
Akhirnya Elfira bisa bernafas lega, semua permasalahan yang dialaminya bisa terselesaikan. Fitnah-fitnah yang merusak nama baik usaha kateringnya pun juga sudah pulih kembali, dan itu semua tidak lepas dari campur tangan Erlangga. Pelanggan-pelanggannya pun sudah kembali memakai jasa kateringnya.
Siang ini Elfira mendatangi Erlangga di kantornya, ia membawakan makan siang dan beberapa desert untuk lelaki itu. Dengan langkah ringan dan sambil tersenyum Elfira berjalan menuju ruangan Erlangga.
Di depan ruangan Erlangga, tampak Dewo yang baru saja keluar dari ruangan itu. Ia mengangguk hormat pada Elfira yang baru saja sampai.
"Mau ketemu bos Erlangga Bu?"
"Iya, ada kan?" tanya Elfira untuk memastikan. Ia takut kedatangannya akan jadi sia-sia jika Erlangga tak ada di ruangannya, sebab Elfira tidak memberitahukan pada lelaki itu jika ia mau datang.
"Ada kok Bu, di dalam. Langsung masuk saja."
Elfira pun mengangguk dan langsung membuka pintu ruangan Erlangga seperti yang dikatakan Dewo tadi.
"Hai! Ganggu gak?" Elfira melongokkan kepalanya sebelum ia benar-benar masuk ke dalam ruangan itu.
"Sayang. Ya ampun, kenapa gak bilang kalo mau kemari," ucap Erlangga sembari berjalan mendekati Elfira.
"Kan biar surprise," ucapnya tersenyum.
Erlangga mengusap puncak kepala Elfira lalu mengajaknya duduk di sofa. "Kamu bawa apa?" tanya Erlangga saat melihat goodie bag yang dibawa Elfira.
"Aku bawain makan siang buat kamu dan beberapa desert, semoga kamu suka." Elfira meletakkan goodie bag tersebut ke atas meja. Erlangga pun langsung menerimanya dan mengeluarkan isinya.
Hampir saja Erlangga meneteskan air liurnya saat melihat isi menu makan siangnya. Kotak bekal yang berisi nasi dengan lauk ayam rica-rica kesukaan Erlangga.
"Memang calon istri aku paling the best, tau aja makanan kesukaan calon suaminya," ucap Erlangga yang membuat Elfira tersipu.
"Habisin gih, aku sengaja masak itu khusus buat kamu."
"Dengan senang hati sayang." Erlangga langsung melahap makanan yang dibawakan Elfira. Sesekali Erlangga akan menyuapi Elfira. Akhirnya mereka makan siang bersama hingga makanan dalam kotak bekal itu habis. Selanjutnya mereka menghabiskan desert yang di bawa Elfira tadi sambil menceritakan berbagai hal.
****************
__ADS_1
"Terimakasih ya sudah mengantarkan aku pulang, padahal kerjaan kamu lagi banyak banget kan," ucap Elfira sungkan.
"Apa sih pake terimakasih segala, kayak sama siapa aja."
"Ya sudah kalo gitu aku turun dulu. Kamu hati-hati jalan pulangnya ya."
"Iya sayang."
Wajah Elfira tampak bersemu saat mendengar kata sayang dari Erlangga. Erlangga sendiri menjadi gemas dibuatnya, tangannya terangkat untuk mengusap puncak kepala Elfira.
"Gemes banget sih," ucapnya kemudian.
Tak ingin berlama-lama di dalam mobil karena bisa membuat jantungnya tak aman. Elfira pun segera turun dari dalam mobil dan segera berlari menuju rumahnya. Sementara Erlangga tersenyum sambil menatap Elfira yang berlari hingga bayangannya tak tampak lagi di mata Erlangga. Setelah itu ia pun menginjak gas dan melajukan mobilnya. Erlangga tak kembali ke kantornya, ia berencana pulang ke rumahnya untuk mendiskusikan masalah pernikahannya kepada sang ibu.
Sesampainya di rumah, Erlangga langsung mencari keberadaan sang ibu yang ternyata sedang berada di gazebo halaman belakang. Erlangga pun segera menyusul ibunya ke sana.
"Ma!" Erlangga berteriak memanggil sang ibu.
"Mama nanya apa lagi wawancara? Banyak bener pertanyaannya, sampe bingung mau jawab yang mana dulu," ledek Erlangga membuat mamanya kesal.
Bugh.
"Kamu ini ya, suka sekali meledek mama." Wulan tak terima lalu memukul lengan Erlangga. "Kamu mau apa mencari mama?" tanya nya kemudian.
"Erlangga mau nikah ma."
Hampir saja Wulan menyemburkan minumannya, tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba Erlangga mengatakan ingin menikah.
"Kamu mau nikah kayak mau beli cilok, enteng bener ngomongnya." gerutu Wulan lalu ia pun kembali bertanya, "memangnya kamu mau nikah sama siapa?"
"Ck. Mama ini, pake di tanya sama siapa. Ya sama Elfira lah ma, memangnya siapa lagi."
Kembali Wulan menyemburkan teh yang sedang di teguknya, mendengar sang anak mengatakan siapa calon istrinya. Padahal yang ia tahu kalau Elfira sudah menolaknya dulu, itulah sebabnya Wulan meminta Erlangga untuk mengejarnya kembali. Apa 'Elfira sudah menerima Erlangga kembali?' itulah yang ada dalam benak Wulan saat ini.
__ADS_1
"Memangnya Elfira sudah menerima kamu?" tanya Wulan untuk menghilangkan rasa penasarannya.
"Ya pasti sudah lah Ma, makanya Erlangga mau bahas tentang ini. Beberapa hari yang lalu Erlangga sudah melamar Elfira dan dia menerimanya."
Wulan tampak bahagia mendengar perkataan Erlangga, dengan begitu sebentar lagi dia akan mempunyai memantu dan melihat anak semata wayangnya menikah.
"Kalau begitu, malam ini juga kita ke rumah Elfira. Kita bahas bersama tanggal pernikahan kalian. Mama gak sabar pengen cepat-cepat punya menantu." Dengan enteng Wulan berkata demikian lalu pergi meninggalkan Erlangga yang masih terpaku mendengar perkataan ibunya.
"Kenapa jadi mama yang lebih semangat, yang mau nikah kan aku," gumam Erlangga setelah Wulan tak tampak lagi.
****************
Di rumah Elfira tampak sibuk, siang tadi Erlangga menghubunginya dan mengatakan kalau ia dan ibunya akan datang ke rumahnya malam ini. Seketika Elfira menjadi panik, pasalnya ia belum menyiapkan apa pun dan tadi siang saat mereka bertemu, Erlangga tidak mengatakan apa pun padanya.
Untuk itu ia meminta bantuan pada mbak Siti dan pegawainya yang lain untuk membantunya menyiapkan hidangan untuk nanti malam. Tak lupa juga ia memesan aneka kue pada Halimah, dan Elfira juga mengundang Halimah untuk datang ke rumahnya nanti malam.
Pukul 7 malam, semua hidangan telah selesai di buat dan sudah di hidangkan di meja makan. Elfira dengan di temani oleh Halimah dan Bi Asih menunggu di ruang tamu menunggu kedatangan Erlangga dan Wulan.
Halimah sendiri memilih untuk menemani Elfira dibandingkan ikut rombongan Erlangga dan Wulan, karena ia tahu kalau Elfira tidak mempunyai siapapun yang akan menemaninya. Padahal sebelumnya Erlangga meminta dia untuk ikut rombongannya bersama sang ibu, tapi Halimah menolaknya.
Pukul 7 lewat 15, akhirnya mobil Erlangga tampak memasuki halaman rumah Elfira. Halimah dan Elfira pun bergegas menuju pintu untuk menyambut kedatangan mereka.
Erlangga turun dari mobil bersama dengan Wulan. Seketika Elfira terpesona melihat Erlangga yang tampak lebih tampan saat mengenakan batik bernuansa hitam putih dengan celana bahan berwarna hitam. Karena selama ini Elfira selalu melihat Erlangga memakai kemeja dan jas, untuk itulah lelaki itu tampak berbeda malam ini.
Tak beda jauh dengan Erlangga, lelaki itu juga terpesona melihat kecantikan Elfira malam ini yang mengenakan gamis model A berwarna navy dan pashmina dengan warna yang senada. Di tambah dengan make up flawless yang menambah kecantikannya.
Wulan menepuk pundak Erlangga untuk menyadarkan anaknya dari lamunan. "Begitu banget ngelihatinnya. Awas copot tuh mata," ledek Wulan membuat Erlangga salah tingkah.
Melihat tamu sudah datang, Elfira pun mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam rumah.
...****************...
__ADS_1