri” Reynan tertawa, asli tertawa, entah apa yang dibayangkan pria ini.
Mayu tersenyum, sebenarnya Reynan baik, bahkan tak pernah membandingkan orang dari kastanya, buktinya dia mau satu sofa dengan Mayu, bahkan makanan yang ia simpan dikulkas juga makann yang sehari-hari pak yudi nikmati saat makan bersamanya.
Tapi tiba-tiba tawanya terlihat aneh, raut mukanya mulai berubah, mungkin ia teringat apa yang sedang keluarganya alami, Mayu merasa sedikit bersalah sudah memulai membahas Kassandra.
__ADS_1
“mmm saya sudah selesai pak Rey”
Reynan hanya diam dan segera meraih kontaknya, terlihat sekali wajahnya yang murung, mengisyaratkan kepada Mayu untuk meninggalkan bekas salad ditangannya, Mayu mengikut saja.
Mayu hanya bisa membuntut dibelakang Reynan, perasaannya kawatir, Reynan barusaja bangun selepas mabuk parahnya, dan berujar akan mengantarnya pulang, takut saja jika Reynan mengalami hangover parah saat menyetir, akan sangat berbahaya.
Tanpa sepatah kata apapun disepanjang jalan menuju Tempat tinggalnya, Reynan benar-benar mengantarnya pulang.
“lupakan kejadian hari ini, saya berharap perkataanmu bisa dipercaya, istriku tidak seburuk yang kamu fikirkan, saya berterimakasih untuk bantuanmu”
“tidak seburuk yang aku fikirkan? Pembelaan macam apa ini?” tukas Mayu dalam hati.
Mayu hanya mengangguk dan turun dari mobil, Tuhan memang sangat sempurna menciptakan kuasanya, pria yang menyebalkan tadi benar-benar menunjukan sisi terbaiknya, ketampanannya, kenapa Mayu tak habis-habisnya terbawa perasaan.
“terimakasih pak”
Reynan segera melaju dengan mobilnya.
Mayu menghela nafas panjangnya,”untung gue selamat” Mayu menyungging senyumnya, Reynan tak seburuk yang ia kira, tapi tetap saja Reynan bucin maksimal, masih membela istrinya disaat sudah ketahuan, menyedihkan sekali.
Tapi setidaknya selain tampan dan kaya, Reynan memiliki cinta yang sangat luar biasa.
Mayu tergelak, seperti ada yang aneh, bagaimana mungkin ia meninggalkan pasangan sepatunya dimobil Reynan, “ya Tuhan, tolong selamatkan hamba” Mayu hanya bisa pasrah.
Reynan terduduk sediri disofa Apartemennya, pandangannya mengarah pada jendela kaca yang menyuguhkan panorama kota yang mulai menunjukan kesibukannya, entah bagaimana ia akan mengakhiri ini semua, perasaannya tak menentu, hidupnya akan seperti apa jika tanpa Kassandra, akan lebih indah atau sebaliknya.
Bagaimana ia bisa menjalani hari-harinya, ia selalu bermimpi indah akan hari tua bersama Kassandra, ia akan selalu memandang dan mencintai istrinya hingga menua, serasa dia sudah menghabiskan sisa-sisa rasa cintanya hanya untuk Kassandra, mungkin dunia akan membencinya dengan sejuta umpatan pengecut, tapi ia ingin tetap bersama istrinya, ia ingin tetap berpijak dengan belahan hatinya.
Dia sudah menghabiskan cintanya hanya untuk Kassandra, bahkan tidak ada sisa cinta didunia kecuali hanya untuk Kassandra.
Reynan menangisi perasaannya, kenapa harus Tuhan ciptakan Kassandra yang begitu indah untuk dirinya, Kassandra yang sudah menjadi miliknya tapi diam-diam menghianatinya.
Entah apa yang sedang Tuhan rencanakan untuknya, ia merasa rela untuk tidak mendapatkan buah cinta dari pernikahannya sekalipun, asal Kassandra tetap hanya untuknya. Perasaannya hancur, ingin mengakhiri dengan tidak meninggalkan Kassandra. Bagimana ia bisa menjadi sangat lemah.
Reynan memilih menjadi laki-laki bodoh agar bisa terus bersama Kassandra yang terus saja menghianati, mencintai Kasihnya dengan kebohongan, entah cinta atau keharusan, entah apa yang menguasai pikiran dan otaknya hingga untuk mengambil keputusan dihidupnya terasa sangat sulit.
Entah kenapa kata-kata perawat menyebalkan itu tiba-tiba mengusik alam bawah sadarnya, apakah aku terlalu diperdaya sehingga mataku terlalu buta untuk melihat penghianatan didepan mataku sendiri atau mungkin hatiku yang terlalu kuat untuk terus diinjak-injak.
__ADS_1