
Hari beranjak siang, jarum jam sudah menunjuk ke angka 12. Matahari juga sudah berada tepat di atas kepala. Orang-orang mulai beristirahat dari segala aktivitasnya, tapi tidak bagi dua sejoli yang baru saja melangsungkan pernikahannya kemarin. Sepasang pengantin baru itu masih setia berada di balik selimut dengan saling memeluk satu sama lain, seolah-olah mereka takut akan terpisahkan.
Cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah kain gorden tak berarti membuat tidur mereka terganggu hingga suara ketukan pintu yang cukup keras membuat salah satu dari mereka terjaga.
Elfira menggeliat lalu membuka matanya secara perlahan, cahaya yang masuk menyilaukan mata membuat ia harus kembali terpejam. Sesaat kemudian Elfira membuka mata kembali sekaligus menajamkan pendengaran.
Brak brak brak
"Fira!"
"Erlang!"
"Buka pintunya! Kalian ngapain aja sih di dalam, dari pagi sampe siang begini tidak keluar-keluar!"
Terdengar seseorang yang terus mengetuk pintu dan berteriak, tak peduli jika suaranya itu akan mengganggu tamu hotel yang lainnya. Elfira bergegas membangunkan sang suami yang masih damai dalam tidur lelapnya.
"Mas, bangun. Mas," Elfira mengguncang tubuh Erlangga agar suaminya itu terbangun. Setelah menikah, Elfira memutuskan untuk mengubah panggilannya pada Erlangga.
"Fira!"
"Erlang!"
Sekali lagi terdengar suara yang memanggil mereka. Tak ingin membuat orang yang memanggil mereka menunggu lama, Elfira pun memutuskan untuk membuka pintunya.
"Bu eh mama," gumam Elfira saat tahu siapa pelaku yang menggedor pintu kamar mereka.
"Kalian baru bangun?" tanya Wulan saat melihat penampilan Elfira yang seperti baru bangun tidur.
"I-iya ma." Elfira merasa gugup ditanya seperti itu, di tambah lagi dengan Wulan yang melihatnya dari atas sampai ke bawah.
"Ya ampun, pengantin baru jam segini baru bangun. Memangnya habis berapa ronde kalian tadi malam."
"Eh, i-itu." Elfira tak sanggup menjawabnya, ia sampai terbata karena menahan malu.
Dalam hati Wulan tersenyum melihat wajah menantunya yang tampak panik bercampur malu, Wulan sengaja berkata begitu hanya untuk menggoda menantu barunya itu.
"Mana Erlangga?" tanya nya lagi.
__ADS_1
"Masih tidur ... ma."
Tanpa menjawab, Wulan langsung saja menerobos masuk ke dalam kamar pengantin baru itu. Tampak Erlangga yang masih nyaman dalam tidurnya dengan selimut yang masih menempel di tubuh anaknya itu. Wulan hanya bisa geleng kepala melihatnya.
"Ck, dasar kebo. Orang sudah gedor-gedor pintu sambil teriak-teriak, eh dia malah asyik tidur," gumam Wulan saat melihat Erlangga yang seperti tak terganggu dengan keributan yang di buatnya tadi.
Wulan menyapu pandangannya pada tiap sudut kamar itu lalu matanya tertuju pada sebuah gelas yang berada di atas nakas. Ia pun berjalan dan mengambil gelas yang berisi air itu lalu menuangkannya tepat di wajah Erlangga hingga si empunya terkejut dan langsung terbangun. Karena merasa ada sesuatu yang dingin membasahi wajahnya. Sementara Elfira hanya bisa meringis melihat Erlangga megap-megap seperti ikan yang kekurangan air. Elfira merasa kasihan dengan suaminya, tapi ia juga tak bisa berbuat apa-apa.
"Mama!" teriak Erlangga kesal sekaligus terkejut saat melihat ibunya sudah berdiri di depan matanya. "Mama ngapain di kamar aku, pake di siram segala lagi. Kan jadi basah," omel Erlangga.
"Kalo basah ya tinggal di keringkan. Gitu aja kok repot," balas Wulan dengan santai, setelah itu ia langsung melenggang meninggalkan Erlangga dengan kekesalannya.
Saat sudah berada di depan pintu, Wulan menghentikan langkahnya lalu berteriak, "cepat bangun kalau kalian tidak mau ketinggalan pesawat. Mama sudah menyiapkan tiket untuk kalian pergi honeymoon, dan dua jam lagi pesawatnya akan berangkat."
Baik Erlangga maupun Elfira, keduanya masih sama-sama terdiam di tempatnya. Mencerna apa yang dikatakan Wulan tadi, saat kesadaran mereka kembali, barulah mereka bergegas membersihkan diri.
****************
Tepat pukul 13.30 Erlangga dan Elfira tiba di bandara Soekarno-Hatta. Dari hotel mereka langsung berangkat ke bandara dengan buru-buru karena Wulan memberitahukannya dengan mendadak, bahkan mereka tak sempat makan apapun sejak bangun tidur tadi. Setelah melakukan boarding pass, Erlangga langsung mengajak istrinya untuk masuk ke dalam pesawat. Karena setengah jam lagi pesawat mereka akan berangkat.
Ternyata, diam-diam Wulan telah menyiapkan hadiah pernikahan untuk mereka berdua yaitu tiket honeymoon ke Paris, kota yang sarat akan keindahan dan keajaiban serta tempat yang terkenal paling romantis sedunia. Mereka harus melakukan perjalanan selama kurang lebih 16 jam untuk bisa sampai di Bandara Charles de Gaulle. Karena tubuh yang masih terasa lelah dan mata yang mengantuk, pasangan suami istri itu kembali tertidur selama pesawat berada di atas awan.
Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, Erlangga dan istri bersiap-siap untuk sarapan yang sudah di bawakan ke kamar mereka. Karena mereka telah melakukan penerbangan yang cukup panjang, mereka pun memutuskan untuk sarapan di dalam kamar dan akan beristirahat sebentar. Siang hari nanti rencananya mereka akan jalan-jalan ke Luxembourg Garden.
...****************...
"Mas, fotoin aku di sana dong," pinta Elfira pada sang suami.
"Ya udah sini, kamu berdiri di sana gih."
Erlangga pun beralih profesi menjadi fotografer profesional untuk istri tercintanya. Tak hanya gambar-gambar Elfira saja, tak jarang mereka meminta pada orang yang lewat untuk mengambil gambar mereka berdua atau mereka akan melakukan selfie.
Puas berfoto, Erlangga pun mengajak istrinya untuk duduk di salah satu kursi yang ada di sana.
Mereka duduk berdampingan dengan tangan yang saling menggenggam. Elfira merebahkan kepalanya di bahu Erlangga sambil menikmati pemandangan yang begitu indah.
__ADS_1
"Andai saja Anin ada di sini, pasti dia akan sangat senang sekali."
"Kamu benar sayang, aku yakin sekali pasti dia akan berlarian di sana," tunjuk Erlangga pada taman bunga di belakang mereka. Keduanya pun tersenyum membayangkan jika Anin benar-benar ada bersama mereka.
"Aku bahagia sekali hari ini," ujar Erlangga setelah mereka cukup lama saling diam.
"Oh ya? Memangnya kamu bahagia kenapa?"
Erlangga menegakkan tubuhnya lalu menghadap Elfira. Ia memandangi wajah sang istri sambil tersenyum. Sungguh kebahagian terbesar yang pernah Erlangga rasakan selama hidupnya. Menikah dengan wanita yang sangat ia cintai. Erlangga pikir dia tidak akan pernah menikah karena tidak ada satupun wanita yang berhasil membuatnya jatuh cinta hingga akhirnya Elfira muncul dan masuk ke dalam kehidupannya.
"Aku bahagia karena bisa menikah dengan kamu, perempuan tercantik dan paling baik yang pernah aku kenal."
"Terimakasih karena kamu mau memberikan aku kesempatan dan menerima aku kembali. Aku bersyukur karena kamu yang menjadi istri aku."
"Tak perlu berterimakasih, bukankah setiap orang berhak untuk mendapat kesempatan kedua."
Erlangga sangat bersyukur memiliki istri sebaik Elfira, dalam hati Erlangga berjanji tidak akan pernah menyakiti wanita yang ada di hadapannya ini. Erlangga akan melakukan apapun untuk membahagiakan istrinya. Satu-satunya wanita yang selalu dia inginkan dan akan menjadi ibu dari anak-anaknya nanti.
"I love you Elfira Zahira. Aku mencintaimu untuk hari ini, esok dan selamanya."
"I love you too Erlangga Putra Wijaya," balas Elfira.
Mereka pun saling berpelukan, Elfira berharap ini adalah pernikahan terakhirnya, bersama-sama dengan Erlangga merangkai hidup baru dan menjalani pernikahan yang Sakinah Mawaddah Warahmah hingga maut memisahkan mereka berdua.
...****************...
Notes:
Hai hai hai, para pembaca setia 'Menikah Dengan Boss Mantan Suami'. Terimakasih atas dukungan kalian selama ini. Insyaallah besok author akan up bab terakhir dari novel ini.
Eits, tapi jangan sedih dulu. Karena masih ada season keduanya yang akan langsung aku up di hari berikutnya.
Di season kedua nanti, aku akan buat cerita tentang Anin setelah dia dewasa dan akan ada konflik yang gak kalah menarik dengan season pertama. Yang penasaran dengan Adam dan Sandra juga akan ada di season kedua nanti.
Tetap tungguin cerita lanjutannya ya dan jangan lupa untuk terus dukung author agar tetap semangat berkarya.
Terimakasih.
__ADS_1
...****************...