
"Gila kamu ya, ngapain kamu datang ke rumahku dan membeberkan semua hubungan kita pada Elfira. Kamu mau menghancurkan rumah tanggaku" dengan penuh emosi Adam berteriak melampiaskan emosinya pada Sandra.
"Kamu bilang aku gila mas, ya aku memang gila. Aku gila karena kamu," balas Sandra dengan tak kalah emosi.
"Karena aku?"
"Ya, kamu yang sudah membuatku bertindak gila. Kamu mengingkari janji yang sudah kamu buat sendiri mas"
Sandra terdiam sejenak untuk meredakan emosinya yang sedang bergejolak saat ini. "Kamu yang berjanji mau nikahin aku secara sah, tapi kamu juga yang mengingkarinya mas. Bahkan kamu ingin melenyapkan aku dan anakku"
Adam tau dirinya yang sudah bersalah, untuk itu dia mencoba untuk sedikit melupakan kemarahannya pada Sandra. Adam berjalan mendekati Sandra lalu memegang kedua bahunya agar mereka bisa saling berhadapan.
"Maafin aku, San. Waktu itu aku lagi emosi, aku janji akan tetap menikahi kamu, tapi aku minta sama kamu untuk bersabar ya" bujuk Adam yang sudah melembutkan suaranya.
Sandra tampak menghela nafas, untuk saat ini dia mencoba untuk mempercayai ucapan Adam. "ya sudah lah mas, aku juga minta maaf karena sudah membongkar hubungan kita sama istri kamu"
"Gak apa-apa sayang, masalah Elfira biar jadi urusan aku. Tapi bolehkan kalau aku minta.." ucapnya lembut, sejak tadi tangannya sudah menjelajah ke dalam dress yang dikenakan oleh Sandra. Bahkan kancing belakang dress nya pun sudah di buka oleh Adam, yang kini sudah jatuh ke bawah, hanya menyisakan pakaian dalam yang dikenakan Sandra.
"Boleh mas, tapi pelan-pelan ya. Jangan terlalu kasar kayak biasanya" pinta Sandra yang sudah mulai terbuai oleh sentuhan tangan Adam yang berada di atas salah satu bukit kembarnya.
"Memangnya kenapa, bukankah kamu sangat menyukainya, hm" tanya Adam sambil menciumi setiap jenjang leher Sandra, membuat wanita itu semakin melayang, bahkan desahannya pun tak lagi bisa dia tahan. Tangannya yang dia letakkan diatas leher Adam, membuat lelaki itu semakin leluasa menjelajahi daerah kesukaannya itu, bahkan tanda merah pun sudah banyak tercetak disana.
"Aku sedang hamil anak kedua kita mas" bisik Sandra di sela-sela desahannya.
Adam terkejut mendengarnya dan seketika langsung menghentikan cumbuannya yang baru saja turun ke arah dada wanita itu.
"Apa kamu bilang, hamil?"
"iya mas, aku hamil anak kedua kita" Sandra tersenyum bahagia sambil mengelus perutnya yang tak tertutup sehelai benang pun.
Adam mengepalkan kedua tangannya, nafasnya tersengal-sengal menahan emosi, dan tiba-tiba...
PLAK
Adam menampar wajah Sandra dengan sekuat tenaga, hingga tubuhnya terhuyung ke belakang dan jatuh ke lantai karena tak siap menerima tamparan dari Adam. Sudut bibirnya robek hingga mengeluarkan darah. Sandra memegangi pipinya yang terasa panas dan kebas, tamparan Adam benar-benar membuatnya merasakan sakit di sekujur tubuhnya bahkan menembus hingga ke jantung.
__ADS_1
Tak terasa airmatanya mengalir, Sandra menangis, hatinya sakit, lagi-lagi Adam menyakitinya. "Kenapa kamu tampar aku mas" tanya nya dengan suara bergetar.
"Karena kamu memang pantas mendapatkannya, bagaimana bisa kamu sampai hamil lagi. Satu anak dari kamu itu saja sudah membuatku kerepotan, dan sekarang malah kamu tambah satu lagi. Kamu mau membuatku gila, hah" teriak Adam.
"Kenapa kamu bicara seperti itu mas, anak yang aku kandung ini anak kamu, darah daging kamu mas"
"Aku gak peduli, mau itu anak ku atau anak dari pria lain aku gak peduli. Secepatnya kamu harus menggugurkannya, aku tak mau lagi punya anak darimu. Paham kamu"
"Aku gak mau mas, aku gak mau membunuh darah daging ku sendiri" teriak sandra yang tak ingin menggugurkan kandungannya.
Adam pun emosi mendengarnya, dia mendekati Sandra lalu menjambak rambutnya hingga Sandra terpaksa harus menghadapkan wajahnya keatas, sambil meringis menahan sakit di kulit kepalanya.
"Heh, dengar ya j*lang. Wanita m*rah*n seperti kamu tidak pantas untuk mengandung anakku. Dan aku tidak butuh anak dari kamu. Kamu itu cuma tempat pelampiasan syahwat ku saja, jadi jangan pernah bermimpi untuk jadi ratu di singgasanaku" Adam pun menghempaskan Sandra begitu saja hingga dia tersungkur ke lantai.
Setelah itu Adam pergi meninggalkan Sandra yang sedang menangis menahan sakit di tubuh dan juga hatinya.
"Aaarrrggh. Brengsek kamu Adam, aku akan balas semua perbuatan kamu. Aku akan hancurkan kamu Adam" teriak Sandra setelah Adam tak terlihat lagi.
...****************...
"Sayang, mas minta maaf sama kamu. Mas khilaf, mas janji akan berubah" Adam duduk bersimpuh di hadapan Elfira.
"Sayang, kamu jangan diam aja dong. Mas mohon sama kamu, katakanlah sesuatu. Atau kamu boleh maki-maki mas asal jangan diam seperti ini" Adam mulai frustasi karena Elfira masih terus mendiamkannya.
"Mas harus gimana lagi supaya kamu mau maafin mas, katakan sayang, mas pasti akan lakukan apapun itu asal kamu mau memaafkan mas sayang"
Lagi-lagi Elfira tetap bungkam, raut wajahnya dingin dan tatapan matanya kosong. Dia sudah lelah dengan semua kebohongan Adam, selama ini dia mencoba untuk memaafkan. Namun kali ini, perbuatan suaminya tak bisa lagi diselesaikan dengan kata maaf.
"Aku mau kita cerai, mas" ucap Elfira setelah sekian lama dia terdiam, membuat Adam tercengang dan tak percaya mendengarnya.
"Apa sayang, kamu bercanda kan. Kamu gak serius kan"
"Aku serius mas, aku mau cerai dari kamu, aku capek mas"
"Enggak, aku gak mau. Aku gak mau cerai dari kamu, aku sayang sama kamu, Fir"
__ADS_1
"Kalo kamu sayang sama aku, kamu gak akan mungkin melakukan itu sama aku mas. Kamu khianati aku, kamu bahkan memiliki anak dari wanita lain"
"Kamu jangan percaya sama omongan wanita itu sayang, dia itu perempuan gila. Mas yakin, dia pasti cuma mau menghancurkan rumah tangga kita"
"Aku juga gak mau percaya mas, tapi foto dan video m*sum kamu membuktikan semuanya."
"Video?"
"Ya, video panas kamu bersama wanita itu. Bahkan untuk menyebut namanya saja aku udah gak sanggup mas" ucapnya sambil menghapus airmatanya yang tak mau berhenti mengalir. Elfira sudah mencoba menahannya, namun rasa sakit di hatinya sudah terlalu dalam.
"Sayang, itu..."
"Apa, kamu mau bilang kalau itu cuma editan. Aku gak sebodoh itu mas untuk bisa membedakan mana yang editan mana yang video asli" potong Elfira cepat sebelum Adam sempat menyelesaikan ucapannya.
"Oke, mas akui mas memang salah. Tapi itu dulu sayang, mas udah gak pernah lagi berhubungan dengan wanita itu"
Adam masih terus berkelit dan tak mau mengakui perbuatannya, sementara Elfira sudah mulai jengah dengan sandiwara yang dilakukan oleh Adam.
"Mau sampai kapan kamu berbohong mas, kamu bilang kamu sudah tak pernah lagi berhubungan dengannya. Padahal baru kemarin kamu bersama dengannya seharian sampai larut malam, bahkan anak dan istrimu pun kamu abaikan, mas"
"Gak sayang, itu gak benar. Kamu jangan percaya"
"Aku lebih percaya dengan apa yang aku lihat dari pada yang aku dengar mas," Elfira sedikit meninggikan suaranya, dia sudah tak bisa lagi menahan emosi dalam hatinya melihat sang suami yang masih terus berusaha menutupi kebohongannya.
"Tapi sayang, kasih mas kesempatan untuk membuktikan kalau..."
"Memberikan mu kesempatan sama aja dengan mengijinkan mu untuk mengulangi kesalahan yang sama" potongnya lagi
"Gak sayang, kali ini mas beneran..."
"Sudahlah mas, aku rasa sudah tak ada lagi yang harus kita bicarakan. Aku capek, besok aku akan ke kantor pengadilan agama dan akan aku urus surat perceraian kita mas"
Elfira pun bangkit dan meninggalkan Adam yang masih duduk bersimpuh di lantai tanpa bisa mencegahnya pergi.
Saat ini karma sedang berjalan menghampiri Adam, kebusukan dan pengkhianatan yang dilakukannya selama ini akhirnya akan mendapatkan balasannya.
__ADS_1
...****************...
bersambung....