
Reynan mengangkat telepon yang masuk. Sebenarnya dia sudah punya janji dengan dr.Desi, dokter kandungan Mayu yang sempat beberapa kali Mayu telepon untuk berkonsultasi saat masih di New York.
..............................................
“Congratulation....Your baby Boys...” Tukas dr.Desi sesaat setelah memeriksa Mayu lewat alat ultrasonografi.
Reynan dan Mayu seketika terdiam, saling memandang satu sama lain, entah sebuah kebetulan atau bagaimana, selama ini mereka berdua memang menganggap Bos kecilnya adalah seorang laki-laki.
Reynan dan Mayu saling berpegangan tangan, mereka sangat berbahagia mendengar setiap detile penjelasan dari dokter, jika bayi mereka seorang laki-laki, sehat kondisi bayi dan ibunya.
“Thank You dok, saya sampai speechless nggak tahu mau ngomong apa” tukas Reynan sembari mengusap rambut Mayu yang masih berbaring dibed.
“Oke, pemeriksaan kali ini cukup ya" Tukas dr.Desi kepada keduanya, "Suster bisa dibantu Ibu Reynannya” perintah dr.Desi kepada asistennya u tuk membantu membersihkan gel setelah pemeriksaan ultrasonografi.
"Baik dok"
...........................
Sebelum pulang, Reynan dan Mayu memutuskan untuk menikmati malam mereka di Appartement.
Mayu tiba-tiba rindu tempat itu.
Reynan dan Mayu duduk berdua dibalkon, tidak ada kursi disana, Reynan memutuskan mengeluarkan sofanya keluar, tentu tanpa bantuan siapapun, dia hanya ingin mewujudkan apapun keinginan ibu hamil disampingnya.
Mayu hanya ingin melihat taburan bintang dilangit jakarta, setelah beberapa bulan melihatnya dilangit New York, ternyata kota sendiri lebih membuatnya damai, meskipun keindahannya terlihat sama.
Mayu duduk sembari membuka-buka ponsel, begitupun Reynan.
“Sayang, kalo nanti Bos kecil kita kasih nama Bintang aja gimana?” Tiba-tiba Mayu menyahut, memecah keheningan yang mereka ciptakan sendiri.
Reynan mematikan layar ponselnya,”Hmmmmm, Bintang? kayaknya udah banyak deh sayang, nama Bintang” Jawab Reynan.
Mayu manggut-manggut,”Benar juga Ya, ada ide nggak?”
“Apa ya? Hmmm gimana kalo Zoe?” Tukas Reynan.
“Zoe?” Tanya Mayu memastikan.
__ADS_1
“iya, hidup, artinya hidup, Zoe Marey Samodra. Marey itu nama kita, dan samodra nama keluarga Ayah, gimana?” Tukas Reynan menjelaskan idenya.
Mayu mengangguk,”Bagus! i like it, Zoe”
Reynan mengusap perut bulat Mayu,”Zoe...”
Mayu terkejut, ada sesuatu yang tiba-tiba membuatnya kaget.
“Are you oke?” Reynan turut Terkejut dengan reaksi Mayu yang tak seperti biasanya.
Mayu meraba perutnya,”Ada yang nendang”
Reynan menyerngitkan kening,”Nendang? What?! Zoe?”
Mayu masih meraba perutnya,”Hah?!” Mayu menahan ekspresi terkejutnya,”Dia gerak Mas!”
Reynan masih belum mengerti.
Mayu meraih tangan Reynan dan disentuhkannya ke perut bulatnya itu,”Coba-coba kamu panggil dia lagi!" Perintah Mayu.
“Me?” Reynan menunjuk dirinya, ritme jantungnya mulai berubah.
Reynan menarik nafasnya,”Zoe i’m your Daddy...”
Keduanya terkejut, keduanya merasakan ada gerakan kecil berupa tendangan-tendangan lembut dari perut Mayu. Reynan menatap Mayu tak percaya, kehidupan didalam kandungan benar-benar nyata dia sentuh.
“is he Moving?” Tanya Reynan memastikan.
Mayu mengangguk, tersenyum, tak sadar air matanya menetes, Tuhan benar-benar baik memberinya kesempatan untuk menjadi ibu secepat ini, dia merasa bertanggungjawab atas semua kehidupan yang ada didalam tubuhnya, dia tak boleh egois, dia harus menjaga semua yang Tuhan titipkan.
Reynan memeluk istrinya, air mata dari ujung mata kokohnyapun menetes tanpa istrinya sadari. Ia menciumi Mayu yang menangis bagahia dipelukannya. Tak bisa mengungkapkan syukur yang seperti apa lagi.
.........................................
Kehidupan berjalan begitu singkat, Reynan sudah mulai sibuk kembali dengan pekerjaannya dikantor, tak jarang Reynan meninggalkan Mayu untuk pekerjaannya bolak-balik dikalimantan, mengunjungi pembangunan renovasi area pertambangan yang beberapa bulan lalu sempat longsor dan memakan banyak korban.
Mayu menikmati harinya dengan mengikuti senam ibu hamil ditemani dengan Mama bahkan tak jarang ditemani oleh dua sahabatnya, Dewi dan Imel, mereka masih antusias saja menemani Mayu saat Mayu ingin ditemani.
__ADS_1
Sempat sekali waktu kehamilannya menginjak usia 6 bulan Mayu berkunjung kerumah ibu, tapi sekarang usia kandungannya yang mulai membesar, Ibulah yang memutuskan untuk keJakarta jika kangen dengan putri semata wayangnya.
Kehidupannya sangat berjalan normal, disekitarnya dikelilingi oleh orang-orang yang sayang kepadanya.
Reynan hampir setiap bulan melakukan kunjungan keluar kota, tapi saat jadwal kontrol Mayu menemui dokter, seberapa sibuknya, dia pasti selalu mengantar istrinya kedokter. Perkembangan Zoe selalu menjadi semangatnya bekerja setiap hari.
Apalagi diusia kandungan yang sudah tujuh bulan ini semakin jelas saja lewat pemeriksaan ultrasonografi, wajah Zoe benar-benar mirip dengan Reynan. Dia yakin bayinya ini akan menuruni Wajah hingga wataknya, Reynan sudah tidak sabar melihat fotokopi dikehidupan nyatanya ini lahir dan menghiasi setiap harinya.
Mayu yang kadang merasa sebagai ibu sepertinya Zoe benar-benar didominasi oleh Ayahnya, tak ada sedikitpun dari pemeriksaan yang mengatakan jika ada bagian wajah Zoe yang mirip dengannya, Reynan menang banyak, mendapatkan keduanya dari Mayu. Tapi tak menjadi masalah, jika Zoe mirip ayahnya sudah pasti dia akan menjadi laki-laki tangguh, tampan seperti Daddy.
Reynan setiap dua jam sekali juga rajin melakukan video call dengan Mayu. Apalagi akhir-akhir ini Mayu sering bercerita tentang gerakan Zoe yang lebih kuat dari biasanya. Menambah kerinduannya semakin mendalam saja.
Seperti hari ini.
“Hallo Daddy, gimana kerjanya? Semangat kan?” Tanya Mayu dari balik ponsel.
“Semangat dong sayang, Jagoan lagi ngapain nih?” Tanya Reynan.
“Jagoan terus yang ditanyain deh, Mommynya nggak?” Tanya Mayu menggoda suaminya.
“Iya.... Mommynya Zoe yang cantik lagi ngapain sih?”
Terlihat Mayu berada dirumahnya namun dengan design ruangan yang berbeda, serba biru.
“Ayo tebak kita lagi ngapain?” Mayu mengarahkan kameranya kearah Mama,”oma... ada yang Kepo nih mau tahu kita lagi ngapain?”
Mama menoleh, melihat Reynan yang sedalng melakukan panggilan video langsung,”Tebak dong nih, spesial dari Oma bantuin Mommy nyiapin kamar buat Zoe” Tambah Mama.
“Wah.... asik banget Zoe banyak yang sayang, terimakasih Oma, aduh... Reynan jadi semakin dibelakang aja dong nih" Tukas Reynan mengutarakan kecemburuannya kepada Mama yang lebih sayang dengan Zoe.
“Hahaha kasian banget deh daddy” Sahut Mayu menertawai suaminya.
“Jangan coba-coba saingan sama zoe ya? nanti omanya marah” Sahut Mama kepada Reynan.
Tawa mereka menggema.
Zoe memang memberi harapan baru utnuk keluarga samodra, hampir setiap hari pembicaraan dikeluarga menyangkut tentang zoe. Segala persiapan terbaik sudah jauh-jauh hari mereka persiapkan.
__ADS_1
Mama juga merasa hidupnya semakin berwarna, melihat kehamilan Mayu mengingatkannya pada mendiang suami, pasti dia sangat bahagia melihat kebahagiaan dirumahnya saat ini, andaikan saja jika dia masih ada, mungkin akan lebih banyak kejutan lain untuk menyambut cucunya lahir. Tapi tak mengapa, Tuhan sudah punya rencana sendiri, semoga Papa bahagia disana, seperti yang dirasakan keluarganya saat ini.