Menikah Dengan Boss Mantan Suami

Menikah Dengan Boss Mantan Suami
Bab 35


__ADS_3

"Anak jeng Wulan ternyata ganteng banget ya," ucap Anita sambil menatap Erlangga dengan intens.


"Terimakasih jeng Anita," jawab Wulan seadanya.


Sejak datang tadi hingga sekarang pandangan Anita tak lepas dari Erlangga, membuat lelaki itu menjadi risih. Bukan hanya Anita saja, bahkan Jessica pun juga memandanginya dengan tatapan lapar seolah siap untuk menerkamnya. Dalam hati Erlangga mengutuk ke dua ibu dan anak ini. Bahkan Anita sampai mengedipkan sebelah matanya pada Erlangga.


Hal itu tidak luput dari penglihatan Wulan, lama-lama dia menjadi jengah melihat kelakuan teman arisannya itu. Padahal usianya tak beda jauh dengan Wulan, bahkan masih mempunyai suami. Tapi kenapa tingkahnya seperti seorang perempuan yang haus akan belaian lelaki. Begitu juga dengan Jessica yang menatap Erlangga tanpa kedip.


'Haah'.


Ibu dan anak sama saja, untuk sesaat Wulan menjadi merasa bersalah dengan anaknya karena sudah memaksanya ikut makan malam bersama mereka. Wulan tau kalau saat ini Erlangga sudah sangat risih melihat ke dua wanita yang ada di hadapannya ini.


'Ekhem'


Erlangga berdeham dengan suara keras dan menatap Jessica dan ibunya membuat ke dua wanita itu tersadar dan mengalihkan pandangan ke arah lain. Erlangga benar-benar muak dengan wanita seperti mereka. Di tambah lagi Jessica adalah orang yang sudah membuat Elfira ketakutan waktu itu. Ya, Jessica inilah yang Erlangga lihat di rekaman CCTV aula hotel tempat resepsi pernikahan teman Elfira.


Sungguh Erlangga sangat membencinya.


"Jeng Wulan, anak kamu sudah menikah belum?" tanya Anita dengan maksud lain di hatinya.


Wulan menatap sang putra lalu tersenyum ke arah Anita. "Anak saya belum menikah, tapi dia sudah punya calon istri," jawab Wulan yakin. Sengaja dia berkata begitu supaya Anita tak memaksa untuk menjodohkan anak mereka. Dia sudah tau maksud dari pertanyaan temannya itu.


"Yah, sayang sekali ya. Padahal saya berniat mau menjodohkan nak Erlangga dengan anak saya Jessica," ucap Anita dengan memasang raut wajah pura-pura sedih.


'Tuh kan benar,' bisik Wulan dalam hati.


"Kan masih calon Tante, belum menikah kan. Jadi masih bisa di ... "


"Di batalkan begitu maksud kamu?" potong Erlangga sebelum Jessica menyelesaikan ucapannya. "Calon istri saya adalah wanita yang baik, lembut, dan penyayang. Dan yang paling utama adalah dia bisa menutup aurat nya, tidak seperti kamu yang suka mengumbar tubuh kemana-mana," sindir Erlangga telak.

__ADS_1


Jessica terkejut mendengar sindiran Erlangga, ia tak menyangka kalau dirinya akan di permalukan seperti ini. Padahal Jessica sengaja berpakaian terbuka dengan harapan kalau Erlangga akan tergoda dengan bentuk tubuhnya seksi.


"Apa maksud kamu?" tanya Jessica tak terima.


Erlangga tersenyum miring melihat Jessica, puas rasanya karena ia sudah berhasil membuat wanita itu kesal.


"Apa kamu tidak bercermin dulu di rumah sebelum datang ke sini? pakai baju terbuka seperti itu, seperti perempuan murahan saja."


"Kamu!" bentak Jessica sambil mengacungkan jari telunjuknya di depan wajah Erlangga.


"Lang, kamu gak boleh bicara begitu nak," tegur Wulan.


"Biar saja ma, biar dia tau perempuan seperti apa dirinya. Kalau dia pikir bisa menggoda Erlangga dengan berpakaian seperti itu maka dia salah besar. Justru Erlangga semakin jijik melihatnya," ucap Erlangga lalu pergi meninggalkan ke tiga wanita di sana.


Jessica mengepalkan ke dua tangannya, dia marah dan merasa terhina dengan ucapan Erlangga. Selama ini tak ada satu pria pun yang menolak dirinya. Bahkan para lelaki itu sampai mengemis cinta darinya. Tapi, tak sangka jika Erlangga akan menghinanya sampai seperti ini.


"Lihat saja Erlangga, jangan panggil gue Jessica kalau tidak bisa membuat lo bertekuk lutut di hadapan gue," ucap Jessica dalam hati.


...****************...


"Lang, mama boleh masuk."


"Masuk aja ma, pintunya gak di kunci!" teriak Erlangga dari dalam kamarnya. Wulan pun membuka pintu kamar anaknya dan masuk ke dalam, di lihatnya Erlangga yang sedang duduk di sofa sambil mengetikkan sesuatu di laptop.


"Kamu sedang apa?" tanya Wulan setelah ia duduk di sebelah anaknya.


"Biasa lah ma, ada beberapa pekerjaan yang harus Erlang selesaikan malam ini," jawabnya tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar laptop. "Mama ada keperluan apa ke kamar Erlang?"


"Mama cuma mau minta maaf sama kamu soal Anita dan anaknya tadi. Mama tau kamu gak suka sama mereka ... "

__ADS_1


"Sudahlah ma, jangan bahas soal tadi," ucap Erlangga lalu menutup laptopnya. Ia pun menggeser duduknya hingga menghadap sang ibu.


Di ambilnya tangan Wulan lalu di genggamnya. "Erlang juga minta maaf atas sikap Erlang tadi, maaf kalo gara-gara sikap Erlang mama jadi malu di depan teman mama," ucap Erlangga.


"Gak apa-apa sayang, justru mama senang kamu bersikap tegas kayak tadi. Mama pikir kamu bakalan tergoda sama anaknya Anita. Hehehe," balas Wulan sambil terkekeh.


Erlangga langsung melepaskan genggaman tangannya, "ya gak mungkin lah ma. Kalau memang selera Erlangga yang seperti itu, sudah dari dulu Erlangga menikah. Soalnya di luaran sana banyak wanita yang masih tidak bisa menjaga dirinya, mereka lebih suka memamerkan bentuk tubuh sehingga menjadi tontonan gratis bagi para pria hidung belang."


"Kamu benar nak, bahkan ada juga yang menutup tubuh tapi masih telanjang. Nauzubillah min dzalik. Mama gak kebayang deh punya menantu seperti itu," ucap Wulan seraya beristighfar dalam hati.


"Nah itu maksud Erlangga ma. Tapi, mama tenang aja soalnya Erlangga sudah punya calon istri yang pastinya bisa menjaga dirinya dari pandangan liar para lelaki."


"Mama jadi penasaran deh, seperti apa sih perempuan yang sudah membuat anak mama ini selalu senyum-senyum sendiri tiap malam di kamarnya," ledek Wulan sambil menaik-turunkan kedua alisnya.


"Mama tau dari mana?" tanya Erlangga penasaran.


"Tidak dari mana-mana, hanya insting seorang ibu. Coba besok kamu bawa dia ke rumah dan kenalkan sama mama."


"Erlangga sih mau aja bawa dia ke sini ma. Tapi, Erlangga takut nanti mama gak setuju." Erlangga menundukkan kepala, tiba-tiba dia merasa pesimis dengan pilihannya. Takut kalau sang mama tidak akan merestuinya.


"Kenapa mama harus gak setuju?"


"Karena dia ... " Erlangga menggantungkan kalimatnya, lalu menatap wajah ibu nya yang sedang penasaran. "Dia janda ma dan sudah mempunyai anak berusia 5 tahun," ucap Erlangga ragu.


Sesaat Wulan terdiam, tiba-tiba dia teringat dengan Elfira. Entah kenapa bayangannya langsung tertuju dengan wanita itu.


"Mama gak setuju ya?" tanya Erlangga karena Wulan hanya diam saja.


"Besok bawa wanita itu beserta anaknya ke rumah kita, masalah mama setuju atau tidak, kita lihat saja besok." Wulan bangkit lalu pergi dari kamar Erlangga.

__ADS_1


Erlangga menatap punggung ibunya yang semakin menjauh dan keluar dari kamarnya. Seketika Erlangga jadi khawatir, takut ibunya tidak akan merestuinya. Padahal Erlangga sudah terlanjur jatuh cinta dengan wanita itu. Meskipun Erlangga belum menyatakan cintanya, tapi dia sedang berusaha untuk membuat Elfira memiliki perasaan yang sama dengannya.


...****************...


__ADS_2