Menikah Dengan Boss Mantan Suami

Menikah Dengan Boss Mantan Suami
Bab 31


__ADS_3

"Berani juga lo datang ya," ucap seseorang dari belakang Elfira.


Elfira menghentikan langkahnya dan langsung berbalik badan. "Kamu!" Matanya terbelalak sempurna saat mengetahui siapa orang yang tadi berbicara di belakangnya. Jantung Elfira berdegup sangat kencang.


Seorang wanita berpakaian seksi berdiri tepat di hadapannya dengan tatapan tajam seperti pedang yang siap menghunus ke jantungnya.


Keringat dingin mulai bercucuran di pelipis Elfira, tangannya gemetar. Ia ingat bagaimana dulu wanita itu hampir membunuhnya jika saja saat itu Adam tidak datang menolongnya.


Wanita yang bernama Jessica itu menyeringai melihat Elfira ketakutan. Perlahan dia berjalan mendekati Elfira. Satu langkah Jessica maju maka Elfira mundur satu langkah juga, begitu seterusnya sampai tubuh Elfira membentur kursi sampai ia terduduk.


"Ternyata lo masih tidak berubah ya, tetap sama seperti dulu. Dan gue benci itu," bisik Jessica tepat di telinga Elfira.


Seketika Elfira membeku di tempatnya, wanita itu tak bisa bergerak dan berkata apa-apa. Bahkan sampai Jessica pergi pun, Elfira tak menyadarinya.


Sementara itu, Erlangga menunggu Elfira dengan gelisah. Sudah lebih dari lima belas menit Elfira pamit ingin mengambil makanan, namun wanita itu masih belum kembali juga. Erlangga celingukan mencari sosok Elfira, hingga akhirnya matanya menangkap sosok seorang wanita yang sedang duduk sendiri dengan ekspresi seperti orang yang sedang ketakutan.


Erlangga tidak tau apa yang terjadi. Tadi sewaktu Elfira baru saja pergi, ponsel Erlangga berbunyi dan dia harus mencari tempat yang sunyi untuk menjawab telepon. Namun, saat ia kembali ternyata Elfira juga masih belum kembali. Erlangga melangkah dengan cepat mendatangi Elfira.


"Fir," panggil Erlangga sambil menepuk bahu Elfira.


Wanita itu terperanjat saat sebuah tangan mendarat di bahunya. Tadinya dia pikir Jessica kembali lagi dan ingin menjahatinya. Namun, saat Elfira mendongak ia melihat sosok Erlangga yang berdiri di hadapannya dan memandangnya dengan tatapan khawatir.


"Kamu gak apa-apa?" tanya Erlangga. "Kamu kelihatan pucat banget, kita pulang saja ya," ucap Erlangga lagi.


Tak banyak protes, Elfira mengangguk dan mengikuti langkah Erlangga yang berjalan keluar dari aula tersebut. Selama mereka berjalan, mata orang-orang tak lepas dari mereka berdua. Banyak yang berbisik-bisik membicarakan mereka.


Tanpa mereka ketahui, di sudut aula ada seseorang yang sedang menatap mereka tajam sambil menyeringai. "Sekarang saatnya gue rebut milik lo seperti dulu lo rebut Adam dari gue."


...****************...


Melihat Elfira yang sepertinya sedang tidak baik-baik saja membuat Erlangga jadi tak tega melihatnya. Erlangga sendiri tak tau apa yang sudah terjadi pada wanita itu, tapi yang jelas ada sesuatu yang terjadi saat Erlangga sedang bertelepon dengan Dewo tadi.


Erlangga membelokkan mobilnya ke sebuah taman lalu ia mencari tempat yang terang dan memarkirkan mobilnya di sana. Erlangga membuka seat belt nya lalu keluar dari mobil dan entah mau kemana. Elfira sendiri tak begitu memperdulikan kemana Erlangga pergi. Karena saat ini pikirannya sedang kacau, meskipun detak jantungnya tak sekencang tadi tapi rasa takut itu masih ada.


Tak lama kemudian, Erlangga kembali dengan membawa bungkusan plastik yang berisi air mineral. Ia membuka tutupnya lalu memberikannya kepada Elfira.

__ADS_1


"Minum dulu Fir," ucap Erlangga seraya memberikan air mineral yang di belinya tadi.


Elfira masih tetap diam, tak sedikitpun tangannya bergerak untuk mengambil botol minum tersebut.


"Fir," panggil Erlangga sekali lagi. Namun, masih tetap tak di jawab.


"Fira!" panggil Erlangga dengan suara keras hingga membuat Elfira tersentak dan akhirnya ia tersadar dari lamunannya.


"Iya Er, kenapa?" tanya Elfira setelah kesadarannya kembali.


"Harusnya aku yang tanya, kamu kenapa? Dari di pesta tadi sampai sekarang kamu bengong terus. Aku tanyain pun kamu diam saja, ada masalah apa sebenarnya?"


"Aku ... "


"Jangan bilang kalau kamu tidak apa-apa," potong Erlangga cepat sebelum Elfira sempat menjawab. "Aku tau kamu tidak baik-baik saja malam ini, dan aku yakin pasti terjadi sesuatu dengan kamu di pesta tadi."


Lagi-lagi Elfira terdiam, dia sendiri tak tau harus memulai ceritanya dari mana. Karena semua kenangan itu begitu menyakitkan dan membuat Elfira takut.


...****************...


****Flashback****


Merasa namanya di panggil, Adam pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang memanggilnya. Adam mendengus tak suka ketika tau siapa yang memanggilnya.


"Mau apa lagi sih Jes," ketus Adam dan menatap tak suka pada Jessica.


"Gue mau ngomong sesuatu sama lo."


"Sorry. Gue buru-buru," ucap Adam berbohong. Padahal yang sebenarnya adalah ia ingin segera pergi dari hadapan Jessica. Rasanya ia tak nyaman berada di dekat gadis itu.


"Sebentar aja. Please!" Jessica mengatupkan kedua tangannya memohon pada Adam.


"Ya udah, satu menit buruan," sahut Adam cepat.


"Gue cinta sama lo," ucap Jessica to the point.

__ADS_1


Adam sampai terperangah mendengar pernyataan cinta dari Jessica. Ia tak menyangka jika teman sekampusnya itu akan menyatakan cinta padanya. Padahal semua orang tau kalau Adam sudah mempunyai kekasih.


"Lo udah gila ya, gak salah lo nyatain cinta ke gue," ejek Adam.


Dengan cepat Jessica menggelengkan kepalanya, ia sangat yakin dengan perasaannya itu. Tak peduli meskipun Adam sudah memiliki kekasih.


"Gue gak salah, gue beneran cinta sama lo. Dan gue juga tau kalo lo udah punya pacar, gak masalah meskipun lo jadiin gue yang kedua."


Adam memperhatikan Jessica dari atas sampai bawah, bisa di bilang Jessica ini wanita yang sangat cantik, bahkan lebih cantik daripada kekasihnya sendiri. Namun, yang namanya hati tidak bisa memilih kepada siapa dia harus jatuh, dan perasaan tidak bisa dipaksa untuk menyukai seseorang.


"Sakit jiwa lo," umpat Adam dan berlalu meninggalkan Jessica begitu saja.


Jessica mengepalkan kedua tangannya mendengar perkataan Adam. Dia tak terima dikatakan sakit jiwa, Jessica hanya mencintai Adam. Apa yang salah dari mencintai, apa hanya karena lelaki itu sudah punya kekasih lantas Jessica tidak boleh jatuh cinta padanya. Bukankah mereka hanya pacaran saja. Jessica berjanji pada dirinya sendiri akan merebut Adam dari kekasihnya.


Satu bulan berlalu sejak Jessica menyatakan perasaannya pada Adam. Dan selama satu bulan itu dia berusaha mendekati Adam namun tetap saja lelaki itu tak pernah melirik sedikitpun padanya. Setiap hari Jessica harus menyaksikan kemesraan Adam dengan kekasihnya, Elfira. Hal itu membuat Jessica muak dan sangat membenci Elfira.


Suatu hari Jessica merencanakan sesuatu untuk mencelakai Elfira. Dia ingin memberikan pelajaran pada Elfira agar Elfira bisa segera menjauhi Adam. Kebetulan saat itu Jessica melihat Elfira sedang berjalan sendirian, sepertinya gadis itu hendak pergi ke perpustakaan. Kebetulan sekali saat itu jalan menuju perpustakaan dalam keadaan sepi, tak ada satu orang pun yang melintas kecuali Elfira dan itu menjadi kesempatan Jessica untuk melancarkan niatnya.


Segera Jessica berlari tanpa suara mendekati Elfira, begitu jarak mereka sudah dekat Jessica langsung menarik tangan Elfira dan menyeretnya sampai ke gudang belakang kampus. Tak pernah ada satu orang pun yang melintasi tempat itu sehingga memudahkannya untuk menjalankan rencananya.


Sesampainya di gudang Jessica mendorong tubuh Elfira hingga gadis itu terjatuh ke lantai gudang yang kotor. Jessica menyeringai menatap Elfira yang ketakutan.


"Siapa kamu?" tanya Elfira dengan suara bergetar. "Kenapa kamu bawa aku kesini?" tanya nya lagi.


"Lo gak perlu tau siapa gue. Yang perlu lo tau adalah jauhi Adam dan putuskan hubungan lo sama dia," ucap Jessica tajam.


Elfira berdiri dan membersihkan celananya yang kotor menggunakan tangan. "Kenapa aku harus menuruti kata-kata kamu!"


Jessica semakin geram melihat Elfira yang sepertinya tak merasa takut dengan peringatannya. Dia pun berjalan mendekati Elfira dan dengan cepat mencengkram wajah Elfira membuat gadis itu merintih kesakitan karena kuku jessica melukai wajahnya.


"Kalo lo masih mau hidup, turuti kata-kata gue. Putuskan hubungan lo sama Adam karena dia gak pantas buat lo," gertak Jessica seraya melepaskan cengkeramannya dengan kasar hingga membuat tubuh Elfira terhuyung ke belakang.


Setelah itu Jessica berjalan menuju pintu gudang dan berdiri di sana. "lo gak akan bisa keluar dari gudang ini. Gak ada satu orang pun yang pernah melewati tempat ini, dan gue berharap lo lenyap dari dunia ini supaya Adam bisa jadi milik gue selamanya. Hahaha." Dengan cepat Jessica menutup pintu gudang dan menguncinya dari luar.


Elfira berlari mengejar Jessica sebelum pintu tertutup. Tapi sayang, pintu sudah tertutup dan dikunci oleh Jessica. Elfira menggedor pintu dan berteriak meminta tolong.

__ADS_1


"Buka pintunya, hei. siapa pun nama kamu, tolong buka pintunya. Buka!" teriak Elfira. Namun, teriakannya tak di dengar oleh Jessica karena gadis itu sudah pergi dari sana meninggalkan Elfira yang terkunci sendirian di dalam gudang yang gelap dan kotor.


...****************...


__ADS_2